
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Bughh
Tamparan keras yang tiba-tiba tersebut membuat Devan benar-benar terkejut.
"****! R—rey?!"
Devan terdiam ketika melihat sosok yang ada dihadapannya sedang menatapnya dengan penuh emosi.
"Lo mau sampai kapan jadiin Kesya boneka, Dev?!" teriak Rey dengan wajah yang sudah memerah.
Devan hanya bisa menunduk, ia sadar bahwa dirinya sudah tidak bisa dimaafkan lagi oleh siapapun termasuk Kesya. Namun, apakah salah jika dirinya mencintai gadis itu? Tidak ada yang bisa menyalahkan cinta atas semuanya.
"Gue udah bilang berkali-kali, Dev! Ketika lo dengan berani bikin air mata sialan keluar di wajah adek gue, itu tandanya lo berani terima resiko kalau gue bakal cari lo sampai ujung dunia pun buat bikin muka lo babak belur! Lo anjing! Gue nggak akan biarin lo deket sama adek gue lagi, bangsat!"
Ucapan Rey benar-benar kasar bahkan tak jarang dirinya mengumpat dihadapan Devan. Ia sudah tidak bisa menahan lagi terlebih ketika mendengar kabar buruk antara hubungan Devan dan Kesya.
"Kenapa?! Kenapa lo nggak bisa menolak perjodohan sialan itu?! Gue tanya kenapa, Devan!"
Raut wajah Devan berubah seketika ketika mendengar Rey tau tentang perjodohan antara dirinya dan Dhea.
"R—rey, lo tau dar—"
"Gue nggak perlu susah-susah kasih tau lo, gue tau dari mana info itu. Gue tanya, kenapa lo nggak bisa menolak?! Apa setakut itu lo hidup tanpa marga Fernando?!"
"Rey! Lo nggak akan pernah tau rasanya jadi gue gimana. Gue juga mau berjalan sesuai dengan kehendak gue. Gue juga mau bikin Kesya bahagia gimana pun caranya."
"Tapi lo nggak punya effort sama sekali. Lo selalu menyepelekan semuanya. Lo kira dengan lo siap finansial dan restu, lo akan bisa hidup bareng Kesya?!"
"Kalau gue keluar dari marga gue, yang ada gue bikin hidup adek lo susah, Rey.. mau gue kasih makan apa..?"
__ADS_1
"Cuman gara-gara itu?!"
Pertanyaan Rey membuat Devan emosi seketika.
"Cuman lo bilang?! Lo nggak akan pernah tau karena lo lahir di keluarga kaya, Rey! Apa yang lo mau juga bakal dikabulin sama bokap nyokap lo. Kalau gue keluar dari keluarga gue, mau kerja gimana?! Untuk hidup sendiri aja gue nggak bisa ngebayangin, apa lagi kalau gue nikahin anak orang, Rey!"
"Yang gue tanya disini usaha lo, Devan! Nggak usah koar-koar bilang ke semua orang kalau lo cinta sama Kesya kalau buktinya aja lo nggak bisa ngebahagiain dia. Kalau aja lo mikir, lo bisa lepas marga lo dengan orang yang bener-bener lo sayang yang nantinya bikin hidup lo bahagia, tapi lo nggak pernah bisa mikir kesitu. Lo terlalu takut ambil tindakan duluan dan akhirnya lo selalu cari jalan keluar dengan instan."
"Rey, lo nggak akan pernah tau rasanya jadi gue itu gimana.."
"Nggak, gue nggak akan pernah mau tau. Gue nggak akan semudah itu menyerah kalau gue benar-benar cinta sama cewek gue."
"Tolong kasih gue waktu dikit lagi.. gue udah janji dengan Dhea kalau nantinya setelah nikah kita bakal cari cara buat cerai karena emang nggak ada yang mau pernikahan ini."
"Anjing ya lo! Lo kira setelah semua yang lo lakuin ke Kesya, lo tetap dapat restu dari gue?! Nggak, anjing! Nggak akan gue biarin."
"Rey! Tolong.. kali ini aja gue janji bakal ngejar Kesya lagi.."
