Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 97.


__ADS_3

Diruangan serba putih, di kamar pasien VVIP. Katty terbaring di ranjang pasien. Ia masih tertidur. William dan Lilis menemanin didalam ruangan tersebut. Sudah lima jam berlalu dan Katty masih belum sadar.


“Sayang, kalau lelah pulang lah. Hari sudah malam. Anak-anak pasti mencarimu.” Ucap William disamping Lilis. Mereka berdua duduk di sofa yang ada dalam ruangan tersebut.


“Dan kau Will?” Lilis menatap William.


“Aku akan menjaga Katty malam ini. Kau harus istirahat. Ingat esok hari pernikahan kita.”


“Kau sendiri tak istirahat Will..”


“Aku harus menjaga Katty. Aku sudah banyak berhutang nyawa padanya. Nyawaku pernah diselamatkannya dan sekarang nyawamu Lis juga diselamatkannya. Syukurlah dokter berhasil menyelamatkan Katty. Kalau tidak mungkin aku akan menyalahkan diriku. Karena sudah membuatmu terluka dan membuat Katty juga dalam bahaya. Maafkan aku sayang.” William menundukan kepalanya.


Lilis memeluk William.


“Tidak sayang. Jangan berbicara seperti itu. Yang penting sekarang aku dan Katty selamat. Jangan menyalahkan dirimu.”


“Hari pernikahan kita sudah dekat tapi para musuh terus mengejar kita. Dan aku malah tak bisa menjagamu dengan baik. Apa kita batalkan saja pernikahan kita.. atau aku harus pergi jauh darimu?”


Lilis menggelengkan kepalanya.


“Tidak sayang. Jangan pernah ucapkan hal seperti itu. Kita sudah sejauh ini. Masak kau ingin menyerah Will...”


“Tapi kau terus terancam sayang. Jika terjadi sesuatu padamu, aku tak sanggup menerimanya. Dan aku tak tahu bakal gimana hidup ku”


“Tidak. Aku mencintaimu Will. Don't say like that. Don't leave me.” Lilis makin erat memeluk William.


“I love you too” William tersenyum hangat dan memandang ke arah Lilis.


“Jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi ya. Jangan pernah untuk meninggalkanku.” Lilis pun sama lembutnya memandang ke arah William.


Kemudian wajah keduanya saling mendekat dan bibir keduanya pun saling mengecup. Memberikan kehangatan untuk kedua insan tersebut.


Katty sadar dan bangun dari tidurnya. Saat bangun, pemandangan yang dilihatnya adalah pemandangan kedua sejoli yang saling berciuman. Katty pun terkekeh.


“Hey... Stop do it in front of me” Tegur Katty sambil ia pun terkekeh.


Lilis dan William pun sadar dan melepaskan pelukan dan ciumannya. Mereka berdua bangkit dari sofa dan melangkah ke arah ranjang Katty.


“Kau sudah sadar Kat?” William menanyakan ke Katty.


“Of course. I’m okay.” Katty tersenyum manis di hadapan William dan Lilis.


“Benar kau baik-baik saja.” Lilis pun menanyakan keadaan Katty.


“Iya. Tenang saja kalian. Okay. Aku tak mau hari pernikahan kalian malah di sedihkan dengan keadaanku.” Ucap Katty kembali.


William dan Lilis pun lega.


“Tapi kau harus istirahatkan diri dahulu. Sembuhkan dirimu Kat” William menasehatin.


“Hey... Aku tak apa-apa.”


“Kau memang wanita tangguh dan kuat.” William mengacak-ngacak rambut Katty.


“Stop. Jangan lakukan itu. Kau tak mau Lilis marah dan cemburu lagi kan” Goda Katty.

__ADS_1


William melirik ke arah Lilis. Lilis hanya tersenyum lembut.


“Aku tak akan marah dan tak akan cemburu lagi. Aku sudah paham dan mengerti hubungan di antara kalian. Dan aku tahu kalau William mencintaiku” Lilis berkata dengan lemah lembut dan tersenyum hangat.


William tersenyum. Dan Katty pun tersenyum.


“Terima kasih sayang. I love you. Only you.” William memeluk pinggang Lilis dan mencium pipi mulus Lilis. Lilis pun tersenyum.


“Oke-oke. Dua sejoli yang saling mencintai silahkan pulanglah kalian. Lanjutkan dirumah kalian saja ya mesra-mesranya... Hahaha...” Katty meminta William dan Lilis untuk pulang.


“Lalu kau bagaimana?” Lilis memandangi Katty.


“Aku tak apa-apa. Sudah ku bilangkan dari tadi. Kalian istirahatlah. Esok adalah hari bahagia kalian. Jangan sampai rusak. Oke.”


Lilis dan William pun menganggukan kepalanya. Mereka lalu pulang. Dan tak lupa William menyuruh para pengawal banyak berjaga di dekat kamarnya Katty.


Setelah berkendaraan cukup lama , sampailah Lilis dan William di rumah. Si kembar sudah tidur. Syukurlah si kembar begitu baik, penurut, mandiri dan tak banyak rewel sehingga Lilis dan William tenang. Rumah mereka begitu banyak para pengawal. Semenjak kejadian siang tersebut, William makin memperbanyak penjagaan. Di setiap sudut di tempatkan para pengawal.


