
Esta memukul lengan pria kekar yang sedang terkekeh di hadapannya itu dengan gemas. Pria itu meringis sambil memegangi lengannya bekas pukulan Esta.
“Ku fikir siapa. Ih!” Geram Esta.
Akash hanya nyengir saja. Ia kembali memeluk Esta. Mencurahkan kerinduannya kepada sahabatnya itu.
“Aku kangennn tau, Ta.” Seloroh Akash.
“Kangen apaan. Baru dua bulan lalu kamu ke Semarang.”
“Hehehehehe..”
“Kenapa baru dateng?” Protes Putri.
“Sorry. Tadi ada acara jumpa fans sebentar.”
“Ceileee. Iya deh yang atlet terkenal. Yang fansnya udah dimana-mana. Bintang iklan lagi.”
“Iya dong. Bangga gak? Bangga gak?”
“Bangga. Aku bangga sama kamu, Kash.”
Ketiganya kemudian tertawa.
Akash memang masih berhubungan baik dengan Esta. Bahkan tak jarang ia mampir ke Semarang unuk sekedar melepas rindu dengan Esta. Tapi sekarang, hubungan mereka tidak lebih dari sekedar sahabat. Walaupun perasaan Akash masih tersisa untuk Esta. Tapi pria itu menghargai keinginan Esta untuk tetap bersahabat dengannya.
Esta adalah cinta pertama Akash. Dan ia tidak bisa melupakan begitu saja perasaannya kepada Esta. Perasaan itu masih ada. Tersimpan rapi di sudut hatinya. Bersabar dan mengharap kepada waktu semoga memberinya kesempatan kembali. Namun, jika memang tidak, ia akan ikhlas melepaskan perasaannya saat melihat Esta bersanding di pelaminan bersama dengan pria pilihannya.
Yang jelas, ia akan terus berada disisi Esta walaupun perasaannya tidak dianggap oleh wanita itu. Entah sampai kapan, iapun tidak tahu.
“Oh? Bukannya kamu itu ya? Atlet voli yang sering masuk TV itu, kan?” Suara Oza mengejutkan mereka bertiga. Ketiganya langsung menoleh kepada Oza yang ikut bergabung dengan Esta, Putri, dan Akash.
“Iya, Mas. Namanya Akash.” Putri memperkenalkan.
“Oh, iya. Akash. Sampai lupa aku. Padahal adikku penggemarmu lho. Dia juga lagi di Jogja. Katanya mau jumpa fans sama kamu.”
__ADS_1
“Oh iya, Mas. Tadi aku baru jumpa fans. Sayangnya aku gak tau adiknya mas Oza yang mana.”
“Boleh minta foto? Biar dia histeris, hehehehe.”
“Boleh, boleh.”
“Sini aku fotoin.” Ujar Esta menawarkan diri.
Dan akhirnya Esta menjadi fotografer dadakan untuk Oza dan Akash.
Setelah itu, acara inti dari reuni itu di mulai. Karna waktu sudah menunjukkan pukul 23.58 wib. Jadi semua alumni diminta untuk mengambil posisi untuk pementasan kembang api yang akan segera di mulai.
“Sembilan! Delapan! Tujuh! Enam! Lima! Empat! Tiga! Dua! Satuuuuuuuuu!!” Kompak mereka semua menghitung mundur waktu pergantian tahun baru.
Cahaya kembang api nampak menyinari langit kota Jogja. Begitu juga yang berada di dekat hotel XX tempat acara reuni di adakan. Masing-masing memegangi ponsel untuk mendapatkan momen terbaik mengambil video dan berfoto ria.
Begitu juga dengan Esta dan Putri, juga Akash dan Oza. Mereka berempat sibuk mengambil foto pada momen dan sudut terbaiknya.
Semua orang nampak sangat senang. Tidak ada yang tau ada beberapa hati yang kosong yang sedang mendambakan pendamping. Yang sedang merindukan sosok masa lalu. Dan sedang berjuang untuk bertahan pada perasaannya.
“Esta, ya?” Sebuah tepukan di pundak yang berasal dari arah belakang membuat Esta langsung menoleh. “Iya, bener. Kamu Esta kan?” Tina tersenyum ramah kepada Esta.
“Hai. Apa kabar Tina?” Sapa Esta. Ia merasa aneh disapa lebih dulu oleh Tina. Orang yang paling membencinya di masa lalu.