"Gue nggak akan sebodoh itu tetap kasih restu ke orang yang nggak akan bisa bikin adek gue bahagia."
*****
Kesya terbangun dari tidurnya dengan kepala yang sangat berat hingga butuh beberapa menit untuknya menyadari bahwa ia sekarang sedang dipeluk erat oleh seseorang.
****?! Kak Boy?!-Kesya.
Mata Kesya melotot seketika saat melihat Boy yang tidur dengan sangat nyenyak dan memeluknya erat. Ia berpikir sangat keras bagaimana bisa ia dan Boy berakhir di sebuah kamar sekarang. Saat sedang berpikir, tatapan Kesya tertuju pada pakaian yang ia kenakan.
"Bukannya gue malam tadi pakai dress warna item..? Kok tiba-tiba gue udah pakai dress tidur aja..? Jangan-jangan..?"
Kesya benar-benar sangat ingin berteriak sekarang namun ia tidak tega membangunkan Boy yang sedang tertidur nyenyak. Perlahan, tangannya bergerak untuk melepaskan pelukan Boy dari perutnya, bukannya terlepas, Boy malah semakin memeluknya erat hingga membuat ruang gerak Kesya semakin sempit.
Aduh, ini jantung gue mau meledak.. Kak Boy santai banget meluk-meluk, nggak tau aja gue udah mau pingsan.. deket banget ini, tolong..-Kesya.
*****
"Kak..?!" panggil Kesya pelan seraya menggoyangkan lengan Boy.
__ADS_1
Lelaki itu menggeliat pelan lalu membuka mata. "Hm?"
"Kak Boy nggak kerja? Gue udah masak sarapan buat Kak Boy."
Kesya benar, setelah hampir satu jam dipeluk dengan sangat erat oleh Boy, akhirnya lelaki itu melepaskan pelukan dengan masih tertidur nyenyak hingga membuat Kesya segera beranjak dari tempat tidur.
Kesya turun ke lantai bawah untuk membuka jendela dan membereskan rumah Boy. Saat ia membuka lemari es, tidak banyak bahan makanan yang tersisa hingga membuat Kesya berinisiatif membeli bahan makanan di depan karena biasanya akan ada penjual sayur keliling di sekitar kompleks perumahan mereka.
Sebenarnya saat membeli sayur, Kesya sempat digoda oleh beberapa tetangga yang melihatnya keluar dari rumah Boy sehingga mereka berpikir bahwa kedua anak muda itu sedang menjalin hubungan.
"Gimana rasanya jadi kekasih penerus tunggal perusahaan ternama, neng?"
Bahkan penjual sayur pun bertanya seperti itu pada Kesya hingga membuat gadis itu sedikit salah tingkah.
Oke, kembali pada Boy yang baru saja bangun karena dibangunkan oleh sosok gadis cantik dihadapannya.
"Adem banget pagi gue hari ini" gumam Boy yang membuat Kesya terkekeh pelan.
"Kak..? Gue boleh tanya sesuatu, nggak?"
Boy mengangguk pelan seraya menepuk ruang disebelahnya agar Kesya duduk. Melihat hal itu Kesya malah refleks mundur selangkah hingga membuat Boy menatapnya heran.
"Kita nggak ngapa-ngapain kan semalem..? Gue sangat tau kalau lo bisa kuat iman dan nafsu.. Lo nggak tertarik kan sama gue? Gue nggak mungkin bikin lo nafsu" ucap Kesya tertawa sendiri.
Andai saja mereka sudah menikah, Boy pasti sudah menerkam gadis dihadapannya. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan manusia selucu Kesya yang memberikan pertanyaan dan dijawab sendiri olehnya?! Ah, sepertinya Boy akan pingsan karena pesona gadis itu.
"Key.. sorry.. gue kelewat batas kemaren.." ucap Boy dengan nada menyesal.
Ucapan Boy membuat Kesya kembali refleks mundur beberapa langkah lalu memeluk tubuhnya sendiri. "Kak.. gue godain lo ya malam tadi..? Kak.. mahkota gue.."
"Hahahaha"
*
*
*
__ADS_1