
“Waktu itu Rafa melihat Papa, Ma...”
“....”
Lilis terkejut dengan yang di ucapkan Rafa. Ia menatap lurus ke arah Rafa dengan serius, tanpa berkedip sedikit pun.
“Apa? Apa yang Rafa bilang barusan?” Lilis seakan kurang jelas mendengar.
“Waktu itu Rafa lihat Papa. Diseberang jalan. Karena itu Rafa mengejar Papa dan tidak lihat-lihat jalan. Akhirnya jadi kecelakaan. Maaf kan Rafa ya Ma. Rafa kurang hati-hati”
“Iya sayang. Gak apa-apa nak. Lain kali hati-hati ya. Tapi Rafa yakin kalau itu Papa? Rafa yakin dengan yang Rafa lihat?”
“Yakin Ma. Rafa bena-benar yakin. Serius loh Ma. Di warung makan yang ada di seberang jalan.”
“Ok. Nanti Mama coba cek kesana.”
Rafa pun menganggukan kepalanya.
Sore hari saat Tania dan Fatar jenguk Rafa di rumah sakit, Lilis meminta Tania untuk menjaga Rafa sekalian. Sedangkan Lilis sendiri pergi ke tempat yang Rafa sebutkan.
Lilis menelepon Jack dan mengatakan yang didengarnya dari Rafa.
“Jadi begitu Jack... Aku kesana untuk mengeceknya.”
“Jangan sendirian Lis. Tunggulah aku.”
“Tidak Jack. Aku sendirian yang akan kesana.”
Lilis tak menunggu Jack, ia sendirian melajukan mobilnya ke tempat yang di ceritakan Rafa.
Setengah jam kemudian sampailah Lilis ditempat yang dituju. Ia melihat sebuah warung tapi karena sudah sore hari warung tersebut sudah ditutup. Lilis menelan kekecewaan. Lilis turun dari mobil dan coba mengecek ke warung tersebut. Lilis melihat kesekitar tapi tak ada siapa-siapa di warung tersebut. Hatinya kembali sedih.
Lilis kembali ke mobilnya namun Ayu yang melihat Lilis segera menyapa.
“Kak Lilis ya...” Ucap Ayu saat melihat Lilis.
“Eh... Ayu ya.” Lilis menoleh ke arah Ayu.
“Iya kak. Ngapain Kak disini?”
“Lagi cari seseorang. Kau masih ingat aku ya”
“Masih dong kak. Ayu kan baca kartu namanya Kakak. Oh iya, anak nya kakak gimana sekarang keadaannya?”
“Rafa baik-baik saja. Syukurlah sekarang udah membaik. Terima kasih atas pertolongan Pamanmu ya Ayu.”
“Iya kak. Sama-sama. Lalu yang kakak cari udah ketemu.”
“Belum. Oh iya Ayu, warung ini punya siapa ya? kok udah tutup ya?”
“Oh.. ini warung peninggalan nenek Ayu. Udah meninggal jadi Ayu yang neruskan dibantu sama Om Leo.”
“..” Lilis ingin mengatakan sesuatu tapi ditahannya.
“Ayu...” Panggil William. “ Sudah belum ngambil barang yang ketinggalan.”
Seketika Lilis menoleh ke arah suara tersebut. Lilis mengenali suara tersebut. Itu suara William.
__ADS_1
“William..” Gumam Lilis sendirian.
William berlari dan datang menghampiri Ayu. Ia tak melirik ke arah Lilis. Sedangkan Lilis malah terdiam dan terpaku melihat ke arah William. Akhirnya Lilis bertemu William.
“Oh iya. Maaf Om, Ayu jadi lupa. Ini coba Om buka warungnya. Ambilkan didalam ya”Ayu menyerahkan kunci warungnya.
“Oke.” William menerima kunci dan lalu berjalan ke arah warung. Ada barang yang ketinggalan didalam yang harus mereka ambil.
Lilis nanar menatap ke arah William. Dan ada rasa sakit yang dirasakannya, saat William sama sekali tidak menolehnya. Jadi benarkah William lupa ingatan. Tapi tunggu dulu. Ayu menyebut William dengan sebutan Om. Bukankah nama Om nya adalah Leo.
“Ayu... Dia kah Om mu yang menolong Rafa anak ku?” Tanya Lilis ke Ayu yang ada disampingnya dengan kening berkerut.
“Iya Kak. Dia Om Leo. Om nya aku kak”
“Namanya Leo. Beneran Namanya Leo”
“Iya kak.”
Tunggu dulu. Ini William apa bukan. Tapi kenapa Ayu sangat yakin kalau ini adalah Leo dan Pamannya. Apakah hanya mirip wajah saja atau gimana seh. Itulah pikiran Lilis.
“Ayu. Ini kan...” William kembali dan menyerahkan barang ketinggalan tersebut. Ternyata yang ketinggalan adalah buku pelajaran Ayu. Tadi diwarung Ayu membawa buku pelajarannya, ia sambil mengerjakan tugas sekolahnya. Saat dirumah baru sadar ketinggalan di warung. Makanya Ayu kembali. Tapi karena Ayu lama kembali, William pun segera menyusulnya. Dan disitulah Lilis kembali melihat William.
