
Tiba-tiba lampu padam. Mati listrik.
“Hah... mati Listrik. Gimana ini?” Ucap Lilis.
Dan tiba-tiba. Bruk.....
Lilis menabrak Yudha (William) yang ada dihadapannya.
Kini keduanya jatuh kelantai. Awalnya Lilis bermaksud berdiri dan berjalan mencari lampu atau lilin. Tapi ternyata William juga ikut berdiri dan melangkah. Hingga akhirnya mereka tabrakan dan kini jatuh berdua dilantai.
“Maaf” Ucap Lilis.
“Tak apa” kata William.
Dan kemudian lampu hidup kembali.
Kini posisi Lilis jatuh diatas tubuhnya William. Disaat lampunya hidup kembali, Lilis yang ada diatas William menjadi bingung. William memandangi Lilis yang ada di atasnya. Wajah dan mata mereka saling beradu. Keduanya saling bertatapan. William mendekatkan wajahnya ke wajah Lilis. Ia melihat bibir manis milik Lilis. Kemudian bibir mereka saling bertautan. Keduanya saling berciuman dengan mesranya. Semakin dalam dan dalam lidah William masuk menjelajahi isi bibir dan mulutnya Lilis. Lidah keduanya saling bertautan. mengulum dan ********** dengan mesranya. Lilis terhanyut dalam pesona William dan perlakuan hangat dan ciuman mesranya.
“Mama...” Suara kecil Rafa tiba-tiba terdengar.
Lilis segera sadar dan melepas ciuman mereka. Dan segera bangkit. William pun bangkit. Lilis menjadi salah tingkah. Ia pun jadi bingung.
“Aduh... Kenapa aku tadi melakukan hal itu?” gumam Lilis pada dirinya sendiri.
“Kenapa Lis...” William menatap Lilis.
“Enggak apa-apa. Rafa sepertinya memanggil ku. Aku mau lihat Rafa ke kamar sebentar.”
Lilis buru-buru kabur. Dan masuk ke kamar untuk melihat Rafa. Ternyata Rafa tadi mengigau. Dilihatnya Rafa masih tertidur dengan pulas. Lilis merasakan degupan jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Ia menaruh tangan kanannya di dadanya bisa dirasakannya kalau jantungnya masih berdegup kencang. Juga ada desiran aneh dihatinya.
“Apa yang terjadi dengan ku? Kenapa diriku?” lirih kata Lilis pada dirinya sendiri.
Sepuluh menit berlalu. Namun Lilis tak kunjung keluar dari kamar. William pun memanggil.
“Lis... Lilis...” panggil William.
“Iya...” Kata Lilis. Ia pun keluar dan kembali ke ruang tamu dimana William masih di ruangan itu.
“Aku pulang ya. Esok ku kabarin lagi. Oh iya. Kalau ada apa-apa hubungi saja aku. Atau cari aku disebelah ya...” Ucap William. William melihat kalau Lilis nampak malu-malu.
“I-iya.” Wajah Lilis masih bersemu merah.
“Aku pamit pulang ya...” Ucap William kembali.
“Iya.”
__ADS_1
“Aku pulang ya...” Goda William kembali.
“Iya... Kenapa kau masih disini??”
“Hahahaha....” William tertawa gelak.
“Kenapa?” Lilis heran.
“Tidak apa-apa. Baiklah. Aku pamit pulang.” William pun pulang dan tak menggoda Lilis lagi.
Lilis hanya mengangguk. Dan kini William benar-benar pulang. Setelah. William pulang, Lilis mengunci pintu rumahnya dan segera kekamar mandi mebersihkan diri lalu berganti pakaian tidur.
Lilis berbaring disebelah anak-anaknya. Ia masih belum bisa memejamkan matanya. Ada apa dengan dirinya. Lilis bingung dengan hati dan perasaannya.
Malam semakin larut dan lambat laun Lilis pun tertidur.
***
Kini William berada di ranjangnya. Ranjang yang berbeda dari biasanya. Biasanya ia tinggal dirumah mewah dan kasur yang empuk. Kali ini dirumah sederhana dan ranjang ala kadarnya.