“Ya ampun! Kamu beneran Esta. Aku fikir salah orang!” Pekik Tina yang langsung memeluk Esta begitu saja. Membuat Putri dan Akash saling pandang. Merasa heran dengan sikap Tina yang sok ramah kepada Esta.
“Hehehehehe.” Esta tertawa canggung. Ia merasa sangat aneh di perlakukan seolah mereka berteman akrab.
“Kamu gak berubah ya. Masih sama kayak dulu.” Imbuh Tina.
“Kamu udah berubah banyak. Makin cantik setelah jadi artis.” Seloroh Esta. Karna ia tidak tau apa yang bisa ia bicarakan.
“Sampai sekarang aku masih gak nyangka lho kalau kamu sempet pacaran sama Rai.”
Deg!
__ADS_1
“Eh tapi ngomong-ngomong, kamu masih berhubungan baik kan sama Rai? Soalnya dia gak pernah bahas kamu kalau lagi ngobrol sama aku”
Deg!
Ngobrol sama Tina? Jadi selama ini Rai berhubungan baik dengan Tina?
“Emangnya kamu pernah ketemu sama Rai? Bukannya dia di luar negeri ya?” Solot Putri yang merasa sangat penasaran.
“Aku sering ketemu kalau dia pas pulang ke Indo. Kami juga sering jalan kalau ada waktu.” Jawab Tina dengan entengnya.
Esta melihat kepada Akash dengan tatapan pias. Tapi Akash tidak pernah memberi tahu Esta tentang apapun terkait Rai. Mungkinkah Akash juga tidak tau? Mengingat pria itu sama sekali tidak pernah membahas perihal Rai? Atau, Akash sengaja menyembunyikan kabar tentang Rai dari Esta?
“Jadi, kalian sering ketemu?” Tanya Akash. Entahlah, tapi dengan pertanyaan itu seolah Akash ingin menegaskan bahwa ia juga tidak pernah mendengar kabar tentang Rai. Lewat pertanyaan itu, ia ingin memberitahu Esta kalau ia dan Rai memang sudah Putus komunikasi sejak lama.
“Gak bisa dibilang sering juga sih. Tapi ada sesekali pas dia pulang ke Indo.” Jawab Tina.
Entah apa maksud Tina yang tiba-tiba berbicara perihal Rai pada mereka. Sudah jelas kalau disitu ada Esta. Jadi nampak sekali kalau Tina sengaja mendekati Esta untuk memanas-manasinya. Sehingga suasana menjadi tidak enak.
Hal itu juga dirasakan oleh Oza. Ia faham suasana macam apa yang sedang terasa di sekitarnya. Karna tadi ia sempat mendengar kalau Rai adalah mantan pacar Esta. Jadi ia memutuskan untuk memecah suasana itu. Ia tidak tega melihat wajah pias Esta.
“Eh, Tina, saya boleh minta foto, gak?” Ujar Oza memecah suasana.
“Oh, boleh kok, Mas.” Tina nampak terpaksa melayani Oza berfoto dengannya. Namun ia tetap memasang senyum paling manis yang ia miliki.
Untunglah setelah berfoto dengan Oza, Tina kembali ke teman-temannya. Meninggalkan Esta dengan perasaan yang berkecamuk. Serpihan-serpihan kenangan itu tengah berputar di kepalanya. Ada rindu yang tersirat namun berusaha ia tepis.
Dia sudah berjanji untuk membuka hati. Itu berarti, ia harus segera menyingkirkan kenangan tentang Rai. Ia harus memaksa dirinya untuk menerima hati yang baru.
Mengapa melupakan cinta pertama rasanya sesulit dan sesakit ini?
“Lanjut minum di bawah yuk. Biar aku yang traktir.” Ajak Oza.
Putri dan Akash mengangguk setuju. Sedangkan Esta hanya terdiam saja. Ia jadi tidak berselera melakukan apapun. Namun ia tetap mengikuti teman-temannya itu turun ke bawah.
Oza benar-benar mentraktir mereka makan dan minum. Karna ini malam special, mereka berempat memutuskan untuk jalan-jalan ke sekitaran malioboro yang pastinya sedang di penuhi oleh lautan manusia walaupun sudah lewat dini hari. Mereka ingin menghabiskan malam itu dengan bersenang-senang.
__ADS_1