Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 70.


__ADS_3

“Mama...” Panggil Rafa lalu berdiri di samping Mamanya.


“Hah!!! Mama?” Buju buset. Udah punya anak rupanya. Dari seragam anaknya kayaknya masih SD kelas 5 nih. Ucap Batin Kevin dalam hati. Ia kaget. Cewek yang mau di perli nya malah udah punya anak.


“Oh iya nak. Kenapa Rafa? Kok keluar dari mobil?” Lilis memandang putrinya.


“Bosen Ma... Si Fatar kok lama banget sih Ma.” Rafa lalu melirik ke Kevin.


“Eh ini siapa Ma?” Rafa bertanya sambil memandang Kevin.


“Gak tahu tuh” Lilis tersenyum sambil geleng kepala.


“Maaf kak eh tante. Aduh apa ya... hehehe... Maafkan saya. Kalau gitu permisi. Saya gak ganggu lagi.” Kevin membungkuk hormat dan bersikap serta berkata sopan. Ia merasa agak malu. Lalu Kevin berbalik dan kembali ke teman-temannya. Si Desi dan Mimi yang memperhatikan udah cekikikan.


“Mampus lu... Hahaha” Ledek Mimi pas Kevin udah balik dan gabung lagi bersamanya.


“Tu makanya. Jangan sembarangan.” Timpal Desi juga.


“Aduh. Apes dah. Ku pikir masih single. Lah udah punya anak. Padahal masih nampak muda dan cantik banget loh. Hehe” Kevin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Udah ah. Itu Bis kita datang. Nyok pulang.” Mimi mengajak Desi dan Kevin. Naiklah mereka di Bis yang baru tiba untuk menuju pulang ke rumah masing-masing.


Rafa kembali melirik Mamanya. Mamanya sibuk melihat Hapenya.


“Ma... tadi anak SMA itu godaiin Mama ya. Minta kenalan gitu”


“Hanya iseng saja Rafa. Tak perlu di anggap serius. Ok.”


“Tapi... Itu buktinya Mama masih cantik banget donk ya” Rafa tersenyum manis.


“Hem... Bisa aja ya anak Mama ini” Lilis mencubit pelan pipi Rafa.


Keduannya tertawa lepas.


Sedangkan diseberang jalan di tempat warung nenek Ayu. William dan Ayu merapikan gelas-gelas dan piring-piring yang kotor. Semua pelanggan sudah pulang dan dagangan sudah laris habis semua.


“Om elap meja yang kotor terus rapikan kursi-kursi ya Om. Ayu bereskan dan cuci piring-piring dan gelas-gelas kotor.”


“Ok”


Keduanya bekerja sama dengan sangat kompak. Setelah semua kerjaan selesai, Ayu dan William segera menutup warung. Karena Ayu hendak menguburkan jenazah neneknya. Pasti sebentar lagi ambulance pihak rumah sakit ngantar jenazah neneknya. Jadi mereka bersiap menutup warung.


Di tempat Lilis dan Rafa yang menunggu Fatar, sebuah Bis tiba dan kali ini baru Fatar yang turun dari Bis. Fatar segera menghampiri Mama dan Kakaknya.


“Ma...” Panggil Fatar.


“Itu Fatarnya. Akhirnya muncul juga. Kita bisa pulang Ma...” Ucap Rafa.


“Iya sayang”

__ADS_1


Fatar segera memeluk Mamanya.


“Kok pakai naik Bis segala sih Fatar. Kita jadi harus jemput dan nungguin disini.” Rafa agak kesal karena lama nunggu.


“Sorry kak. Tadi kan ada urusan sama teman. Tentang tugas kelompok.” Fatar melepaskan pelukannya dari Mamanya dan melihat ke arah Rafa.


“Langsung pulang kek pakai Bis ke rumah.”


“Yah. Kakak. Kan nanti jadi nanggung. Rumah kita sekarang kan bukan rute jalan Bis. Jadi makanya aku minta jemput disini.”


“Sudah-sudah. Karena Fatar sudah sampai, kita pulang bersama yuk..” Ucap Lilis ke anak-anaknya.


Rafa dan Fatar menganggukan kepalanya. Fatar masuk mobil terlebih dahulu. Sedangkan Lilis segera memutar dan hendak masuk juga. Tapi Rafa yang baru saja membuka pintu mobil terhenti karena pandangannya melihat ke seberang jalan di dekat warung seberang sana. Ia melihat sosok Papanya yang dirindukannya.


“Papa..” Gumam Rafa.


“Rafa.. ayo cepat masuk nak” Ajak Lilis yang sudah masuk kedalam.


“Iya nih kak. Cepatan dong” seru Fatar juga.


Tapi Rafa tak mendengar. Ia melihat William menutup warung diseberang sana bersama seorang gadis muda. Mereka bersiap pergi setelah menutup warung. Rafa tak jadi naik mobil. Ia segera berlari ke arah William. Lilis dan Fatar bingung dengan tingkah laku Rafa. Lilis pun keluar dari mobil.


Namun karena Rafa yang tak memperhatikan jalan dan matanya hanya sibuk melihat ke William, ia jadi tak fokus ke lain. Alhasil sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi tanpa bisa mengerem dengan cepat malah akhirnya menabrak Rafa yang tiba-tiba melintas. Supir truk jelas kaget melihat Rafa yang tiba-tiba berlari. Dan Bruk..... Rafa tertabrak dan terpental di jalanan. Walau Truk sudah injak rem namun Rafa tetap sudah tertabrak truk tersebut. Fatar dan Lilis kaget dan syok.


