
“Iya. Dimas bagaimana sekarang?”
“Kok Dimas??” Lilis bingung.
“Ayoklah Lis... Dimas itu sudah lama suka dengan mu?”
“Dimas hanya teman Tan..”
“Hey... kau saja yang tak tahu. Bagaimana kalau selama ini Dimas menyimpan rasa suka padamu?”
“Itu tidak mungkin.”
“Bisa saja kan. Aku bisa melihatnya. kalau Dimas menyukaimu.”
“Kami hanya Teman.”
“Kalau dia benar suka denganmu gimana Lis? Apa kau mau menerima cintanya? Agar si kembar punya Papa” Tania ingin tahu jawaban Lilis.
“Masalah itu terserah anak-anak saja. Kalau anak-anak suka. Aku akan setuju saja.”
“Benarkah Lis... kau sendiri punya perasaan tidak dengan Dimas?”
“Aku hanya menganggap teman saja. Sudah lah. Aku harus segera ke cafe tempat ku bekerja. Kau antarkan aku cepat. Sebelumnya aku harus ganti pakaian kembali.” Lilis melirik jam tangan nya sudah waktunya ia bekerja kembali.
“Oke. Akan ku antar”
***
Dirumah kontrakan Lilis.
Bel rumah berbunyi. Sikembar berlari melihat ke arah luar dari jendela dekat ruang tamu. Dilihatnya Om Dimas datang berkunjung.
“Om Dimas... Fatar cepat rapikan alat-alat mu” Rafa memberitahukan adik nya.
“Oke kak” Fatar segera berlari kedepan TV dan merapikan semua alatnya. Setalah itu disimpan dan disembunyikannya.
Pintu depan dibuka.
“Halo Rafa... Fatar...” Sapa Dimas
“Halo Om...” Jawab Rafa dan Fatar bersamaan.
“Ini Om bawa Es Cream... rasa Stoberi untuk Rafa dan Coklat untuk Fatar.”
“Makasih Om...” jawab si kembar bersamaan juga.
“Dengan siapa kalian dirumah?” Dimas melihat sekeliling.
“Mama belum pulang Om. Nanti malam baru pulan jam 9 malam.” Rafa memberitahukan.
“Bibi May yang menjaga kami.” Fatar menunjuk Bibi May yang tertidur.
“Bibi May tidur bagaimana menjaga kalian?”
“Ayo masuk dan duduk dulu Om” Ajak Rafa.
Dimas pun masuk dan duduk bersama dengan Rafa dan fatar. Rafa dan fatar mulai memakan es cream nya.
“Tanpa dijaga pun kalian ternyata baik-baik saja. Lihat saja bibi May tertidur pulas begitu.” Dimas melihat ke arah bibi May dan sikembar juga.
“Hehe Rafa dan Fatar kan anak yang baik Om... tidak rewel dan penurut juga mandiri” Rafa menjelaskan.
“Yap betul itu. Om ... es cream Fatar habis. Beli lagi donk.” Fatar ingin lagi es kream nya.
“Waduh. Sudah habis ya... bagaimana ini. Om gak beli banyak tadi.”
“Kita beli didekat mini market didekat rumah aja Om..” Pinta Fatar.
“Oke. Tapi Om telpon Mama kalian dahulu ya. Boleh atau tidak.”
Dimas mulai menelpon tapi HP Lilis tak bisa ditelpon. Akhirnya ia bertanya kembali ke Rafa dan Fatar.
“Tidak bisa ditelpon. Bagaimana?” Dimas memandang kedua anak kembar didepannya.
“Kasi pesan saja Om “ jawab Rafa.
“Baiklah.” Dimas pun memberikan pesan singkat kalau ia pergi keluar bersama sikembar ke nomor tujuan Lilis. Dimas juga menulis pesan di secarik kertas agar bibi May yang tertidur tidak panik saat bangun tidak melihat sikembar. “Bibi May, saya keluar sebentar bersama Rafa dan fatar by Dimas.” Itulah pesannya.
Dimas pun pergi bersama Rafa dan fatar. Keduanya berjalan bertiga menuju Mini market yang tak jauh dari rumah Kontrakannya Lilis.
