
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Ketiganya sudah berada di sebuah mall besar dengan pakaian senada yang sengaja dipilih oleh Ello. Ello menggandeng tangan kedua orang tuanya dengan wajah riang bahkan senyum tak pernah lepas dari wajahnya.
"Senyum terus apa nggak capek?" ejek Kesya yang membuat Ello mendengus kesal.
"Mommy! Ello itu bahagia tau!"
"Oh ya? Kenapa?"
"Karena jalan-jalan bersama Daddy dan Mommy" ucap Ello dengan senangnya membuat Boy dan Kesya terkekeh pelan.
Tiba-tiba ponsel Kesya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Citra.
"Halo, kenapa Mi?" tanya Kesya saat panggilan sedang berlangsung.
"Dimana, Sayang? Baru aja balik ke Indonesia setelah sekian lama, kenapa nggak tidur di rumah aja? Mami kan masih kangen."
Kesya terkekeh pelan mendengar ucapan Citra. "Ini Kesya lagi di mall sama Ello dan Kak Boy. Mami salahin aja Yera, habisnya dia kasih kupon Timezone ke Ello yaudah deh tuh anak maksa buat ke Timezone malam-malam gini" ucap Kesya menjelaskan.
Terdengar tawa di seberang sana yang bisa dipastikan bahwa Asyera sedang bersama Citra. "Kan batas waktu kuponnya dua bulan lagi, Ello ngapain langsung ke mall?" tanya Asyera disela-sela gelak tawanya.
"Lo kan tau Ello masih kecil, dia mah mau dikasih tau dua bulan lagi, sebulan lagi, seminggu lagi, bakal tetap maksa pergi malam ini."
Ucapan Kesya membuat Asyera dan Citra tertawa. "Yaudah masih di mall, kan? Gue mau nyusul kangen sama Ello. Tadi nggak sempet mampir soalnya baru banget balik dari lapangan."
"Iya sini aja."
Panggilan pun terputus.
"Kak, Yera gapapa ikut gabung? Katanya pengen ketemu Ello" ucap Kesya saat Asyera sudah memutuskan panggilan.
Boy mengangguk pelan. "Kok jadi minta izin ke gue?" tanya Boy tertawa.
"Ya kan gue udah feeling tar Kak Boy bakal keluarin duit."
Ucapan Kesya mengundang gelak tawa Boy lagi.
"Jangan ya malam ini biar pake duit gue aja, lagian gue masih punya kok. Gue nggak enak tiap Kak Boy keluarin duit kalau jalan bertiga gini" ucap Kesya.
"Kan udah tanggung jawab gue, Key."
Hah?-Kesya.
**
Salah ngomong ya gue? Kok muka Kesya kek kaget gitu?-Boy.
"Maksudnya, kan gue udah anggap Ello sebagai anak gue sendiri, jadi gue harus berperan sebagai Daddy dengan baik. Gue harus bertanggung jawab sama kebutuhan dan kemauan anak gue."
__ADS_1
Kesya merasakan itu lagi. Jantung yang berdetak sangat cepat hanya karena ucapan yang keluar dari mulut Boy. Tanpa ia sadari bahwa dirinya selama ini merindukan interaksi seperti dulu saat ia melepaskan topengnya dihadapan lelaki ini. Namun sekarang, untuk menceritakan semuanya pun ia tidak bisa seolah ada benteng tinggi yang menghalangi keduanya.
"Yaudah kita mau langsung ke Timezone atau tunggu dulu?"
Pertanyaan Boy membuat Kesya tersadar seketika.
"Eh—langsung aja, Kak. Yera nanti nyusul kesana."
Mereka pun segera berjalan ke lantai dua dimana letak Timezone berada.
Saat melewati beberapa toko, tatapan Kesya tertuju pada dua orang yang sedang memilih sesuatu di sebuah toko. Kesya membaca toko tersebut dan ternyata toko itu adalah toko perhiasan.
"Kak.."
Langkah Boy terhenti ketika melihat Kesya yang diam ditempat dengan tatapan yang masih tidak ingin lepas dari toko perhiasan tersebut.
"Kenapa? Mau beli perhiasan?"
"Bukan.. Itu kok Kak Devan dan Dhea..?"
Deg.
Tatapan Kesya bertemu dengan tatapan Devan yang juga sedang menatap kearahnya.
