Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar
Bab 26.


__ADS_3

Lilis terdiam mendengar pertanyaan William. William memperhatikan dengan serius raut wajah Lilis. Ada ketegangan dan keraguan terlihat jelas.


“Kenapa Lis?” William bertanya ke Lilis. Ia berharap kali ini Lilis akan mau mengatakannya.


Rafa yang mendengar pun ikut berbicara.


“Ma... Siapa Papa Kandungnya Rafa dan Fatar?” Wajah mungil Rafa bertanya dengan polosnya.


“Iya Ma... Papa kita siapa?”Fatar pun ikutan bertanya.


Lilis begitu tersudut. Ia bimbang. Tapi tiga orang memandang ke arahnya. Semula ia ingin menutup rapat kisah itu. Tak ingin mengatakannya ke yang lainnya selain Tania. Hanya Tania yang mengetahui semuanya.


“Rafa.. Fatar... kalian tahu kenapa diberikan nama tersebut.” Lilis memandang ke arah Putra dan Putrinya.


“Enggak tahu Ma” Rafa menggeleng.


“Emang kenapa Ma?” Fatar malah penasaran.


Sedangkan William hanya diam sambil menunggu Lilis berbicara.


“Rafa dan Fatar diberikan nama tersebut karena itu awal mula Mama bertemu Papa kalian nak..” Lilis menggenggam ujung bajunya dengan erat.


“Oh... jadi nama Rafa dan fatar berawal dari Mama dan Papa..” Ucap Rafa.


“Kok bisa gitu Ma...” Tanya Fatar kembali.


“Karena perjumpaan Mama dan perpisahan Mama karena nama tersebut nak. Karena teringat kejadian kisah dengan Papa kalian makanya Mama memberikan nama kalian Rafa dan Fatar. Namun nama belakang kalian memakai nama dari keluarga Mama yaitu Hartono.”


“Ma...kami masih kurang mengerti” Rafa agak bingung.


“Iya Ma... dan lalu siapa Papa kami?” Fatar sebenarnya sudah tahu. Namun ingin mendengar pengakuan Mamanya. Begitu juga Rafa. Ia juga tahu Om Yudha menyamar itu adalah William Smith dan Papa kandung mereka. Tapi ia ingin tahu kisah Papa dan Mamanya. Dan kenapa Mamanya gak kenal Papa kandung mereka yang sekarang ada dihadapan Mamanya sendiri.


Lilis masih terdiam. Ia harus merangkai kata-kata yang bisa mudah dimengerti anak-anaknya.


William melihat kegelisahan Lilis dan kesulitan Lilis dalam menghadapi anak-anaknya.


“Sudah... Rafa dan Fatar sudah selesai mengerjakan tugasnya?” William mengalihkan perhatian si kembar.


“Sudah Pa.. Papa mau periksa.”


“Periksa punya ku juga ya Pa...”


Rafa menunjukan hasil kerjanya, begitu juga Fatar. William tersenyum.


“Bagus... kalian berdua memang pandai.” Puji William.


Rafa dan fatar begitu senang.


“Kalau begitu tidur ya... sudah malam.”


“Baik...”

__ADS_1


Si kembar sangat menurut dengan William. Kini si kembar ke kamarnya untuk tidur.


Lilis yang masih diruang tamu hanya bisa melamun. William datang mendekat.


“Kenapa Sayang? Masih kepikiran yang tadi. Jika belum siap ya sudah. Lain kali saja” William menatap lembut Lilis.


“Bukan begitu. Hanya saja aku bingung menyampaikan ke anak-anak.”


“Maksudmu?”


Lilis akhirnya berniat berterus terang ke William. Ia berpikir William wajib tahu karena ia dan William sedang menjalin hubungan.


“Yud... mungkin kau akan kaget jika mendengarnya.”


“Katakan saja. Aku tak akan apa-apa”


“Kau yakin”


“Iya”


Lilis melihat Yudha (William) yang begitu yakin. Ia pun akhirnya bercerita.


“Aku dulu diperkosa oleh orang yang tak ku kenal. Kejadiannya sudah lama. Waktu itu Wenny mengajak ku ke Club malam. Ia menjebakku dengan membuat ku mabuk dan meninggalkan ku sendirian. Tak ku sangka aku bertemu seorang Pria. Ia melihat ku sedang melihatnya berkelahi dan menembak pria asing. Aku dibawanya dan disekapnya. Kemudian ia memperkosaku.”


“..” William hanya diam mendengarkan.


