Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 20.


__ADS_3

Lilis pun merasa pusing lalu jatuh pingsan.


“Lilis....” Seseorang memanggil dan menggendong Lilis yang telah pingsan.


William melihat Lilis jatuh pingsan. Segera menggendongnya style bridal dan segera membawanya ke ruang kesehatan untuk para pekerja atau biasa disebut dengan nama ruang P3K Perusahaan yang ada di kantor. Tapi diurungkannya. Ia segera membawanya keruangannya. Dan segera memanggil dokter.


Setelah Dokter memeriksa, William pun bertanya.


“Bagaimana Dok?”


“Tidak apa-apa Tuan. Hanya terkejut lalu ia pingsan. Tak ada yang serius.”


“Baiklah. Terima kasih Dok” William menjabat tangan Dokter.


“Sama-sama. Saya pamit kalau begitu.”


“Silahkan Dok”


Dokter pun pamit dan pergi keluar. Kini William menoleh ke arah Jack.


“Jack... coba kau cari tau apa alasan Lilis bisa pingsan”


“Tuan... tadi saya melihat ini ditangan Lilis” Jack memberikan sebuah koran yang tadi dibacanya.


Tertulis berita Bram Hartono jatuh sakit dan Perusahaan Hartono di ambil alih CEO Wenny.


“Apa karena hal ini?” Tanya William.


“Bisa jadi Tuan.” Jawab Jack.


“Coba kau selidiki sekarang Jack. Dan segera laporkan kepada ku”


“Baik” Jack pun lalu keluar dari ruangan William.


Beberapa saat kemudian Lilis sadar.


“Dimana aku?” Lilis bangun dari sofa dimana ia terbaring. Lalu duduk.


“Minumlah air putih ini dulu” William memberikan segelas air putih.


“Terima Kasih.” Lilis meminum air putih tersebut.


“Apa yang terjadi Li?” William duduk di sebelah Lilis.


“Aku tadi membaca berita tentang Papaku. Beliau jatuh sakit. Dan Wenny yang mengambil alih perusahaan. Bagaimana bisa??” Lilis seakan tak percaya.


“Tenanglah dahulu. Nanti akan ku coba cari tau.”


“Terima kasih Yud. Tapi kita dimana ini?” Lilis baru sadar kalau ia tak mengenal ruangan tersebut.


“Ini ruangan Tuan Smith. Aku ini asisten khusus sekaligus tangan kanannya. Jadi selalu stand by di ruangannya.” William memberi alasan.


“Ini ruangan Bos mu. Apa tak apa-apa kalau aku ada disini. Aku hanya seorang asisten dari ruangan desain.” Lilis jadi cemas karena mereka diruangan Bos.


“Tenang saja. Tak apa-apa. Sebenarnya Tuan Smith itu adalah teman ku. Jadi gak akan masalah. Kalau tidak bagaimana aku bisa dekat sekali dengannya. Itu karena kami temanan”


“Benarkah? Jadi teman yang kau maksud itu di indonesia Tuan Smith... tapi bagaimana pun dia atasan mu. Kau jangan sembarangan kepda Tuan Smith walaupun kalian berteman.”


“Tenang saja Lis... Oke”


“Baiklah. Kalau begitu aku harus segera kembali ke ruangan mbak Ivanka. Mbak Ivanka mungkin sekarang mencariku.”

__ADS_1


“Tak apa-apa Lis... aku sudah meminta ijin kepada Ivanka. Kau istirahatlah disini. Kalau ada apa-apa, bilanglah kepadaku”


“Tapi..”


“Tak apa-apa. Tenang saja. Kau disini ya. aku harus memeriksa beberapa file. Ok” William mengelus rambut Lilis dengan lembut. Lilis agak tertegun diperlakukan seperti itu. Ia pun hanya diam dan menurut.


William kembali ke kursi kerja. Ia sengaja mengambil tempat duduk Jack. Ia tak mau Lilis melihatnya duduk di kursi Bos. Kursi dan meja jack ada didekat Lilis. Jadi william langsung membuka file dan berkas-berkasnya. Ia mulai bekerja serius. Saat mode bekerja serius ia terlihat makin tampan saja. Lilis yang memperhatikan dari tempat duduknya menjadi kagum dengan keseriusan William dalam bekerja.


Sekretaris mengetuk pintu. Dan William menyuruh masuk.


“Maaf pak. Ini dokumen yang harus anda tanda tanganin.” Jawab sekretarisnya.


“Iya. Berikan pada ku.” William menerima beberapa dokumen. Membacanya dan lalu menanda tanganinya.


Lilis memperhatikan. Dan sekretaris William pun melirik ke arah Lilis.


Di dalam hati sekretaris tersebut : “ Siapa Wanita ini?? Apa pacarnya Bos? Belum pernah lihat. Pantas Bos tak pernah melirik wanita manapun ternyata pacarnya sangat cantik”


Lilis melihat ke arah sekretaris. Sekretaris tersebut tersenyum dan menganggukan kepalanya. Lilis pun membalas dengan hal sama.


“Oke. Sudah semua?” Tanya William.


“Sudah semua pak. Saya permisi kalau begitu.”


William hanya menganggukan kepalanya. Sekretarisnya pun lalu pamit dan keluar.


Setelah itu Lilis pun bertanya.


