
“Papa masih hidup...” Ucap Rafa.
“Hah!!!” Fatar tentu saja kaget.
Rafa menceritakan semuanya yang diketahuinya dan di dengarnya. Fatar yang awalnya kaget tentu kemudian menjadi senang. Tapi sampai di akhir cerita tentang William yang hilang dan lupa ingatan, membuat raut wajah Fatar berubah sedih.
“Itulah semua yang ku dengar.” Rafa sudah menceritakan semuanya.
“Lalu Papa hilang kemana?”
“Gak tahu. Om Jack sedang mencarinya. Berhubung Papa adalah Presdir dari I.S maka berita ini pasti tak akan menyebar kemana-mana. Kemungkinan Om Jack akan mencari secara sembunyi-sembunyi agar media tidak mengetahuinya.”
“Papa diluar sana entah dimana dan lupa ingatan. Lalu kita bagaimana kak? Mama juga? Apa Papa lupa semuanya?”
“Tidak ingat apa pun. Itu yang ku tahu.” Wajah Rafa sedih begitu juga Fatar.
“Kita cari Papa juga yuk kak.”
“Gimana kita cari Papa? Kan sudah Om Jack yang nyari Papa.”
“Aku akan meretas seluruh jaringan internet dan CCTV di seluruh kota ini. Jadi jika ada orang yang punya wajah yang sama dengan Papa, maka komputerku akan segera memindai dan melacak lokasinya.”
“Kalau itu kau harus memerlukan Satelit negara kita dong. Kau mau membobol sampai ke sana. Jika iya, kita akan dianggap kriminal.”
“Lalu harus bagaimana donk kak?”
“Entahlah. Aku juga bingung. Mungkin kita harus serahkan ke Om Jack saja.” Rafa ke arah meja belajarnya disana ada foto dirinya, Fatar, Mamanya dan Papanya yang dipajangnya dekat meja belajarnya. Kenangan sewaktu pergi ke wahana dan jalan-jalan kepantai beberapa tahun yang lalu. Rafa sangat kangen dengan suasana masa itu. Ia merindukan Papanya.
Fatar bisa merasakan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Rafa. Mungkin karena mereka berdua anak kembar jadi saling terhubung dan mengerti.
“Kak jangan kuatir. Papa pasti akan kembali lagi bersama dengan kita.” Fatar memegang kedua bahu Fatar dengan kedua tangannya. Menyakinkan Rafa. Rafa pun menganggukan kepalanya.
***
Hari sudah siang. Ayu sudah selesai sekolah. Ia lalu buru-buru untuk segera ke warung. Ia cemas dengan William di warung sendirian. Ketiga teman Ayu yang merasa Ayu terlalu terburu-buru langsung memanggil Ayu.
“Ayu... mau kemana? Langsung ke konter ya?” Mereka tahu kalau Ayu bekerja di konter ponsel juga selain mengantar susu dan koran di pagi hari buta.
Ayu menoleh ke arah tiga kawan sekolahnya. Mimi, Desi dan Kevin.
“Maaf. Aku buru-buru. Mau kerumah sakit mengurus jenazah nenek. Lalu ke warung nenek.” Ayu menjawab seadanya.
“Loh nenek mu udah meninggal ya ?” Tanya Kevin. Mimi dan Desi juga kaget.
“Iya. Semalam. Maaf gak kabarin kalian. Lupa. Soalnya ngurursin si Om juga”
“Om?” Ketiga teman Ayu saling pandang.
“Itu... hehe...” Ayu bercerita kepada ketiga temannya. Semua temannya terbuka lebar mulutnya saat mendengarkan cerita Ayu.
“Jadi begitulah...” Ayu mengakhiri ceritanya.
Ketiga kawannya semuanya terpelongo dan tak mengedipkan matanya.
__ADS_1
“Kenapa kalian?” Ayu jadi bingung.
“Ayu... kau gila ya. Jaman sekarang jangan sembarangan percaya sama orang. Di ajak pulang kerumah terus tinggal bersama. Sekarang suruh jaga warung nenek. Gila lu ya” Kevin mengatakan pendapatnya.
“Iya nih. Kan baru kenal” Mimi sambung pula.
“Hati-hati Ayu.” Ucap Desi pula.
“Kalian jangan aneh lah. Om Leo itu baik loh. Lagian dia lupa ingatan. Kasian kan. Masak iya ku biarkan dia dijalanan. Kasianlah. Udah orangnya ganteng banget lagi.” Ayu terinat wajah William yang memang sangat tampan. Ketiga temannya jadi kepo. Mereka jadi ingin tahu.
“Ganteng banget ya.” Ucap Mimi
“Mau kenalan dong” Desi mau mengenal siapa Om yang dimaksud oleh Ayu.
“Aku mau lihat orangnya.” Ucap Kevin
“Yakin mau ikut aku dan lihat Om Leo. Ya udh yuk. Tapi ke rumah sakit dulu ya.”
Ketiga temannya menganggukan kepala.
“Terus kerjaan mu jaga konter ponsel gimana?” Mimi menoleh ke Ayu.
“Mau resign dulu sebentar. Kasian Om bule ditinggal sendirian lama-lama. Hehe”
Kepala Ayu langsung di geplak oleh ketiga temannya. Yang di geplak malah kekeh tertawa Hahaha.
Ke empatnya menaiki sebuah angkot menuju ke s ebuah rumah sakit. Sampai dirumah sakit, Ayu segera mengurus semua administrasi jenazah neneknya. Dan pihak rumah sakit akan mengantarkan jenazah nenek nya sore hari nanti. Setelah selesai semua di urus. Ayu dan teman-temannya kembali naik angkot. Kini tujuannya warung neneknya. Sampai di warung, Ayu dan teman-temannya nampak kaget. Pasalnya begitu banyak pelanggan yang makan siang. Dari ibu-ibu, kakak-kakak,remaja-remaja dan tante-tante. Hanya beberapa saja dari kalangan bapak bapak dan abang-abang. Baru hari pertama kok bisa rame. Ayu yang awalnya cemas kalau ada apa-apa ternyata malah aman aja. William melayanin para pelanggan dengan baik.
