
“Hah? Mau belajar Ilmu bela diri?” William agak heran dan mengkerutkan keningnya.
Jack menganggukan kepalanya. Ia membenarkan.
“Buat apa?” William agak bingung.
“Untuk melindungi dirinya sendiri. Begitulah kata Lilis pada Tania.”
William menganggukan kepalanya dan mengerti sekarang.
“Kalau begitu carikan dia pelatih Jack. Yang bisa karate atau pun Kick Boxing” William memberikan perintahnya ke Jack. Dan Jack langsung menganggukan kepalanya untuk melaksanakan perintah tersebut.
“Jadwal berikutnya apa Jack?” Tanya William sambil bangkit dari kursinya dan berdiri di dekat Jack.
“Bertemu relasi bisnis. Kita saat ini sedang melakukan kerja sama dengan pimpinan dari perusahaan Jewelry and cosmetics. Jadi sore ini ada meeting membahas kerja samanya. Bertemu di cafe Coffee.”
“Bukan kah itu Perusahaan J and Co?”“Iya benar Will. Pimpinan nya baru saja pulang dari Paris. Namanya Vanya Steele putri dari tuan Grey Steele.”William menganggukan kepalanya. Ia memandang ke arah kaca jendela yang berada diruangan kantornya. Di kaca tersebut ia bisa melihat seluruh pemandangan kota.
“Kalau begitu ayo kita berangkat.”Jack dan William pun akhirnya pergi menuju tempat pertemuannya dengan relasi bisnisnya.
Sepanjang perjalanan William melihat sebuah mini market, keinginannya untuk makan es cream malah tiba-tiba teramat sangat ingin.Sehingga ia meminta supir menghentikan mobilnya.
“Loh.. Kok berhenti disini Will? Tempat pertemuannya masih jauh” Jack menoleh ke William.
“Hanya sebentar Jack. Aku tiba-tiba ingin es cream coklat. Kalian tunggulah disini.”William langsung turun setelah pak supir memparkirkan di tepi jalan.
Masuklah William kedalam mini market tersebut. Di dalam Freezer William memilih beberapa es cream coklat yang pakai cup. Ia lalu membawa ke kasir untuk di bayarkan. Tepat saat William hendak membayar, seorang wanita juga datang menyodorkan uang ke kasir hendak membayar minumannya juga.
“Hey Nona. Aku yang duluan disini. Antrilah terlebih dahulu.” William menoleh ke wanita tersebut.
Wanita itu tertawa kecil.
“Tuan yang terhormat, lebih gentle lah sedikit. Aku seorang wanita seharusnya anda mengalah. Mbak kasir ini bayaran minuman saya” Wanita itu menyerahkan uangnya ke mbak kasirnya.
Mbak kasir langsung menerima uang si wanita. Dan wanita tersenyum puas. William hanya melihat dengan jengkel. Setelah selesai wanita itu pun pergi keluar.
William lalu membayar es cream nya. Kemudian ia pun segera keluar dari mini market. Di luar pintu mini market wanita itu masih ada di depan dan berdiri. William bersikap cuek saja. Tapi tiba-tiba tas wanita itu malah di jambret, William yang melihat segera menolongnya. Si wanita pun berlari mengejar si pencopet.
Setelah cukup lama berlari, William berhasil menangkap pencopet. William kalahkan si pencopet dengan cepat. Ia pukul dan tendang hingga si pencopet jatuh. Tasnya segera William ambil. Wanita itu lalu sampai juga. Ia melihat ke arah William. William menyerahkan tas wanita itu.
“Lain kali hati-hati lah Nona.” Ucap William sambil menyerahkan tas wanita tersebut.
“Terima kasih” Wanita itu menerima tasnya kembali.
Saat William dan wanita itu bercakap-cakap, si pencopet lalu menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
“Eh... Dia kabur.” Wanita itu hendak mengejar tapi sudah jauh, akhirnya ia membuka sebelah high heels nya dan melempar ke arah si pencopet. Namun sayang, si pencopet terlalu jauh sudah. Akhirnya ya percuma. Si wanita mendengus kesal.
“Sial. Sudah kabur jauh” Ucap si wanita.
William tertawa kecil melihat tingkahnya. Kini wanita itu hanya mempunyai sebelah high heels. Yang sebelahnya telah jauh terlempar.
“Nona.. Saya rasa bukan pencopet itu yang harus anda kuatirkan. Tapi kaki anda lah. Sekarang anda mau bertelanjang kaki tanpa alas. Maksudku sebelah pakai high heels dan sebelah tidak.”
Wanita itu pun melihat ke bawah. Ia baru sadar kalau kakinya sebelah seperti ceker ayam tanpa alas.
__ADS_1
“Oh iya. Hehehe... Maaf refleks.” Wanita itu jadi malu.Karena hanya memakai high heels sebelah, ia berdiri agak oleng. Saat berjalan ia hampir saja jatuh. Syukur saja ada William. William memeganginya agar tak jatuh.
“Hati-hatilah” Ucap William menatap sang wanita tersebut.
“Iya. Bawel ah” Wanita itu melepaskan pegangan William. Ia membuka sebelah lagi high hellsnya. Kini kedua kakinya benar-benar tak memakai alas apa pun.
William tersenyum melihatnya. Si wanita melirik ke William.
“Ada yang lucu?”
“Tidak. Kalau begitu aku pergi dulu. Lain kali berhati-hatilah.” William pun pergi meninggalkan wanita tersebut. Wanita itu hanya diam melihat kepergian William.
Kini William berjalan menuju mobilnya. Ia masuk kemobil dan mobilnya pun melaju. Didalam mobil William mulai memakan es cream yang dibelinya tadi. Jack pun di tawarinnya.