“Yudha... bukannya kau hanya seorang asisten. Kenapa Mbak tadi meminta tanda tanganmu?”


“Ah... itu. Itu karena aku asisten khusus. Kan sudah ku bilang. Aku ini punya jabatan khusus jadi mereka juga butuh tanda tanganku.” William hanya memberi alasan saja.


“Mbak tadi siapa?”


“Oh... cantik juga ya. namanya cantik sesuai dengan orangnya.”


“..” William memandang ke arah Lilis dan tertawa kecil.


“Kenapa?” Tanya Lilis heran.


“Tidak apa-apa. Jangan cemburu. Tenang saja, kau lebih cantik Lis” ucap William.


“idih... siapa yang cemburu. Jangan sembarangan.”


“Benar kau tak cemburu?”


“Tentu saja. Siapa yang cemburu kau bersamanya. Kalian ada apa-apa pun bukan urusan ku”


“Ayolah. Yang kumaksud itu kau tak perlu cemburu dengan kecantikannya. Kapan aku bilang tentang aku dan dia” William sengaja menggoda Lilis.


“Oh.. itu maksudmu..” Lilis jadi malu.


“Hahaha....” William malah tertawa melihat tingkah Lilis.


“Kau kok tertawa. Jangan-jangan kau menggoda ku ya” Lilis nampak kesal. Ia datang mendekati William bermaksud untuk menjitaknya.


Tapi Lilis malah tersandung dan jatuh ke pelukan William. Kini William yang sedang duduk malah melihat kearah Lilis yang jatuh dalam pelukannya.


“Ah... Maafkan aku” Lilis ingin segera bangkit. Namun William menahannya.


“Hei... Lepaskan aku.” Lilis berusaha meloloskan diri.

__ADS_1


“Sebentar saja Lis...” Bisik William di telinga Lilis.


Lilis yang awalnya berusaha bangkit malah jadi diam. Ia dan William berpelukan. Lilis merasakan kehangatan dalam pelukan William. Lilis tak berani melihat ke arah William. William hanya memeluknya dan mengelus rambut Lilis dengan lembut. Lilis merasakan aroma parfum William. Wangi aromanya begitu maskulin. Tapi aroma ini seakan pernah ia rasakan sebelumnya. Tapi dimana? Lilis mencoba mengingatnya tapi ia lupa dimana.


Dalam posisi kurang baik itu, tiba-tiba Jack dan sekretarisnya Natasya datang dan masuk bersamaan. Mereka melihat ke arah Lilis dan William.


“Oh... Maaf.” Kata Jack.


Natasya hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


William dan Lilis yang sadar ada yang datang, segera melepaskan pelukannya. Lilis kembali posisi berdiri tegak. Sedangkan William duduk dengan santai kembali.


“Ada apa?” Tatap William ke Jack.


“Ah... nanti saja. Aku keluar lagi. Ayo Tasya ikut aku keluar.” Ucap Jack.


“Baik Pak” Natasya pun menurut.


Jack dan Natasya sudah keluar dari ruangan tersebut. Kini hanya Lilis dan William yang saling diam dan pandang-pandangan. Lilis malah jadi bingung harus bagaimana.


“Aku... aku keluar saja ya. balik keruangan mbak Ivanka.” Lilis menoleh ke arah lain.


“Baiklah” William menatap Lilis dengan lembut.


Lilis pun langsung keluar. Ia sangat malu. Bagaimana bisa ia jadi seperti itu. Lilis menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.


Ia berjalan terus keluar. Namun karena masih baru. Ia bingung harus kemana.


Kemudian ia sampai ke ruangan seorang sekretaris. Ia mendengar mereka sedang bergosip.


“Kau tau apa yang baru kulihat tadi di ruangan Pak Smith?” Ucap Natasya ke dua temannya.


“Apa itu?” Tanya Melia.


“Ayo ceritakan cepat pada kami?” Ucap Nuri juga.


“Aku melihat seorang wanita diruang Pak Smith. Dan mereka tadi berpelukan. Kalau tidak kepergok, mungkin akan lebih dari pelukan.” Natasya sedang menggosipkan Lilis.


“Serius?”


“Iya serius..”


“Cantik wanitanya. Siapa dia?”


“Aku tak tahu siapa dia. Mungkin mereka pacaran. Dia sangat cantik”


“Pantas tak ada yang bisa menarik perhatiannya. Dan ia dingin ke semua wanita. Ternyata sudah punya kekasih.”


“Aku patah hati...” Ucap Melia.


“Aku juga...” Kata Nuri.


“Hahaha... aku pun, tapi apa boleh buat. Doi sudah ada yang punya” Natasya pun berkata-kata tanpa sadar kalau Lilis mendengar dibalik pintu.


Lilis hanya mematung mendengar kalau ia digosipkan. Tapi ia lebih tak menyangka. Kalau Yudha banyak yang menyukainya.


“Jadi ia dingin ke semua wanita...” Gumam Lilis sendirian.


Seseorang menepuk bahu Lilis.


“Lilis....”

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih untuk kakak-kakak readers yang sudah mampir. Like dan komen ya kak. Jangan lupa di klik Vote dan Favoritenya biar Author makin semangat UP ceritanya. Dukungan kalian semua akan sangat berarti. Makasih buat yang sudah mampir ya kakak-kakak :) :) :)


__ADS_2