Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 105.


__ADS_3

William mengarahkan pistolnya ke arah Laura.


“Kau mau menembakku Will?” Laura menatap tajam ke William.


“Apa yang kau lakukan di atas pada Lilis?? Kenapa terdengar suara jeritan Lilis yang kuat??” William masih mengarahkan pistolnya ke arah Laura.


“Aku kan sedang memberikan kado pernikahan untuk mu dan Lilis, kado sangat spesial.” Senyum jahat terukir di wajah Laura.


“Kado apa brengsek... Sialan kau Laura” Umpat William. William pun menarik pelatuk pistolnya untuk menembak Laura. Tapi Laura dengan secepat kilat menghindar. Laura juga menendang kaki William hingga William jatuh dan tersungkur. Pistolnya pun terlepas.


Katty yang melihat segera membantu. Ia mendatangi Laura dan meninju wajahnya. Laura memegang wajahnya yang sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah segar. Kini Laura dan Katty yang berhadapan dan saling pukul dan tendang. Bahkan beberapa tinjuan di layangkan oleh Katty ke Laura yang dibalas oleh Laura juga ke Katty. Keduanya sama kuatnya dalam bertarung.


Jack dan beberapa anak buahnya menghampiri William. Jack membantu William bangun.


“Kau tak apa-apa Will?”


“Aku tak apa. Kau tanganin Laura. Aku akan ke atas menolong Lilis.”


“Baiklah Will.”


William naik ke atas. Di atas Lilis sudah terkulai lemas. Philip sekarang memakai celananya kembali. Philip melihat ke arah Wenny.


“Kau urus dia. Aku harus membantu Laura.”


“Baik” Wenny tersenyum jahat.


Philip pun pergi turun ke bawah. Di saat ia hendak turun, Philip berpapasan dengan William yang naik ke atas.


Seketika itu juga Philip dan William saling pukul dan tendang. Keduanya sama kuatnya. Namun Philip sedikit ke walahan.


Di atas Wenny memadang ke arah Lilis. Lilis yang lemah menatap ke arah Wenny.


“Sekarang kau benar-benar hancur Lis... Hahaha.... Priamu tak akan sudi menerima mu kembali.”


“Kau jahat Wen... Mereka jahat... Kalian semua jahat...” Teriak Lilis dengan sisa-sisa kekuatannya. Ia benar-benar sakit tubuhnya.


Wenny tak pedulikan kata-kata Lilis. Ia datang mendekatin Lilis.


“Sebaiknya kau mati saja.” Wenny pun mencekik leher Lilis.


Kembali ke William dan Philip.


Philip dan William masih baku hantam. Dan refleks Philip mendapatkan kesempatan menedang William hingga William jatuh tersungkur. Di saat itulah Philip kabur. Philip langsung turun ke bawah agar bisa bersama Laura.


William bangkit. Ia tak mengejar Philip. Karena teringat dengan Lilis.


“Lilis...” Gumam William.


William pun segera berlari dan menuju ruangan dimana ada Lilis.


Saat William masuk ke ruangan tersebut. Ia melihat Wenny sedang mencekik leher Lilis. William segera menarik Wenny dan menghajarnya. Lilis yang hampir saja mati terselamatkan oleh William.


“Lis... Are you okay?” William memeluk Lilis.


Namun Lilis hanya terisak menangis. Deraian air matanya berjatuhan membasahi pipinya. Ia tak sanggup untuk melihat William dan menjawab kata-katanya William.


Wenny yang dihajar oleh William tadi sekarang malah tertawa.


“Hahaha... buat apa lagi kau menerima dan mencintainya. Dia sudah ternodai oleh pria lain. Philip telah memperkosanya dan Laura yang menyuruhnya. Sekarang Lilis tak pantas lagi untuk mu. Dia sudah hancur. Hahaha...” Wenny tertawa. Ia menertawakan nasib Lilis yang hancur.


William yang mendengar begitu syok. Ia melihat keadaan Lilis. Dan benar saja sekujur tubuh Lilis penuh luka-luka dan penyiksaan. Bahkan bajunya sudah sobek-sobek. William menatap ke arah Wenny. Tatapan matanya sungguh sangat mengerikan. Hawa dingin dan angker menyelimutin di sekitar William. Hatinya diselimutin rasa sedih dan amarah. Ia sangat marah saat ini.


William berjalan mendekatin Wenny. Wenny yang menyadari kalau William nampak menakutkan, mulai mundur beberapa langkah.

__ADS_1


Ia sudah bersiap hendak lari, tapi William segera menangkapnya. William menariknya dan membuat Wenny tersudut ke dinding. Rahang Wenny di cengkram oleh William dengan kuat.