“Oke. Sudah malam. Dan yakin kan sayang kau baik-baik saja?” William melihat ke arah Lilis dan memandangi seluruh bagian tubuh Lilis.


“Aku baik-baik saja sayang. Hanya luka kecil di beberapa bagian tubuh. Tak parah. Syukurlah wajahku tak ada goresan apa pun.”


“Mana? Coba lihat wajahnya.”


“Nih... gak ada kan. Aman aja.”


“Ini ada nih sedikit goresan.”


“Loh mana..”


“Aiisshh... bohong rupanya ya.”


“Hehe... kemarilah.”


Lilis pun menurut dan William memeluk tubuh Lilis dengan erat. William mencium puncak keningnya Lilis dengan lembutnya.


“Istirahatlah sayang. Esok adalah hari kita.” William tersenyum hangat.


“Iya sayang.” Jawab Lilis dan tersenyum dalam pelukan William.


William melepaskan pelukannya.


“Love you”


“Love you too.”


Keduanya saling bertatapan dan tersenyum. Kemudian Lilis melangkah dan menuju kamarnya. Begitu juga William, ia pun melangkah dan masuk ke kamarnya sendiri.


Malam semakin larut dan waktu tidur pun telah tiba. Namun untuk Lilis dan William malam itu agak sedikit susah tidur. Mungkin karena memikirkan hari esok. Tapi lama kelamaan karena kelelahan akhirnya keduanya tertidur dikamarnya masing-masing.


Esoknya. Dipagi hari yang cerah. Semuanya sudah sibuk di rumah kediaman keluarga Smith. Rafa dan Fatar yang sudah ijin tidak masuk sekolah karena Papa dan Mamanya akan menikah hari ini. Betapa bahagianya wajah si kembar. Rafa mengenakan dress warna putih cantik sedangkan Fatar memakai setelan jas hitam kecil untuk anak-anak seusianya.


William mengenakan setelan Jas berwarna cream dan sudah di dandanin gagah oleh penata rias. Dan Lilis di balut gaun warna cream pula yang sangat cantik dan elegan. Ia terlihat anggun sekali. Pagi itu rumah kediaman Smith dihiasin banyak bunga-bunga mawar putih dan pita putih dimana-mana. Dan di pagi itu mereka akan memulai acara pernikahannya.


Dipagi hari itu mereka melakukan pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Keduanya pun nampak bahagia.

__ADS_1


Acara pun terus berlanjut ke resepsi pernikahan. Dimana William sudah membooking sebuah hotel bintang 5 di tengah kota. Rombongan pun kemudian berangkat ke hotel tersebut.


Disebuah ruangan khusus untuk kedua pengantin yang sedang di rias, William kini berganti pakaian dengan setelan kemeja putih dalamnya dan luarannya jas hitam yang kemudian dipasangkan dasi kupu-kupu hitam serta dikasi pita bunga mawar yang menempel di dekat jas hitamnya. Celana hitam dan sepatu kilat hitam yang mahal pula. William terlihat sangat tampan dan gagah sekali. Untuk Lilis kini di rias dan di dandanin sangat cantik pula. Ia kini memakai dress putih yang sangat indah dan elegan. Ekor gaunnya sangatlah panjang di belakang. Gaun yang ia sendiri mendesainnya dan sekarang telah ia kenakan. Tak lupa di letakkan mahkota cantik di atas kepalanya Lilis yang menambahkan kecantikan Lilis. Lilis memang sudah cantik sehingga polesan riasannya diwajah hanya mempertegas kecantikannya saja. Kulitnya yang putih bersih dipadukan dengan dress putihnya sangatlah cocok sekali. Kini William dan Lilis menjadi raja dan ratu sehari. Dan senyum cerah di keduanya tak henti-hentinya terukir di wajah keduanya.


Wiliam kemudian melirik kearah Lilis. Ia memasangkan cincin berlian di jari manis Lilis.


“Jangan lupa cincinmu sayang. Hari ini kau sangatlah cantik sayangku.” Ucap William memandang Lilis dengan penuh cinta.


“Iya sayang. Aku bahagia sekali hari ini. Terima kasih.” Lilis tersenyum manis.


“Sudah siapkan. Kalau begitu ayo kita temui para tamu. Aku rasa ruangan ballroomnya sudah penuh dengan tamu sekarang.” Ajak William sambil mengulurkan tangannya.


“Oke...” Jawab Lilis sambil menyambut uluran tangannya William.


Namun kemudian Lilis berhenti.


“Kenapa sayang?”


“Aku lupa mengganti sepatu ku. Aku masih memakai high heels hitam dari tadi. Kemana sepatu kaca ku??” Lilis mencari high heelsnya yang terbuat seperti sepatu kaca.


William juga mencari dan Lilis juga melihat sekitar ruangan. Tapi tak ada. William dan Lilis saling pandang.


“Waduh... Apa ketinggalan ya?” Lilis memandangi William dengan wajah sedihnya.


Bersambung...


Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :)


Hore... Akhirnya hari bahagia telah datang di hidupnya Lilis dan William. Senangkan kakak-kakak readers semuanya. Semoga suka ya hehe... Kita doakan semoga mereka bahagia ya Aaammmiiiinn.


Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D


Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D


Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D


Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2