
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tak terasa sekarang sudah tiga bulan semenjak Kesya diusir dari rumah dan tinggal di rumah pribadinya sendiri.
Sudah tiga bulan juga ia tak mendengar kabar Asyera karena memang Franklin memutus semua komunikasi antara Asyera dan Kesya bahkan ia tak segan-segan untuk memerintahkan supir yang mengantar jemput Asyera sekolah untuk melaporkan padanya jika Kesya mendekati sang Adik. Franklin benar-benar memberikan pengawasan yang ketat.
Hari ini, Kesya sedang berada di rumah keluarga Aldino karena mereka akan berangkat ke Jepang untuk melangsungkan pernikahan Raka dan Claudia.
Diketahui bahwa Raka berpacaran dengan Claudia yang memiliki profesi yang sama dengannya sejak lama sehingga mereka memutuskan untuk menikah. Tentu saja di negara kelahiran Claudia.
Semua orang tidak mengetahui tentang Kesya yang diusir dari rumah karena Kesya selalu bisa mencari alasan agar tidak dicurigai oleh semuanya terlebih keluarga Aldino.
"Mas, masa harus lusa sih?" gerutu Kesya kesal.
Kesya yang sudah menjadi siswi akhir pun tidak bisa terlalu lama izin dari sekolah karena akan melaksanakan ujian kelulusan sehingga ia benar-benar kesal ketika mendengar keluarga Aldino akan berlibur sementara dirinya harus kembali sehari setelah pesta pernikahan.
"Mau gimana lagi, Dek? Hanya ini jadwal kosong Mas" ucap Raka yang sudah berkali-kali memberikan penjelasan namun tidak didengar oleh Kesya.
Rey yang mendengarnya pun turun dari lantai dua. "Apa sih cuman Jepang doang kek nggak pernah kesana aja" ketus Rey yang membuat Kesya kesal.
"Pokoknya besok Kesya mau jalan-jalan."
"Gih sana nggak ada yang ngelarang."
"Cih, jangan sombong, Tuan Muda Rey" ketus Kesya menatap Rey dengan tajam.
"Lagian, lo udah sering kali ke Jepang."
"Ya kan beda, ini liburan keluarga. Masa Kak Rey sibuk makan sushi terus Kesya sibuk makan ujian fisika?"
Tentu saja ucapan Kesya membuat Rey dan Raka tertawa seketika.
Rey segera berlari mendekati Raka. "Mas, periksa dulu siapa tau otaknya geser."
"Heh, kurang ajar!" teriak Kesya lalu berlari mengejar Rey yang sudah melarikan diri.
Hal tersebut membuat semua pelayan di rumah keluarga Aldino menggeleng karena mereka sudah hafal jika Kesya dan Rey bertemu akan jadi apa rumah itu.
"Lo berdua bisa diam nggak?"
Ucapan Steven membuat Kesya dan Rey berhenti bermain Tom and Jerry.
"Udah beres packing nya?"
__ADS_1
"Loh, Kesya kira Bang Stev sudah tidak bernyawa."
"Sialan, lo berdua tuh bisa nggak sih akur sehari?"
Steven benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa mereka selalu berdebat bahkan untuk hal sepele sekalipun.
"Yang ada bakal ditanya sama Bi Leni" ucap Kesya tertawa.
Ucapan Kesya benar, salah satu pelayan yang sudah lama mengabdi pada keluarga Aldino itu akan bertanya-tanya jika melihat Kesya dan Rey sangat akur karena menurutnya hal itu sangat mustahil.
"Udah ah, gue capek" ucap Rey yang segera duduk di sofa diikuti oleh Kesya yang juga duduk di sebelahnya.
"Anyway, lo sama Devan gimana kabarnya?"
Tumben sekali Rey memulai obrolan tentang Devan.
Kesya menatapnya heran. "Tumben."
"Apanya?"
"Dua tahun enam bulan Kak Rey nggak pernah memulai obrolan tentang Kak Devan" ucap Kesya menatapnya penuh curiga.
"Buset sampai dihitung. Ya, gapapa sih nanya aja"
"Baik-baik aja."
Kesya tersenyum lalu memeluk Rey dengan tiba-tiba.
"Anjir, lo kenapa?"
"Kangen peluk Kak Rey" ucap Kesya dengan suara bergetar membuat Rey tau bahwa Adik nya sedang menahan tangis.
