Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 27.


__ADS_3

Hari Weekend dimana semua orang menghabiskan waktu dengan orang yang disayang, dengan keluarga ataupun berlibur untuk mengistirahatkan diri. Hari dimana orang bisa bermalas-malasan bagi sebagian orang juga. Namun di hari libur ini William mengajak Lilis dan Si kembar untuk pergi berlibur. William juga mengajak Jack. Tak lupa Lilis pun mengajak Tania. Karena Tania ingin sekali berkenalan dengan Yudha (William).


William mengajak berlibur ke sebuah pulau yang terpencil dan jauh dari hiruk pikuk kota. Di pulau tersebut ada sebuah Hotel dan bahkan ada sebuah Vila. Vila yang cukup besar dan megah. Vila tersebut milik keluarga Smith. Kesana lah William mengajak mereka semua. Dengan Sebuah Helikopter Pribadinya mereka menuju tempat tersebut. Sebuah tempat sudah disediakan untuk helikopternya mendarat.


“Ok. Kita sudah sampai” William memandang ke Lilis dan anak-anaknya.


“Wow... Indahnya” Lilis begitu takjub dengan pemandangan yang dilihatnya. Laut yang luas mengelilingi pulau tersebut dan airnya yang biru jernih. Sungguh pemandangan indah.


“Pa... bagus sekali tempatnya” Rafa menggandeng tangan William.


“Iya... Fatar pun suka” Fatar juga menggandeng tangan William yang sebelahnya.


William berjalan bersama Rafa dan Fatar lalu masuk ke Vilanya.


Lilis juga menyusul masuk berjalan bersisian dengan Tania. Sedangkan Jack menyusul dari belakang.


Didalam Vila, masing-masing memilih kamarnya.


“Ayo Lis... Ikut aku dan anak-anak” William mengajak Lilis untuk mengikutinya.


“Ok” Lilis mengikutin William.


William membawa Lilis dan Si kembar masuk ke kamar yang menghadap ke laut. Pintu kacanya ada balkon yang langsung bisa melihat pemandangan laut. Sungguh inda. William yakin Rafa, Lilis dan fatar akan suka dengan kamar mereka.


“Bagaimana, kalian suka?” William melirik Lilis dan anak-anak.


“Suka... bisa langsung lihat laut.” Lilis menganggukkan kepalanya.


“Wow..asik Pa.. bisa langsung lihat Laut” Rafa pun suka


“Keren” Fatar mengacungkan jempolnya.


“Baguslah kalau kalian suka. Ayo Rafa dan fatar ikut Papa kemari.”


“Iya Pa...” Rafa dan fatar mengikutin William.


William membuka pintu kacanya dibuka. William dan si kembar sekarang berada dibalkon melihat pemandangan Indah dari atas tersebut.


Sedangkan Lilis membawa semua koper mereka dan menyusun rapi semua barangnya dikamar tersebut. Dua koper besar dan satu tas kecil. Satu koper milik Yudha (William), satu koper lagi milik Lilis dan anak-anaknya. Dan Tas kecil milik Lilis untuk peralatan make up, Hape, dan beberapa barang milik Lilis lainnya. Setelah semua disusun rapi, Lilis menoleh ke koper William. Ia berpikir tak mungkin kan kalau Yudha (William) bakal tidur bersamanya kan. Walau kamar tersebut sangat luas. Ukuran ranjang juga sangat besar yaitu king size. Dia dan anak kembarnya pun jika menempatin ranjang tersebut akan tetap luas dan William bisa bergabung bersama mereka tidur. Tapi gak mungkin kan William tidur satu kamar dengannya. Lilis mendekati William dan anak-anak.


“Yud... Kopermu mau diletakkan dimana?” Tanya Lilis ke William.


“Biarkan saja Lis... biar nanti aku yang meletakkannya dikamar ku. Kamar ku disebelah kamar kalian. Disini kamarmu dan anak-anak”


“Oh ...Begitu. Baiklah kalau begitu” Lilis pun kemudian hendak keluar mencari Tania. Ia tak mau mengganggu kesenangan anak-anaknya bersama Yudha (William)

__ADS_1


Tania sudah meletakkan kopernya dikamar yang dipilihnya. Begitu juga dengan Jack, ia juga melakukan hal yang sama. Kini Jack duduk diruang tamu. Disusul oleh Tania juga.


“Halo. Nama ku Tania. Tadi sepanjang perjalanan anda diam saja hehe” Tania mengulurkan tangannya.


“Aku Jack... eh maksud ku William Smith” Hampir saja Jack kelupaan. Ia menutupi ketegangannya.


“Oh.. anda yang bernama Tuan Smith. Salam kenal. Maafkan kejadian yang dulu ya...” Tania agak canggung jadinya setelah tahu yang didepannya tuan Smith. Ia lalu menarik tangannya yang tadi diulurkannya yang tidak dijabat tangan oleh orang yang didepannya.


