
“Lalu kapan kita bisa tidur dikamar yang sama?” Ucap William sambil menatap Lilis lekat-lekat.
Lilis tersenyum dan mencium pipi kanan Wiliam.
“Selamat malam. Selamat tidur sayang” bisik Lilis ke telinga William. Lalu ia beranjak pergi hendak masuk kekamarnya. Tapi William mengejarnya dan menarik pinggang Lilis lalu memeluknya dari belakang. Kemudian dibaliknya tubuh dan wajah Lilis agar mereka berdua saling berhadapan.
Lilis meletakkan kedua tangannya di leher William dan William meletakkannya tangannya dipinggang rampingnya Lilis. Keduanya bertatapan sambil tersenyum.
“Aku mau ucapan selamat tidur nya beda.” Ucap William perlahan.
“Seperti apa?” Lilis memiringkan kepalanya.
Wajah keduanya sangatlah dekat. Hingga deru nafas masing-masing bisa dirasakan.
“Seperti ini..” William makin mendekatkan wajahnya ke wajah Lilis. Bibirnya Lilis yang merah muda langsung dikulumnya. William mencium dengan lembut dan mesranya. Lilis pun membalas ciuman William dengan tak kalah mesranya. Lidah keduanya saling bertautan dan memilin. Saling mengecup dan berbagi kehangatan.
Takut terlalu terhanyut dan berlama-lama, Lilis pun melepaskan ciuman mesra mereka. William hendak lebih dari itu, namun ditahannya.
“Sudah malam Will... Tidurlah.” Lilis tersenyum.
“Iya sayang...” William mencium puncak kening Lilis. Dan dilepasnya pelukannya. Lilis pun langsung pergi kekamarnya dan istirahat di kamarnya.
William menatap sang pujaan hatinya sampai naik ke lantai atas dan menghilang dibalik pintu kamarnya.
William menghela nafasnya. Ia lalu kembali duduk di sofa ruang keluarga. Memikirkan beberapa rencananya.
Saat duduk sendirian, William kembali teringat Ayu. Gadis malang yang masih sangat muda. Nasib Ayu sangat tragis. Ada rasa sedih dan sesal yang dirasakan William untuk Ayu, karena ia tak berhasil menolong Ayu. Andaikan Ayu dan William tak bertemu, mungkin gadis muda itu akan masih hidup. Begitulah pikir William. William telah membuat Ayu menerima nasib naas tersebut. Karena mengingat hal tersebut, William berjanji akan mencari Nona LL dan menuntut balas. Namun ia tak tahu siapa Nona LL tersebut. Dan akan susah mencarinya jika tak tahu siapa Nona LL tersebut.
William kemudian teringat pada Katty. Iya Katty. William berniat menghubungi Katty. Mungkin Katty bisa membantunya.
Tapi sebelum Nona LL mengganggunya lagi, William berniat melangsungkan pernikahannya dahulu bersama Lilis. Agar Rafa dan Fatar mempunyai status jelas sebagai anaknya. Serta William dan Lilis mempunyai status jelas juga sebagai suami istri.
***
Di lain tempat. Di sebuah motel murahan.
Laura dan Philip bersembunyi di motel murahan tersebut. Philip baru saja mengobatin luka Laura di kakinya. Kini Laura sedang berbaring di kasur sederhana. Philip duduk ditepi ranjang menghadap Laura.
“Kenapa kita tidak ke dokter atau rumah sakit saja?” Philip menatap Laura.
“Kau bodoh ya. kalau kita kesana, yang ada kita akan ditangkap. Aku yakin orang-orang suruhan William sedang mencari kita. Kita bersembunyi dahulu disini sambil mengobatin luka-luka kita.”
“Lalu apa rencana mu sekarang?”
“Sedang ku pikirkan. Sayang sekali aku tak bisa melihat Lilis mati. Namun begitu gadis kecil bodoh itu sudah ku habisi.” Senyum mengerikan terukir di wajahnya Laura. Ia teringat saat dirinya membunuh Ayu.