Rey segera membalas pelukan tersebut dengan sesekali mengelus punggung Kesya. "Adek perempuan gue ternyata udah dewasa" ucap Rey terkekeh.
Kesya hanya diam karena tau bahwa Rey belum selesai bicara.
"Lo tau nggak kenapa gue tobat jadi playboy?" tanya Rey yang membuat Kesya menggeleng pelan.
"Gue baru sadar kalau karma bakalan ada dan bisa jadi malah berakhir di lo. Gue yang mati-matian jagain lo tapi gue nyakitin cewek lain di luar sana, apa karma nggak tertarik? Gue nggak mau lo disakitin makanya gue udah berhenti nyakitin cewek."
Kesya hanya diam namun Rey tau bahwa tangisnya semakin menjadi.
"Lo itu segalanya buat gue, Key. Gue nggak mau dengan bejat nya gue malah berimbas di lo karena sesayang itu gue sama lo. Udah ah, jangan nangis gini, lo malah bikin gue sakit."
"Kak, Kesya nggak tau harus balas kebaikan Kak Rey dengan apa. Jujur, Kesya ngerasa nggak pantes diperlakukan gini" ucap Kesya yang membuat Rey mengeratkan pelukannya.
"Cukup dengan lo bahagia sampai lupa kalau lo bisa nangis, itu udah lebih dari cukup buat gue. Apapun itu, gue bakal lakuin demi lo bahagia."
"Kak Rey juga harus mikir kebahagiannya."
__ADS_1
"Ribut sama lo aja gue bahagia."
"Sialan."
*****
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba dimana Raka dan Claudia akan melaksanakan pernikahan kudus di hadapan semua tamu undangan yang hadir. Keluarga Franklin pun ikut hadir yang membuat Kesya sedikit canggung karena inilah pertama kalinya ia melihat lagi keluarga kandungnya setelah ia pergi dari rumah.
Sebenarnya, Rey sedikit menaruh curiga apalagi melihat Asyera yang seolah-olah canggung ketika bertemu Kesya bahkan ia sempat melihat raut wajah sedih bocah itu ketika pertama kalinya mereka bertemu. Apalagi melihat Kesya yang seolah-olah menghindar untuk menyapa kedua orang tuanya dan membuat kecurigaan Rey semakin besar.
Ada yang nggak beres.-Rey.
"Gimana?" tanya Rey kepada Kesya yang enggan menjauh darinya.
"Baru tau tamu undangannya banyak banget" gumam Kesya pelan.
"Tar nikahan gue lebih banyak."
Plak
"Nikah-nikah, emang ada calon?"
"Nggak usah jujur juga anjir."
Kesya tertawa karena wajah kesal Rey benar-benar menggemaskan untuknya.
"Ini berdua jangan ribut mulu bisa nggak? Masa mau ribut di kondangan Mas" ucap Dio seraya berjalan mendekat.
"Kak Rey nih loh Brother, masa bilang mau nikah duluan kan nggak lucu itu namanya melangkahi Brother dan Bang Stev, mana anak bontot lagi nikah mulu pikirannya" ucap Kesya yang mengadu dan tentu saja Dio akan selalu berpihak padanya.
Pletak
"Anjir! Nggak ada, nih bocah mulutnya minta gue plester" ketus Rey dengan kesalnya membuat Kesya tertawa.
"Sok banget mau nikah, kenalin dulu sini calonnya. Berani nggak ngadepin semua?"
"Brother, jangan gitu ah. Masa mau nikah aja berasa didakwa" gumam Kesya karena ia sangat tau apa yang terjadi jika salah satu dari mereka mengenalkan kekasihnya.
"Gue jadi inget perjuangan Mbak Clau" ucap Rey pelan.
Semuanya tertawa karena memang benar, ketika Raka memperkenalkan Claudia pada keluarganya, baik Dio, Steven, Rey, bahkan Kesya mengajukan banyak pertanyaan nyeleneh yang membuat Claudia lelah untuk menjawabnya satu persatu. Untung saja Claudia berhasil bertahan hingga akhir menghadapi adik-adik kekasihnya yang sangat usil.
Dari semenjak itulah Raka menerapkan bahwa jika salah satu dari mereka akan menikah, harus ada sesi tanya jawab dengan para saudara seolah ingin membalaskan dendamnya.
*
*
*
__ADS_1