Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 96.


__ADS_3

“Lepaskan dia.” Ucap katty saat melihat Lilis ditangan musuh dan sedang di todongkan pistol.


Namun beberapa pria asing tersebut tak menggubris Katty, mereka bersiap menarik pelatuk pistol untuk membunuh Lilis. Katty yang sigap langsung melemparkan sebuah pisau kecil yang ada di simpan Katty di balik pakaiannya.


Katty lemparkan pisau tersebut dan tepat mengenai pria asing tersebut. Lilis pun selamat. Beberapa pisau kecil lainnya ia lemparkan juga dengan secepat kilat dan mengenai beberapa pembunuh bayaran yang lainnya. Banyak yang sudah mati.


Katty mendekatin Lilis.


“Kau tak apa-apa Lis?” Katty nampak cemas.


“Aku tak apa-apa. Makasih Kat, kau telah menolongku.” Lilis bersyukur ada Katty di sampingnya.


“Semua pengawal kita telah mati Lis. Kita harus segera kembali pulang. Tapi mobil kita telah rusak.”


“Tapi semua musuh sudah kau habisi Kat.”


“Bisa saja yang lainnya akan datang Lis... ayo kita lari segera.”


Katty yang hendak membawa lari Lilis malah dipukul dari belakang kepalanya. Katty pun ambruk dan jatuh terkulai lemas. Para pembunuh bayaran yang lainnya pun datang. Ada lima orang.


Lilis menatap para penjahat yang ada di hadapannya.


“Jangan dekatin aku.. Pergi kalian”


Namun mereka tak peduli. Salah seorang malah menarik Lilis dan menjambak rambut Lilis.


“Maaf Nona. Kami hanya menjalankan tugas dan bayarannya cukup tinggi.”


“Aku bisa memberikan yang lebih banyak. Kalian sebut saja.” Lilis sudah mulai panik.


Para penjahat saling pandang namun seseorang lalu memasangkan sesuatu di badan Lilis. Sebuah rompi hitam dipasangkan ke tubuh Lilis dan ada sebuah bom besar di kaitkan dengan rompi tersebut.


Wajah Lilis memucat. Seperti tak ada aliran darah yang mengalir.


“Apa yang kalian lakukan?”


Mereka hanya terkekeh mendengar perkataan Lilis.


“you'll be dead” Ucap salah satu di antara para penjahat sambil terkekeh.


Lilis menegang. Tubuhnya tegang. Ia perhatikan rompi di tubuhnya dan benar saja ada sebuah bom.


“Jika kau membuka rompinya maka akan langsung meledak. Atau sembarangan memutuskan kabelnya juga akan meledak.”


Mereka kembali terkekeh.


Katty yang jatuh terkulai lemas tadi perlahan-lahan kembali bangkit. Ia melihat Lilis dikelilingi penjahat dan ada bom di tubuhnya.


“Sial.” Umpat Katty.


Katty melihat sebuah pistol di dekat mayat-mayat yang sudah mati tadi. Ia ambil salah satu pistol tersebut.


Dan di arahkannya ke arah para penjahat. Dalam sekilas beberapa tembakan di lepaskan Katty. Ia pun menembak mati semua penjahat.


Beberapa darah terciprat ke wajah dan pakaian Lilis. Lilis tentu saja menjerit histeris.


Katty datang mendekat.


“Tenang Lis... Tenanglah.” Ucap Katty.


Lilis berusaha tenang dan diam. Namun di belakang Katty masih ada seorang lagi penjahatnya.


“Awas Kat..” Ucap Lilis.


Di saat itu Katty langsung berbalik ke belakang dan Dor. Suara tembakan terdengar. Katty menembak penjahat yang tinggal satu orang itu. Namun sayang, panjahat itu sempat menusuk perut Katty. Katty menahan kesakitannya.


Ia lalu berbalik melihat ke arah Lilis.


“Aku akan segera menolongmu.” Ucap Katty.


Lilis menganggukan kepalanya. Namun dapat dilihat Lilis, kalau Katty terluka di perutnya.


“Kat... kau terluka. Kau kenak tusukan.”