“Om... Kok rame seh? Dulu nenek jualan gak pernah seramai ini.” Ayu bertanya disamping William.
“Gak tahu juga. Tadi pagi baru buka. Ada mahasiswi anak kuliahan lima orang makan sarapan disini. Habis itu malah jadi tambah rame. Siang ini aja tempat udah penuh. Bahkan stok udah habis. Tak tersisa lagi lauk. Semuanya sudah habis.” Jawab William.
Ayu dan kawan-kawannya terpelongong. Mereka melihat etalase tempat makanan. Benar saja semuanya telah habis. Sungguh cepat. Tapi kebanyakan pelanggan yang makan semuanya rata-rata dari kaum hawa. Sepertinya terpesona karena wajah William yang sangat tampan.
Teman-teman Ayu yang melihat ke arah William juga kagum. Ternyata benar. Sangat tampan. Begitulah pikir mereka.
“Oh iya Om. Kenalkan. Ini teman sekolah Ayu. Kevin, Mimi dan Desi.” Ayu mengenalkan temannya satu persatu.
“Aku Leo.” William mengulurkan tangan yang langsung disambut teman-temannya Ayu bergantian.
“Ayu... Katanya lupa ingatan, kok tahu namanya Leo” bisik kevin yang di dengarkan oleh Mimi dan Desi juga.
“Oh... itu aku yang kasi nama. Hehe. Habis gak tahu panggil apa. Jadi ku kasi nama Om Leo.” Ayu menjelaskan.
Ketiga temannya langsung angguk-angguk.
“Ayu belum makan kan? Ini udah ku tinggalin untuk Ayu. Ku lainkan tadi dari yang untuk dijual.” William memberikan makan siang untuk Ayu. Ketiga temannya malah terkagum dengan perhatian William.
“Eh... Om gimana? Bagi dua aja ya.”
“Gak usah. Tadi aku udah kok. Tapi untuk teman-temannya malah gak ada. Maaf aku gak tahu kalau bakal ada temanmu yang datang.”
“Eh... gak apa-apa kok Om. Kami udah kenyang. Ya kan Des.. Kev?” Mimi menoleh ke temannya. Dan Desi dan Kevin pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1
“Hah?” Ayu jadi bingung. Kapan temannya makan siang. Kan tadi barengan sama Ayu.
“Oh iya Om. Nanti sore kita urus jenazah nenek tadi Ayu udah urus semuanya dirumah sakit”
“Kita mau apa?”
“Nguburkan nenek Om.”
“Baiklah.”
Ketiga teman Ayu pamit pulang. Dan tinggallah Ayu dan William di warung tersebut.
Kini ketiga temannya menuju Halte Bis yang ada diseberang jalan. Mereka ingin naik Bis saja. Saat menunggu di halte Bis dan duduk di tempat dudukan halte Bis. Sebuah mobil berhenti didekat mereka. Mobil sedan hitam. Keluarlah seorang wanita cantik. Kevin yang dari tadi memperhatikan begitu terpesona melihatnya. Desi dan Mimi melihat kearah padangan Kevin kemana arahnya.
“Woy Kev... Jaga mata. Bukan level mu itu” Ucap Desi.
“Ho’oh tuh” Mimi juga sependapat.
“Aku mau kenalan lah...” Kevin langsung berdiri dan melangkah ke arah wanita cantik tersebut.
Desi dan Mimi hanya geleng kepala.
“Boleh kenalan dong... Nama ku Kevin” Kevin menghampiri Lilis. Iya wanita itu adalah Lilis. Lilis menoleh ke arah Kevin.
Dibuka kacamata hitamnya. Dan terlihatlah wajah Lilis yang sangat cantik. Kevin semakin terpesona.
Lilis tersenyum ramah. Ia melihat seorang bocah SMA ingin berkenalan dengannya dan menggodanya. Yang benar saja. Apa aku terlihat masih sangat muda. Begitulah pikir Lilis.
“Kevin...” Ucap Kevin kembali sambil mengulurkan tangannya.
Lilis melihat tangan Kevin. Ia ingin menyambutnya. Namun Rafa keluar dari mobil dan menghampiri Mamanya. Lilis baru saja menjemput anaknya pulang sekolah. Mereka berhenti di halte Bis. Karena tadi Fatar pergi dengan temannya dan akan turun di halte tersebut. Makanya Lilis dan Rafa menunggu didekat halte tersebut.
“Mama...” Panggil Rafa lalu berdiri di samping Mamanya.
“Hah!!! Mama?” Buju buset. Udah punya anak rupanya. Dari seragam masih SD kelas 5 nih. Ucap Batin Kevin dalam hati. Ia kaget. Cewek yang mau di perli nya malah udah punya anak.
Bersambung....
Akhirnya bisa UP kembali. Nah loh... Lilis didekatin dan di godai anak SMA loh... Hehehe... Si kevin kaget tuh karena ternyata Lilis adalah seorang wanita yang udah punya anak. Gimana selanjutnya ya??? :D
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi UP nya agak lama gak apa-apakan... saya usahakan selalu UP tiap hari ya. Yang baca karya ini ada 34 ribu lebih pembaca. Jempolnya digerakan juga ya untuk like dan vote jadi gak hanya baca dalam diam hehehe :D
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
Tinggalkan komen yah...
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
__ADS_1