
“Aku mau kita berhubungan serius...” Teriak Tania.
Jack terdiam terpaku dan menoleh ke arah Tania.
“Maksudmu?” Tanya Jack.
“Masak kau tak mengerti” Tania kesal dan hatinya mencolos.
“Hem.... Aku pusing denganmu” Jack berdiri dan melangkah berjalan ke arah sofa.
Tania mengikutinnya. Ia menarik Jack sehingga Jack berbalik danberhadapan dengan Tania.
“Apa lagi.. Tan.. aku sibuk. Jangan mengganggu ku. Sebentar lagi aku ada rapat” Jack ingin berbalik pergi namun Tania menarik Jack kembali, Lalu Tania mencium bibir Jack. Hanya ciuman menempel bibir. Keduanya terdiam dan mematung sesaat. Bahkan Jack kaget dengan yang dilakukan Tania.
Tania melepaskan ciumannya. Ia melirik Jack.
“Apa kau mengerti sekarang Jack? Aku ingin hubungan kita buka sekedar kepura-puraan.” Tania lalu melangkah ke arah pintu. Sebelum keluar dia menoleh kembali ke Jack. Jack pun melihat ke arah Tania namun masih tak dapat berkata apa pun.
“Ku harap kini kau bisa mengerti aku” Tania kemudian keluar dan menutup pintu.
Jack yang tadi menahan nafas sekarang kembali menghirup udara. Tadi jantungnya cukup hebat berdebar-debar.
“Wanita memang aneh. Tadi kesal dan marah-marah. Kemudian mencium dan minta dimengerti” Jack menghembuskan nafas panjang. Ia tak mengerti tentang wanita. Wanita memang susah dimengerti. Itulah pikiran Jack. Namun ciuman tadi membuat debaran di hatinya. Jack tersenyum mengingat ciuman tadi walau hanya ciuman tempel di bibir. Hahaha lucu rasanya seperti ABG saja yang baru jatuh cinta. Tapi Jack tak punya pengalaman cinta. Tak seperti William. Ah William. Jack kembali mengingat William. Andai ada William, maka Jack bisa bertanya. Bagaimana pun William sudah pernah pacaran. Pasti pengalamannya lebih banyak dari pada Jack yang jomblo sampai tua ini. Jack kembali teringat ke pekerjaannya. Ia pun menghentikan lamunan dan pikirannya yang menerawang kemana-mana. Jack kembali ke kursinya dan melanjutkan pekerjaannya.
***
Lilis pulang ke rumahnya. Rumah keluarga Smith. Didalam ruang tamu Lilis meletakan es creamnya. Ia memanggil Rafa dan Fatar. Tapi tak ada jawaban dari anak-anaknya.
Lilis beranjak ke kamar Fatar. Ia mengetuk pintu kemudian masuk. Dilihatnya Fatar sibuk dengan komputernya.
“Fatar... Mama panggil kok nyahut dari tadi?” Lilis mendekatin Fatar dan melirik ke Fatar.
“Eh Mama. Maaf Ma. ke astikan main game di komputer.”
“Jangan main aja. Belajar yang baik”
“Kan nilai Fatar udah bagus Ma. Bersantai bermain game di komputer kan gak masalah Ma.”
“Oke-oke. Tapi waktu bermain jangan kebablasan ya. Rafa dimana? Turun ke bawah yuk. Mama tadi bawa es cream banyak.”
“Asyik es cream. Palingan kak Rafa di kamarnya sambil teleponan dengan cowoknya” Fatar bangkit dan mematikan komputernya. Ia bersiap menuju turun ke bawah dan hendak makan es ccream.
Lilis mengkerutkan keningnya. “ Rafa punya pacar? Masak seh? Sejak kapan? Kan masih kecil” gumam Lilis.
Lilis lalu segera melangkah ke kamar Rafa. Kamar Rafa berada di seberang kamar Fatar. Mereka kini sudah punya kamar masing-masing. Jika kamar Fatar bernuansa biru dan kecowok-cowokan. Maka kamar Rafa bernuansa Pink. Lilis mengetuk pintu dan memanggil Rafa. Lilis masuk kedalam kamar Rafa.
“Rafa...” Panggil Lilis setelah mengetuk pintu kemudian membuka pintu kamar Rafa.
Dilihat Lilis Rafa sedang membaca buku. Ia kelihatan belajar.
__ADS_1
“Mama... masuk sini Ma” Rafa melihat Mamanya. Ia menutup bukunya. Dan menoleh ke Mamanya.
“Lagi belajar nak? Mama panggil di bawah tapi gak ada jawaban.”
“Iya Ma. lagi belajar. Gak dengar karena sambil pakai headset Ma. Kalau pakai musik yang tenang gini, belajarnya jadi enak Ma” Rafa tersenyum ke Mamanya.
Dalam hati Lilis : “ Hadeh Fatar nih nipu Mamanya. Dia suka sekali jahil. Sama seperti William.”
“Ma...” Rafa memanggil Mamanya.
“Iya nak.”
“Kok melamun”
“Enggak. Tadi Fatar bilang kalau Rafa lagi teleponan sama cowok. Jadi Mama pikir apa Rafa udah punya pacar gitu. Tapi nyatanya sedang belajar.”
“Hehe.. Fatar lagi jahil kali Ma. Tapi..”
“Tapi kenapa nak?”
“Memang ada yang lagi dekatin Rafa Ma.”
“Siapa? Anak cowok ya” Lilis mengekerutkan keningnya.
“Iya Ma. Nama nya Felix Ma. anak baru pindah ke sekolah kami Ma. dia selalu mencoba minta nomer Rafa”
“Lalu? Rafa kasih?”