“Aku senang melihat William menderita begitu. Kalau tidak ada lagi siapa pun disisinya, maka ia akan bersamaku...” Laura tertawa.
“Lilis masih hidup... ia baik-baik saja” Ucap Philip.
“Apa kau bilang? Lilis masih hidup.” Laura membelalakan matanya.
“Iya. Aku sudah mengeceknya. Dia dan William baik-baik saja. Dan mereka tinggal bersama dengan bahagia bersama anak kembarnya.”
“Sialan. Brengsek. Kenapa Lilis masih hidup? Dia harus mati.” Umpat Laura.
“Tepat saat kita pergi, bala bantuan William datang. Makanya Lilis selamat.” Philip memberitahukan info yang dia ketahui.
“Kau pantau terus mereka dari kejauhan. Aku akan menyusun rencana baru untuk William dan Lilis.”
“Baiklah.”
***
Hari ini William kembali ke perusahaannya. Sudah lama ia tak bekerja dikantornya. Tadi pagi William sarapan bersama Lilis dan anak-anaknya. Setelah itu mengantarkan Rafa dan Fatar ke sekolah lalu berangkat kerja. Sedangkan Lilis katanya hanya hendak dirumah saja. Wllliam pun selalu menyuruh para penjaga untuk mengawasi dan menjaga anak kembarnya kemana pun anak-anaknya berada. Juga menempatkan penjagaan ketat dirumahnya. Agar Lilis juga terjaga keselamatannya.
Saat ini William di meja kerjanya. Jack juga bersamanya di satu ruangan kantor. Mereka sedang memeriksa beberapa file. Dan William meninjau perusahaannya kembali yang sudah lama ditinggalkannya. Hasilnya semuanya baik dan terkendali aman. William memang tak salah pilih. Jack memang terpercaya.
Sambil memeriksa semua file dan berkas, William melirik ke Jack.
“Jack... sudah kau siapkan yang ku minta?”
“Sudah... Bahkan semuanya disiapkan dengan sangat baik.”
“Oke. Terima kasih. Urusan selanjutnya dikantor kuserahkan padamu ya...”
“Iya. Pergilah.” Jack tersenyum dan paham apa yang hendak dilakukan oleh William.
William meraih kunci mobilnya. Ia beranjak pergi keluar. Baru setengah hari dikantor ia sudah buru-buru pergi. Padahal sore hari saja belum tiba.
Dengan perasaan senang, William menyetir mobilnya dan hendak menemui Lilis.
Sepanjang perjalanan William bersenandung bahagia. Ia senang sekali hari ini.
Sampailah ia dirumah. Dan langsung memarkirkan mobilnya didepan teras rumah. William turun dan segera mencari Lilis didalam rumah.
“Lis... Lilis...” William memanggil Lilis.
Lilis kebetulan sedang melihat tabletnya. Ia memriksa sketsa gaun yang hendak dibuatnya. Mendengar suara William, Lilis pun meletakkan Tabletnya dimeja dan lalu menghampiri William di ruang tengah.
“Iya Will... Kenapa? Apa ada yang ketinggalan?”
“Tidak ada. Aku hanya mencari mu”
“Aku? Kenapa?”
“Ayo kita pergi keluar berdua saja”
“Loh... bukannya tadi kau sedang dikantor. Ini baru setengah hari dan kau sudah pulang?”
__ADS_1
“Iya. Aku kangenmu sayang”
“Serius lah Will”
“Dua rius malahan”
“Ya sudah. Mau kemana?”
“Ikut aku saja. Nanti juga tahu. Tapi kau ganti baju dulu sayang. Pakai gaun yang cantik ya..” William mengedipkan matanya sebelah ke Lilis.
“Oke...”
“Oh iya. Cincin berlian yang pernah ku kasi dimana Lis...”