Didalam Mini Market Rafa dan fatar memilih-milih es creamnya. Es cream rasa stoberi sangat banyak Rafa dengan puas memilih banyak Es cream dengan rasa stoberi. Beda dengan Fatar ia melihat es cream rasa coklat tidak ada, agak sedih wajahnya. Tapi kemudian dilihat nya diujung masih ada satu es cream coklat dan ingin diambilnya. Tapi sebuah tangan lebih dulu mengambilnya.
“Om.. itu punya Fatar..” Jawab Fatar ke Pria itu.
__ADS_1
“Apa? Ini aku yang ambil duluan jadi ini punya ku.” Jawab William. Ya benar Pria itu adalah William.
“Tapi Fatar duluan yang lihat Om...”
“Ini punya ku...” jawab William kembali.
Fatar sudah hendak menangis... William pun jadi tak tega.
“Baiklah. Ini untuk mu saja” William memberikan es cream coklat tersebut.
“Makasih Om” Fatar sudah berseri-seri wajahnya.
“Iya. Sama-sama.” William tersenyum.
Rafa muncul.
“Fatar... sudah selesai mencari es cream nya. Om Dimas sudah lama menunggu didepan kasir” Rafa memanggil Fatar.
“Iya Kak Rafa...” Jawab Fatar.
“Hah... Rafa...? Fatar...?” Gumam William.
Fatar mendekati kakak nya.
“Wah kak. Banyak sekali es cream yang kau ambil kak”
“Hehe... Mumpung di traktir om Dimas... Puaskan makan es cream nya. Kalau tau Mama pasti di larang.” Rafa terkekeh.
“Tunggu...” William menghentikan langkah Rafa dan Fatar.
Si kembar berhenti dan menoleh ke arah William.
“Siapa dia?” Tanya Rafa.
“Entah... tapi Om itu memberikan es cream coklat ini padaku.” Jawab Fatar.
William datang mendekati si kembar.
“Siapa nama kalian nak?” Tanya William.
“Aku Rafa. Dan Ini adik ku Fatar.” Rafa memberitahukan ke William.
“Rafa dan Fatar....” Gumam William kembali.
“Rafa.. Fatar.. Ayo cepat.” Ajak Dimas.
Rafa dan Fatar pun segera menghampiri Dimas dan membawa es cream mereka untuk dibayar dikasir.
William masih terpaku diam. Kemudian saat dia sadar si kembar tadi sudah hilang. William segera mencari ke seluruh Mini Market tapi tak kelihatan. Ia keluar mini market. Juga tidak kelihatan. Jack yang menunggu di luar menyapa Bos nya.
“Ada Apa Tuan?” Jack melihat William kelihatan mencari sesuatu.
“Kau melihat anak kembar tadi disini Jack?” Tanya William.
“Anak kembar? Tidak Tuan... saya tidak terlalu memperhatikan.Kenapa Tuan?”
“Tidak apa-apa.”
“Anda sudah membeli Es cream nya Tuan. Kalau sudah kita akan kembali Pulang ke rumah anda Tuan”
“Kita pulang saja sekarang”
“Baik Tuan.”
Di rumah kontrakan Lilis. Lilis sudah kembali pulang. Namun ia belum melihat si kembar di rumah. Bibi May yang sudah bangun pamit pulang.
Tak berapa lama kemudian Dimas pulang bersama si kembar.
Ting tong. Bel rumah berbunyi. Lilis membuka Pintu depan dan Dimas dan si kembar masuk ke rumah.
“Dari mana saja kalian? Kenapa baru pulang..” Lilis bertanya.
“Maaf agak lama. Tadi sekalian ajak si kembar jalan-jalan.” Dimas memberikan bungkusan ke Lilis.
“Apa ini?” Tanya Lilis.
“Ini untuk mu Lis...sekalian beli makanan tadi di luar? Dimas menyerahkan ke Lilis. Dan Lilis menerima. Ternyata 4 bungkus nasi goreng spesial.
“Wah terima kasih.” Lilis menerima dengan senang hati.
Si kembar sudah sibuk memakan es cream mereka di ruang tamu.
“Ya ampun. Kenapa banyak sekali es cream nya. Dimas ini terlalu banyak” Lilis kaget dengan es cream yang terlalu banyak tersebut.
__ADS_1
“Mama jangan salahkan Om Dimas. Kami yang mau kok” Rafa menjelaskan.
“Iya Ma...” Fatar juga mengiyakan.
“Maaf Lis. Soalnya anak-anak suka dengan es cream jadi aku gak bisa nolak. Hehe” Dimas hanya cengir.