Lilis masih memandangi William. Ia serasa tak percaya. William yang menyadari ada wanita yang terus menatapnya, ia pun akhirnya menatap ke arah Lilis. Kini kedua pasang mata saling memandang. Kedua bola mata Lilis dan kedua bola mata William saling beradu pandang. Cukup lama keduanya saling pandang. Ayu pun menyadarinya.
“Makasih Om...” Ucap Ayu mengambil buku pelajarannya di tangan William. Di saat itulah William tersadar. Dan membuyarkan suasana antara Lilis dan William.
“Iya.” Jawab William singkat.
Lilis ingin berbicara tapi lidahnya kelu. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi takut salah.
William yang sadar masih dipandangi terus Lilis, ia pun mulai menanyakan Lilis.
“Oh... Itu... Itu... Em..” Lilis jadi bingung.
“Oh... kak Lilis terpesona kali lihat Om Leo.. hehehe. Om Leo memang ganteng banget sih...” Ayu berbicara menengahi.
“Lilis??” William berkerut kening.
“Iya. Lilis. Namaku Lilis Hartono” Ucap Lilis menatap sendu William.
Deg..
Sesuatu lain dirasakan oleh William didalam hatinya. Jantungnya seakan berdetak kencang berbeda dengan biasanya setelah mendengar nama Lilis.
“Kalau ini Om Leo kak. Om-nya Ayu.” Ayu lalu menggandeng tangannya William. Dengan erat.
Lilis menatap gandengan tangan tersebut. Lilis bisa melihat dan merasakan kalau Ayu sudah terikat ke William.
“Kalian hubungannya keponakan dan Om saja kah?” Tanya Lilis. Karena Lilis merasa Ayu terlalu bersikap berlebihan untuk orang yang dipanggilnya Om.
“Iya. Om yang paling Ayu sayang. Ayu gak punya siapa-siapa lagi selain Om Leo. Saat masa sulit Cuma Om Leo yang ada disisi Ayu. Iya kan Om” Ayu menatap William.
“Iya.” William menganggukan kepalanya.
“Dan saat aku kesulitan, Ayu juga yang menolongku” sambung William. Ia ingat dimana Ayu dengan baik hati memberikan tempat tinggal kepadanya dan membolehkan tinggal bersama di rumah Ayu.
“Hanya sebatas Om?” Lilis menyakinkan kembali.
__ADS_1
“Om orang yang ku sukai” Ucap Ayu menegaskan kembali. Ayu makin erat menggandeng tangan William.
William merasa sikap Ayu agak beda.
“Di sukai??” Lilis mengkerutkan keningnya.
“Iya. Seperti antara hubungan Pria dan Wanita.”
“Hah??” Lilis memandangi Ayu dan William bergantian.
William menatap ke arah Ayu. William memang sayang ke Ayu. Sudah cukup lama ia tinggal dirumah Ayu dan mengenal Ayu. Selama hampir dua minggu mereka tinggal bersama dan saling dekat. Tapi rasa sayang William sama sekali tidak seperti yang Ayu ucapkan. William hanya menganggap Ayu seperti keluarga sendiri. Ia menganggap Ayu seperti keponakannya atau adiknya sendiri.
“Jadi... Jadi kalian menjalin hubungan seperti sepasang kekasih. Tapi bukankah dia Om mu?” Lilis agak kaget dan bingung.
“Itu...” William ingin berbicara tapi di halangi Ayu.
“Itu benar. Seperti sepasang kekasih. Om Leo dan aku tidak punya hubungan sedarah. Kenapa kak Lilis bertanya.” Ayu merasa aneh karena Lilis terus menyelidikinya.
Lilis tak dapat berkata-kata lagi.
“Ayu.. Apa maksudmu?” Bisik William ke telinga Ayu.
“Ayu serius loh Om..” Ayu juga berbisik.
Lilis merasa pusing tiba-tiba. Ia pun hendak pamit saja.
“Baiklah. Aku pamit dahulu ya. Maaf menggangu waktu kalian.” Lilis bersiap berbalik dan naik ke mobilnya tapi belum sampai mobilnya. Sebuah mobil datang dan berhenyi di dekat Lilis.
Jack yang datang rupanya. Ia turun dari mobil dan menghampiri Lilis. Lilis menatap Jack. Ayu dan William juga menatap ke arah orang yang baru datang.
“Lis... Bagaimana?” Jack melirik ke Lilis.
Lilis tak dapat menjawab. Ia hanya memandangi ke arah Jack.
“Bagaimana Lis...??” Jack kemudian beralih pandang ke Ayu dan William. Jack kaget melihat William. Ia segera melangkah ke arah William.
“Will... William... Akhirnya kau ditemukan” Jack langsung memeluk William. Sehingga gandengan tangan Ayu terlepas dari William.
Ayu dan William mengkerutkan keningnya melihat sikap Jack. Sedangkan Lilis hanya bisa diam disamping.
“Will... ini Aku Jack... Kau masih ingatkan William” Ucap Jack kembali.
Bersambung...
Hore... akhirnya Lilis ketemu juga sama William. Gimana kelanjutannya ya. ikutin terus ya kak readers kelanjutannya. :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
No Plagiat ya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1