Lilis mengkerutkan keningnya. “Mau apa lagi William dengan cincin itu?” ucap Lilis dalam hatinya.
“Ada di laci ku letakkan di dekat ruangan baca.” Ucap Lilis sambil menoleh sebentar dan berlalu pergi masuk kekamarnya.
William lalu masuk keruangan baca. Disana di dekat nakas, ia membuka lacinya dan menemukan kotak Box kecil. Dibukanya dan terlihatlah cincin berlian yang indah. William tersenyum dan dimasukan ke saku jasnya. Ia pun pergi kekamarnya dan menganti pakaiannya juga.
Selang beberapa menit kemudian, Lilis sudah selesai berdandan dan berpakaian. Lilis mengenakan gaun selutut berwarna putih ia mengenakan anting-anting dan kalung yang senada dengan gaun putihnya. Kemudian Lilis memakai hells warna putih juga. Rambutnya dibiarkan digerainya. Ia sangat cantik sekali. ia memakai tas kecil selempang berwarna cream dan dimasukan beberapa alat make up sederhana dan dompet kecilnya serta hapenya juga. Lilis tak tahu kemana William mengajaknya namun ia berdandan natural saja. Tapi tetap terlihat cantik dan tak mengurangi kecantikannya sedikit pun. Lilis pun lalu menyemporkan minyak wangi ke dirinya. ia tersenyum puas melihat dirinya dikaca. Lilis pun keluar kamar menemui William.
William pun sudah berganti setelan jasnya. Kali ini ia memakai celana dan setelan jas putih juga. Dandannya sangat keren dan William terlihat sangat maskulin. Ia pun memakai parfum kesukaannya. Ia terlihat gagah dengan tampilannya dan tak lupa sepatu mahal dan kilatnya ia kenakan juga.
Lilis menurunin tangga sambil melihat ke arah William. Mereka punya hati yang sehati, karena memilih warna pakaian yang sama-sama putih.
“Sudah siap Nona yang sangat cantik?” William mengulurkan tangannya.
“Sudah.. Ayo kita berangkat.” Lilis menerima uluran tangan William.
William bergandengan tangan dengan Lilis. Mereka pun langsung keluar dan William membukakan pintu mobil agar Lilis masuk terlebih dahulu, setelah Lilis masuk barulah William menyusul masuk. Mereka naik mobil sedan hitam milik William.
William pun mulai melajukan mobilnya menuju jalanan yang ramai. Didalam mobil Lilis melirik ke arah William. William juga sekilas melihat ke arah Lilis. William meraih tanganya Lilis dan mencium punggung telapak tangannya Lilis. Ia mengemudi mobil dengan tetap menggenggam tangan Lilis sebelah.
“Will... bahaya kalau menyetir sebelah tangan.” Lilis mengingatkan.
“Oke sayang.” William melepaskan tangannya Lilis dan fokus menyetir mobil.
Perjalanan cukup jauh. Setelah beberapa jam sampailah ke sebuah tempat yang sangat jauh dari keramaian. William memarkirkan mobilnya. Mereka sampai ditempat itu hari sudah mau menjelang sore.
William turun dahulu. Lalu kemudian membuka pintu mobil agar Lilis turun dan meraih tangannya Lilis.
William membawanya ke sebuah pantai. Pantai yang sangat indah.
“Kita ke pantai Will?”
“Iya sayang. Kau suka?”
“Iya. Aku suka. Indah sekali. Tapi kita berpakaian begini ke pantai tak apa-apa kah?”
“Tentu tak apa-apa. Kita kan hanya mau makan malam dipantai.” William sambil tersenyum nakal.
“Sudah. Ayolah ikut aku.” William mengajak Lilis menuju arah pantai.
Mereka menyusuri pantai yang deburan ombaknya berderu bersautan dan hembusan angin sepoi-sepoi membelai rambut Lilis.
Setelah berjalan menyusuri pantai, sampailah mereka di sebuah tempat seperti dinner outdoor yang sudah di siapkan William.