Hal itu tak pernah ia risaukan. Karena terkadang pun saat ia menjalankan misi, maka ia bisa saja tidur dihutan belantara.
Sebuah pesan masuk. William membacanya. Kemudian menghidupkan laptopnya. Ada notif masuk ke emailnya. Dari V.
William membuka notif tersebut. Membaca isi file yang dikirimkan ke emailnya.
“Halo apa kabar Fatar?” Ucap pria tua diseberang sana. Saat kode fatar disebutkan maka ada tugas khusus yang diberikan kepada William.
“Aku baik saja Bos V”
“Bagaimana? Sudah lihat emailmu?”
“Sudah... Tapi Bos. Aku ingin berhenti.”
“Kau sudah liburan cukup lama. Apa karena libur mu jadi kau jadi malas dan ingin berhenti?”
“Bukan Bos. Hanya saja aku ingin fokus dengan kehidupanku sekarang.”
“Ingat. Tugas mu untuk negara mu”
“Aku ingin pensiun Bos.”
“Kau tak bisa pensiun begitu saja. Kau adalah yang terbaik di tim kita.”
“Tapi Bos...”
__ADS_1
“Fatar... sebelumnya kau tak pernah begini. Kenapa tiba-tiba mengajukan pensiun. Terlalu dini untuk pensiun. Umurmu baru 28 tahun. Masih banyak hal yang bisa kau lakukan untuk negara kita”
“Maaf Bos. Aku jatuh cinta. Dan aku tak mau orang yang kucintai bakal dalam bahaya dengan pekerjaan rahasiaku.”
“Baiklah. Tapi lakukan tugas terakhir ini. Maka setelah itu kau boleh pensiun.”
“Tugas Max...”
“Iya. Max saat ini berada di Indonesia. Segera kau lacak dan tangkap dia hidup-hidup. Chip yang ada padanya sangat penting. Bawa ke agensi. Dia sekarang sedang menyamar menjadi orang biasa.”
“Bagaimana aku bisa mengenali Max. Wajah dan profilenya sekarang aku tak tahu. Bukan kah ia operasi wajah dan menggunakan identitas lain”
“Itu sudah tugas mu untuk mencarinya. Setelah ini maka kau bebas. Ini yang terakhir. Aku janji.”
“Baiklah Bos”
William mengakhiri teleponannya. Lalu membuka laptopnya dan segera mengotak-atik untuk menghapus riwayat panggilannya. Kemudian berkas file yang diterimanya segera di hapusnya. Laptopnya sudah dipasangi pengaman jadi jika ada yang menyadapnya maka ia akan segera tahu.
William menghela nafas berat.
William ingin menolak pekerjaan itu karena ia bermaksud untuk pensiun saja. Tapi Bos V meminta nya mengerjakan tugas khusus ini. Mungkin dia dipilih karena Max tak pernah melihat wajah William oleh sebab itu ia yang dipilih Bos V.
Saat kode Fatar sudah disebutkan maka tugas rahasia harus dilaksanakannya. Selain seorang Presdir dari perusahaan I.S, William punya pekerjaan rahasia. Yaitu seorang agent rahasia.
Dari kecil ia sudah punya kepintaran yang sangat luar biasa. Almarhum ayahnya Jhon Smith seorang angkatan laut di inggris. Saat berlibur ke indonesia, Ayahnya bertemu Ibunya yaitu Hana Smith. Saat itu ayahnya liburan di Bali. Di pantai Bali ayahnya melihat ada seorang wanita tenggelam. Wanita itu adalah ibunya William. Ia pun menolongnya. Jhon Smith menolong wanita yang hampir tenggelam, setelah selamat disitulah bermulai percintaan antara Jhon dan Hana. Mereka jatuh cinta saat pandangan pertama. Jhon pun mengajak Hana Pacaran. Selang beberapa hari, karena Jhon harus kembali ke Inggris maka Jhon mengajak Hana menikah.