“Jangan terlalu dimanja Dim...” Lilis merasa anak-anaknya begitu manja ke Dimas.
“Tidak apa-apa. Aku senang kok Lis...” Dimas tersenyum.
“Kalian berdua jangan banyak makan es cream ya. Ayo makan bersama Mama dan Om Dimas, ini ada nasi goreng spesial.” Ajak Mama nya ke anak-anak.
“Yah.. es cream nya gimana Ma...” Tanya Rafa.
“Simpan di kulkas mini kita. Kita sekarang makan ini” Lilis menunjukan nasi gorengnya.
“Baik Ma.”
Fatar dan Rafa menuruti Mamanya. Lilis kadang heran kenapa anak-anak nya sangat menyukai sekali es cream. Sepertinya dia saja tidak terlalu suka.
Kini ke empat nya makan bersama. Mereka makan dengan tenang di ruang Tamu. Maklum rumah nya kecil dan sederhana jadi hanya ruang tamu yang bisa dipakai kalau lagi rame. Jika hanya bertiga, Lilis dan anak-anak nya makan didekat dapur ada meja makan kecil di dekat dapur. Tapi ini bersama Dimas. Tak mungkin di dapur. Jadi mereka makan bersama di ruang tamu.
“Rafa dan Fatar kalau sudah selesai makan, langsung bersih-bersih ya terus pergi tidur sudah malam soalnya.” Perintah Lilis ke anak-anaknya.
“Oke Ma...” Jawab si kembar bersamaan.
“Oh iya Ma... Tadi kak Rafa dan Fatar ketemu Om ganteng banget Ma... iya kan kak” Fatar melihat ke Rafa.
“Iya Ma. Om nya ganteng banget deh Ma...” Rafa pun berkata sama seperti Fatar.
“Oh iya. Benarkah? Kau juga lihat Dim?” Lilis menoleh ke Dimas.
“Entahlah. Aku tidak lihat. Mungkin saat mereka mencari es cream sendirian tadi.” Jawab Dimas.
“Om Ganteng nya baik banget deh Ma.. es cream coklat tinggal satu tapi dikasi ke Fatar” mata Fatar berbinar-binar saat membicarakan Om yang ditemui nya tadi.
“Oh iya..” Lilis penasaran.
“Iya Ma...”
“Nama om nya siapa nak?”
“Gak tau Ma. Lupa kenalan.”
“Gantengan mana dari Om Dimas?” Tanya Dimas.
“Gantengan om yang tadi lah dari pada om Dimas.” Jawab Rafa.
“Waduh om kalah lah ya..” kata Dimas.
Hahaha... kedua bocah malah tertawa.
“Maafkan anak-anak ku ya Dim” Lilis merasa sungkan.
“Gak apa-apa Lis” Dimas tersenyum.
Karena makin malam, Rafa dan Fatar pun sudah tidur duluan. Kini tinggal Lilis dan Dimas yang berduaan.
“Sudah malam aku pamit pulang ya Lis..” kata Dimas ke Lilis.
“Iya. Akan ku antar sampai depan.” Lilis mengantar sampai depan pintu rumahnya.
“Lis... esok Week end ada acara gak?” Dimas bertanya sebelum pergi.
“Esok ya...” Biasanya kalau hari week end dia memang libur dan menghabiskan waktu bersama anak-anak nya.
“Iya esok..”
“Kenapa Dim...”
“Aku mau ajak jalan-jalan. Sepertinya sudah lama tidak jalan-jalan dengan si kembar.”
“Oh... Baiklah. Esok ku kabarin ya.”
“Oke.” Dimas pun pamit pulang.
Setelah Dimas pulang. Lilis kekamar mandi membersihkan diri lalu berganti pakaian dengan baju tidurnya. Ia pun hendak tidur dan istirahat. Didalam kamar si Fatar sedang ngelindur dalam mimpinya...
“Om ganteng.... Makasih” gumam Fatar dalam tidur nya.
“Om ganteng....??? Siapa dia???” Lilis bingung kenapa anaknya memimpikan orang lain tak biasanya begitu. Ia pun lalu terlelap tidur juga disamping anak-anaknya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan Lupa Klik Like dan komen nya ya Kak Readers. Klik juga Vote dan Favoritenya biar makin semangat buat up ceritanya. Makasih buat yang udah mampir. :) :) :)