
Esoknya paginya. Saat Lilis terbangun, dirinya dan William tidur dengan ditutupin selimut tebalnya. Disampingnya ada William yang tertidur dengan pulasnya. William memeluk pinggang Lilis saat ia tertidur. Lilis melepaskan pelukan dari tangan William dengan perlahan-lahan. Ia tak mau membangunkan William.
Lilis pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia pun mulai menggosok giginya lalu mandi berendam dengan bathtub yang sudah dikasi air sabun. Begitu banyak buih-buih sabunnya.
William tak lama kemudian juga terbangun. Saat bangun ia melihat disamping sudah tak ada Lilis. Willam pun mencari keberadaan Lilis. William mendengar suara dari kamar mandi. Seperti sebuah senandung yang merdu. William pun bangkit dari tempat tidurnya. Ia pun menuju arah kamar mandi.
Saat masuk kamar mandi, William melihat Lilis sedang berendam di bathtub. William pun masuk perlahan kedalam bathtub. Dan melingkarkan tangannya memeluk Lilis.
Lilis tersentak kaget. Ia pun menoleh.
“Ah... Kau sayang. Sudah bangun?”
“Iya sayang. Kenapa gak bangunin aku terus kita mandi bareng lagi.” William membenamkan kepalanya dileher mulus milik Lilis.
“Oh... bukankah semalaman kita kelelahan. Jadi ku pikir kau perlu tidur yang cukup sayang.”
“Bagaimana kalau kita lakukan lagi aktivitas seperti tadi malam.” William tersenyum nakal melirik ke Lilis. Dan Lilis bersemu merah wajahnya saat mengingat kejadian malam tadi.
“Gosok gigi gih sana.” Lilis terkekeh.
“Oke-oke.”
William bangkit dari bathtub. Ia menuju showernya. Lalu mulai menggosok gigi dan mandi di pancuran showernya. Kemudian William kembali masuk ke bathtub.
Ia memeluk Lilis kembali dan mencium pipinya.
“Love you honey.” Ucap William sambil melihat Lilis lekat-lekat.
“Love you too” Lilis tersenyum.
William pun memegang dagu Lilis kemudian mencium bibir Lilis dengan lembut dan mesranya. Kali ini bukan mandi bathtub biasa tapi juga ada aktivitas lain di bathtub mereka. Yaitu aktivitas William melakukan penyatuan kembali dengan Lilis. Lilis mengeluarkan suara kenikmatannya disertai juga dengan menyebutkan nama William setiap suara kenikmatan itu lolos dari mulutnya. Air di bathtub pun berguncang dengan kuat menghasilkan suara gemercik air dan seperti ada ombak air padahal itu akibat William yang melakukan aktivitas panas bersama Llilis di bathtubnya. Hingga tak lama kemudian pelepasan pun terjadi dan Lilis terkulai lemas dibuat oleh William. Sambil tubuh Lilis dipeluk erat oleh William.
“Thanks honey.” Ucap William sambil mengecup puncak kepala Lilis.
Lilis hanya menganggukan kepalanya. Keduanya tersenyum lembut dan penuh cinta.
Wiliam bersender di bathtub. Dan Lilis juga menyenderkan tubuhnya di tubuhnya William. Keduanya kali ini mandi bathtub bersama.
Usai mandi bersama di bathtub, keduanya lalu mandi shower bersama . selesai mandi, keduanya berpakaian.
Lilis mengenakan dress berwarna peach. Sedangkan William mengenakan celana jeans dan kemeja coklatnya.
Kini keduanya telah siap.
“Kita sarapan sayang?” William menoleh ke Lilis.
“Ini bukan sarapan lagi sayang. Udah hampir jam makan siang.” Lilis terkekeh.
William menyadari hari mulai siang. Ternyata mandi bersama di pagi hari malah membuat keduanya melewatkan sarapannya.
“Oke. Kita jalan-jalan sekalian makan siang diluar. Oke.”
“Oke.”
William dan Lilis pun keluar bersama.
Siang itu mereka berjalan-jalan disekitar pantai sambil menimatin pemandangan pantai yang indah. William bercerita tentang kisah kedua orang tuanya kepada Lilis. Dan Lilis mendengarkan dengan sangat antusias. Kemudian William menceritakan masa kecil nya yang lahir dan hidup di inggris sampai akhirnya Papanya meninggal sehingga ia dan Mamanya kembali ke Indonesia lalu bertemu Jack dan semua kisah dari ia kecil sampai besar dan dewasa di ceritakan oleh William semuanya ke Lilis.
Lilis pun berbagi masa kecilnya. Dari ia kecil hingga beranjak dewasa semua pun ia ceritakan. Mereka berbagi kisah hidupnya masing-masing.
“Emm... Sebenarnya, aku sudah tahu semua kehidupanmu sayang dari kecil hingga sampai kau lulus kuliah. Semuanya.” Willam menatap sang istri.
“Kok sudah tahu. Darimana?” Lilis mengkerutkan keningnya.