“Tak masalah. Lupakan masa lalu.” Jack berusaha tetap santai. Dalam hati ia agak mengutuk William : “Sampai kapan aku harus ikutan berakting” lirih batinnya Jack.


Lilis datang dan ikut bergabung.


“Hai Tan... sudah kenalan dengan tuan Smith” Lilis duduk disebelah Tania.


“Sudah. Aku tak tahu kalau Tuan Smith ikut kita juga” Bisik Tania pelan ke Lilis.


“Hehehe... Aku lupa bilang ke kau Tan... Yudha dan Tuan Smith ternyata temanan dari kecil. Yudha yang cerita ke aku.” Bisik Lilis pula dengan pelan.


“Pantasan kau bisa kerja di I.S. ternyata orang dalamnya Tuan Smith membantu toh... berarti Yudha orang kepercayaan Tuan Smith” kata Tania kembali.


“Iya. Dan semua fasiltas yang kita gunakan ini adalah miliknya Tan... hehe, yakin kau tak mau dijodohkan kembali dengan Tuan Smith” Lilis menggoda dengan mengedipkan matanya.


“Sialan kau Lis...” Gerutu Tania.


“Tuan Smith... Apakah anda tak bosan?” Lilis melirik ke arah Jack.


“Tidak. Aku duduk disini saja. Perjalanan kita cukup panjang dan melelahkan jadi aku ingin istirahat saja.’


“Oh.. Kalau begitu kami mau jalan-jalan disekitar pantai.” Lilis lalu menarik tangan Tania.


Kini hanya Jack sendirian diruangan tersebut.


Lilis dan Tania berjalan-jalan dan mengambil beberapa foto untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan. Mereka berdua sangat senang. Keduanya bersenang-senang. William dan si kembar pun muncul dan ikut bergabung. Rafa dan Fatar lari kejar-kejaran. Mereka sibuk bermain kejaran, terkadang bermain air dan pasir. Sungguh senang kedua bocah tersebut. Sedangka William ikut duduk di sebelah Lilis dan tania.


“Yud... kenalkan ini Tania. Tadi sewaktu kita berangkat aku lupa kenalkan Tania. Dia ini sahabat baik ku” Lilis mengenalkan Tania ke William.


“Hai.. Aku Yudha Hadinata. Panggil saja Yudha” William mengulurkan tangannya.


“Aku Tania Putri Siregar. Panggil aku Tania” Tania menyambut uluran tangan William dan tersenyum. Yudha sangat tampan pikir Tania dalam hati. Bahkan lebih tampan dari Tuan Smith yang didalam Vila tadi. Benar-benar sangat Tampan. Beruntungnya Lilis yang bisa mendapatkannya. Tania terkesima melihat ketampanan Yudha.


“Ehem...” Lilis berdehem. Tania lalu melepaskan tangannya dari tangan Yudha.


“Hehe. Maaf.” Ucap Tania.


“Nona Tania cantik juga. Jadi saya pun terpukau.” Goda Yudha (William)

__ADS_1


“Ah... bisa saja. Panggil Tania saja ya Yud...” Tania malah jadi malu-malu.


“Oh... akrab ya langsung..” Mata Lilis menyipit menatap keduanya.


Tania salah tingkah. Sedangkan William sudah hendak terkekeh namun ditahannya. Ia suka sekali jika harus menggoda Lilis.


“Maaf Lis... Habis Yudha tampan sekali seh... hehe kau beruntung bisa punya pacar sepertinya” Tania jadi cengir saja.


“Hem...” Lilis tak ada kata-kata lain yang ingin disampaikannya.


“Ya sudah. Aku mau main dengan Rafa dan fatar ya. sudah rindu dengan si kembar. Sudah lama tak jumpa” Tania pamit dan lalu mendatangi si kembar untuk bermain bersama.


Lilis hanya diam saja melihat Tania pergi. William duduk makin dekat ke Lilis. Ia hendak merangkul Lilis dan memeluknya. Namun Lilis malah mengeser duduknya dan agak menjauh.


“Yah... ada yang lagi ngambek nih ceritanya.” Goda William.


“Enggak lah..” Lilis nampak ketus.


“Jadi..?”


“Enggak ada apa-apa”


“Benar tuh?”


“Iya. Tapi tadi ada yang muji-muji cewek lain yah.”


“Nah.. kau cemburu ya Lis...”


“Enggak... situ kan memang banyak di puja-puja cewek ya kan...”


“Oh.... berarti bener. Cemburu ya sayang?”


“Kagak...”


William kemudian mengaduh kesakitan.


“Aduh.. aduh... sakit...”


Lilis awalnya membuang muka, sekarang menoleh ke arah William.


“Apanya yang sakit? Dimananya?” Lilis mendekat dan nampak panik melihat William berguling dan tangannya memegang dadanya. Ia nampak kesakitan.


Bersambung...


 

__ADS_1


__ADS_2