
“Eh... Kau William. Apa kabar?” Sapa Laura. Iya. Laura lah yang di tabrak William dengan tak sengaja.
Lilis mengkerutkan keningnya. Siapa wanita ini? Kelihatannya sangat mengenal William. Dan kenapa wajah William agak aneh? Keluh Lilis dalam hatinya.
William sesaat terdiam dan mematung. Ia tak sangka bakal bertemu lagi dengan Laura Luther. Sang putri mafia Jerman dan putri dari gangster Tiongkok. Sudah lama sekali William tidak melihat Laura. Dan sekarang Laura malah muncul tiba-tiba di hadapannya.
Karena William diam saja, Lilis menyenggol lengan William. William pun menyadari senggolan Lilis.
“Kenapa kau diam saja Will?? Apa kabarmu? Sudah lama tidak berjumpa” Laura tersenyum manis. Ia mengulurkan tangannya. Laura berpura-pura bahwa ia baru kali ini bertemu lagi dengan William. Akting yang bagus sekali.
“Iya. Sudah lama. Aku baik-baik saja” William menerima uluran tangan Laura. Mereka berjabat tangan sebentar.
Lilis merasa aneh dengan sikap William saat bertemu Laura. Ia pun menatap William dan Laura bergantian.
“Dan...” Laura melepaskan jabatan tangannya dari William. Ia beralih menatap ke arah Lilis.
“Oh aku Lilis. Lilis Hartono” Jawab Lilis sambil berjabat tangan juga dengan Laura. Kemudian menarik tanganya segera.
“Hai Lilis. Aku Laura Luther. Panggil saja Laura. Kalian baru datang atau hendak pergi?”
“Kami hendak pergi keluar.” Lilis yang menjawab.
“Oh...” Jawab laura singkat.
“Kalau begitu kami duluan ya. Permisi Laura.” William pun pamitan segera dengan Laura. Ia langsung menggandeng Lilis dan membawanya langsung keluar Cafe setelah mereka membayar bill minumannya.
Laura hanya menganggukan kepalanya. Ia tersenyum melihat William langsung kabur membawa Lilis saat bertemu dengannya. Laura yang masih diam berdiri melihat William semakin jauh dan hilang di balik pintu cafe, kemudian Philip datang.
“Kau sudah pesan makanan dan minumannya Laura?”
“Belum. Bahkan aku belum duduk.”
“Apa yang kau lihat?” Philip melihat arah tatapan Laura namun tak ada siapapun sudah.
“Hanya melihat buruan kita”
“Maksudmu?”
“William...”
“Kau baru saja bertemu William kah? Apa dia mengenali kita?” Philip cukup kaget mengetahui yang baru saja ditemui oleh Laura.
“Hahaha... Kau bodoh ya. William tak akan tahu. Kita selama ini pakai topeng. Dia hanya kaget karena melihat seorang Laura Luther kok bisa ada disini. Hanya itu” Laura nampak tenang. Ia lalu mengambil sebuah tempat disudut untuk duduk. Dan Philip memanggil pelayan untuk memesankan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Setelah sudah di catat pelayan, pelayan pun undur diri untuk menyiapkan pesanan Philip dan Laura. Setelah pelayan pergi, Philip kembali bertanya ke Laura.
“Aku pikir dia mengenalimu yang selama ini pakai topeng.”
“Dia belum mengetahuinya dan belum menyadarinya. Namun cepat atau lambat pasti dia akan tahu”
“Lalu kenapa waktu itu kita bersembunyi dan takut ketahuan, saat aku menyarankan kita berobat ke rumah sakit atau dokter.”
__ADS_1
“Philip kapan kau akan pintar. Tentu saja kita harus bersembunyi dahulu. Kita luka-luka. Dengan luka yang ku alami, orang akan curiga. Dan kita bisa ketahuan. Jadi kita bersembunyi dahulu dan menyembuhkan diri. Setelah sembuh baru kita keluar kembali. Dan pertemuan disini hanya kebetulan saja.”
“Sekarang kita sudah membaik dan sembuh, dengan obat-obatan yang seadanya saja aku siapkan waktu itu. Jadi setelah kita sembuh, apa selanjutnya rencanamu?”
“Aku sedang memikirkannya. Dan ternyata Lilis memang baik-baik saja. Terlihat dia bahagia dengan William. Oke. Akan ku biarkan mereka berdua menikmatin dahulu kebahagiannya. Setelah itu, akan ku berikan kado yang teramat pahit. Yang tak akan Lilis dan William lupakan. Hahaha..” Tawa mengerikan terdengar dan senyum mengerikan terukir di wajah Laura.
“Kau terlalu terobsesi oleh William. Sebaiknya lupakan saja dia Laura. Kita kembali ke kanada saja.”
“Tidak... Aku tak akan melepaskan William kali ini. Tidak kali ini.”
