Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 59.


__ADS_3

“Tidak....!!!!” Jerit Lilis dengan deraian air matanya.


William jatuh tersungkur dengan tembakan yang ia terima. Darahnya bersimbah kemana-mana.


Pistol Max terjatuh karena tangannya kena tembak Nona LL. Ia mengaduk kesakitan. Nona LL berlari ke arah Max.


“Sialan kau Max” Tinju Nona LL melayang ke wajah Max. Max jatuh tersungkur.


“Apa yang kau lakukan. Kenapa menembak William??” Nona LL nampak garang. Ia meninju Max berkali-kali di wajahnya.


“Aku ingin William mati, jadi kutembak saja ke arah jantungnya” Ucap Max sambil tertawa yang mengerikan. Ia sebenarnya jatuh lemas terkulai akibat tinjuan dari Nona LL.


“Brengsek kau” Tinju Nona LL kembali berkali-kali.


Sedangkan Lilis yang masih syok melihat William yang sudah dilantai dengan darah bersimbah dimana-mana. Lilis bangkit dan berlari ke arah William. Di peluknya tubuh William. Berkali-kali di panggilnya nama William.


“Will... Bangun Will... Bangunlah William... Jangan tinggalkan aku. Ku mohon tetap disisiku. Aku mencintaimu” Ucap Lilis disertai deraian air mata yang terus mengalir deras.


Berkali-kali Lilis memanggil dan digoyang-goyangnya tubuh William. Tapi tak ada reaksi. Lilis memeluk erat tubuh William.


Nona LL yang puas memukuli dan meninju Max, kemudian menoleh ke Lilis yang sedang memeluk William.


“Menjauh kau dari William!!” Bentak Nona LL


“Kau siapa? Kenapa berbuat ini pada kami?” Lilis menatap ke Nona LL sambil masih memeluk tubuh William. Ia tak mau melepaskan William.


“Aku juga tak mau William mati. Ini Max yang berbuat.”


“Tapi kau juga menembaki William” Teriak Lilis.


“Aku hanya bermain tak ingin membunuhnya. Si brengsek Max ini akan ku bunuh karena berani menyentuh William” Tatapan mengerikan diberikan Nona LL saat melirik Max.


“Kau gila” Ucap Lilis.


“Hahahaha....” Tawa yang mengerikan. Nona LL mendekatin Lilis.


“Kau mau juga ku tembak” Tatap Nona LL itu ke Lilis.


Lilis mendongak ke arah Nona LL. Matanya membulat besar. Wajahnya sudah sembab karena air mata yang terus mengalir.


“Apa maksudmu?” Lilis menatap ke arah Nona LL


“Mati saja sana kau” Nona LL mengarahkan pistolnya ke wajah Lilis. Ia ingin menembak kepala Lilis.


Max yang melihat segera bangkit. Dengan sisa-sisa kekuatan yang ada ia segera berdiri dan lari ke arah Lilis.


Lilis memejamkan matanya. Mungkin inilah akhir hidupku. Pikir Lilis dalam hatinya.

__ADS_1


Nona LL bersiap menembak dan Max malah menyerangnya. Melayangkan tinju, Nona LL mengelak. Pistolnya terlempar akibat tendangan kaki Max. Kini keduanya baku hantam. Saling meninju dan menendang. Di saat Nona LL lengah Max meninju wajahnya dan menendang perutnya, hingga Nona LL jatuh tersungkur.


Max segera mendekatin Lilis.


“Ayo kita pergi.” Ajak Max. Ia menarik tangan Lilis.


“Tidak. Aku tak akan meninggalkan William.” Lilis menolak meninggalkan tubuh William yang sudah bersimbah darah. Bahkan darah William banyak menempel di baju dan tubuh Lilis serta tangannya pun terkena darah dari WIlliam.


“Ayo. Cepat. Pikirkan anak-anakmu Lis.” Max mengingatkan Lilis kalau anak-anaknya masih ada.


Lilis menoleh ke Max, kemudian melihat ke arah Rafa dan Fatar yang masih belum terbangun. Ia kemudian bangkit mengikutin Max. Mereka menuju ke arah si kembar yang terikat dan penuh Bom di badannya.


“Rafa... Fatar...” Panggil Lilis tapi si kembar tetap tak bangun.


“Kita buka ikatannya cepat.” Max mencoba membuka ikatan si kembar.


“Bomnya bagaimana?” Lilis masih panik.


“Bom nya tak akan aktif Lis. Ini hanya Bom bohongan. Aku tak mungkin tega melukai si kembar. Aku juga tak mau kau terluka. Aku sayang si kembar dan mencintaimu Lis” Ucap Max yang sekilas melirik Lilis dengan hangat. Ia kembali membuka ikatan si kembar dan melepaskan beberapa Bom bohongan tersebut.


