Tentang Kesya

Tentang Kesya
Kesalahan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Mobil Boy baru saja terparkir rapi di halaman rumah Kesya karena memang sejak berangkat ke acara pembukaan butik, keduanya menaiki mobil yang sama.


"Udah tidur ternyata, pantesan diem mulu" ucap Boy ketika melihat di jok belakang dimana Ello sudah tertidur dengan nyenyak.


"Nanti gue aja yang gendong, Kak" ucap Kesya yang baru saja hendak keluar dari mobilnya.


Dengan segera Boy menggeleng pelan. "Mommy itu harus selalu merepotkan Daddy" ucap Boy yang membuat Kesya terkekeh geli.


Ah, rasanya sudah lama mereka tidak tertawa bersama seperti ini.


Boy pun segera membukakan pintu mobil dan menggendong Ello lalu masuk ke rumah Kesya diikuti oleh gadis itu.


Setelah menidurkan Ello di tempat tidurnya, Boy pun menyelimuti sang anak yang sudah terlalu nyenyak tertidur.


"Loh? Kenapa nggak langsung istirahat?" tanya Boy heran ketika melihat Kesya yang sibuk di dapur.


"Upah karena udah gendong Ello" ucap Kesya seraya memberikan sebotol minuman soda kepada Boy dan disambut hangat oleh lelaki itu.


"Biasanya kalau gini pasti kangen." Boy terkekeh pelan setelah mengatakan itu membuat Kesya malu karenanya.


Boy ini tau saja apa yang ada di pikiran Kesya. Memang, Kesya sengaja menahan Boy sedikit lebih lama karena hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan lelaki itu.


"Gimana kerjaannya?"


"Lo nggak capek? Seharian kan lo harus bolak balik kesana kemari buat nyapa tamu undangan" ucap Boy mengingatkan.


Kesya tersenyum tipis seraya menggeleng pelan. "Gue nanya masa balik ditanya?"


"Eh, sorry sorry.. gue kepikiran takutnya lo kecapekan gara-gara acara tadi."


"Kan obat gue ada di lo, Kak."


Ucapan Kesya tentu saja membuat Boy yang saat itu sedang minum tersedak.

__ADS_1


"Buset, sejak kapan lo suka flirting gini?"


"Hahaha, sejak sama lo, mungkin?"


Boy menggeleng kepalanya dengan cepat. "Nggak waras nih cewek, nggak lama kayanya gue bakal gila."


"Karena tergila-gila sama gue?"


Lagi-lagi Kesya dengan berani menggoda lelaki dihadapannya. Memang, akhir-akhir ini melihat wajah panik Boy ketika Kesya menggodanya membuat gadis itu senang sekali.


"Wah parah nih." Boy hanya bisa mengelus dadanya melihat kelakuan Kesya yang menurutnya sudah tidak masuk akal.


Ting.


Ponsel Boy berbunyi menandakan sebuah notifikasi pesan dari seseorang.


Boy, sorry ganggu waktu lo malem-malem gini. Gue cuman mau bilang kalau Kesya suka lupa naruh ikat rambut dimana, dia paling suka makan permen kapas dan ice cream varian strawberry topping kacang, dia nggak bisa tidur kalau nggak minum susu dulu, dia takut gelap dan petir tapi anaknya paling suka hujan, dia suka nangis tiba-tiba, dia juga kalau red days nggak berubah banget kok, paling suka tiba-tiba nangis karena hal random aja, dan apa ya? Oh iya, dia paling nggak suka dibohongin dan bodohnya gue selalu ngelakuin hal yang dia nggak suka.-Devan.


Sorry, gue cuman mau bilang aja karena lo yang akan jadi pendamping Kesya.-Devan.


Boy mengerutkan keningnya heran ketika membaca pesan dari Devan. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak sehingga ia langsung menghubungi Bobby.


"Devan di bar lo?" tanya Boy to the point.


Kesya terkejut ketika mendengar ucapan Boy yang pasti sedang menelepon Bobby, namun entah kenapa tiba-tiba Boy mencari Devan hanya karena notifikasi pesan seseorang.


"Baru banget dibawa Dhea. Ada masalah apa? Gue liat dia lebih kacau dari biasanya, makanya gue telpon Ziko tapi tuh bocah ilang nggak tau kemana jadi gue terpaksa telpon Dhea."


