Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 38.


__ADS_3

“Kenapa Lis... Jawablah aku.”


Lilis bukannya menjawab, ia hanya menangis. Namun tangisannya seperti pisau yang mengiris hati William.


“Apa kau sudah terlalu membenciku Lis. Tak adakah lagi cinta dihatimu untukku Lis.” Lirih kata William. Wajahnya sendu sekarang.


“Baiklah. Jika kau tak mau menjawabnya. Aku sudah mengatakan yang perlu ku katakan. Kau tak perlu keluar dan tak perlu berhenti dari perusahaan. Tetaplah bekerja demi biaya sekolah Rafa dan Fatar. Ada tanggung jawabmu dikantor dalam kerja sama dengan proyek Ivanka. Jadi tetaplah bekerja. Kau tak perlu cemas di kantor dan di perusahaan, kau tak akan melihatku. Aku akan selalu tetap mencintaimu Lis. Maafkan semua kesalahanku.” Usai berkata hal tersebut dengan panjang lebar, akhirnya William berdiri dan pamitan. Ia pun pergi meninggalkan Lilis sendirian didalam ruangan VIP tersebut.


William kembali menemui Jack. Jack yang bersama Tania menanyakan hasilnya bagaimana. Namun William hanya tersenyum tipis dan menepuk bahu Jack kemudian mengajak Jack pergi bersama dengannya. William dan Jack pun pergi. Tania kembali menemui Lilis. Didalam ruangan VIP, Tania melihat Lilis sedang menangis. Tania pun mendekatin Lilis.


“Kenapa Lis...??” Tania jadi gelisah karena melihat Lilis menangis dan William tadi hanya tersenyum tipis namun wajahnya sedih. Kini ia melihat Lilis menangis. Ada apa ini? Begitulah pikir Tania.


“Aku mau pulang saja Tan... Aku duluan ya.” Lilis pun pamit pulang. Sedangkan Tania ditinggalkan sendirian di ruangan tersebut. Tania jadi bingung apa yang terjadi. Akhirnya Tania mengchat Jack.


“Jack.. Apa yang terjadi antara Lilis dan William? Apa kah tak berhasil? Sebenarnya ada apa?” itulah pesan chat Tania ke Jack.


“Aku pun tak tahu. William hanya diam saja dari tadi. Jika kau tahu sesuatu katakan padaku ya” Balas Jack di pesan chat.


“Lilis juga tak mengatakan apapun. Okelah. Nanti kita saling kasi kabar ya”


“Oke”


Begitulah pesan chat antara Tania dan Jack. Mereka sekarang jadi lebih sering berkomunikasi.


***


Didalam mobil. William dan Jack tak banyak bicara. Jack terus memandang ke arah William. William tetap diam dan hanya fokus ke jalanan. William sedang menyetir mobilnya.


“Will... Bagaimana tadi? Apakah lancar?” Jack akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


“Lumayan lancar. Namun...”


“Namun apa?”


“Jack. Aku akan kembali ke Inggris saja.”


“Apa!!! Kembali ke Inggris. kenapa begitu. Ayolah Will... Jangan seperti itu. Kau kan sudah bilang akan menetap sekarang di Indonesia. Melanjutkan bisnis peninggalan almarhum Nyonya Hana. Apa tadi tidak lancar ya..?” Jack tak setuju kalau William kembali ke Inggris.


“Baiklah. Aku hanya harus menyelesaikan pekerjaan terakhirku dari Bosku yang di inggris. Setelah itu aku baru bisa pensiun.”


“Tapi tak perlu kembali ke Inggris kan. Nanti kalau kembali kau tak akan pulang lagi ke Indonesia.”


“Tenang Jack. Aku pasti pulang ke Indonesia. Aku hanya perlu memberikan waktu ke Lilis. Mungkin ia masih bingung dengan semua hal yang terjadi. Tolong bantu aku jaga Lilis, anak-anakku dan perusahaan juga. Aku akan mengawasi Lilis dan anak-anakku.”


“Baiklah. Asal kau janji akan kembali ke Indonesia.”


“Pasti. Oh iya. Aku akan ke sekolah Rafa dan fatar. Kita sekarang akan kesana.”

__ADS_1


William melajukan mobilnya menuju sekolah Rafa dan fatar. Ia sudah rindu pada anak-anaknya. Rasanya sudah lama tak berjumpa.


Sesampainya di sekolah Rafa dan Fatar. Anak-anaknya masih sedang belajar. William turun dari mobilnya. Ia meminta Jack untuk menunggu di mobil saja. William berjalan memasuki wilayah sekolah. Ia bisa melihat Rafa dan fatar belajar dengan sangat rajin. Bahkan mendapatkan pujian dari gurunya karena Rafa dan Fatar sangat cerdas.


William mengetuk pintu ruangan kelas anaknya. Ia permisi ke gurunya untk menemui Rafa dan Fatar. Rafa dan Fatar yang mengetahui William yang datang sungguh sangat gembira. Setelah mendapatkan ijin, William membawa anak-anaknya keluar. Ia menggandeng kedua anaknya menuju arah mobilnya.


“Papa.. Rafa kangen sekali.” Rafa tersenyum menatap Papanya.


“Fatar juga Pa... amat sangat kangen” Fatar juga kangen dengan Papanya.


