
“Waduh... Apa ketinggalan ya?” Lilis memandangi William dengan wajah sedihnya. Apa kah ketinggalan atau hilang saat kejadian ia hampir mati karena bom itu kah. Begitulah pikir Lilis. Lilis jadi sedih.
William melihat wajah sedihnya Lilis. Ia pun menangkup wajah Lilis dengan kedua tangannya.
“Sayang... Apa karena hal itu maka acara ini akan batal. Kan tidak kan?” William berkata dengan hangat dan lembut ke Lilis.
“Tidak begitu. Cuma aku sudah menyiapkan semuanya. Kalau jadi nya beda rasanya agak gimana gitu.”
Dan ketukan pintu pun terdengar. Masuklah Jack dan Tania dengan setelan couplenya yang pernah di coba mereka di butik Lilis.
“Wow... kau sangat cantik Lis. Dan William sangat tampan dan gagah.” Puji Tania sambil mencium pipi Lilis kanan dan kiri.
“Terma kasih Tan.” Lilis tersenyum menyambut sahabatnya itu.
Jack menyerahkan sebuah kotak ke William.
“Selamat ya Will. Akhirnya kau menikah juga. Nih untuk mu” Ucap Jack.
William menerima kotak tersebut.
“Thanks Jack. Tapi apa ini?”
“Buka saja.”
William pun membukanya. Dan High heels yang terbuat seperti sepatu kaca pun terlihat sangat indah saat sudah di keluarkan dari kotaknya.
“Itu kan punya ku.” Ucap Lilis.
“Waktu kejadian Katty terluka dan Lilis hampir mati itu, aku melihat sebuah kotak di dekat mobil kalian yang rusak. Lalu ku amankan dan ku bawa pulang saja. Ternyata isi nya itu jadi hari ini ku bawa untuk di antar ke yang punya.” Jack menjelaskan.
William pun menganggukan kepalanya. Kemudian ia langsung memasangkan nya ke kaki Lilis. Lilis tersenyum dengan perlakuan William. Kini Lilis sudah memakai heels yang ia inginkan. Ia terlihat bahagia.
“Terima kasih Jack dan juga kau Tania. Dan makasih buat Suami ku tersayang.” Lilis mencium pipi kanan William. William pun tersenyum.
“Kalau begitu ayo ke tempat acara.” Ajak William. Dan semua pun menganggukan kepalanya.
Lilis dan William bergandengan tangan saat memasuki ruangan ballroomnya. Tania dan Jack dibelakangnya mengiringi. Keduanya tersenyum ceria sekali. Ruangan ballroom dihias dengan sangat mewah dan megah tentunya. Banyak tamu-tamu yang datang. Baik itu para karyawan dan staff dari perusahaan I.S dan perusahaan Hartono. Para pegawai Lilis di butik juga hadir. Juga rekan bisnis. Para kenalan. Sahabat dan teman. Juga anggota keluarga. Bahkan dari para artis, aktor serta dunia entertainment dan dunia para wartawan juga hadir. Semua yang di undang telah hadir. Dan tentu saja mereka semua mau hadir ke acaranya pernikahan tuan muda yang terkenal dari perusahaan besar yaitu WIlliam dan desainer terkenal yaitu Lilis. Pesta resepsinya benar-benar meriah dan banyak tamu yang datang.
Lilis dan William berdiri di tengah kerumunan orang. Bahkan disediakan tempat untuk berfoto. William dan Lilis melakukan sesi pengambilan foto oleh fotografernya. Kemudian Tania dan Jack juga ikut berfoto di foto berikutnya. Selanjutnya si kecil Rafa dan Fatar ikut berfoto bersama. Dan tak lupa kedua orang tua Lilis juga berfoto bersama Lilis dan William.
Katty pun telah hadir dengan gaun hitamnya yang panjang. Walau ia belum sehat betul tapi ia ingin sekali hadir ke tempat acara tersebut. Katty pun ikut berfoto bersama dengan Lilis dan William bersama dengan teman-temannya Lilis yaitu Tania dan Jack. Kemudian Panji datang dan memberikan selamat ke Lilis. Lilis dan William mengucapkan terima kasih atas kesediaan Panji untuk datang. Dan William mengucapkan beberapa kata sambutan kemudian mempersilahkan kan para tamu undangan untuk menikmatin makanan dan minuman yang sudah disediakan.
Banyak tamu yang menyapa dan sambil mengucapkan selamat kepada kedua pasangan pengantin tersebut. Lilis dan William tersenyum kepada seluruh tamu undangan dan menyapa para tamunya.
Acara selanjutnya sebuah acara dansa bersama. William dan Lilis membuka acara dansanya kemudian di ikutin oleh para pasangan yang lainnya. Mereka berdansa dengan sangat bahagia tentunya. Alunan musik yang lembut, merdu dan slow mengiringi gerakan dansa mereka.
Kemudian Lilis dan William berhenti berdansa. Lilis pun berganti pakaian dengan dress merah panjangnya yang sangat terlihat indah dan elegan. Ia masih memakai mahkota cantik di atas kepalanya.
William dan Lilis duduk bersama. Si kembar datang menghampiri untuk duduk bersama Mama dan Papanya.
“Papa... Mama... Selamat ya..” Ucap Si kembar bersamaan.
“Iya sayang makasih ya.” Lilis mengelus kepala si kembar.
“Doakan Papa dan Mama bahagia. Keluarga kita bahagia ya..” William berkata sambil memandangi kedua anak kembarnya.