“Dim...” Lilis menoleh ke Max. Lilis masih saja menganggap Max itu adalah Dimas. Karena dari dulu ia mengenalnya sebagai Dimas. Lilis melihat ke arah Max yang sudah penuh Luka-luka. Bahkan ada beberapa luka yang berdarah. Tapi Max tak mempedulikan keadaannya.


“Kalau kau begitu peduli aku dan anak-anak, kenapa melakukan semua ini Dim?” Tanya Lilis.


“Aku ingin menyingkirkan William.” Ucap Max.


“Selamatkan dirimu dan anak-anak. Cepatlah pergi dari sini. Aku akan menghalangi wanita itu” Max kembali melihat Nona LL. Nona LL kembali bangkit dan bersiap menyerang. Ia pun mengambil kembali pistolnya yang terjatuh tadi.


Dor..


Suara tembakan kuat menggema. Max tertembak tepat di punggung belakangnya. Lilis terkejut dan menoleh ke Max. Max jatuh dalam pelukan Lilis.


“Dimas...” Teriak Lilis ke Max.


Nona LL mendekatin Lilis dan Max. Dia bersiap menembak Lilis dan Max. Tapi Max terus melindungi Lilis dengan tubuhnya. Nona LL berkali-kali menembaki mereka. Tapi yang terkena tembakan hanya Max.


Lilis terpaku dan matanya melihat Max mati yang terus memeluknya. Kemudian mereka berdua jatuh. Max melepaskan pelukannya. Lilis berlutut dan melihat ke arah  Max.


“Aku.. Aku mencintaimu Lis.” Ucap Max di hembusan nafas terakhirnya. Kemudian ia mati dengan mengenaskan karena ulah Nona LL.


Hahaha... Nona LL tertawa girang dengan tawa yang menakutkan. Ia senang melihat Max mati di tangannya. Nona LL benar-benar gila dan psikopat ternyata. Ia pun kembali melihat ke arah Lilis.


“Sekarang sudah tak ada siapa-siapa. Semua anak buah ku mati. Max mati dan William lihat lah dia terkapar disana. Tak ada siapa pun lagi. Maka menyusul lah kau juga Lis. Aku akan membantumu menyusul mereka.” Nona LL mengarahkan pistolnya ke Lilis.


“Mati saja kau juga” Teriak Nona LL.


Lilis hanya diam menatap Nona LL dan tak bergerak sedikit pun. Dan Dor..

__ADS_1


Nona LL malah jatuh ke lantai. Ia tertembak.


Jack sudah datang. Jack dan beberapa pengawalnya telah datang. Jack rupanya yang menembak Nona LL.


Lilis menatap ke arah Jack. Jack segera menghampiri Lilis.


“Kau tak apa-apa Lis?”


“Aku... Aku... anak-anak Jack... William juga...” Lilis menangis. Deraian air matanya kembali mengalir deras.


“Sudah tenanglah. Kau sudah aman.” Jack menyerahkan Lilis ke pengawalnya untuk di bawa pergi.


Pengawal Jack segera membawa Lilis. Dan Jack melihat ke arah si kembar. Segera menyelamatkan si kembar juga. Lalu Jack melihat ke arah William.


“Will... Will... William...” Panggil Jack. Namun tak ada respon. Ia menyuruh para pengawalnya mengurusin tubuh William.


Kemudian Jack menoleh ke Max.


“Ini bukannya Dimas. Kenapa dia disini juga” Jack mengkerutkan keningnya.


“Bawa juga tubuh orang ini” Ucap Jack ke para pengawalnya. Pengawalnya pun menganggukkan kepalanya. Semuanya langsung melaksanakan perintah dari Jack.


Jack menoleh ke arah wanita bertopeng tersebut. Ia tak bergerak. Jack mendekatin, namun pengawalnya memanggil Jack.


“Pak.. semuanya sudah dilaksanakan. Sebaiknya kita segera pergi.”


“Baiklah.” Jack mengikutin para pengawalnya.


Lilis dan si kembar naik mobil yang sama dengan Jack. Sedangkan tubuh William dan Max di mobil yang lainnya bersama para pengawal Jack. Mereka semua naik mobil dan bergegas pergi dari tempat tersebut.


Jack mengarahkannya ke rumah sakit. Ia pikir sebaiknya semuanya dibawa ke rumah sakit saja.


Sedangkan tubuh Nona LL yang di tinggalkan sendirian disana, malah menghilang tubuhnya tanpa jejak. Tak ada yang tahu siapa dan bagaimana kok bisa menghilang???


Bersambung....


Nah Nona LL siapa ya kira-kira??? Terus tu tubuh Nona LL kok menghilang? Menghilang kemana ya?


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi up nya agak lama deh... di usahakan selalu UP ya.


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


Tinggalkan komen yah...


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.

__ADS_1


 


 


__ADS_2