Tentang Kesya

Tentang Kesya
Wisuda


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun hingga tak terasa hari ini adalah hari yang sangat penting untuk Kesya dimana ia bisa lulus dengan cepat dan akan segera kembali ke Indonesia.


Bagaimana dengan yang lainnya? Steven dan Rey lulus tepat waktu sekitar satu tahun setengah yang lalu. Steven menetap di Seoul karena bekerja di sebuah perusahaan ternama dan melanjutkan pendidikannya sedangkan Rey menetap di New York, menjadi seniman ternama.


Dio, beberapa bulan yang lalu baru saja melangsungkan pernikahannya dengan teman dekat dari adik Claudia, istri Raka. Ia dan Helen baru saja kembali dari berbulan madu di kepulauan Maldives.


Raka dan Claudia akhirnya memiliki seorang anak perempuan yang bernama Yara. Bocah perempuan yang baru saja berusia sekitar satu tahun. Sedangkan Gabriel dan Isabelle pun akhirnya dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Hawila. Usia Hawila lebih muda lima bulan dari Yara.


Apa kabar dengan hubungan antara Kesya dan Devan? Ah, keduanya masih nyaman dengan hubungan tanpa status. Kesya memang tidak terlalu berharap lagi dengan hubungannya dan Devan semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu. Ia hanya akan selalu ada jika dibutuhkan dan tidak akan mencari jika Devan tidak ada kabar. Devan pun sampai sekarang belum mengetahui tentang Ello.


Boy? Lelaki itu sudah kembali satu tahun yang lalu ke Indonesia. Ia melakukan kewajibannya dengan meneruskan bisnis keluarga yang ada di Indonesia. Boy akan sesekali terbang ke Seoul hanya untuk menemui sang anak yang sudah berusia sekitar empat tahun.


*****


"Daddy!" teriak Ello ketika melihat Boy dari kejauhan.


Ngomong-ngomong, Ello memang memanggil Boy dengan panggilan Daddy karena ajaran Steven. Sejak dulu, baik Steven, Rey, maupun Dexter akan selalu mengajari Ello untuk memanggil Boy dengan sebutan Daddy. Karena itulah Boy pun akhirnya hanya bisa menerima panggilan itu dengan pasrah, *tentu dengan sedikit bahagia.


"How are u, Son?" (Bagaimana kabar mu, Nak?) tanya Boy saat menggendong bocah lelaki itu.


Ello tertawa karena kebiasaan Boy yang akan menggendong dan mengayunkannya ke udara. "Stop, I just finished eating. Mommy will be angry if she sees it." (Hentikan, aku baru saja selesai makan. Mommy akan marah jika dia melihatnya.)


Mendengar hal itu, Boy segera mendudukkan Ello di sofa apartemen. "Yup, Mommy looks like a lioness when she's angry." (Yup, Mommy terlihat seperti singa betina saat sedang marah.)


Gelak tawa Ello memenuhi apartemen ketika mendengar Boy yang selalu mengatakan Kesya seperti singa betina.


"Loh, Nak? Kapan sampai?"


Citra dan Melly yang baru saja kembali dari luar pun cukup terkejut melihat Boy yang sudah sibuk bersama Ello di ruang keluarga.


Boy segera bangkit dari tempat duduknya untuk mencium tangan kedua wanita paruh baya di hadapannya. Hal itu juga diikuti oleh sang anak yang membuat semua orang gemas terhadapnya.

__ADS_1


"Sampainya sih kemaren malam, Tan. Cuman baru kesini soalnya udah larut banget kemaren" jawab Boy sopan.


"Oh iya, kok sepi? Ini yang lain belum datang atau gimana?"


"Papi went back to sleep, Oma" (Papi tidur kembali, Oma.) jawab Ello dengan wajah kesalnya.


Yang dikatakan Ello memang benar, Rey sudah tertidur nyenyak di kamar milik Steven. Sedangkan yang lainnya masih berada di hotel karena memang jika mereka berkumpul bersama, apartemen Steven tidak cukup untuk menampung semuanya.


Steven baru saja masuk ke dalam apartemen dengan membawa beberapa barang. "Loh? Udah nyampe aja, Boy" ucapnya ketika melihat sahabatnya sudah datang.


"Ini yang wisuda hari ini belum keluar dari tadi?" tanya Melly yang membuat Boy dan Ello refleks menggeleng.


Sepertinya sudah hampir dua jam dan Kesya tidak keluar dari kamarnya hingga membuat Citra akhirnya masuk ke dalam kamar sang anak.


"Kenapa, Sayang?" tanya Citra ketika melihat wajah bingung Kesya.


