
Sebuah pesan chat masuk ke Ponsel Lilis. Lilis melihat ke Hapenya dan membaca isi pesan chat tersebut. Lilis tertegun melihat isi chat tersebut.
Tania menoleh dan bertanya.
“Siapa?”
Lilis memandang ke arah Tania dan menunjukan pesan chatnya. Isi pesan chat tertulis bahwa Wenny mengundang Lilis ke acara ulang tahun perusahaan keluarga Hartono. Lilis heran kenapa Wenny mengundangnya. Tania menaikan alisnya sebelah.
“Aneh kan” Ucap Lilis sambil terheran-heran.
“Buat apa dia mengundangmu Lis?”
“Entahlah..”
“Nanti jebakan saja. Nanti dia hanya ingin mempermalukanmu”
“..” Lilis hanya mengangkat bahunya.
“Kalau kita pergi saja bagaimana?”
“Di pesan chat dikatakan aku harus bawa pasanganku. Panji adalah prianya dan aku harus menunjukan priaku. Jika aku tak bawa priaku maka Wenny akan berpikir aku hanya menggoda Panji terus.”
“Hem... Bagaimana bawa Priamu. Saat ini tidak ada di sini.”
“Hush... Siapa maksudmu?”
“Siapa lagi. Papa dari anak-anakmu lah”
“Apa aku sudah berdamai dengannya. Aku rasa belum.”
“Haiissshh...” Tania memutar bola matanya malas.
“Kau jadi pergi? Dengan siapa?” Lirik Lilis ke Tania.
“Ada deh...”
***
Esoknya di siang hari.
Siang itu Tania sudah bersiap-siap. Ia hendak menemui Jack. Mereka janjian ketemuan di sebuah cafe. Tania sudah menunggu dari tadi. Tapi Jack belum muncul juga. Hatinya agak gelisah. Ia punya dua tujuan untuk menemui Jack. Yang pertama acara nanti malam. Dan yang kedua Permintaan Papanya. Pak Siregar meminta Tania untuk mengenalkan Pacarnya. Karena waktu itu Tania pernah di coba kenalkan dan dijodohkan dengan William Smith oleh Papanya, namun gagal dikarenakan ia telah punya pacar. Waktu itu William memberikan alasan tersebut. Alhasil sekarang Papanya selalu mananyakan prihal masalah pacar pada Tania. Selama ini Tania selalu memberikan alasan dan berbagai alasan. Namun sekarang Papanya sangat mendesak. Akhirnya Tania memutuskan meminta Jack menemuinya. Ia dan Jack akhir-akhir ini sudah mulai dekat. Jadi Tania berpikir mungkin saja Jack mau membantunya.
Setelah cukup lama menunggu, Jack akhirnya tiba. Jack berjalan masuk dan mencari Tania. Ia melihat seorang gadis berpakaian dress cream sedang meminum Jus sendirian. Jack datang menghampiri.
“Hai... Sudah lama?” Jack menyapa dan duduk dihadapan Tania.
“Lumayan. Kenapa kau sangat lama” Tania sedikit cemberut.
“Maaf. Tadi ada rapat lalu bertemu klien. Semua hal ku urus. William tak ada jadi aku turun tangan mengurus semuanya.”
“Hebat... Pria sibuk rupanya. Pesanlah minumanmu.”
“Sekalian makan saja ya kita.”
“Oke”
Jack memanggil Waiter dan memesan Minumannya beserta steak daging untuk dua orang. Setelah waiter mencatat pesanan, kemudian pamit untuk menyiapkan segera pesanan mereka.
“Ada apa sampai memintaku untuk bertemu?”
“Aku perlu bantuanmu”
“Tentang?”
__ADS_1
“Menjadi pacarku” ucap Tania santai.
“Apa!!!” Jack nampak kaget. Hingga semua orang yang di cafe melihat ke arah mereka.
“Hey... pelankan suaramu. Semua orang jadi melihatin kita”
“Oh.. oke. Aku hanya kaget. Kenapa kau minta aku jadi pacarmu?”
“Untuk berpura-pura didepan orang tuaku.”
“Kau sewa orang lain saja.”
“Tidak. Harus kau saja.”
“Kenapa begitu”
“Karena William yang sudah membuat rekayasa itu sebelumnya. Sehingga aku yang terus di teror orang tua ku. Dan kepadamu aku meminta pertanggung jawaban.”
“ Lah...”
“Iya dong. Masak kau tak mau membantuku”
“Apa aku tak terlalu tua untukmu. Aku lebih tua 6 tahun dari mu Tan.”
“Tak masalah. Kau masih tampan. Lagian kau masih single kan. Hehe”
“Baiklah.”
“Sungguh? Kau mau jadi pacarku?”
“Iya. Jadi kapan bertemu orang tuamu untuk berpura-pura sebagai psangan kekasih”
“Malam ini.”
“Uhuk.. uhuk...” Jack tersedak. Karena pesanan mereka belum tiba, sehingga Ia meminum air putih biasa yang ada di meja. Dan tersedak karena mendengar perkataan Tania.
“Kenapa cepat sekali bertemunya.”
“Lebih cepat lebih baik. Malam ini ada acara ulang tahun perusahaan keluarga Hartono. Papa dan Mamaku di undang. Keluarga kami di undang. Jadi Papa menyuruhku membawa pacarku.”
“Jadi malam ini kita mulai beraksi.”
“Iya. Tampil lah keren dan juga tampan ya..” Tania tersenyum dan mengerlingkan kedipan matanya ke Jack. Jack hanya tersenyum kecil.