“Papa juga sangat kangen sama kalian berdua.” William memeluk anak-anaknya. Ia merasakan kesedihan kembali. ia berpikir apa nanti masih bisa bertemu anak-anaknya.


Rafa menoleh ke Papa dan dan merasakan kalau William sedang sedih.


“Papa sedih kah??” Ucap Rafa.


“Kenapa Pa? Apa Papa bertengkar dengan Mama?” Tanya Fatar pula.


William memandangi kedua anaknya. Ia mencium pipi keduannya bergantian. Kemudian kembali memeluknya. Setelah cukup lama, ia lepaskan pelukannya.


“Papa dan Mama gak apa-apa nak. Kalian jaga Mama dengan baik ya. harus nurut dan patuh ke Mama. jangan membuat Mama sedih ya.”


“Kok Papa bilang kayak gitu?” Rafa mengkerutkan wajahnya.


“Iya nih. Papa kenapa seh. Kayak orang mau pergi jauh aja.” Fatar merasakan Papanya agak lain.


“Papa kok pergi jauh? Kenapa?” Rafa tak mau Papanya pergi.


“Apa Mama sangat Marah ya Pa..” Fatar merasakan kalau Papa dan Mamanya memang sedang bertengkar.


“Papa ada kerjaan disana. Nanti kembali. Mama dan Papa baik-baik aja nak. Ingat pesan Papa tadi ya sayang”


“Iya Pa...” Ucap Rafa dan Fatar bersamaan. Rafa dan Fatar merasa sedih. Pasalnya Papanya akan pergi jauh.


“Papa jangan pergi ya...” Rafa sudah menangis.


“Iya Pa... kami Cuma mau Papa disini” Fatar juga mulai menitikkan air matanya.


“Papa gak akan kemana-mana. Nanti papa kembali”


“Kapan Pa? Kapan kembalinya?”


“Belum tahu nak”


“Kami gak mau nanti ada Papa lain...”


“Papa akan selalu jadi Papa kalian. Kalian tahu kalau kalian adalah anak-anak kesayangan Papa.”

__ADS_1


“Kami juga tahu kok Pa. Kami juga tahu kalau Papa adalah Papa kandung kami.”


“Dari mana kalian tahu nak?”


Rafa dan fatar pun bercerita bagaimana mereka berusaha mencari Papa kandungnya. Mereka pun cerita kalau mereka tahu Papa kandungnya adalah William Smith.


“Jadi selama ini kalian sudah tahu nak.”


“Iya Pa..” Jawab Rafa dan Fatar bersamaan.


“Tapi kenapa Mama tak mengenali Papa dari awal?” Rafa bingung akan hal tersebut.


“Iya Pa.. Kenapa? Emangnya dimasa lalu apa yang terjadi antara Papa dan Mama?” Fatar juga penasaran.


“Masa lalu tak perlu di ungkit ya sayang. Jangan dibahas lagi. Mama hanya tak ingat dengan Papa. Tapi sekarang Mama sudah ingat dengan Papa. Dan yang perlu kalian ingat adalah Papa adalah Papa kandung kalian. Ok”


“Oke Pa. Tapi kalau Mama sudah ingat Papa dan sudah mengenali Papa kenapa Papa tidak tinggal saja bersama kami.” Rafa masih tak mengerti kenapa Papanya harus pergi.


“Iya Pa. Kenapa Papa harus pergi dan tak tinggal bersama kami. Tinggallah bersama kami Pa.” Pinta Fatar ke Papanya.


William menghela Nafasnya. Ia nampak bingung juga.


“Bukan Papa tak mau. Tapi belum bisa. Papa pergi hanya karena sebuah kerjaan. Nanti Papa akan kembali. Papa janji. Kalian harus ingat pesan Papa tadi. Oke.”


“Oke Pa... Papa janji ya” Rafa dan fatar mengucapkan bersamaan.


“Iya” William kembali memeluk anak-anaknya. Ada rasa enggan melepaskan pelukannya.


Jack melihat pemandangan haru tersebut dari dalam mobil. Ia bisa merasakan kalau William berat melepaskan pelukannya ke anak-anaknya William. Tak terasa air mata Jack ikut menetes. Jack cukup kaget. Ia bisa menangis. Padahal sudah lama rasanya ia tak bisa menangis. Nampaknya Jack bisa merasakan apa yang dirasakan oleh William.


Setelah William pamitan dengan anak-anaknya. Ia menyuruh anak-anaknya kembali kekelas dan belajar dengan baik. William kembali ke dalam mobilnya. Rafa dan Fatar menatap mobil William semakin jauh dan hilang dari pandangan mereka. Rafa dan Fatar kembali ke ruang kelasnya.


“Fatar... kau mau menjalankan misi bersama ku?” Rafa menatap sang adik.


“Misi apa Kak?” Tanya Fatar dengan alis naik sebelah. Saat Fatar melakukan hal tersebut. Ia nampak mirip sekali dengan William.


“Misi membuat Papa dan Mama bersatu kembali.” Wajah kecil Rafa menampilkan sebuah senyuman dan fatar pun ikut tersenyum dan mengganggukan kepalanya.


Bersambung...


Jangan Lupa Klik Vote dan Favorite ya kakak-kakak Readers semuanya. :)


 


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


 

__ADS_1


 


__ADS_2