“Tak apa. Tenanglah.” Katty berusaha tersenyum walau nampak hambar. Karena ia harus menahan luka diperutnya.


Katty memeriksa rompi hitam tersebut dan memeriksabom tersebut. Namun pandangan Katty mulai kabur.


Katty lalu melihat Hapenya. Ia mulai menelopn William.


Telepon pertama tak diangkat William. Namun di telepon kedua kali barulah di angkat William.


“Iya halo. Ada apa Kat? Kalian sudah selesai belanjanya?” Ucap William diseberang telepon.


“Will... Kami di kejar musuh. Kau cepat kemari. Lacak lokasi dari Hape ku. Dan..” Katty terengah-engah saat sambil berbicara dengan William.


“Dan apa?” William tentu saja panik.


“Dan Lilis dipasangi bom yang melekat di tubuhnya.”

__ADS_1


“Apa!!!! Aku akan segera kesana dengan para bala bantuan.” William segera mengkode Jack yang disamping nya dan mengumpulkan para anak buahnya untuk segera bergegas.


“Tak banyak waktu Will... Waktunya terus berjalan. Kau terus hidupkan hape ini. Bantu aku untuk mematikan bom ini.”


“Baiklah. Dan aku ingin bicara dengan Lilis.”


Katty menganggukan kepalanya. Katty lalu mengarahkan Hapenya ke telinga Lilis. Dan Lilis pun mendengar suara William.


“Lis... Sayang. Kau tenanglah. Oke. Aku akan segera kesana. Semua kan baik-baik saja.” Ucap William disana.


“Iya.” Lilis mulai menangis.


“Don’t cry honey. I will be there soon. Love you.”


“Love you too.”


Katty kembali mengarahkan Hapenya ke telinganya.


“Kat. Laoudspeaker kan hapemu agar aku mudah mengarahkan mu” Saat ini William sudah didalam mobil nya bersama Jack dan anak-anak buahnya. Mereka menuju lokasi Katty. Satu Hape Jack dipakainya untuk melacak lokasi katty dan Lilis, sedangkan hapenya dipakainya untuk teleponan dengan Katty.


“Oke.” Katty pun mengikutin intruksi William.


Ia letakkan Hapenya di bawah setelah di loudspeakerkan suaranya.


“Kat.. kau ada pisau atau alat pemotong.” William mulai mengarahkan. Ia memang lebih ahli dalam menjinakkan bom.


“Aku punya pisau kecil.”


“Oke. Gunakan itu.”


“Oke.”


“Periksa setiap kabel yang memlilit Lilis dan Bom. Ada berapa warna yang ada?”


“Semuanya berwarna hitam yang meliliti Lilis.”


“Di Bomnya?”


“Di Bomnya ada 4 warna. Hitam, biru, merah dan kuning. Apakah warna hitam yang harus ku potong.”


“Jangan. Mungkin bukan hitam. Nanti itu Cuma pengalihan saja.”


“Lalu kabel mana yang harus ku potong.”


“Coba periksa semuanya kabel yang di bom itu. Yang mana paling nampak mencurigakan”


“Kau gila. Semuanya terhubung dan mencurigakan bagi ku Will. Ah...” Katty merasa sudah oyong karena darah diperut terus merembes.


“Kat...” Lirih Lilis.


“Kat.. kau tak apa-apa?” William merasa ada yang tak beres dengan Katty.


“I’m Okay.” Katty berusaha tetap sadar.


“Fokus ke kabelnya Kat.”


“Iya. Jadi mana yang harus ku potong kabelnya.”


“Biasanya akan kabel merah yang kan mematikan semua sistem bom.”


“Lalu aku potong saja kabel merah ini bagaimana?”


“Jangan. Takutnya salah.”


“Lalu?”


“Coba lihat didalamnya lagi. Mungkin saja ada kabel lain yang mencurigakan”


Katty pun menurut. Ia mencoba memeriksa kembali. Sialnya pandangannya semakin kabur. Ia jadi melihat berbayang-bayang.


“Kat...” Ucap Lilis melihat Katty yang sedang terluka. Ia pun menangis melihat keadaan Katty.