__ADS_1
“Dari Mama.”
“Mamaku.”
“Iya. Sewaktu di rumah sakit Mama cerita semuanya.” William tersenyum.
Lilis pun akhirnya tersenyum.
“Sekarang kita makan yuk. Sudah dua jam kita jalan-jalan sambil bercerita saat menyusuri pantai ini” Ajak Lilis.
“Oke. Sudah jam 1 siang. Kita makan siang di dekat cafe sini aja ya”
Lilis pun menganggukan kepalanya.
Keduanya pun berjalan menuju sebuah cafe atau restoran yang terdekat. Disanalah William dan Lilis makan siang bersama.
Usai makan siang bersama, William kembali mengajak Lilis berjalan-jalan lagi. Kali ini menggunakan sebuah mobil yang sudah disediakan oleh para anak buah William. Iya benar. Sampai di bali pun William masih melakukan penjagaan ketat dengan menempatkan beberapa pengawal di dekat Lilis dan dirinya. Namun diberi ruangan dan jarak sehingga Lilis tak sadar kalau ada banyak pengawal di dekat mereka.
Dengan mobil tersebut. William dan Lilis jalan-jalan menyusuri sekitar tempat yang asyik dan menyenangkan. Dan tak lupa Lilis mengambil beberapa foto di ponselnya untuk mengabadikan momentnya saat ini bersama William.
Puas bejalan-jalan dengan menaiki mobil. William mengajak Lilis melihat matahari terbenam bersama-sama. Sungguh indah sekali. Lilis sangat bahagia hari ini. Dan kebahagian itu karena ada William disampingnya dan bersamaanya saat ini menghabiskan waktu di pantai bali.
Malam pun tiba. Lilis dan William bermaksud kembali ke hotel. Namun Lilis mengajak William melihat tarian tradisional dari bali. Sungguh para penari menari dengan sangat indah dan menarik sekali untuk di tonton. Lalu ada pertunjukan tari kecak. Lilis mengajak William untuk melihat pertunjukan tarian tersebut. Saat semakin larut barulah mereka kembali ke kamar hotelnya.
Didalam kamarnya, William memadang ke istrinya.
“Lis... kita pesan makanan di hotel saja ya. Minta di antarkan ke kamar. Hari ini sungguh lelah, kita jalan-jalan seharian.”
“Oke. Pesankan ya sayang. Aku mau mandi dahulu soalnya udah gerah.” Lilis pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
William menelepon pihak hotel dengan telepon hotel yang ada diruangan kamar mereka. Ia memesan dua menu steak dan wine anggur sebagai temannya. Tak lupa buah-buahan serta beberapa cake untuk pencuci mulut.
Usai memesan, William bermaksud untuk mandi bareng lagi. Ia tersenyum nakal saat ingin masuk dan ikut mandi bareng lagi bersama sang istri. Tapi sayang. Saat William mulai membuka pintu kamar mandi, Lilis ternyata sudah selesai dengan haduk yang melilit ditubuhnya. Lilis sudah selesai mandi.
“Ada apa?” Tanya Lilis.
Lilis terkekeh. Ia paham dengan apa yang dipikirkan oleh William.
“Sudah sana mandi juga. Jangan aneh-aneh.” Lilis tersenyum dan menuju lemari pakaian dimana isi koper mereka sudah ditata didalam lemari pakaian di kamar hotel tersebut.
William pun menurut, ia lalu masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Lilis yang sudah berpakaian. Mendengar pintu kamarnya diketuk. Lilis membuka kan pintu. Ternyata pesanan makan malam mereka diantarkan kedalam kamarnya. Setelah pelayan hotel menata semua pesanan William di atas meja yang ada diruangan tamu, mereka pun pamit undur diri. Lilis mengucapkan terima kasih.
William yang sudah selesai mandi segera memakai pakaianya. William memakai kaos putih polos dengan celana panjangnya berwarna hitam. Sedangkan Lilis memakai dress berwarna kuning muda.
William mendekatin Lilis. Ia memeluk Lilis dari belakang. Melingkarkan tangannya dipinggang ramping Lilis. Lilis tersenyum dan membalikkan badannya menghadap William.
“Sudah selesai mandi dan berpakaian sayang?”
“Iya. Ayo kita makan. Aku sudah lapar” Ucap William sambil mencium bibir Lilis sekilas. Lilis pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Lilis menata kembali makanan tersebut di bawah lantai yang beralaskan karpet yang tebal dan mahal milik hotel. Dan tak lupa ia menata dengan cantik dengan sebuah lilin juga yang menghiasi di antara makanannya.
William dan Lilis makan dengan tenang. Sesekali berbincang yang ringan-ringan saja. Makan malam pun selesai. Dan Lilis mencicipi beberapa buah dan cake yang ada. Lalu William dan Lilis minum wine anggur bersama-sama. Makan malam yang cukup romantis.
