
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
"Tunangan, mau nggak anter gue beli skincare?" tanya Kesya ketika langkah mereka mulai sejajar.
Boy hanya mendengus kesal karena sejak tadi Kesya tidak berhenti menggodanya. "Lo tolong banget diem, pusing gue serius."
"Ih jelek banget sih saltingnya."
"Ya mau gimana lagi? Masa gue harus jingkrak-jingkrak atau jungkir balik di mall?" gerutu Boy karena Kesya benar-benar tidak berhenti menggodanya.
Kesya tertawa. "Emang biasanya gitu ya kalau gue filirting?"
Boy terdiam. Ia merutuki mulutnya yang sangat ember sehingga tanpa disadari ia sedikit membocorkan kelakuannya ketika ia salah tingkah terhadap Kesya.
"Diem."
*****
Keduanya baru saja memasuki toko make up dan skincare karena Kesya memang ingin membeli beberapa skincare juga alat make up miliknya yang sudah hampir habis.
Ketika sedang sibuk memilih dengan ditemani oleh Boy yang hanya berjalan mengikuti kemana pun langkahnya pergi, suara seseorang yang memanggil membuat langkah keduanya terhenti.
"Boy?"
Seorang wanita paruh baya memanggil Boy yang membuat dirinya dan Kesya saling menatap lalu mengerutkan kening heran. Bukan tanpa alasan, mereka benar-benar tidak mengetahui siapa wanita yang ada dihadapan mereka.
"Boy Grandly Fransisco, kan?" panggil wanita tersebut memastikan.
Boy mengangguk pelan. "Maaf, tapi saya tidak mengenal anda, Nyonya."
"Anakku.."
Deg.
Boy mundur selangkah dan menatap wanita paruh baya tersebut dengan raut wajah terkejutnya. Ia benar-benar tidak mengira bahwa hari ini untuk pertama kali dalam hidupnya, ia bertemu dengan Ibu kandungnya sendiri.
"Maaf?"
__ADS_1
Wanita paruh baya tersebut berjalan mendekat namun Boy langsung mundur seolah ingin menghindar. Kesya yang melihat hal tersebut pun langsung memberanikan diri untuk ikut campur.
"Maaf, Nyonya. Sepertinya anda salah orang" ucap Kesya sopan.
Wanita paruh baya tersebut menggeleng tegas. Ia benar-benar bersikeras bahwa yang dihadapannya ini adalah Boy.
Boy yang masih terkejut pun langsung pergi dengan tak lupa menarik tangan Kesya agar ikut bersamanya meninggalkan wanita paruh baya yang mengaku sebagai Ibu kandungnya.
Sepanjang perjalanan, Kesya pun hanya diam namun ia tak bohong jika merasakan tangannya sakit akibat genggaman tangan Boy semakin mengeras seolah sedang menahan emosinya.
Entah kemana Boy membawanya pergi dan Kesya hanya diam lalu mengikuti saja sampai cukup jauh dari tempat tadi. Ternyata, Boy membawanya ke tangga darurat dimana benar-benar tidak ada seorang pun disana.
Perlahan, Boy melepaskan genggaman tangannya. "Sorry, tapi gue izin pulang dulu. Lo boleh balik ke yang lain" ucap Boy pelan namun tak berani menatap kearah Kesya.
Sebenarnya, sampai saat ini Kesya masih tidak mengenal sosok dihadapannya. Boy seolah enggan membawa Kesya untuk berpetualang dan menjelajahi kehidupannya hingga membuat Kesya sadar bahwa dirinya yang harus bergerak dahulu.
Kesya perlahan kembali menggenggam tangan kekar milik lelaki tersebut. "Hari ini ada tiket gratis, 24 hours with me or 24 hours disturbed by me. Batas waktunya cuman sampai hari ini, jadi cuman bisa dipakai sekarang." (24 jam bersama ku atau 24 jam diganggu oleh ku.)
Boy tersenyum tipis. Ia mengerti maksud Kesya. "Boleh dipakai sekarang?" tanya nya yang membuat Kesya mengangguk senang.