“Kau mau Jack?”
“Tidak. Kau saja. Kan kau yang mau dan suka”
“Oke. Baiklah” William melahap habis es creamnya semuanya.
Jack menggelengkan kepalanya, William sudah setua ini pun masih saja gemar es cream seperti anak kecil. Ia jadi teringat Fatar yang juga punya kegemaran yang sama seperti William. Keduanya suka es cream coklat.
“Kenapa tadi kau lama sekali Will?”
“Tadi menolong seorang wanita yang menyerobot antrianku”
“Siapa dia?”
“Entahlah. Tak tahu dan tak kenal. Juga tak mau tahu.”
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di tempat pertemuan. William dan jack masuk kedalam cafe. Didalam cafe mereka melihat seorang pemuda yang masih muda sekitar umur mungkin 24 atau 25 tahun.
William dan Jack saling pandang. Pasalnya bukan kah rekan bisnisnya seorang wanita. Tapi yang hadir malah seorang pemuda.Pemuda tersebut melihat kedatangan Jack dan William. Ia berdiri dari tempat duduknya dan menyambut kedatangan William dan Jack.
“Selamat datang Tuan Smith dan Pak Jack. Saya sudah lama menunggu. Saya juga sudah pesankan kopi untuk kita bertiga.” Pemuda itu berjabat tangan dengan William dan Jack bergantian.
“Oh iya. Silahkan duduk.” Pemuda itu mempersilahkan kan William dan Jack untuk duduk. Duduklah William dan Jack di hadapan pemuda itu. Pemuda itu pun ikut duduk.
“Oke. Terima kasih.” Jawab William setelah duduk. Ia melihat di atas meja bukan hanya ada tiga kopi yang sudah tersedia. Tapi juga ada satu gelas lagi minuman, hanya saja memakai gelas yang tinggi dan di berikan es.
“Kita bisa mulai. Tapi maaf, bukankah putri dari Tuan Grey Steele yang akan bertemu kami? Kenapa malah...” William ragu meneruskan kata-katanya.
Pemuda itu tersenyum dan paham.
“Saya sekretarisnya Bu Direktur.Nama saya Jaka Samudra. Panggil saja Jaka, Tuan Smith.”
“Sekretarisnya?” William dan Jack saling pandang. Jadi pembahasan bisnis ini hanya antara sekretarisnya saja kah.
“Iya Tuan Smith. Maafkan Bu Direktur saya. Presdir kami Pak Grey Steele terlalu memanjakan Bu Direktur, sehingga Bu Direktur terkadang susah di atur. Jadi sering kali saya yang disuruh turun tangan.”
William jadi melihat ke arah Jack. Ia pun sering menyuruh Jack dan bahkan suka menyerahkannya ke Jack. Jadi apakah ia juga terkesan manja. Sedangkan dia atasan. Jadi tak salah sepertinya kalau atasan memberikan perintah ke bawahannya. Namun William agak kecewa, karena bukan sesama pimpinan yang hadir tapi malah antara sekeretaris dan dirinya yang seorang presdir.
Kalau tahu begitu, baiknya ia tak datang. Cukup Jack saja yang hadir. Begitulah pikir William.Tepat disaat itulah seorang wanita datang mendekat. Ia pun bersuara.
“Apa kau bilang Jaka? Papa ku terlalu memanjakanku?” Kata Vanya Steele. Iya wanita itu adalah Vanya Steele putri dari Tuan Grey Steele. Direktur utama perusahaan J and Co.
__ADS_1
William dan Jack menoleh ke belakang. Dan William cukup kaget. Ternyata dia adalah wanita yang sama yang berebut bayar di kasir mini market dan wanita yang ditolongnya karena tas di copet tadi.
“Kau...?” Ucap William memandang ke arah Vanya Steele.
Vanya Steele juga cukup kaget melihat ke arah William.
“Hah.. Kau juga..” Vanya Steele nampak kaget dan tak sangka.
Jack dan Jaka memandang dengan heran. Apakah kedua orang ini saling mengenal? Apakah pimpinan mereka saling kenal satu sama lain? Jack dan jaka memandang ke arah William dan Vanya bergantian.
Bersambung...
Tenyata wanita yang ditolong oleh William adalah Vanya Steele yaitu relasi bisnisnya yang akan berkerja sama dengannya. Kira-kira kelanjutannya bakal gimana ya??
Yang suka dengan karya ini, ikutin terus kisahnya sampai akhir ya kakak readers semuanya :)
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Karya ini sedang mengikutin lomba, jadi mohon dukungannya terus ya kak.
Cara mendukungnya gampang yaitu :
1. Like semua episodenya / bab-nya ya kak. Dibaca juga semua babnya :)
2. Klik Vote setiap hari dan setiap saat ya kak. Dan setiap hari senin juga :D
3. Klik Favorite juga ya kak
4. Selalu berikan dukungannya ya kak setiap saat :D
5. Tinggalkan komen ya kak :)
6. Kasi bintang 5 ya kak untuk karya ini sebagai menyukai karya ini dan apresiasi ke karya saya ini.
Makasih semuanya. Dukung terus karya ini ya kakak readers semuanya, biar Author semangat UP ceritanya. Love you all :)
Yuk kak buat karya ini makin bersinar, ajak gitu semuanya buat like semua babnya, komen, vote serta favoritekan yak. Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya. karya ini sedang mengikutin lomba, semoga masuk 10 besar yak. Karena itu butuh dukungan dari kakak readers semuanya. Yuk kak buat karya ini masuk 10 besar gitu hehehe.
Yuk... Vote yang banyak dan Like yang banyak yak :D Makasih buat semuanya.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1