"Anjing?!"


"Ke—"


Belum sempat Bobby bertanya lebih lanjut, Boy langsung memutuskan panggilan secara sepihak.


"Key, sorry banget tapi gue keluar sebentar ya? Ada urusan yang penting banget, abis ini gue bakal cerita. Tapi kalau lo capek, nggak usah nungguin gue pulang" ucap Boy tergesa-gesa membuat Kesya dengan segera menggenggam tangan lelaki yang sedang panik itu.


"Kak, tenang dulu jangan panik.. tarik nafas terus keluarin pelan-pelan.. gue bakal nungguin lo pulang, lo selalu ingat jalan pulang, kan?"


Ucapan Kesya memang selalu membuat Boy luluh hingga membuat lelaki tersebut sedikit merasa tenang.


Bukan tanpa alasan Boy mengkhawatirkan keadaan Devan, karena ia sangat tau bagaimana Devan jika sudah mabuk berat. Lelaki itu akan bersikap sangat jujur dan akan mengeluarkan semua unek-unek yang ia punya entah kepada siapapun yang bersamanya. Terlebih, Boy takut jika Devan akan memberontak terhadap Dhea yang notabe nya adalah perempuan.

__ADS_1


Boy mengangguk pelan seraya membalas genggaman tangan Kesya. "Gue berangkat dulu ya."


"Tolong jangan ngebut ya, Kak?"


"Pasti."


*****


Apartemen Devan


Dhea berusaha sekuat tenaga untuk membopong tubuh Devan yang lebih besar darinya. Dan, untunglah Dhea bisa sampai membawanya ke apartemen mereka yang berada di lantai paling atas.


"Lo kenapa lagi sih, Kak? Gue bingung banget sama lo" gerutu Dhea seraya menatap Devan yang sudah tidak sadarkan diri.


Akhirnya, Dhea berhasil membaringkan tubuh Devan dalam kamarnya. Walaupun sepertinya pinggang Dhea hampir patah, tak masalah baginya untuk membantu Devan ketika lelaki itu sedang dalam keadaan yang sangat kacau. Lagi pula, mereka adalah suami istri.


Baru saja rasanya Dhea hendak keluar dari kamar Devan, lelaki itu tiba-tiba menahan lengannya hingga membuat Dhea berbalik.


"Kak Devan? Kenapa?" tanya Dhea seryaa menatap lelaki tersebut dengan tatapan aneh.


Devan yang lupa sudah membuka mata pun juga menatap Dhea dengan tatapan penuh arti. Entah apa yang ada di pikiran lelaki itu, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.


Dengan satu tarikan yang kuat saja, Dhea sudah terjatuh di pelukan Devan. Tidak bisa di pungkiri, dengan kejadian yang sangat tiba-tiba tersebut membuat jantung Dhea berdetak lebih cepat, apalagi mereka tidak pernah sekali pun dalam keadaan yang sangat dekat.


Perlahan, tangan Devan bergerak untuk menyentuh Surai rambut milik gadis dihadapannya ini. Sungguh, Dhea sendiri tidak mengerti dengan jalan pikiran Devan sekarang. Tanpa disadari, tangan tersebut sudah bergerak leluasa untuk menyusuri setiap lekukan tubuh Dhea dan anehnya perempuan itu benar-benar terbuai dengan sentuhan Devan.


Dengan keadaan yang sudah setengah telanjang, Devan membalikkan tubuhnya sehingga Dhea tepat berada dibawahnya. Perlahan, wajahnya bergerak maju menghapus jarak antara keduanya hingga bibir mereka bersentuhan.


Bagi Dhea yang baru pertama kali melakukan itu, ia cukup terkejut dan tidak tau harus melakukan apa. Akal sehatnya seolah langsung kembali hingga ia segera memberontak, namun tetap saja tenaga Devan lebih kuat darinya sehingga mau memberontak bagaimana pun, ia tidak bisa selain hanya pasrah.


Dan malam ini, terjadilah hal yang membuat Dhea menyesali perbuatannya. Dirinya dan Devan melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan, terlebih dengan keadaan Devan yang mabuk berat.


"I love u, Kesya ku.."


Deg.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2