“Aku jadi teringat saat kau melamarku di sebuah pesisir pantai. Kita dinner ala outdoor. Suasana saat itu sangat romantis dan membahagiakan” Lilis tersenyum sambil menyesap aroma winenya lalu meminumnya.
“Iya. Dan di hari itu aku bahagia karena kau menerima lamaranku sayang.”
“Iya. Aku pun bahagia. Will... Anak-anak gimana kabarnya ya?”
“Sayang... kita belum lama disini. Dan kau sudah kangen dengan anak-anak?”
__ADS_1
“Apa kau tak kangen dengan anak-anak kita?”
“Tentu saja kangen sayang. Tapi tenanglah mereka anak yang pintar dan penurut pasti baik-baik saja. Apalagi ada Katty, Jack dan Tania yang menjaga dan mengawasi si kembar. Dan untuk Mama dan Papa juga sudah dijaga ketat oleh para pengawal ku.”
“Iya. Aku hanya merasa kita berduaan saja disini sedangkan anak-anak di rumah”
“Kita kan lagi bulan madu sayang. Tak apa lah. Anak-anak pasti mengerti. Lain kali kita pergi lagi bersama anak-anak oke. Kalau sekarang anak-anak pun harus fokus belajar dan sekolah ya kan?”
“Ah... Iya. Kau benar.” Lilis tersenyum dan William pun tersenyum.
Cheers.. Lilis dan William mengatakan cheers dan kemudian minum wine bersama. Wine anggur pun hampir habis satu botol. Wajah Lilis sudah memerah karena sudah mulai mabuk alkohol.
William mengajak Lilis menuju balkon mereka. Dimana dari balkon mereka bisa melihat pemadangan pantai. Serta merasakan anginnya. William menatap ke langit. Malam itu bulan bersinar terang dan ada banyak bintang yang menghiasi langit. Sungguh pemandangan yang indah. Lilis pun menatap langit yang malam ini indah.
William memeluk Lilis dari belakangnya. Mereka menkmatin udara malam yang berhembus angin sepoi-sepoi. William mencium leher Lilis dan meninggalkan tanda kepemilikannya disana.
“I love you” Willam seperti mabuk cinta. Ia pun candu dengan aroma parfum dan tubuhnya Lilis.
“Love you too” Lilis juga mencium aroma parfum dari tubuh William. Aroma yang begitu maskulin. Ia sudah ingat aroma parfum William ini. Aroma ini sama dengan Fatar yang dahulu pernah menodainya. Saat dimana William menjadi Fatar. Dulu aroma ini menakutkan tapi sekarang aroma ini begitu menenangkan dan membuatnya nyaman juga candu terhadap William.
Dibawah cahaya bulan disertai kerlap kerlip bintang, William kembali mencium bibir manis Lilis. Keduanya tersenyum sambil berkata :
“Manis...” Ucap William dan Lilis bersamaan.
William kembali menarik tangannya Lilis dan membawanya masuk untuk mulai melakukan aktivitas panas kembali.
Gairah keduanya naik dan William sudah merebahkan Lilis di atas tempat tidur. Ia mulai membuka pakaiannya dan juga membuka pakaian Lilis. William kembali mencium Lilis dan memberikan belaian lembut dan mesranya.
Tapi tiba-tiba sebuah nada dering di ponselnya berbunyi. Kegiatan Lilis dan William terhenti.
Dengan perasaan malas dan jengkel, William meraih Handphonenya. Ia melihat ke arah Hapenya.
“Siapa sih?” Ucap William jengkel.Namun saat ia melihat layar hapenya, keningnya pun berkerut.
Bersambung...
Halo-halo... Semoga tetap stay dan setia di karya ini ya kak. Dari awal sampai akhir nanti. Makasih yang selalu setia di karya ini. Thank you all :)
Aduh lagi asik-asik eh ada yang ganggu aja. Gak tahu apa sepasang suami istri ini masih manten baru. Hehe :D William dan Lilis masih baru mulai merasakan manisnya berumah tangga eh sudah terganggu oleh sebuah telepon. Siapa ya yang nelpon malam-malam gini???
Yuk kak... Gerakan jempolnya yak :D
Di Like yang banyak ya kakak readers semuanya... kasi Vote juga banyak-banyak ya :D
No Plagiat ya. Hargai usaha dan kerja keras seseorang dalam berkarya. Jadi katakan tidak pada meniru karya seseorang dan tidak menjiplaknya. No Plagiat. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)
Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya kak di karya novel ini... :D
Ikutin terus kelanjutannya ya kak :D
Jangan lupa dukungannya ya kak agar semangat UP.
Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga :D
Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.
Yuk kak buat karya ini main bersinar, ajak gitu semuanya buat like semua babnya, komen, vote serta favoritekan yak. Jangan lupa kasi bintang 5 nya ya. karya ini sedang mengikutin lomba, semoga masuk 10 besar yak. Karena itu butuh dukungan dari kakak readers semuanya. Yuk kak buat karya ini masuk 10 besar gitu hehehe.
Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.
__ADS_1