“Tenanglah Lis.” Katty tersenyum tipis.


“Ada apa?” Tanya William yang suaranya terdengar di Hape yang di loudspeaker kan.


“Tak apa. Diamlah kau Will. Kali ini hutang mu semakin banyak padaku Will. Ingat hadiahku ya.” Katty menaham rasa sakit di perutnya.


“Oke Kat.” William merasakan sesak di dadanya tiba-tiba.


Di saat Katty memeriksa kabel tersebut, ia melihat kalau kabel hitam dan merah yang nampak lebih terhubung ke Bom.


“Sepertinya kabel hitam dan merah yang nampak mencurigakan Will”


“Baik kalau begitu yang merah. Karena yang hitam pasti pengalihan saja.”


“Oke” Katty pun memotong kabel merah. Namun waktu bukan nya berhenti tapi malah semakin cepat.


Katty nampak bingung. Apalagi Lilis.

__ADS_1


“Sial.” Umpat Katty.


“Kenapa Kat... kenapa terdengar sebuah suara lebih cepat.” Tanya William


“Waktunya semakin cepat Will. Bukan berhenti malah bergerak cepat waktunya. Sial ... sudah mepet Will.”


“Kat... larilah. Pergilah, selamatkan dirimu” Ucap Lilis kemudian.


“Tidak akan Lis.”


“Biarkan aku Kat. Tak mungkin lagi. Tolong jaga William dan anak-anakku. Aku titipkan mereka ya kepadamu” Lilis berderai air matanya.


Katty terpaku diam dan memandangi Lilis. Sedangkan William juga terdiam dan dadanya semakin sesak.


“Lis... sayang. Jangan bicara seperti itu. Sebentar lagi aku akan sampai.” Bujuk William yang merasa kalau Lilis telah putus asa.


“Jangan begitu Lis. Jika kau mati maka William dan anak-anakmu akan sedih. William pun akan mati hatinya ikut bersamamu.” Katty juga mencoba menenangkan Lilis.


“Gak ada waktu lagi Kat. Larilah.” Lilis sudah pasrah.


“No...” Ucap Katty.


“Kat... periksa lagi kabelnya. Mungkin semuanya hanya kabel pengalihan. Lihat kabel lain walau pun itu sangat tipis atau hampir tak terlihat.” Ucap William kembali.


Katty pun langsung memeriksa kembali bomnya. Dan benar juga. Ada kabel lain yang sangat tipis hampir tak


terlihat. Seperti senar gitar namun lebih tipis berwarna kuning tembaga.


“Aku menemukannya Will.”


“Benarkah. Kau potong cepat Kat.”


Dengan sisa waktu yang tinggal 59 detik. Katty lalu bersiap memotong kabel seperti senar tipis tersebut. Hingga di 5 detik terakhir baru lah Katty potong. Dan...


Akhirnya bom pun berhenti. Katty langsung jatuh lemas. Lilis pun segera merangkul Katty.


"Kat... Katty... Bangunlah. Sadarlah...” Ucap Lilis sambil menggoyangkan tubuh Katty.


Tepat setelah itu William dan rombongannya telah tiba. Ia melihat banyak mayat. William segera berlari ke Lilis. Lilis yang melihat William , segera berlari ke arah William.


“Lis...” William memeluk Lilis.


“Aku tak apa-apa. Tapi Katty..” Lilis menunjuk ke arah Katty.


William melihat Katty yang bersimbah banyak darah.


“Kat... Kat... Tetaplah sadar. Kat... Bangunlah.” Ucap William di samping Katty dan menepuk-nepuk pelan pipi Katty.


“Jack...” Panggil William dengan kuat.


“Iya.” Jack datang mendekat.


“Bereskan semua mayat disini dan kekacauan yang ada disini. Aku akan membawa Katty ke rumah sakit.”


Perintah dari William dengan segera di angguki oleh Jack.


William menggendong Katty ala style bridal dan Lilis mengiringi dari belakang. Mereka segera naik mobil menuju rumah sakit.


Bersambung...


Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :)


Katty terluka gaes... Hiks...Hiks... Semoga selamat ya Kat.


Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D


Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D


Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D


Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2