“To-tolong  Le-lepaskan aku...” Ucap Wenny terbata-bata.


Namun William sudah sangat marah.


“Tiada ampun bagimu. Kau dan Laura sama saja. Sebaiknya kau mati” Ucap William penuh amarah.


William lalu mematahkan leher Wenny. Dan Wenny pun tewas seketika.


William lepaskan tubuh Wenny yang sudah jadi mayat. Ia menatap dingin ke arah mayat Wenny.


Kemudian William menatap ke arah Lilis. Lilis masih terisak dan menangis tersedu-sedu.


Hati William sama hancurnya dengan yang dirasakan oleh Lilis. Ia merasakan sesak yang teramat sangat. William lalu keluar dan meninggalkan Lilis sendirian. Ia ingin menuntut balas pada Philip dan Laura.


Di bawah Laura dan Katty masih bertarung. Tiba-tiba Philip datang dan mengalahkan beberapa anak buah Jack. Sehingga semua anak buah Jack langsung dihabisi dan dibunuh oleh Philip. Semua anak buah Jack kini tewas. Kemudian Jack dan Philip pun berkelahi. Keduanya sama sengitnya.


Semua anak buah Laura telah mati, begitu juga dengan semua anak buah Jack dan William juga telah mati. Kini hanya ada Katty yang melawan Laura dan Jack melawan Philip.


Mereka semua saling adu pukulan dan tendangan serta tinju juga. Tak ada yang mau mengalah.


Sama sengitnya dan sama tangkasnya. Kemudian William telah muncul juga. William melihat mereka semua sedang bertarung. Ia yang sudah gelap mata. Langsung memburu ke arah Philip. Philip yang berhasil membuat Jack terluka dan terjatuh langsung di serang oleh William.


William menyerang Philip dengan bertubi-tubi. Philip yang tak ada persiapan dan kaget dengan serangan William malah langsung jatuh tersungkur. William tak membiarkan Philip begitu saja. Walau Philip sudah jatuh tersungkur pun ia terus menghajar Philip. Ia melampiskan kemarahan.


“Rasakan ini...” Teriak William dengan pukulan yang terus dilayangkannya ke Philip. Philip terkulai lemas akibat hajaran dari William.


Darah segar Philip bersimbah di sekujur tubuhnya. Philip benar-benar dihajar habis-habisan oleh William.


William kemudian melihat ke arah Laura dan Katty. Ia pun langsung berlari ke arah Laura.


Laura yang sedang menghajar Katty, melihat kedatangan William. Ia langsung menghindar serangan Wiliam.


“Minggir Kat... Dia biar aku yang urus” Ucap William dengan sangar. Katty pun menghindar dan membiarkan William yang menangani Laura. Katty berlari ke arah Jack dan membantu jack untuk berdiri.


“Sedikit terluka Kat... sepertinya rusuk ku kena.” Ucap Jack.


“Duduklah dahulu disini” Katty membantu Jack duduk di kursi tua yang ada di tempat itu.


Jack menganggukan kepalanya. Kini Jack dan Katty hanya melihat Laura dan William yang sedang bertarung. Katty dan Jack juga melihat Philip yang sudah bersimbah darah. Karena di hajar William habis-habisan.


“Kenapa William? Dia seperti kesetanan.” Jack melihat aura yang mengerikan pada diri William.


“Aku rasa terjadi sesuatu” Katty pun merasakan yang dilihat dan dirasakan oleh Jack. Ia melihat diri William nampak berbeda. Ia melihat William sedang mengamuk.


William memukul dan menendang Laura. Laura yang gesit segera mengelak. Ia juga melayangkan tinju dan tendangannya ke William. Namun William tak mempedulikan rasa sakit yang ia rasakan. Ia terus mendekatin Laura dengan semua serangannya. Laura lama-lama kewalahan. Laura merasakan kalau William berbeda kali ini. Ia merasakan amarah yang sangat luar biasa dari William.


Dan akhirnya Laura jatuh karena terkena tendangan diperut oleh William. William datang mendekatin Laura. Ia menarik rambut Laura. Laura kesakitan.


“Bagaimana? Kau sakit juga hah?” William menatap sangar ke Laura.


“Hahaha... Kau suka kado dariku. Kau sudah melihat keadaan Lilis kan.” Laura masih saja tertawa padahal mungkin  saja nyawanya tak akan tertolong lagi kali ini.


“Sialan kau. Dasar wanita berengsek kau.” William pun menghajar wajah Laura dengan beberapa kali tinjuan yang tepat mengenai wajahnya Laura. Tak puas ia terus menghajar Laura sampai babak belur.