“Aku sama sekali tak ingat wajah Pria itu. Karena aku sedang mabuk. Separuh sadar. Pandanganku samar-samar. Yang ku tahu ia mengaku bernama Fatar. Sedangkan aku berbohong kepadanya. Aku mengaku sebagai Rafa. Aku tak ingin dia mencari ku atau mengetahui siapa aku sebenarnya. Jadi aku membohonginya dengan menyebutkan nama ku Rafa” Lilis menghela nafasnya.


“Setelah itu aku kabur tanpa tahu siapa Pria itu. Orang tua ku sangat marah dan kecewa karena aku telah diperkosa. Kemudian aku hamil. Dan aku diusir dari rumah. Aku menjalanin kehidupan yang sulit di saat masa kehamilan ku. Syukur saja ada Tania disamping ku juga Dimas. Kemudian aku melahirkan anak kembar ku yang ku beri nama Rafa dan Fatar. Aku pun tak tahu kenapa ku beri nama tersebut keanak ku. Mungkin karena dari kejadian itu makanya aku mendapatkan si kembar jadi kunamai si kembar Rafa dan Fatar.”


Lilis melihat Yudha ( William). Masih tanpa ekspresi wajah Yudha.


“Papaku menolak cucunya. Menyarankan ku aborsi. Tapi aku menolak. Karena bagaimanapun walau hasil pemerkosaan, anak didalam perut ku adalah darah dagingku sendiri. Tak sampai hati aku melenyapkannya. Syukur saja aku tak mengikutin keinginan Papaku. Sekarang si kembar tumbuh sehat dan cerdas. Aku bersyukur punya Rafa dan Fatar. Walau hidup ku sulit tapi saat aku melihat anak-anakku, aku bahagia sekali. Jadi jika kau tak bisa menerima ku setelah semua yang ku ceritakan ini, aku tak akan apa-apa” Lilis menundukan kepalanya. Ia berpikir, mungkin Yudha sudah tak mau lagi dengannya.


“Siapa yang bilang aku tak mau dengan mu.” William tersenyum.


Setelah wajah serius dan tanpa ekspresi yang dilihat Lilis terus di wajahnya Yudha, barulah ini senyuman terlihat diwajah Yudha.


“Maksudmu?” Lilis heran.


“Aku mencintaimu Lis. Dan aku akan tetap mencintaimu” William tersenyum lembut ke Lilis


Lilis meneteskan air matanya.


“Kau sudah sangat menderita Lis... Maafkan aku” Ujar William ke Lilis.


“Kenapa kau minta maaf. Aku yang berterima kasih karena kau masih mencintaiku” Lilis sudah meneteskan air mata yang banyak.


William mengusap lembut wajah Lilis dan menghapus air matanya. Ia memeluk Lilis dengan erat.


“Jangan bersedih sayang. Aku sudah disini. Maaf aku datang terlambat.” Bisik William ke telinga Lilis.

__ADS_1


Lilis memeluk William dan membenamkan wajahnya ke dada bidang William. Menumpahkan semua hal yang sudah lama ditahannya. William memeluk dengan erat. Ia merasa bersalah karena semua penderitaan Lilis akibat ulahnya. Ia mengelus rambut Lilis dengan lembut.


Dan lagu dari Lirik lagu Park Jang Hyun – Love Is Feeling pun mulai mengalun menemanin suasana Lilis dan William.


Love is feeling geudaereul cheoeum bon sungan Love is feeling


sigani meomchun deut geudaewa hamkke saranghago wonhaetjyo


Love is my pain sarangeul deohalsurok Love is my pain


sesangi jiltuhae geudaeran sarameul apeuge haeyo


naega sumeul swige haneun saram simjang gipi saegin saram hanaimnida


naui nunmul soge saneun saram gaseumsoge sumgin saram hanaimnida


geudae hanaimnida


geudael saranghamnida


naega itji motal sarangiyeo haengbokhaetdeon sarangiyeo


Love is love is love is love is feeling


Love is my heart meomchul su eomneun sarang Love is my heart


jidokhan seulpeumdo uriui sarangeul mageul su eobtjyo


naega sumeul swige haneun saram simjang gipi saegin saram hanaimnida


naui nunmul soge saneun saram gaseumsoge sumgin saram hanaimnida


naui sojunghan saram sarangeul allyeojun saram geudaeimnida.


o~ naui meori soge bakhin saram gieok soge saneun saram geudaemnida


geudae hanaimnida


geudael saranghamnida


naega itji motal sarangiyeo haengbokhaetdeon sarangiyeo


Love is love is love is love is feeling


Love is feeling


 


Bersambung....


 

__ADS_1


 


__ADS_2