Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 82.


__ADS_3

“Siapa wanita itu?” pikir Lilis dalam hatinya.


Lilis merasa cemburu. Tentu saja cemburu karena calon suaminya sedang berpelukan mesra dengan wanita lain. Bahkan wanita lain itu juga sangat cantik. Lilis dan Tania saling padang.


“Siapa wanita itu Lis..” Tanya Tania.


“Entahlah, Aku pun tak tahu.”


“Kelihatannya mereka akrab ya. Wanita itu orang bule. William lahir di Inggris dan lama tinggal di Inggris kan Lis. Apa wanita itu kenalan William dari Inggris?” Tania menoleh ke Lilis.


Lilis hanya mengangkat kedua bahunya. Karena ia memang tak tahu.


“Mau di samperin gak Lis. Biar ku labrak saja wanita itu sekalian ku jambak rambutnya. Enak saja main peluk calon suami orang. William juga, udah dikantor dilihat banyak orang, apa dia gak mikir ya. apa nanti kata para bawahannya. Kan kalian mau nikah.” Tania nampak kesal.


“Sudah Tan. Tenang. Ini dikantor. Tak enak nanti dilihat banyak orang. Nanti apa kata bawahannya William kalau kita ribut-ribut disini.”


“Lalu kau mau kita diam saja atau pergi gitu.”


“Enggak gitu juga. Kan aku mau ajak William fitting baju pengantin. Kita samperin aja kesana tapi secara baik-baik.”


Tania pun menganggukan kepalanya. Lilis dan Tania datang mendekat. Jack dan natasya sudah melihat kedatangan Lilis yang bersama Tania. Jack merasa sudah was-was. Ia pun memberikan kode ke William. Namun William tak menyadari kode dari Jack. Sedangkan Katty masih saja memeluk William. Ia melepaskan rindu karena sudah lama tak berjumpa William.


Kini Tania dan Lilis sudah berada di samping William. Lilis pun berdehem agar William sadar keberadaannya.


“Ehem...” Lilis mengeluarkan suara deheman.


William spontan sadar. Ia menoleh ke Lilis dan sungguh kaget dirinya. Ia seperti salah tingkah dengan Lilis yang tiba-tiba ada di dekatnya. Katty pun melepaskan pelukannya.


“Eh... Kau sayang. Kok gak bilang kalau mau datang kemari.” Ucap William saat sadar ada Lilis.


“Tadi ku telepon tapi nampaknya kau sibuk. Jadi aku kemari langsung.” Lilis memberikan wajah datar saja.


William lalu menoleh ke Katty.


“Oh iya Kat... kenalkan ini Lilis calon istriku.” William memperkenalkan Lilis dan katty.


Katty mengulurkan tangannya.


“Halo. Aku Katty Wilson. Panggil saja Katty” Ucap Katty didepannya Lilis.


Lili mengerutkan keningnya.


“Katty Wilson?” Lilis mengulangi perkataannya Katty.


“Iya.” Katty mengiyakan.


Lilis seakan pernah mengdengar nama tersebut.  Lilis memutar otaknya. Ia jadi ingat cerita William saat ia lagi ke Inggris. Oh ini kah yang nama Katty. Kenapa orangnya sangat cantik? Bentuk tubuhnya juga seksi. Semua lelaki pasti tergoda dan jatuh hati melihatnya. Begitulah pikir Lilis.


William melihat Lilis yang bengong dan seakan pikirannya tidak di tempat, William pun segera menyenggol lengan Lilis.


“Oh... Halo juga. Aku Lilis. Lilis Hartono. Calon Istri William.” Lilis menyambut uluran tangannya Katty. Keduanya berjabat tangan.


“Oh.. kau yang namanya Lilis. Yang sering dibicarakan William diparis ya... Well... memang cantik. Sangat cantik. Kecantikan alami Indonesia. Pantas saja William jatuh hatinya ya...” Katty menggoda William.


“William suka membicarakan ku..” Lilis mengerjapkan matanya. Sambil menoleh sekilas ke William.


“Iyap... tepat sekali. aku teman baik William di Inggris.” Sambung Katty kembali.


Setelah Katty mengatakan tentang kejelasan hubungannya dengan William kalau mereka hanya teman disaat itulah wajah tegang di wajah Tania, Jack, Natasya dan Lilis pun berubah menajadi santai. Oh... mereka salah paham tadi. Lilis jadi lega. Mungkin karena Katty orang bule dan dari luar negeri jadi gaya bebas luar negeri sana tetap dibawanya disini. Mereka jadi harap maklum saja. Namun satu hal yang tidak diketahui oleh semuanya. Apa lagi Lilis. Kalau dulunya Katty dan William menjalin kisah asmara.