Setelah menikah, Jhon membawa Hana ke Inggris. Tinggal lah mereka dinggris hingga akhirnya Hana hamil lalu melahirkan. Hana sering ditinggal tugas oleh suaminya. Jhon seorang Angkatan Laut tentu saja lebih mengutamakan negaranya. Hana yang sering ditinggal merasa kesepian. Hingga William tumbuh besar dan berumur 3 tahun, Ayahnya meninggal karena sebuah tugas. Kapal yang dinaiki oleh ayahnya mengalami kerusakan hingga akhirnya tenggelam dan ayahnya tewas. Ibunya sangat bersedih karena kematian ayahnya. Oleh sebab itu ibunya meminta William agar tidak mengikuti jejak ayahnya. Ibunya tak ingin kehilangan William seperti ayahnya yang meninggal dalam tugas. Setelah William berumur 4 tahun, ibunya memutuskan kembali ke Indonesia. Ibunya ingin meneruskan perusahaan dari orang tuanya.
Ibunya hidup sebatang kara karena keluarga dan orang tuanya telah meninggal. Hanya sebuah perusahaan kecil yang ditinggalkan. Kini ibunya hidup bersama William kecil dan menjalankan perusahaannya. Kemudian saat William sekolah TK, Ibunya membawa Jack. Jack diambil ibu dari jalanan. Ibunya kasian melihat Jack terlunta-lunta sehingga ia membawa Jack pulang dan menjadi Jack temannya William. Jack lebih tua dua tahun dari William. Saat kecil Jack selalu memanggil William dengan sebutan Will. Mereka pun jadi sering bermain dan jadi akrab. Lalu saat William SD disekolahkan di SD yang sama dengan Jack. Kepintarannya disadari oleh gurunya. Hingga ia direkomendasikan masuk sekolah anak-anak pintar.
Ibunya pun lalu memasukan nya ke sekolah khusus anak pintar. Dari SD, SMP hingga SMA William selalu mendapatkan nilai terbaik. IQ nya pun 250. Ia direkomendasikan kuliah di Harvard. Dan ibunya pun mengirim William sekolah Di Harvard. Sedangkan Jack kuliah di Indonesia saja. Jack sebenarnya dimasukan di kartu keluarga Hana Smith. Bahkan diberikan nama Jack Smith. Tapi Jack lebih suka dipanggil Jack. Selesai kuliah Jack membantu Hana Smith di perusahaannya dan mulai mengembangkannya. Berkat kegigihan Jack. Perusahaan Hana berkembang pesat. Dan berubah menjadi I.S yang sekarang dikenal banyak orang.
Di umur 20 tahun William segera menyelesaikan kuliahnya di Harvard. Ia mengambil kuliah jurusan bisnis di Harvard dan lulus dengan nilai terbaik. Karena kecerdasannya tersebut, salah satu agensi V merekrutnya. William pun menjadi salah satu agen rahasia di agensi V yang bekerja sama dengan negera Inggris. William merupakan salah satu agen terbaik. Dan Fatar adalah kode rahasianya saat bertugas. Hal ini dirahasiakannya dari Ibunya. Bahkan sampai ibunya meninggal pun ia tak pernah memberitahukannya. Jack yang membantu mengurus perusahaan setelah Hana Smith meningggal. Jack akan menjaga sampai William kembali. Jack memang orang kepercayaan dari Hana Smith dan William.
Kini ia pulang ke indonesia bermaksud mencari Lilis dan ingin meneruskan perusahaannya peninggalan dari almarhum ibunya. Tak disangka ia bisa bertemu Lilis tiba-tiba. Dihadapan Lilis ia menyamar menjadi Yudha Hadinata. Dia tak ingin Lilis mengetahui kalau nama aslinya William Smith. Suatu saat ia akan memberitahukannya. Baik dia sebagai fatar atau pun William Smith. Suatu saat akan diberitahukannya ke Lilis. Saat ini ia perlu menjadi Yudha didepan Lilis untuk mendekatinya.
Ia belum bisa memberitahukan kebenarannya ke Lilis. Dan ia pun harus menjalankan misi terakhirnya.
Bel pun berbunyi.....
Ting tong.... Bel pintu depan berbunyi. Ada yang datang. "Siapa yang datang??? pikir William"
Bersambung...
__ADS_1