“Aku merasa akan hal yang tak enak bakal terjadi Laura. Perasaanku tak nyaman. Sebaiknya kita kembali sebelum Papa dan Mama mu tahu apa yang kita perbuat disini.” Philip merasa sudah tak nyaman. Ia merasa hal buruk akan terjadi.
“Itu hanya perasaanmu saja.”
“Laura. William itu bukan orang sembarangan. Dia seorang Presdir dari I.S. punya kekuasaan dan kekayaan. Ia juga anggota Divisi V dan punya hubungan dengan pemerintah Inggris. Aku rasa kita harus pertimbangkan lagi rencana kita. Atau kita kembali ke kanada.”
“Kau benar-benar bodoh ya Philip. Kenapa rupanya kalau William Presdir dari I.S. Aku adalah putri seorang Mafia. Papaku Mafia besar, Bos besar dari Jerman. Mamaku Ketua dari gangster terbesar di Tiongkok. Tak ada yang perlu ditakutkan.”
Philip hanya diam dan tak berani membantah Laura lagi. Ia hanya bisa menurut. Sesungguhnya ia kuatir terhadap Laura. Tapi Philip hanya bisa menurut. Karena ia menyukai Laura. Makanya Philip diam saja dan melakukan apa saja yang Laura perintahkan.
***
Saat ini William dan Lilis berada didalam mobil. William melajukan mobilnya menuju butik Lilis. Sepanjang perjalanan Lilis melihat William gelisah.
“Kenapa Will? Apa ada hubungannya dengan Laura tadi.” Lilis menyelidik. Ia menatap tajam ke William.
“Kok diam. Kenapa tidak dijawab. Kelihatannya Laura dan kau sangat saling mengenal. Terlihat jelas diwajahmu kau nampak kaget bertemu dengannya.”
“Tidak ada apa-apa sayang” William melirik Lilis sekilas sambil tersenyum. Ia meraih tangan Lilis dan mengecup punggung tanganya Lilis.
“Jangan berbohong. Aku sudah bilang untuk selalu jujur padaku kan. Apa Laura salah satu mantanmu juga ya Will Seperti Katty juga?” Lilis menebak.
William tiba-tiba terbatuk. Dan menghentikan mobil tiba-tiba di jalanan.
“Hey Will. Hati-hatilah.” Ucap Lilis yang kaget karena William menghentikan mobil tiba-tiba.
“Maaf sayang” William kembali melajukan mobilnya.
“Bukan seperti yang kau pikirkan Lis...” sambung Willliam kembali.
“Lalu..?”
“Laura itu beda dengan Katty.”
“Bedanya?”
“Katty itu mantan yang jadi teman baik ku. Sedangkan Laura itu berbahaya.”
“Bahaya?” Lilis mengkerutkan keningnya.
__ADS_1
“Iya. Dia berbahaya. Aku ingat dulu sewaktu aku dan Katty pacaran. Katty selalu menerima bangkai hewan mati yang dikirimkan didepan pintu rumahnya. Dan selalu mendapatkan ancaman. Juga pesan mengerikan. Dan kau tahu itu dari siapa.” William melirik Lilis sekilas.
“Siapa?”
“Itu Laura. Laura yang mengirimkan itu semua ke Katty.”
Lilis kaget mendengar penuturan dari William.
“Kenapa begitu?”
“Karena Katty dulu adalah Pacarku. Makanya aku segera membawamu kabur dari hadapannya. Aku takut Laura akan menyakitimu Lis. Dia berbahaya. Karena dia adalah putri dari seorang Mafia besar di Jerman. Dan Putri dari seorang gangster juga di tiongkok.”
“Seberbahaya itu kah?”
“Tentu saja. Mereka bisa membunuh orang dengan sadis. Orang tak bersalah pun bisa saja di lenyapkan”
“Tapi kenapa harus begitu? Apa kau punya salah padanya?” Lilis tak mengerti dan tak paham kenapa harus sampai seperti itu.
William menghembuskan nafas beratnya. Ia sepertinya harus menceritakan masa lalunya. Ya masa lalunya dengan Laura dan Katty juga secara detail ke Lilis.
William menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak sepi dari yang lainnya. Ia melihat menghadap Lilis. Lilis pun melihat ke arah William dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh William.
“Dulu aku sempat berhubungan dengan Laura juga Lis... Bahkan aku hampir jatuh cinta padanya.” Ujar kata William ke Lilis.
Lilis membelalakan matanya dan mulutnya terbuka hingga berbentuk huruf O.
“Apa!!!!” Lilis tentu saja kaget. Jadi benarkah William dan Laura berhubungan dahulu. Lilis mengeluh dalam hatinya.
Bersambung...
Makasih buat kakak-kakak yang selalu setia sama karya ini ya. Like yang banyak ya... di vote juga banyak-banyak ya kak. Makasih buat kakak readers semuanya :D
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1