"Let's do 24 hours with me!" (Ayo lakukan 24 jam bersama ku!)
Sebelum Kesya menarik tangan Boy untuk pergi dari tangga darurat, ia menelpon Rey yang juga saat itu baru saja menyelesaikan permainannya.
"Boleh titip Ello? I want to spend the day with him.." ucap Kesya tersenyum malu. (Aku ingin menghabiskan hari bersamanya.)
"Lah? Emak bapaknya pacaran tapi anaknya ditinggal" gerutu Rey di seberang sana.
Kesya tersenyum tipis. "Nge-date bertiganya bisa kapan-kapan, sekarang nge-date berdua dulu."
"Yaudah, cepetan nikah."
Belum sempat Kesya membalas ucapan Rey yang memintanya untuk segera menikah, Rey sudah menutup panggilan karena tau bahwa ia sudah membangunkan singa betina.
"Oke karena udah lumayan sore, bagusnya sih harus liat sunset dan karena jarak ke pantai lumayan jauh, jadi kita tetep bisa liat sunset tapi di tempat lagi. Ayo."
Kesya segera menarik tangan Boy dengan bersemangat sedangkan lelaki itu hanya terkekeh pelan.
Destinasi pertama yang mereka kunjungi adalah sebuah taman bermain yang dimana tempat itu sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung yang juga ingin menikmati angin sore di kota ini.
Kesya yang sejak tadi sangat bersemangat pun segera berlari untuk menyewa sepeda karena memang ia sangat ingin bersepeda seraya melihat matahari terbenam pada sore ini.
"Katanya liat sunset" ucap Boy setelah ia baru saja tiba di tempat sewa sepeda.
__ADS_1
"Udah diem, syarat hari ini nggak boleh ngeluh dan protes, pokoknya nikmatin aja."
Seolah terhipnotis, Boy benar-benar tidak protes lagi dengan apa yang dilakukan Kesya. Bahkan, ketika Kesya memintanya berpose sangat imut dengan bunga di telinga kirinya pun ia tidak protes, walaupun mereka sempat beberapa kali berdebat kecil.
"Capek?"
Kesya mengangguk pelan. "Padahal kan niatnya kesini mau nyenengin Kak Boy, tapi malah gue yang senengnya kebangetan" ucap Kesya tertawa.
Boy pun tertawa mendengar ucapan gadis itu. "Abis ini langsung pulang?"
"Loh?! Enggak dong! Kan masih banyak waktu."
"Ya masa jalan lagi tapi nggak mandi? Bau keringet dong" ucap Boy yang membuat Kesya menatapnya dengan sangat kesal.
"Ya emang pulang mandi dulu lah terus jalan lagi."
"Tadi katanya jalan lagi dan nggak pulang."
"Ih jelek!"
Kesabaran Kesya benar-benar sudah habis.
*****
Roof Love
Kesya mengajak Boy ke sebuah restoran yang sangat indah dengan gaya yang minimalis namun elegan dengan banyak spot foto yang benar-benar bisa membuat para remaja berbondong-bondong untuk mendatangi restoran tersebut.
Malam ini, Kesya dengan balutan dress selutut yang berwarna hitam yang entah kenapa tiba-tiba bisa senada dengan warna kemeja Boy. Gadis itu sengaja menyewa bagian atap restoran agar hanya diisi oleh keduanya. Entah apa yang direncanakan oleh gadis itu.
"Ih, kok bisa sama terus sih?" gerutu Kesya ketika ia baru menyadari bahwa Boy memakai pakaian yang senada dengan warna dress nya.
Boy terkekeh pelan. "Namanya juga jodoh, nggak janjian aja bisa tau."
"Dih? Telepati gue aja yang kenceng banget makanya nyampe ke Kak Boy."
Keduanya benar-benar menikmati malam ini dengan menatap langit malam yang sangat indah. Diam-diam Boy mengambil gambar Kesya yang sedang menatap kagum pada bintang-bintang yang bersinar sangat terang.
"Minimal di posting lah kalau difotoin diem-diem."
*
*
__ADS_1
*