“Aaaammmiiiinnn. Iya Pa. Pasti dong.” Senyum Rafa kepada kedua orang tuanya.
“Asyik... bakal ada adek baru” Ucap Fatar yang disertai kekehan oleh William dan Lilis bersamaan.
Ah... Indahnya suasana saat ini.
William mengchat Jack. Jack menerima pesan dari William. Ia melihat ke arah William dan menganggukan kepalanya. Lilis memperhatikan gerak gerik William dan Jack. Ia pun bertanya.
“Ada apa sayang??”
“Tidak apa-apa. Aku hanya meminta Jack untuk membuat penjagaan lebih ketat lagi dan memperbanyak pengawal dimana-mana. Disekitar kita harus selalu aman sayang.” William tersenyum lembut ke Lilis.
__ADS_1
Lilis pun menganggukan kepalanya tanda ia telah paham dan mengerti. Situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu jadi mereka harus waspada selalu.
Si kembar kembali ke nenek dan kakeknya. Mereka tak mau mengganggu waktu bahagia Papa dan Mamanya. Lilis tersenyum bahagia melihat si kembar duduk bersama Nenek dan kakeknya. Ia senang semua orang yang ia sayangi telah ada dan hadir semua di acara bahagianya. Walau Bram memakai kursi roda tapi ia terlihat bahagia karena melihat putrinya akhirnya bahagia dan sudah menikah. Lilis juga melihat Jack dan Tania yang sedang berdansa, mereka terlihat bahagia juga.
Namun mata Lilis terlihat agak sedih, karena ia melihat Katty sendirian dan duduk menyendiri dari yang lainnya. William melihat tatapan Lilis.
“Kenapa sayang?”
“Tak apa sayang. Hanya kenapa Katty memilih duduk sendirian.”
“Ia mungkin ingin sendiri.”
“Apa Katty susah melupakan mu Will? Hingga ia tak membuka hatinya untuk pria lain. Disini banyak pria single yang mapan dan tampan tapi Katty nampak cuek.”
“Tenanglah. Ia akan menemukan kebahagiannya sendiri. Dan kebahagianku adalah bersama mu sayang. I love you”
“Love you too”
William memeluk Lilis dan mencium bibir Lilis dengan mesranya. Bahkan ia tak peduli jika saat ini mereka jadi topik panas atau pun masuk berita dan koran. Karena sudah suami istri sah, jadi hal tersebut tak dipikirkan oleh William.
Alunan musik pun berganti. Kini musik dari lirik lagu Ungu – I Need You mulai terdengar mengalun di telinga para hadirin yang hadir.
Oh baby don't you know how much I love you
Oh baby don't you know it's true
I l-o-v-e you, I love you
I m-i-s-s you, I miss you
Oh baby don't you know how much I love you
Oh baby don't you know it's true
Oh baby don't you know how much I need you
Oh baby don't you know how much I want you
Oh baby don't you know it's true
I n-e-e-d you, I need you
I w-a-n-t you, I want you
Oh baby don't you know how much I love you
__ADS_1
Oh baby don't you know it's true
Oh baby don't you know how much I need you
Oh baby don't you know how much I want you
Oh baby don't you know it's true
Ohhh, oh baby don't you know how much I love you
Oh baby don't you know it's true
Oh baby don't you know how much I need you
Oh baby don't you know how much I want you
Oh baby baby I want you
Baby baby how much I love you oh ah
Baby baby how much I need you oh ah
Disudut ruangan, dipojokan yang terhalang banyak orang. Seorang wanita cantik dan seksi sedang tersenyum melihat ke arah William dan Lilis. Ia bisa melihat pasangan pengantin itu terlihat bahagia dan ia pun melihat dimana William dan Lilis sedang berciuman dengan mesranya.
Dia adalah Laura Luther. Laura mengenakan dress biru muda yang panjang dengan belahan di pahanya. Ia menyelinap dan ikut masuk ke acara tersebut. Philip datang menghampiri. Philip memakai setelan jas silvernya. Mereka menyamar menjadi tamu undangan dipesta tersebut. Karena penjagaan yang ketat, maka Laura dan Philip tak melakukan aksi apa pun.
“Laura...” Sapa Philip.
“Ayo kita pergi Philip. Lilis ternyata masih hidup. Orang-orang suruhanmu sungguh payah Philip. Kalau begitu, kita biarkan dahulu mereka bahagia. Baru setelah itu akan ku berikan kado yang pahit untuk pernikahan mereka.” Laura tersenyum sinis.
Philip menganggukan kepalanya. Pergilah Philip dan Laura meninggalkan acara pesta tersebut.
Di saat Laura dan Philip melangkah pergi, William sempat melihat sekilas. Namun hanya sekilas. Saat ia melihat kembali sosok tersebut sudah tak ada lagi.
“Sepertinya itu Laura..” Gumam William.
Bersambung...
Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :)
Selamat ya William dan Lilis :D semoga bahagia ya Aaammmiiiinn.
Waduh tu Laura pakai hadir segala ke acara pesta nikahnya William dan Lilis, syukur aja kagak buat ulah dia. Tapi Laura lagi nyusun rencana tu gaes buat celakan Lilis dan William. Saksikan kelanjutanya ya kak. Dimana Laura membuat hal gila lainnya yang berujung kepada ke kematiannya sendiri.
Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D
Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
__ADS_1
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.