Kesya menatap sang Mami dengan wajah sedih. "Mami, apa nggak terlalu menor? Nanti diejek Kak Rey, males banget."


Citra tertawa, pantas saja anaknya belum juga keluar dari kamar padahal sudah rapi. Ternyata Kesya belum bertanya tentang penampilannya kepada orang lain. Silahkan dicatat kebiasaan Kesya lainnya adalah harus menanyakan penampilan dahulu sebelum berangkat karena dirinya tidak percaya diri.


"Kenapa nggak coba tanya sama Boy?" tanya Citra sedikit menggoda.


Mendengar jawaban Kesya, Citra tertawa hingga gelak tawanya memenuhi ruangan. "Udah cantik itu, ayo berangkat sekarang nanti malah telat."


Akhirnya Kesya pun keluar dari kamarnya menggunakan kebaya yang ia buat sendiri khusus untuk hari ini.


Ternyata, semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga. Keluarga Aldino, keluarga Raka, keluarga Gabriel, keluarga Dio, semuanya termasuk Dexter, Kenzo, dan Rere. Dhea tidak bisa hadir karena ada acara yang tidak bisa ia hindari. Bagaimana dengan Devan? Dia hadir, namun tidak ikut berkumpul di apartemen Steven.


Tatapan semua orang tertuju pada gadis mungil yang berjalan pelan dan menunduk karena terlihat malu. Tatapan mata yang bangga dan bahagia ketika melihat Kesya dibalut dengan kebaya buatannya sendiri terlihat sangat cantik. Dengan menggunakan heels yang tidak terlalu tinggi namun sangat nyaman dan make up yang simpel namun malah membuatnya semakin cantik.


"Wow, Mommy cantik sekali" teriak Yara dan Hawila bersamaan.


Kesya terkekeh pelan ketika kedua keponakannya berlari memeluk kakinya.


"Sebentar, ini sudah janjian atau bagaimana? Kok bajunya sama dengan Boy."


Ucapan Raka membuat semua mata tertuju pada pakaian Boy yang ternyata warnanya senada dengan kebaya Kesya dan kemeja Ello.


Boy yang mendengarnya pun baru sadar bahwa hanya dirinya yang menggunakan pakaian senada seolah mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.

__ADS_1


"Loh iya? Mami aja baru sadar."


Semuanya langsung menggoda Boy dan Kesya karena kebetulan itu benar-benar mendatangkan kebahagiaan untuk mereka.


Raka dan Rey masih tetap pada janji mereka yang akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan Kesya terlebih jika ada Boy yang bisa mengisi hari-hari adik kesayangan semua orang tersebut.


Pun dengan Gabriel yang juga mendukung hubungan Boy dan Kesya. Setelah kejadian itu Gabriel tidak pernah lagi menyetujui hubungan Kesya dan Devan namun ia tidak bisa egois karena hanya Kesya yang bisa menentukan pilihannya sendiri.


Sebenarnya, seluruh keluarga memang lebih setuju dengan Boy terlebih Ello yang sudah lengket dengan lelaki itu seolah dengan ayah kandungnya saja. Namun, lagi-lagi pilihan ada di tangan Kesya sehingga seluruh keluarganya hanya bisa mendoakan yang terbaik.


*****


Seoul National University


Seluruh keluarga sudah berada di kampus ternama di Seoul dimana Kesya, Steven, dan Boy menempuh pendidikan. Kampus sudah dipenuhi oleh banyak keluarga yang juga akan melihat orang yang mereka sayang menggunakan pakaian wisuda dan membawa sertifikat kelulusan.


Ting.


Manusia Bunglon


Dimana, Sayang? Aku di depan gerbang.-Devan.


Udah masuk duluan, Kak. Kesini aja bareng yang lain ikut nunggu.-Kesya.


Setelah membalas pesan Devan, Kesya segera menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas kecil miliknya lalu masuk ke dalam aula dimana akan dilangsungkan acara wisuda.


Devan yang saat itu masih berada di gerbang pun segera masuk ke dalam dan mencari keluarga Kesya hingga tak lama kemudian ia melihat seluruh keluarga Kesya yang sedang berkumpul kecuali Citra dan Gabriel yang menemani Kesya di dalam aula.


Tatapan Devan terhenti saat ia melihat seorang bocah lelaki yang digendong oleh Boy. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya siapa bocah lelaki itu. Ia sendiri bahkan tidak mengetahui bahwa keluarga Kesya memiliki bocah lelaki.


"Daddy, can I ask for help?" (Daddy, bisakah aku meminta tolong?)


Daddy?!-Devan


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2