“Mati saja kau. Go to the hell” Ucap William penuh amarah sambil terus melayangkan tinjuannya ke arah Laura. Laura pun sudah bersimbah darah. Ia pun terkulai lemas karena terus dihajar oleh William.


Katty pun segera berlari ke arah William.


“Hentikan Will... Dia bisa mati” Ucap Katty.


“Biarkan saja. Biar dia mati dan membusuk di neraka.” William sudah gelap mata. Ia di penuhi amarah dan kebencian. Tak menghiraukan yang di ucapkan oleh Katty. William masih terus menghajar Laura.

__ADS_1


“Stop Will.” Katty memegang pundak William dan menarik William kemudian memeluk William.


William pun berhenti. Katty melepaskan pelukannya.


“Hentikanlah. Biar dia, aku yang urus. Sebaiknya kau cepat bawa Lilis pergi dari sini Will. Ingat Will,  Lilis prioritas utama kita kan.” Katty memberikan pengertian ke William.


“Tapi saat ini Lilis...” William tak meneruskan kata-katanya, ia menangis kali ini. Katty terkejut luar biasa melihat William yang tadinya penuh amarah dan seperti kesetanan tapi sekarang malah menangis. Katty tak pernah melihat WIlliam seperti sekarang ini.


“Laura dan Philip biar aku yang bunuh Will. Jika kau yang bunuh mereka, maka kau akan berurusan dengan bos mafia besar dari Jerman dan ketua gengster dari Tiongkok. Biar aku saja yang menanggung itu semua. Kau fokuslah dengan istri dan anak-anakmu.” Katty menjelaskan dan berusaha membuat William mengerti.


Katty kini melihat ke arah Laura yang sudah sangat tragis akibat pukulan dari William.


“Hey... kemana chipnya? Serahkan padaku” Katty memandang dan berbicara ke arah Laura.


Laura hanya terkekeh. Padahal kondisinya saat ini sangatlah tak baik. Tapi ia benar-benar gila. Di saat sekarat pun masih saja terkekeh.


Katty mematahkan sebelah tangan dan sebelah kaki Laura. Laura mengaduh kesakitan.


“Katakan cepat. Dimana chip yang kalian curi itu?” Katty sudah tak ada belas kasian lagi.


Laura yang sudah tak berdaya hanya menunjuk ke arah chip tersebut yang ada disakunya. Ternyata chip ada di sakunya. Katty pun menggeledahnya. Dan akhirnya chip ia temukan. Kemudian Katty mengambil sebuah pistol dan Doorrr. Katty menembak tepat ke arah kepalanya Laura. Otak Laura tertembak. Laura pun mati mengenaskan.


Philip yang terluka dan tak berdaya juga melihat kematian Laura dan berteriak menyebutkan nama Laura dengan kuat. Katty pun berjalan ke arah Philip. Ia juga mengarahkan pistol ke arah Philip. Dan Doorrr... Philip pun tewas terkena tembakan dari Katty.


Bersambung...


Akhirnya para musuh pada tewas dan mati gaes. Lalu gimana nasib Lilis dan William selanjutnya ya??? saksikan terus ya kakak readers semuanya. :D


Yang suka dengan karya ini, ikutin terus kisahnya sampai akhir ya kakak readers semuanya :)


No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


 


Karya ini sedang mengikutin lomba, jadi mohon dukungannya terus ya kak.


 


Cara mendukungnya gampang yaitu :


1. Like semua episodenya / bab-nya ya kak. Dibaca juga semua babnya :)


2. Klik Vote setiap hari saat ya kak. Dan setiap hari senin juga :D


3. Klik Favorite juga ya kak


4. Selalu berikan dukungannya ya kak setiap saat :D


5. Tinggalkan komen ya kak :)


6. Kasi bintang 5 ya kak untuk karya ini sebagai menyukai karya ini dan apresiasi ke karya saya ini.


Makasih semuanya. Dukung terus karya ini ya kakak readers semuanya, biar Author semangat UP ceritanya. Love you all  :)


Yuk kak buat karya ini makin bersinar, ajak gitu semuanya buat like semua babnya, komen, vote serta favoritekan yak. Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya. karya ini sedang mengikutin lomba, semoga masuk 10 besar yak. Karena itu butuh dukungan dari kakak readers semuanya. Yuk kak buat karya ini masuk 10 besar gitu hehehe.


Hari ini Author ulang tahun loh.... Hehehe... :D Jadi kasi hadiah Vote yang banyak ya dan Like juga banyak-banyak ya. Terima kasih semuanya. :)


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2