Lilis terpukau. Sepanjang jalan menuju tempat dinner tersebut, dipasir putihnya ditaburin banyak mawar merah. Sungguh cantik sekali. Bahkan pemandangan sunset sangat mendukung suasana tersebut.
Dimeja dinner nya sudah ada sebuket bunga mawar merah yang indah dan cantik. Serta steak daging untuk mereka berdua dengan ditemanin minumannya Wine burgundy tahun 1945.
William mempersilahkankan Lilis duduk terlebih dahulu. Kursi ditariknya untuk Lilis dan Lilis pun duduk. Kemudian William mengambil buket bunga mawar merahnya dan menyerahkannya ke Lilis.
“This is for you sweetheart.” William tersenyum
“Thanks” Lilis menerima buket bunga mawarnya. Ia sangat menyukainya. Ia tersenyum bahagia.
“Kau suka Lis?”
“Suka banget. Makasih ya makan malam yang sangat indah ini.”
“Sebelum kita mulai makan malam. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu sayang.”
“Apa itu?”
William meraih tangannya Lilis. William kemudian menekuk salah satu lututnya di hadapan Lilis. Posisi seperti orang yang akan melamar kekasihnya.
Kemudian William mengeluarkan Box kecil dan membuka kotak kecil tersebut. Terlihatlah cincin berlian indah. Lilis kaget dan langsung bangkit dari tempat duduknya. Ia berdiri dihadapan William. Buket bunga ia letakkan dikursinya.
"Lis will you marry me my love?” William mencium punggung tangannya Lilis. Kemudian menunjukan cincin berlian tersebut ke Lilis.
Lilis terharu dan sekaligus bahagia sekali.
“Yes.. I Will” Jawab Lilis. Ia menerima lamaran William.
William kemudian menyematkan cincin berlian indah tersebut di jari manis Lilis. Lilis menangis terharu.
William kemudian bangkit berdiri.
“Terima kasih sayang.” William tersenyum.
“Iya. Sama-sama” Lilis pun tersenyum.
Di kecup William puncak keningnya Lilis. Kemudian turun mendarat ke bibir manisnya Lilis. Ciuman mesra dilakukan William sambil memeluk Lilis dengan eratnya.
Dan suasana pun semakin romantis saja apa lagi lagu dari Curley (BonBon Girls) & Mika (INTO1) - Fall in Love ikut menemanin moment William dan Lilis saat ini.
__ADS_1
Nà kè qíxǔ Hu~nà kè tiánmì
Hu~Shì kěyǐ yī kē xīn fàng zài nǐ zhèlǐ Hu~
Tānxīn mǒu kè Hu~tānliàn mǒu gè
Měi gè yǒu nǐ de shíguāng
Yes !Yes !Yes!
Zài nǐ shìjiè Hu~zài nǐ shēnbiān
Hu~Zài yǒngbào yōng jǐn yīdiǎn duō yīdiǎn Hu~
Gūdān zhōngjié huánrào nǐ de xǐyuè
yǒu wǒ péi nǐ měi yītiān
Na Na Na Na Na~
My heart is yours
Baby,Heart is your
Fall in love with you
My heart is yours
Baby,Heart is yours
Loving You
Wu~ Fall in love with you
My heart is yours
Baby,Heart is yours
Fall in love with you
My heart is yours
Baby,Heart is yours
Loving You
Wu~
合:Fall in love with you
Itulah beberapa penggalan lirik lagunya yang menemanin suasana Lilis dan William saat ini.
William melepaskan pelukan dan ciumannya. Kemudian mengajak Lilis makan. Mereka pun makan malam dan minum dengan bahagia. Senyuman mengembang cerah di wajah kedua insan yang sedang di mabuk asmara ini.
Bersambung...
Episode kali ini panjang banget yak Author buatnya. 1 bab hampir 1900an lebih.. Moga suka ya kakak readers semuanya :D
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1