Semesta Rai

Semesta Rai
BAB 81. Rasa Ingin Dan Takut Muncul Di Saat Bersamaan.


__ADS_3

Sejak pukul 18 WIB, Esta dan Putri sudah bersiap-siap dengan mengenakan pakaian terbaik yang mereka punya. Esta mengenakan gaun berlengan tanggung dengan motif bunga yang di dominasi oleh warna peach. Dipadu dengan sepatu dan tas berwarna senada. Ia menggerai rambutnya yang hitam berkilau. Menambah kesan manis yang terlihat dari sosok Esta.


Sekarang Esta sudah tidak pernah minder lagi dengan bentuk tubuhnya. Ia mengenakan apapun yang membuatnya nyaman dan tidak peduli dengan komentar orang lain.


Sedangkan Putri mengenakan gaun ketat berwarna hitam dengan ornamen emas di beberapa sisinya. Tidak kalah anggun dengan Esta.


Kali ini, mereka berangkat ke hotel XX dengan menggunakan mobil milik Putri. Tidak butuh waktu lama hingga mereka sampai di sebuah hotel yang berada di Ringroad Utara itu.


Sesampainya disana, Putri segera memarkirkan mobilnya dan keduanya pun masuk ke dalam hotel.


Acara reuni itu di adakan di Ballroom hotel yang sudah di hias sedemikian rupa. Sebelum masuk, Esta dan Putri menunjukkan kartu tanda penduduk kepada panitia. Setelah panitia mengkonfirmasi nama mereka ada di daftar, mereka segera di persilahkan untuk masuk ke dalam Ballroom.


Disana sudah banyak alumni yang hadir. Esta dan Putri mengedarkan pandangan untuk mencari orang-orang yang mereka kenal. Beberapa teman lama mereka menghampiri dan menanyakan kabar. Kemudian mengobrol sebentar sebelum suasana menjadi riuh akibat kedatangan mega bintang mereka.


Ya, siapa lagi kalau bukan Kartina Maheswari yang kini sudah menjelma menjadi mega bintang papan atas ibu kota.


Seketika orang-orang yang ada di sana langsung menghambur mengerumuni Tina. Ada yang meminta foto, ada yang meminta tanda tangan, dan ada yang sekedar menyapa dan menanyakan kabar.


Putri dan Esta hendak menghampiri Tina juga, namun karna banyaknya teman-teman mereka yang berkerumun, membuat kedua wanita itu mengurungkan niatnya dan beralih untuk mencari tempat duduk saja.


“Esta!!” Panggil sebuah suara dengan melambaikan tangan kepada Esta.


Esta langsung menoleh kepada Oza yang sedang tersenyum kepadanya. Iapun tersenyum kepada pria itu kemudian mengajak Putri untuk bergabung di meja Oza.


“Kamu baru dateng? Duduk disini aja.” Ajak Oza ramah.


Putri berbisik kepada Esta dan bertanya siapa pria tampan berkacamata itu. Setelah Esta menjawab, barulah Putri juga ikut tersenyum kepada Oza.

__ADS_1


“Kenalin Mas, ini temenku, Putri.” Esta memperkenalkan.


“Oh iya, saya Oza. Salam kenal, Putri.”


“Salam kenal, Mas Oza.”Putri menyambut uluran tangan Oza.


Acara itu berlanjut dengan diisi oleh beberapa acara. Salah satunya penampilan special dari si mega bintang, Tina. Ia mempersembahkan tiga lagu untuk teman-teman alumninya. Mereka nampak sangat senang sekali mendapat pertunjukan langka itu.


Selain Tina, ada juga yang mempersembahkan lagu dan puisi maupun tarian dari masing-masing alumni. Mereka membawakan tarian yang pernah mereka bawakan dulu saat sedang mengikuti lomba di sekolah.


Sepanjang acara, Esta terus saja mengedarkan pandangannya ke arah pintu masuk. Ia sedang menunggu kemunculan seseorang yang di harapkan hati kecilnya. Namun ia juga berharap kalau pria itu tidak akan pernah muncul disana. Perasaannya membingungkan.


“Malam ini kita kedatangan tamu istimewa!” Teriak MC pembawa acara saat memberitahu rangkaian acara selanjutnya sebelum di mulainya acara inti, yaitu pesta kembang api.