Waiter kembali dengan membawa makanan yang mereka pesan beserta jus Jack. Semuanya ditata dan disusun di atas meja. Kini keduanya menikmatin makanannya dan minuman mereka.
Waktu berlalu dan Tania telah selesai makan dan sudah buat janji nanti malam bersama Jack. Mereka pun berpisah. Karena Jack harus kembali ke kantor sedangkan Tania ingin mengajak Lilis berbelanja. Ia menelepon Lilis. Lilis yang enggan tapi akhirnya mengiyakan juga. Si kembar di titipkan di rumah bibi May. Sedangkan Tania membawa Lilis ke Mall.
Di Mall tersebut, Tania singgah ke toko pakaian yang sangat mahal dan cantik-cantik. Tania pun meminta Lilis untuk memilihkan gaun yang cantik untuk nya. Sekalian ia meminta Lilis untuk memilih untuk dirinya sendiri. Mereka sibuk berjam-jam di toko itu untuk mencari gaun yang cocok. Ada satu gaun yang Lilis nampak suka. Gaun panjang polos yang berwarna merah menyala. Ia sudah tertarik dari pandangn pertama. Tania yang sudah banyak mencoba pakaian akhirnya memilih satu gaun indah berwarna hitam dengan pernak pernik yang sangat wow. Ia juga menambil high heels hitam yang senada dengan gaunnya. Tania melirik Lilis.
“Bagaimana?” Tania memperlihatkan apa yang dipilihnya dan mencoba mengepaskan ke badannya.
“Sangat cantik. Cocok untukmu”
“Benarkah Lis?”
“Iya.”
“Kau pilihlah juga Lis”
“Tak usah.”
“Ayolah pilih saja. Oh... Kau suka gaun itu kan” Tania menunjuk Gaun merah yang dilirik saja oleh Lilis sejak tadi.
__ADS_1
Lilis hanya tersenyum.
“Oke. Ku belikan untuk mu ya.” Tania langsung mengambilnya dan memilihkan high hells yang senada dengan gaun Lilis.
Setelah mereka memilih gaun dan high heels nya. dan sudah klop dengan yang dipilih. Maka Tania langsung membayarnya. Mereka pun kemudian lanjut ke sebuah salon yang cukup ternama.
Disalon itu mereka sudah mengenakan gaun masing-masing. Tania memakai Gaun hitamnya. Dan Lilis memakai gaun merahnya. Kedua orang di tunjuk untuk merias Tania dan Lilis. Mereka berdua di make over oleh penata rias.
Tania yang memang cantik di rias nampak lebih cantik. Sedangkan Lilis yang memang jarang dandan tapi sudah cantik setelah di rias malah semakin sangat cantik. Penata rias yang merias saja sampai terkagum-kagum melihat kecantikan Lilis. Kecantikan alami dan saat di poles semakin mempertegas kecantikannya saja.
“Mbak artis ya. Kok cantik banget” puji penata rias.
“Bukan kok.” Lilis tersenyum.
“Oh.. Teman ku ini memang artis. Dulu artis di kampus hehe” Goda Tania.
“Oh... Tapi memang cantik kok. Sebelum di rias saja sudah cantik banget apalagi setelah di rias semakin cantik amat sangat pun.” Puji penata rias.
“Terus aku gimana?” Tanya Tania.
“Mbak juga cantik kok hehe” Penata rias hanya cengir.
Mereka kemudian malah tertawa riang.
Dan setelah berdandan dan berias cukup lama, selesailah mereka sudah. Wanita kalau dandan dan merias memang lama yak. Apalagi milih pakaian wow lama sangat. Hehe..
Lilis dan Tania yang selesai di rias, menatap kaca panjang yang ada di salon tersebut. Dari kaca panajang tersebut, semua penampilan mereka dari ujung kaki hingga kepala bisa terlihat jelas. Tania dan Lilis sangat puas. Penampilan mereka gak kalah kayak artis-artis lah. Keduanya kemudian memakai high heels masing-masing. Membuat keduanya semakin tinggi dengan heelsnya.
Setelah selesai, Lilis dan Tania berjalan keluar salon. Dan meminta jemputannya untuk menjemput di luar.
“Siapa yang menjemputmu Tan? Akan dengan siapa kau?” Lilis bertanya ke Tania.
“Nanti kau tahu. Dan kau dengan siapa Lis?” Tania menoleh ke Lilis.
“Nanti juga kau tahu.”
Dua mobil hitam keren datang mendekat. Keduanya berhenti di depan dua orang wanita cantik. Salah satu mobil sudah terbuka dan keluar lah Jack. Dan yang satunya belum ada yang keluar. Lilis melihat ke arah Jack. Dan Jack datang mendekat.
“Maaf lama.” Ucap Jack ke Tania.
“Tak apa. Kami pun baru selesai.” Tania tersenyum.
“Loh... Kau rupanya Jack” Lilis terheran-heran.
“Lalu mobil yang satu lagi siapa?” Tania melirik ke arah mobil satunya.
Lilis, Tania dan Jack melihat ke arah mobil satunya lagi. Kemudian terbuka. Dan keluarlah seorang pria.
“Eloh...”
Bersambung...
Siapa yang kira-kira yang datang menjemput Lilis untuk berpasangan ke acara tersebut...
Jangan Lupa Klik Vote dan Favorite ya kakak-kakak Readers semuanya. :)
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
__ADS_1