Katty mengerlingkan mata nakalnya ke arah William. Sedangkan William sudah hampir tak bernafas. Ia takut kalau Katty akan bersikap iseng. Syukurlah Katty menjawab hal tersebut dengan baik di depan semuanya.


“Kalau begitu ayo masuk keruangan kerja ku saja.” Ajak William ke Katty dan Lilis.


Natasya kembali duduk di kursi sekretarisnya. Sedangkan William, Jack, Lilis, Tania dan katty masuk ke ruangannya William, ruangan Presdir.


Mereka duduk bersama di sofa yang ada di ruangan William. Tania duduk di samping Jack. William dan Lilis duduk bersebelahan. Hanya Katty yang duduk sendirian.


“Jadi ada prihal apa kemari sayang?” William menoleh ke Lilis.


“Aku mau mengajak fitting baju. Kita kan mau nikah.”


“Oh... Maaf ya dari tadi aku sibuk soalnya. Apa harus hari ini? Aku masih banyak kerjaan.”


Lilis terlihat kecewa.

__ADS_1


“Begini saja pulang kerja aku akan langsung menemuimu di butik mu. Oke”


“Baiklah.” Lilis pun hanya bisa menurut.


Tania dan jack hanya diam memperhatikan. Sedangkan Katty pun hanya diam.


“Oh iya Kat.. kenalkan ini Jack dan Tania. Jack adalah asistenku, wakil direktur ku, teman, sahabat sekaligus sodaraku” William sangat detail mengenalkan Jack ke Katty.


“Hai... Aku katty.”


“Aku Jack.”


“Dan ini Tania. Sahabat aku” Ucap Lilis pula.


“Oh.. Hai. Aku Katty.”


“Tania putri siregar. Panggil saja Tania.”


“Oke. Cukup perkenalannya. Masalah pernikahan nanti akan kita bahas ya sayang. Jack tolong antarkan Tania dan Lilis ya. aku ada perlu dengan Katty.” Usai berkata begitu William bangkit di ikutin oleh Katty.


Lilis mengkerutkan keningnya.


“Loh... kalian mau kemana?” Tanya Lilis heran melihat Katty dan William hendak beranjak pergi bersama.


“Kami ada urusan penting dulu sayang. Tenanglah aku tak mungkin di culik Katty.” Canda William.


Katty tertawa kecil.


“William akan kembali dengan utuh Lis. Percaya lah” sambung Katty juga.


Lilis pun hanya bisa menganggukan kepalanya. Setelah itu pergi lah Katty bersama dengan William bersama.


Kini tinggal Jack , Lilis dan tania.


“Lis.. kau biarkan mereka berduaan. Aku kok jadi curiga” Tania merasa ada yang gak beres.


“Jangan asal berasumsi sayang.” Jack menoleh ke arah Tania. Jemari Tania di genggam nya erat. Iya. Tania dan Jack sudah resmi berhubungan dan resmi pacaran. Mereka pun akan melangsung kan pernikahan mereka setelah pernikahan Lilis dan William selesai di laksanakan.


“Loh... kok asal. Lihat lah. Kita baru saja datang dan duduk, William sudah pergi dengan wanita itu.”


“Sudahlah. Aku percaya dengan William kok” Walau hati Lilis sebenarnya agak kuatir.


“Ya sudah. Ayo ku antar kalian sampai pintu depan lobi. Atau mau ku anatar pakai mobil sekalian.” Tawar Jack ke Lilis dan tania.


“Gak usah jack. Anatr sampai pintu depan lobi saja. Kami bawa mobil kok.”


“Oke.” Dan keluarlah tania , Jack dan Lilis bersama.


Di tempat lain. Kini William dan Katty sedang berada di sebuah Room Privat. William sengaja memesan ruangan tersebut di restoran karena ia dan Katty memang harus berbicara rahasia. Dua minuman teh hangat menemanin mereka berdua diruangan tersebut.


William memandang ke arah Katty.


“Kenapa kau tak bilang akan datang kemari? Kalau bilang kan bisa ku jemput di bandara.”


“Tak perlu Will. Aku saja hampir mati.”


“Maksudmu?” William menaikkan alisnya sebelah.


“Orang-orangnya Nona LL mengincarku. Semenjak kejadian Max waktu itu aku terus diburu orang-orangnya Nona LL. Aku terus bersembunyi dan melarikan diri dari kejaran para pembunuh bayarannya.”