“Malam ini, hadir bersama kita, Bapak Kapolres Kota Semarang yang akan memberikan kiat dan nasihatnya kepada kita semua. Beliau ini adalah mantan atlet pencak silat saat di LB dulu. Dan beliau ini merupakan alumni yang sangat membanggakan bagi LB. Beliau ini adalah idola pada masanya. Bisa dibilang, kalau beliau ini merupakan pendahulu Rai Kenandra. Hahahaha. Jadi mari kita sambut, kepada bapak Oza, dipersilahkan.”


Mendengar namanya di panggil. Oza langsung berdiri dan berjalan naik ke podium. Disana, ia mengucapkan beberapa kata sambutan dan juga pesan-pesan serta motivasi untuk adik-adik kelasnya. Ia juga menceritakan sedikit pengalamannya saat masih bersekolah di LB.


Esta dan Putri tidak banyak memperhatikan. Mereka terlalu terkejut dengan kenyataan bahwa ternyata Oza bukanlah orang sembarangan. Dia adalah mantan idola LB pada masanya. Pantas saja ketampanan itu masih tersisa hingga kini.


“Eh, katanya Rai mau datang ya.” Celetuk salah satu gadis yang duduk di dekat meja Esta dan Putri.


“Katanya sih iya. Dia kan gak pernah ikut acara reuni kayak gini. Ya ampunn. Jadi gak sabar aku. Sekarang udah kayak apa ya dia? Pasti tambah ganteng.”


“Pastinya. Dulu aja jadi idola di sekolah. Pasti sekarang tambah ganteng. Tapi kenapa belum datang-datang juga sih? Gak sabar nunggunya.”


Mendengar nama Rai di sebut-sebut, membuat Esta sedikit panik kelabakan. Ia tidak sabar ingin bertemu, tapi juga takut bertemu dengan pria itu.

__ADS_1


Setelah selesai memberikan kata sambutan, Oza kembali ke tempat duduknya semula. Kali ini suasana berubah menjadi canggung. Esta dan Putri menjadi salah tingkah terhadapnya. Nampak sekali kalau mereka menjadi segan kepada Oza.


Namun Oza segera mencairkan suasana dengan mengajak keduanya mengobrol santai. Membahas apapun yang bisa mereka bahas.


Untunglah Esta dan Putri bisa mencairkan suasana dan tidak secanggung itu lagi.


“Jadi di generasi kalian juga punya idola ya? Siapa tadi namanya?” Tanya Oza.


“Rai, Mas. Ini mantan pacarnya.” Celetuk Putri menunjuk kepada Esta. Sontak saja Esta langsung menyenggol lengan Putri.


“Wah. Beneran? Kayaknya kamu gadis beruntung yang berhasil di pacari oleh pangeran ya. Hahahahaha. Pasti gak mudah. Pasti kamu di ejek satu sekolahan.” Seloroh Oza. Membuat Esta tersipu malu.


“Bener banget, Mas. Gak nyaman banget pokoknya.” Jawab Esta sambil memaksakan senyumya.


Membahas Rai, membuatnya kembali teringat pada saat-saat menyakitkan itu. Saat-saat ia harus kehilangan hal yang paling berharga bagi dirinya. Buah hatinya, dan juga cintanya.


“Pada dasarnya, cowok ganteng gak melulu suka sama cewek cantik. Buktinya aku, hehehehe. Istriku juga gak cantik. Gendut juga malahan. Tapi yang terpenting aku nyaman sama dia. Walaupun akhirnya kami pisah setelah 9 tahun menikah.” Tiba-tiba nada suara Oza berubah sedih.


Esta dan Putri saling pandang. Mereka kembali dibuat terkejut dengan status Oza yang ternyata seorang duda.


“Ya ampun. Kenapa malah jadi curhat gini sama kalian? Maaf ya. Kebawa suasana soalnya. Hehehehe.”


“Gak apa-apa kok, mas. Cerita aja kalau nyaman.” Ujar Putri kembali.


Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.36 wib. Kini saatnya mereka beralih tempat ke rooftop untuk melihat acara inti. Semua yang hadir sudah tidak sabar ingin melihat pesta kembang api yang tidak lama lagi akan di perlihatkan. Sekaligus sebagai tanda memperingati pergantian tahun.


Esta dan Putri berdiri di dekat dinding balkon. Memperhatikan landskap kota Jogja yang nampak sangat indah di malam hari. Saat tiba-tiba seseorang menarik tangan Esta dan langsung memeluknya dengan sangat erat. Membuat tubuh Esta membeku seketika dan tidak bisa bergerak.

__ADS_1


__ADS_2