Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 83.


__ADS_3

“Begini sayang. Untuk sementara Katty akan tinggal disini. Di kamar tamu. Jadi aku membawa Katty kemari untuk tinggal bersama kita” William dengan santai mengatakannya.


Dalam hati Lilis : “What???? Disini !!!” Lilis kaget bukan main. Ada hotel dan tempat lain kenapa harus kerumah ini. Batin Lilis dalam hatinya.


Karena Lilis hanya diam saja dan tak ada jawaban, akhirnya William memanggil Lilis.


“Lis... Sayang dengarkan.”


“Kenapa harus kemari? Bukankah ada hotel atau tempat lain?” Lilis akhirnya mengutarakan yang ia pikirkan. Ia keberatan.


“Begini Lis.. Katty tak mungkin ku biarkan sendirian di hotel atau tempat lain. Akan lebih aman disini. Lagian rumah ini besar sekali dan banyak kamar jadi ku pikir sebaiknya Katty tinggal disalah satu kamar tamu tak akan masalah.”


Lilis mengkerutkan keningnya. Ia menarik lengan William. Dan agak menjauh dari Katty. Katty melihat gelagak yang agak aneh.


“Will... sebelum kau membawanya ke rumah seharusnya kau bicarakan dahulu padaku. Bukan main bawa saja ke rumah ini” Bisik Lilis ke William.


“Lah... kenapa sayang? Ini Katty temanku. Apa yang salah? Aku tak mungkin membiarkan Katty diluar sana. Lebih aman disini dengan penjagaan ketat dan banyak pengawal.” Bisik William juga.


“Kenapa pula kau kuatir dengan Katty. Bukan kah dia temanmu? Tak ada masalah kalau ia tinggal di hotel kan.”


“Tidak Lis... Katty tetap tinggal di sini bersama kita.” William tetap bersikeras.


“Aku tak suka Will.”


“Kenapa? Apa kau cemburu pada Katty. Oh my God. Please Lis. Listen to me. Katty hanya teman. Percayalah. Jadi jangan cemburu berlebihan.”


“Aku cemburu berlebihan kau bilang??? Wanita mana yang bisa terima calon suaminya tersenyum ramah dan berpelukan mesra dengan wanita lain. Pastinya cemburukan. Apalagi kita akan menikah Will, Kau berpelukan dengannya didepan orang-orang apa kata orang lain. Dan sekarang kau bawa dia kerumah ini, gimana nanti omongan orang lain. Aku tak setuju dan tak suka. Titik. Lagian kalau aku seperti itu juga ke laki-laki lain, apa kau bisa terima juga”


“...: William hanya diam namun ia nampak dongkol. Ia mendengus kesal.


William kelihatan kesal. Dan Lilis kelihatan marah. Bisa-bisanya William sangat peduli dan membela Katty ketimbang dirinya. Begitulah pikir Lilis. Sedangkan William, berpikir kalau Lilis hanya cemburu berlebihan.


Karena Katty melihat William dan Lilis nampak bersitegang, akhirnya Katty mulai bersuara walau ia tak tahu apa yang dibisikan William dan Lilis, namun Katty dapat menebak.


“Will...” Panggil Katty.


William menoleh dan mendekatin Katty kembali


“Iya Kat... Ada apa?”


“Aku ke hotel saja ya. aku gak enak dengan Lilis. Akan lebih baik aku ke hotel.”


“Enggak. Gak perlu. Kau tidur dan tinggal lah disini.” William memanggil pelayan dan memintanya untuk mengantarkan Katty ke kamarnya di ruangan kamar tamu.


Lilis semakin kesal. Pasalnya William sama sekali tak mengindahkan apa yang di ucapkannya. Lilis menghentakan kakinya lalu pergi meninggalkan William dan katty , ia langsung menuju kamarnya sendiri.


William menghela nafas beratnya melihat sikap Lilis. Dan Katty menyadari kalau Lilis cemburu.


“Will. Aku rasa Lilis marah. Sebaiknya kau bujuk dia. Berbaikanlah.”


“Kat... Lilis itu bukan anak kecil lagi. Dia ibu dari dua anak kembar. Seorang ibu dan wanita dewasa. Tak seharusnya bersikap kekanakan. Dia terlalu cemburu berlebihan.” William masih kesal.

__ADS_1


Katty yang sudah lama kenal William pun berusaha menenangkan dan memberikan pengertian.


“Will... Kalian kan mau menikah, masak hal seperti ini kalian ributkan. Ayolah. Dimana William yang ku kenal. Bukankah Lilis wanita yang kau cintai.  Sana bujuk lah dia. Biasanya orang yang mau menikah itu ada saja yang akan dilalui. Nah hal seperti ini jangan membuat kalian jadi tak jadi menikah ya. berbaikkan lah kalian. Oke”


“Tapi kau tetap tinggal disini. Oke”


“Oke. Baiklah. Aku ke kamar dahulu ya.”


“Hem..”


Pergilah Katty dengan pelayan yang dipanggil William tadi menuju kamar yang akan ditempatinya.


William mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya. William lalu menuju kamarnya Lilis. Didepan pintu kamar Lilis, William mengetuk pintu kamar. Namun tak ada jawaban dari dalam. William pun membuka pintu kamar Lilis. Ternyata tak di kunci. Hingga masuklah William kedalam kamar Lilis.


Dilihat William, Lilis sedang berbaring di ranjang. Ntah sudah tidur, ntah belum. William naik ke atas ranjang. Lilis berbaring dengan menghadap samping. Dan William memeluk dari belakang Lilis. Lilis kaget. Ia tak tahu kalau William sudah ada di belakangnya.


“Lis... maaf. Jangan marah ya.” Bisik William di telinganya Lilis.


Lilis hanya diam tak bereaksi apa pun.


“Lis... sayang ku. Cinta ku. Kita sudah sampai ke tahap ini. Apa kau masih meragukan ku sayang?”


Lilis memutar badannya. Ia menghadap ke arah William. Di buka matanya untuk melihat ke William. Dilihatnya wajah William dan wajahnya sangatlah dekat.


“Kau pergilah dari kamarku. Aku mau tidur.” Lilis mengusir William.


William mengkerutkan keningnya.


“Aku tak akan pergi sebelum kita baikan.kalau perlu aku tidur disini bersamamu”


“kau...”


William malah menangkap tangannya Lilis, kemudian ia kecup bibirnya Lilis. Lilis terdiam. Yang awalnya hendak memaki malah jadi terdiam.


Tak puas hanya mengecup, William mulai menciumnya dengan lembut dan mesra. Kedua lidah mereka saling memilin dan melilit. William mengkulum bibir Lilis dengan lembutnya. Setelah puas, William lepaskan ciuman panasnya.


Ia memandang Lilis lekat-lekat.


“Lis.. Wanita yang ku cintai dan ku sayang hanya kau. Jadi jangan cemburu dengan Katty. Oke.”


Lilis pun pasrah dan menganggukan kepalanya. William tersenyum lembut. Ia lalu memeluk Lilis masuk dalam dekapannya. Setelah itu dilepaskan dan William bangkit dari ranjang Lilis.


“Mau kemana?” Lilis pun bangkit dan duduk di tepi ranjang.


William yang hendak melangkah keluar lalu menoleh kembali ke Lilis.


“Kalau aku masih dikamar ini, nanti kau bisa ku terkam Lis. Jadi sebaiknya aku kembali kekamar ku. Oke. Good night my love” William pun tersenyum dan keluar dari kamar Lilis.


Lllis pun tersenyum. Ia pun kembali tidur.


Esok paginya. Semua berkumpul di meja makan. Lilis, William, Rafa, Fatar dan Katty tentunya. Saat ini mereka semua sarapan bersama.

__ADS_1


Rafa dan fatar menoleh ke arah Katty. Mereka saling pandang. Pasalnya si kembar tak tahu kalau ada tamu yang menginap. William menyadari pandangan kedua anaknya.


“Ini Katty, teman Papa dari Inggris nak.” William menjelaskan ke si kembar.


“Hai Rafa... Fatar... Aku Katty.”


Rafa, Fatar dan Lilis cukup kaget. Soalnya ternyata Katty sudah mengetahui nama Rafa dan Fatar.


“Kok tante tahu nama kami?” Rafa bertanya heran.


“Iya nih.. dari mana tahunya?” Fatar juga heran.


“Dari Papa kalian dong.” Jawab Katty sambil menikmatin roti sandwichnya. Menu sarapan hari ini nasi goreng, telor ceplok dan roti sandwich. Minuman yang ada jus orange untuk Katty, susu untuk si kembar, teh hangat untuk Lilis dan kopi hitam panas untuk William.


“Oh... ternyata banyak juga yang kau ceritakan ya Will” Lilis memandang William heran.


“Ehem... iya. Katty kan teman baik ku sayang.” William harap Lilis tak marah lagi.


“Oh... hem” Lilis tak banyak bicara.


William mencuri pandang ke arah Lilis. Namun Lilis bersikap datar saja.


“Tante kenal Papa sudah lama ya?” Fatar malah jadi penasaran.


“Iya. Sudah lama. Kami rekan kerja di Inggris.” Jawab Katty santai.


“Hanya rekan kerja ya tante. Gak lebih kan” Rafa bertanya juga.


“Iya. Walau dulu sempat jadi kekasih. Hehe... eh Ups..” Katty keceplosan. Namun sudah terdengar Lilis dan anak-anaknya.


William memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pening. Lilis, Rafa dan fatar cukup kaget. Pandangan Lilis beralih ke arah William.


“Kekasih??? Sempat jadi kekasih???” Kening Lilis makin berkerut.


Waduh, Lilis bisa marah lagi nih. Batin William mengeluh dalam hatinya.


Bersambung...


Halo semua kakak readers. Masih stay dikarya ini kan kak.


Itu Katty kok malah ngomong gitu yak... ntar salah paham lagi waduh, bikin suasana jadi gimana gitu. Hadeh... yang sabar ya Lis. :D


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D


Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D


Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D

__ADS_1


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


__ADS_2