“Hahaha...” Lilis tertawa. Ia tak sangka putri kecilnya ada yang dekatin. Padahal masih SD kan umur 10 tahun. Masak iya udah main cinta-cintaan. Emangnya udah ngerti nih bocah-bocah. Namun melihat perkembangan jaman sekarang bisa aja kali ya.. Begitu pikir Lilis.
“Iiihh... Mama kok ketewa sih.. ngeledekin ya...” Rafa nampak cemberut.
“Gak sayang. Gak ada maksud ngeledekin. Oh iya Felix nya ganteng gak??” Goda Lilis.
“Iiih tu kan Mamanya. Tapi ganteng seh Ma... Cuma tebar pesona sana sini itu Rafa gak suka. Nampak kayak playboy Ma. lagian masih kecil gini. Bagusan belajar.”
“Aduh... Anak Mama bijak benar yak... udah yuk. Ikut Mama makan es cream. Ntar es creamnya dimakan semua sama Fatar. Yuk” Ajak Lilis.
“Iya Ma.” Rafa dan Lilis keluar kamar dan turun ke bawah untuk makan es cream bersama.
***
Di sebuah mansion yang mewah dan banyak penjagaan ketat. Seorang wanita yang berbaring berusaha berdiri. Ia bangkit dan menatap keluar dari kaca jendela kamarnya.
“Nona mau makan atau minum?” Tanya seorang pelayan wanita.
“Tidak usah. Pergilah.”
“Baik” Pelayan wanita tersebut pergi.
__ADS_1
Kemudian seorang pria yang cukup tampan masuk kekamar wanita tesebut.
“Kau sudah bangun?” Tanya pria itu ke wanita tersebut.
“Iya.”
“Bagaimana keadaanmu belakangan ini. Sudah lebih baik kan sekarang?”
“Iya. Terima kasih ya Philip. Kau sudah menyelamatkan diriku” Ucap Nona LL. Kali ini dirinya tidak memakai topeng di wajahnya. Wajahnya sangat cantik.
“Lain kali jangan bertindak sendirian lagi. Syukurlah aku sampai tepat waktu dan segera membawamu pergi.” Ucap Philip. Philip Luther yang menyelamatkan Nona LL dari tragedi bertahun-tahun lalu. Philip lah yang menolong Nona LL sewaktu ia tergeletak di gedung bangunan kosong itu. Disaat yang lain sibuk dan Nona LL di tinggalkan, Philip segera menolongnya. Beberapa tahun ini Nona LL terus mengobatin luka-lukanya. Ia cukup terluka parah waktu itu. Namun masih bisa selamat. Nyawanya cukup banyak rupanya.
“Aku ingin membalas Philip.” Ucap Nona LL berbalik dan melihat ke arah Philip.
“kau akan membuat Paman dan Bibi Kuatir saja” Philip tak mau terjadi sesuatu kembali. dia mencemaskan Nona LL. Iya. Philip menyukai Nona LL. Bagi Philip dia adalah wanita tercantik. Walau sedikit gila dan pesikopat, namun Philip dari kecil sudah menyukainya.
“Maka jangan kau katakan apa pun kepada mereka.” Nona LL adalah seorang putri Mafia. Papanya seorang Mafia di Jerman sedangkan Mamanya adalah dari kelompok gengster dari Tiongkok. Jadi Nona LL adalah ketururnan dari Jerman dan Tiongkok. Ia adalah Putri dari seorang Mafia dan Gengster.
Nama Papanya sangat berpengaruh dijerman. Seluruh dunia yang mendengar nama Papanya akan ketakutan dan tak mau berurusan dengan mereka. Apa lagi mereka mendapatkan dukungan dari gengster besar di Tiongkok yaitu Mamanya Nona LL. Natah bagaimana ceritanya Papanya dan mamanya menikah hingga lahirlah Nona LL.
Nona LL yang sudah terbiasa hidup di dunia gelap, maka tak ada yang membuatnya takut.
“Kau dapatkan apa yang ku minta cari?” Ucap Nona LL kepada Philip.
“Iya. Setelah cukup lama aku mendapatkannya. Ini chip yang kau minta kan” Philip menyerahkannya. Setelah kematian Max, keberadaan chip tersebut susah ditemukan. Namun Philip mengerahkan segala cara dan akhirnya bisa mendapatkan chip tersebut.
“Bagus. Ini yang ku mau” Ucap Nona LL sambil tersenyum.
***
Disebuah rumah sakit ternama di ruangan VVIP khusus. Seorang pasien ditempatkan diruangan tersebut. Banyak penjaga di tempatkan di ruangan tersebut. Dan tak ada siapapun yang bisa sembarangan masuk tanpa ijin yang dipunya. Perawat dan Dokter yang masuk pun yang sudah dipercayai untuk menanganinnya. Sebuah selang infus tergantung di sebelah pasien. Selang-selang pun di kaitkan di hidungnya. Begitu banyak alat yang di tempelkan di tubuhnya. Semua fasilitas yang terbaik diberikan kepadanya.
Pasien tersebut adalah William. Ia sudah lama terbaring di rumah sakit dan belum bangun juga sampai sekarang.
Bersambung...
Halo-halo... William is come back. Gimana?? Udah banyak yang nanyain Wllliam kan dan kangen kan sama doi. Moga William cepat sadar yah... Udah kayak pangeran tidur aja bertahun-tahun kagak bangun. :D :D
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi up nya agak lama deh... saya usahakan selalu UP tiap hari ya.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
Tinggalkan komen yah...
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
__ADS_1