
Di saat Laura dan Philip melangkah pergi, William sempat melihat sekilas. Namun hanya sekilas. Saat ia melihat kembali sosok tersebut sudah tak ada lagi.
“Sepertinya itu Laura..” Gumam William.
William menggelengkan kepalanya. Mungkin hanya salah lihat. Itulah pikir William. Lilis memperhatikan ke arah William.
“Ada apa sayang?”
“Tidak apa-apa sayang”
Pesta pun terus berlanjut dan waktu terus berlalu hingga pesta pun sudah usai. Kini Lilis dan William sedang bersiap menaiki sebuah helikopter untuk menuju bulan madunya. Rafa dan Fatar dititipkan ke Jack dan Tania. Untuk sementara Jack dan Katty serta para pengawal yang akan menjaga si kembar dan kedua orang tuanya Lilis.
Helikopter yang dinaiki oleh William dan Jack menuju sebuah tempat yang lumayan jauh. Mereka berniat berbulan madu ke Pantai Bali. Tempat dimana kedua orang tuanya William pertama kali berjumpa dan jatuh cinta. Kesana lah William membawa Lilis untuk bulan madunya.
Sampailah di sebuah hotel yang ternama di dekat pantai bali. William sudah memesan tempat sebelumnya. Setelah turun dari helikopter, William lalu membawa Lilis langsung masuk ke hotel. Mereka langsung memasuki kamar yang sudah dipesan oleh William sebelumnya. Dua koper milik Lilis dan William pun di bawa kedalam kamar.
Ruangan kamarnya sangat lah besar dimana banyak beberapa ruangan. Ruang tamu yang luas, kamar mandi yang luas juga, bahkan ada TV besar didalam kamar utamanya. Yang dimana kamar utamanya sangatlah luas dan besar juga ada sebuah balkon yang menghadap ke pantai. Indah dan cantik sekali. sangta mewah dan berkelas.
Lilis masuk kedalam kamarnya. Ia merebahkan dirinya di atas ranjang yang ukurannya king size. Dan William menatap sang istri. Saat ini Lilis mengenakan Dress selutut berwarna hitam. Ia kelihatan sangat cantik saat mengenakan dress hitam tersebut. Terlihat seksi juga. William tersenyum memadang sang istri. Ia pun merebahkan diri di samping istrinya.
William menatap Lilis. Begitu juga Lilis menatap ke arah William.
“Sayang...” Ucap William sambil tangannya mengelus pipi Lilis.
“Iya..” Lilis tersenyum manis.
“Terima kasih telah menjadi istriku.” William mendekatin Lilis dan sekarang berada di samping Lilis dengan posisi berbaring ke samping menghadap ke arah Lilis.
__ADS_1
“Sama-sama. Aku juga senang karena kau telah menjadi suamiku William sayang.” Lilis tersenyum. Jantungnya berpacu dengan cepat. Debaran-debaran yang dirasakan dihatinya. Dadanya naik turun rasanya. Kedua bola mata Lilis dan kedua bola mata William saling memandang dengan intensnya. Walau sebenarnya ini bukan malam pertama mereka, karena malam pertama mereka telah sudah terjadi bertahun-tahun lalu lamanya. Saat William menyamar jadi Fatar yang terkena pengaruh obat sehingga memperkosa Lilis yang dikiranya sebagai Rafa. Yang kini akhirnya mempunyai anak kembar karena kejadian tersebut.
Namun pada saat itu karena pengaruh obat dan karena suatu paksaan. Jadi di moment sekarang ini, yang dimana karena keinginan dan kesadaran diri mereka sendirilah, maka mereka menginginkan malam yang berbeda dari waktu lalu itu. Malam yang tanpa paksaan seperti dahulu. Namun begitu tak dapat di pungkiri keduanya sama-sama berdebar. William walau punya pergaulan bebas di luar negeri tapi ia tak pernah melampaui batas. Tak pernah tidur dengan wanita manapun. Bahkan saat pacaran dengan Katty dulu, ia tak pernah melakukan hubungan seperti suami istri. Palingan juga hanya sekedar kiss. Hanya kepada Lilislah hal itu pernah terjadi dahulu. Dan Lilis tentu saja hanya William yang pernah menjamahnya. Pria lain tak pernah menjamahnya. Bahkan selama berpacaran mereka juga hanya sekedar kiss dan pelukan mesra saja. Kini Lilis dan William sudah sah dan resmi menjadi suami istri. Jadi hal berhubungan layaknya di atas ranjang pun sudah tak ada lagi larangan.
“Kita mandi yuk sayang. Bukankah sudah lelah dan lengket.”
“Ayuk..” Keduanya tersenyum mesra.