“Rafa....!!!!!” Teriak Lilis. Ia segera berlari kearah Rafa.


“Kakak... !!!!” Fatar keluar mobil dan segera berlari ke arah Rafa juga.


“Tolong... Tolong...” Ucap Lilis sambil terisak


“Kak Rafa... bangun kak” Fatar pun terisak. Namun Rafa sudah tak sadarkan diri.


Semua orang pada mengeruminin mereka. Dan salah satu orang segera menelepon pihak rumah sakit mengatakan ada kecelakaan di jalan raya.


Diseberang jalan. William dan Ayu melihat ke arah seberangnya.


“Kok ada yang rame ya...” Ucap William.


“Orang kecelakaan kali Om. Kenapa? Om mau lihat.”


“Mau. Tapi nenek mu gimana? Takutnya jenazahnya akan segera tiba dirumahmu”


“Kalau gitu kita pulang yuk Om segera.”


“Ok”


William yang sempat menoleh, akhirnya pergi bersama Ayu. Namun ntah gimana hati William merasa kan sesak didalamnya.


“Kenapa rasanya sesak dan sakit” Gumam William sambil memegang dada bidangnya sendiri dengan tangan kanannya.

__ADS_1


“Om... Ayok cepat.” Ajak Ayu.


“Iya.”


Di lain sisi. Lilis masih sangat histeris. Fatar pun kebingungan. Tak lama kemudian mobil ambulance datang. Tubuh Rafa segera di gotong masuk ke dalam mobil Ambulance. Lilis meminta Fatar masuk kedalam agar bersama Rafa didalam mobil ambulance. Sedangkan Lilis segera berlari kemobilnya. Ia menaiki mobilnya dan mengiringi mobil ambulance dari belakang. Mobil ambulance segera melaju kerumah sakit.


Sesampai di rumah sakit, Rafa segera di bawa ke ruangan UGD. Dokter sudah bersiap untuk menolong Rafa.


Di luar ruangan UGD, Lilis dan Fatar sedang menunggu dengan perasaan kacau. Tak lama kemudian Tania dan Jack telah tiba. Tadi Lilis sudah sempat menelepon Tania.


“Lis...” Tania datang dan langsung memeluk Lilis.


“Rafa Tan... Hiks...” Lilis menangis tersedu-sedu.


Fatar juga mengeluarkan air matanya. Ia tak akan sanggup jika kehilangan kembarannya. Jack memeluk Fatar dan menenangkannya.


“Kau harus kuat dan tabah fatar. Ingatlah, Kau anak laki-laki. Mamamu memerlukanmu jadi kau harus kuat. Berdoalah untuk keselamatan Rafa.” Ucap Jack ke Fatar.


“Iya Om” Fatar segera menghapus air matanya. Ia sedih melihat keadaan kakaknya. Ia juga sedih melihat Mamanya terus menangis. Beberapa tahun lalu, Mamanya sudah terpukul dan sangat sedih dengan kabar Papanya yang dikira meninggal. Walau sekarang nyatanya Papanya masih hidup. Tapi jika kesedihan itu terjadi lagi, ia tak tahu apakah Mama dan dirinya akan kuat. Namun mengingat yang dikatakan Jack, Fatar berusaha untuk tegar demi Mamanya.


Mereka semua diam dan dalam pikiran masing-masing. Ruangan UGD sangat lama sekali terbukanya. Hampir tiga jam tapi belum selesai juga operasinya. Lilis semakin cemas. Ia tak mau kehilangan Rafa.


Setelah tiga jam berlalu. Pintu ruangan UGD terbuka. Dokter keluar terlebih dahulu. Lilis segera menghampiri dokter.


“Bagaimana putri ku dok?” Tanya Lilis dengan raut wajah yang sangat cemas.


“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin...” Dokter melihat ke arah Lilis, Jack, Tania dan fatar.


Lilis sudah sangat berdegup kencang menunggu jawaban dokter. Bahkan Jack dan Tania juga sangat cemas dan berdebar. Fatar pun sama. Namun ia terlihat lebih gemetaran.


Dokter menghela nafas dan mulai mengeluarkan suaranya.


“Tapi....”


"Tapi apa dokter.. Cepat katakan dok?" Pinta Lilis dengan tidak sabar.


Bersambung....


Akhirnya bisa UP kembali. Nah loh... Waduh Rafa kecelakaan. Gimana nasibnya Rafa ya. Hiks... :(


Di like juga semua episodenya ya kak. Tinggalkan Komennya juga. Dukungan kalian akan sangat berarti agar Authornya semangat dan bisa UP cerita secepatnya. Makasih untuk yang sudah mampir ya kak. Love you all :)


Like nya masih sikit nih. Gak tembus belum... jadi up nya agak lama gak apa-apakan... saya usahakan selalu UP tiap hari ya. Yang baca karya ini ada 34 ribu lebih pembaca. Jempolnya digerakan juga ya untuk like dan vote jadi gak hanya baca dalam diam hehehe :D


Tembus 200 lebih like segera di UP kembali.


Tinggalkan komen yah...


Di like, di vote dan klik Favorite yah sebagai tanda telah membaca dan menyukai karya ini, juga sebagai apresiasi ke karya ini.

__ADS_1


 


 


__ADS_2