“Gila. Dia juga mengincarmu”


“Iya. Dan kau tahu. Saat kau menghubungiku, aku sangat bahagia. Aku pikir kau telah tiada Will. Karena kabar darimu sudah lama tak ku dengar. Bahkan Bos V lost kontak denganmu.”


“Iya. Aku sempat terbaring lama di rumah sakit. Jack menyembunyikan keadaanku. Karena takut akan menimbulkan berita besar. Bagaimana pun Jack ingin melindungi Perusahaan I.S. dan melindingi ku juga.”


“Aku senang kau selamat dari tragedi Max. Ku dengar Max telah tiada ya.”


“Iya. Max sudah meninggal.”


“Karena setelah mendapatkan kabarmu. Aku pun langsung kemari mencarimu. Dan aku juga sudah melapor ke Bos V kalau kau masih hidup. Bos V menanyakan misimu yang terakhir itu. Bagaimana chipnya? Sudah kau dapatkan”


“Belum. Aku menduga Nona LL tahu keberadaan chip tersebut. Bagaimana pun dia orang terakhir yang berhubungan dengan Max”


“Iya. Kau benar.”

__ADS_1


“Sebenarnya aku menghubungimu, ingin meminta bantuan mu Kat. Aku ingin tahu siapa sebenarnya Nona LL itu. Ada dendam apa dia dengan ku kenapa dia terus mengincarku dan Lilis???”


“Harus kau ingat Will. Dia juga mengincarku.”


“Iya. Kau benar. Lalu bisa kah kau mencari jati diri Nona LL”


“Kalau di inggris mungkin bisa dengan koneksi jaringan divisi kita. Tapi kalau di Indonesia. Aku ragu Will.”


“Tak bisa kah kau mencari tahu Kat”


“Ok. Aku akan mencari tahu. Aku bisa mengkontak salah satu orang terpecaya di divisi pasukan V untuk mencari Info tersebut.”


“Terima kasih Kat.”


“Iya. Sama-sama. Oh iya. Kenapa tak kau saja yang mencari tahu Will”


“Aku pun ingin seperti itu tapi ruang gerak ku pasti lagi di awasi Nona LL. Aku yakin itu. Dan kelihatannya ia pandai menutupi dirinya. jadi makanya aku butuh bantuan mu lagi Kat. Hanya kau yang bisa ku percayakan untuk hal ini. Karena kau masih punya akses ke divisi kita. Kalau aku kan sudah lama lost kontak.”


“Baiklah. Akan ku coba Will”


“terima kasih Kat.”


“Sama-sama.” Katty tersenyum.


Williamkemudian melirik ke arah Katty kembali.


“Apa kali ini kau minta hadiah?” William masih ingat dengan kebisaan William.


“Traktir makan ini harus double. Karena aku belum makan dari tadi. Dan acara pernikahanmu boleh aku datangkan?”


“Oke. Tak masalah. Aku bisa kabulkan semuanya.”


Keduanya lalu tersenyum dan menyesap teh hangat mereka masing-masing.


Waktu berlalu dan malam pun tiba. Lilis sudah ada dirumah dari tadi. Anak-anak sudah makan malam dan berada di kamar mereka masing-masing.


Lilis berkali-kali melihat jam di dinding sudah jam 9 malam dan William belum pulang. Ia gelisah. Kenudian suara mobil terdengar. William sudah pulang. Lilis hendak bersiap mengomel karean William tak jadi fitting pakaian dengannya tadi sore.


Namun hal yang membuatnya kaget adalah bukan William yang baru tiba ke rumah. Tapi seseorang yang bersamanya pulang. Katty? Kenapa dia ikut pulang bersam William? Batin Lilis dalam hati.


“Hai Sayang. Maaf aku pulan terlambat. Tadi banyak hal yang ku kerjakan.” Sapa William sambil meminta Maaf. Tapi dilihatnya wajah lilis nampak masam.


“Hai Lis...” Sapa Katty. Katty membawa koper kecil disampingnya.


“Hai juga.” Lilis melihat ke William dan Katty bergantian.


William paham arti tatapan Lilis. Ia lalu menjelaskan.


“Begini sayang. Untuk sementara Katty akan tinggal disini. Di kamar tamu. Jadi aku mebawanya kemari” William dengan santai mengatakannya.


Dalam hati Lilis : “What???? Disini!!!” Lilis kaget bukan main. Ada hotel dan tempat lain kenapa harus kerumah ini. Batin Lilis dalam hatinya.


Bersambung...


Halo semua kakak readers. Masih stay dikarya ini kan kak J


Itu William kok pakai bawa Katty tinggal serumah yak... kok jadi sebel ya sama William. Gak peka banget sama hati wanita ya :D


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D


Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D


Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 

__ADS_1


__ADS_2