William duduk diatas ranjang dan Lilis pun sama. Kemudian William meraih tangannya Lilis untuk di ajaknya ke arah kamar mandi. Kesanalah keduanya memasuki kamar mandi yang sangat luas. Didalam kamar mandi ada shower untuk mandi air pancuran, ada kloset duduknya, ada beberpa handuk dan sabun juga sampo serta ada bathtubnya yang sangat besar ukurannya. Jika William dan Lilis masuk kedalam bathtub itu pun akan tetap luas rasanya.
William mulai membuka pakaian setelan jas hitamnya. Ia membuka jasnya kemudian kemeja putihnya. Terlihatlah dada bidang William dan tubuhnya yang atletis yang nampak membuatnya gagah. Ia terlihat seksi dengan tubuh atasnya yang terlihat polos. Kemudian William memeluk Lilis dan mencium bibirnya dengan mesranya. Tubuh keduanya saling melekat menjadi satu. Dan saat William mencium Lilis dengan mesranya sambil tangannya menelusuri reseleting dress hitam Lilis. Ia membuka reseliting belakang dressnya. Perlahan-lahan di bukanya. Hingga dressnya lolos dan merosot kebawah. Terlihatlah Lilis hanya memakai Lingerie seksi yang transparan. Lidah keduanya saling bertautan dan membelit. William pun mengulum dan mengusai bibir serta lidah Lilis.
Lilis hampir kehabisan nafas. William melepaskan ciumannya. Agar bisa menghirup oksigen yang masuk. Kemudian dikecupnya puncak kening Lilis. Lilis memejamkan matanya. Kecupan William turun kemata Lilis, kedua matanya dikecup oleh William. Kemudian kedua pipi Lilis dikecupnya. Lalu hidungnya dan turun hingga dagu dan semakin turun hingga ke leher.
Leher Lilis dikecup William dikanan dan kirinya, hingga Lilis mengelurkan suara kenikmatannya. William menghidupkan air shower. Keduanya mandi diguyur air shower. Lingerie Lilis dilepaskan William dengan perlahan, sehingga meninggalkan hanya Bra dan underwearnya. William pun melepaskan celana panjang hitamnya yang masih melekat di dirinya. Ia melepaskan semuanya bahkan underwear miliknya pun sudah dilepaskan. Sehingga kini tubuhnya William polos tanpa sehelai benang pun. Pengait bra dan underwear Lilis pun akhirnya William buka satu persatu hingga Lilis pun polos tanpa ada sehelai benang pun juga. Terlihat lah kaki jenjang Lilis yang mulus serta kulit Lilis yang putih bersih. William memandang dengan berbinar-binar dan melihat seluruh bentuk tubuh Lilis yang polos tanpa apa pun yang menutupinya. Lilis terlihat malu-malu. Wajahnya Lilis merona merah, membuat William gemas melihatnya.
“Will..” Lilis menyebutkan nama William.
“Ya sayangku Lilis..” Jawab William dengan suaranya yang mulai serak. Ia sudah cukup lama menahan diri. Kini saatnya ia dan Lilis melakukan penyatuan.
William membelai Lilis dengan lembutnya. Lilis pun merasakan belaian dan kehangatan dari William.
Kemudian diangkatnya tubuh Lilis dan dikecupinya bibir manis Lilis kembali, Lilis pun membalas kecupan William dengan sama lembut dan mesranya. Sambil melakukan penyatuan antara dirinya dan Lilis. Keduanya sudah terbakar gairah. William pun sudah menyatu dan masuk ke inti milik Lilis. Lilis mengeluarkan suara kenikmatan setiap kali William menggoyangkan tubuh keduanya. Jantung keduanya berpacu cepat sama cepatnya dengan gerakan yang dibuat oleh William. Tak puas aksi dikamar mandi, William pun membawa Lilis kembali ke atas ranjang mereka. Di atas ranjang keduanya beraksi sangat panas. Hingga pelepasan pun terjadi. Setelah aksi panas keduanya pun terlihat lelah dan tertidur dengan saling berpelukan.
Bersambung...
Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :) Love you all :)
__ADS_1
Udah deh malam bulan madunya yak... gak pandai buatnya yang gimana-gimana gitu Hehe... :D
Gak traveling kemana-mana kan kak pikirannya :D
Moga selalu harmonis ya rumah tangganya dan bahagia selalu. Aaammmiiinn :D
Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D
Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
Yuk kak buat karya ini makin bersinar, ajak gitu semuanya buat like semua babnya, komen, vote serta favoritekan yak. Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya. karya ini sedang mengikutin lomba, semoga masuk 10 besar yak. Karena itu butuh dukungan dari kakak readers semuanya. Yuk kak buat karya ini masuk 10 besar gitu hehehe. Love you all my readers. Thanks :)
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1