*****
Malam ini rasanya Devan malas sekali untuk keluar rumah namun karena ada janji dengan Dhea, akhirnya mau tak mau ia melajukan mobilnya menuju ke rumah gadis itu.
"Udah siap?" tanya Devan saat Dhea masuk ke dalam mobilnya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara hingga mobil berhenti di parkiran mall. Devan segera keluar dari mobil diikuti oleh Dhea dan mereka pun segera menuju ke toko perhiasan.
"Silahkan dipilih, Kak. Untuk acara lamaran atau pernikahan?" tanya pegawai toko yang membuat Dhea dan Devan saling tatap.
"Saya mau lihat-lihat dulu, Kak" jawab Dhea seadanya.
Karena merasa bosan dan tidak tau harus melakukan apa, Devan pun menatap sekeliling hingga tatapannya tertuju pada sepasang mata yang juga sedang menatap kearahnya.
Kesya?!-Devan.
*****
Kesya terdiam, tubuhnya tiba-tiba membeku dengan begitu banyak pemikiran negatif yang sedang menari-nari di pikirannya. Ia bahkan tidak menyadari bahwa dua orang itu sudah berjalan kearahnya.
"Kesya, lo udah balik ke Indo?"
Pertanyaan Dhea membuat Kesya tersadar.
"Eh—udah. Lo udah netap disini?" tanya Kesya balik.
Sekuat mungkin Kesya tidak mau menatap kearah lelaki yang sedang menatapnya tersebut. Suasananya sangat canggung terlebih ia sudah lama tidak lagi berhubungan dengan Devan. Hubungan mereka? Kesya bahkan tidak bisa menjawab hal itu.
"Kak? Lo nggak mau nyapa Kesya?" tanya Dhea yang membuat Devan tersadar.
Devan menjulurkan tangannya dengan canggung ke arah Kesya. "Udah lama nggak ketemu.. Apa kabar..?"
__ADS_1
"Kabar gue baik, Kak. Gimana sama lo? Oh iya, Kak Jojo udah balik ke Indo?" tanya Kesya mengalihkan pembicaraan.
"Belum balik. Anyway, gue pinjam Kak Devan bentar ya Key buat beli hadiah ke Kak Jojo."
Oh?-Kesya.
"Loh? Kok kasih tau ke gue?" tanya Kesya tertawa canggung.
"Ya kan lo ceweknya, harusnya gue minta izin tadi tapi gue nggak tau lo udah di Indo. Kalau aja gue tau kan gue bisa bawa lo langsung" ucap Dhea yang membuat Kesya terdiam.
Ceweknya? Haha.-Kesya.
"Oh iya, Kak Boy gimana kabarnya?" Dhea menjulurkan tangannya ke arah Boy.
"Gue baik. Lo gimana?"
"Baik juga, Kak."
"Mommy? Masih lama?"
Akhirnya, Ello yang berada di pelukan Boy pun mengeluarkan suara.
"Eh sorry gue duluan ya, Ello nagih ke Timezone dari kemaren."
Setelah berpamitan dengan Dhea dan Devan, akhirnya Kesya bisa kembali bernafas lega karena ia bisa lepas dari suasana canggung tersebut.
"Lo gapapa?" tanya Boy yang membuat Kesya menoleh kearahnya.
"Konteks pertanyaan Kak Boy itu gimana? Gapapa apanya?"
"Hati lo. Setelah sekian lama akhirnya lo ketemu sosok yang selama ini bikin lo jadi kek sekarang."
Damn. Ucapan Boy memang selalu bisa membuat Kesya kalah telak.
"Sorry, nggak semestinya gue nanya gitu."
Boy merasa bersalah ketika melihat Kesya yang hanya diam dan tidak merespon ucapannya. Mendengar permintaan maaf dari Boy, Kesya terkekeh pelan.
"Kenapa gue harus kenapa-kenapa, Kak? Apa yang lo khawatirkan disaat gue aja nggak tau hubungan gue sama dia apa? Jujur awalnya gue cukup kaget karena mungkin udah setahun lebih dan itu bukan waktu yang singkat. Keegoisan gue yang selalu mau menuntut lebih tapi akhirnya gue dikecewakan dengan ekspektasi gue sendiri. Gue udah bisa terima apapun itu, Kak" ucap Kesya tersenyum tipis.
Bahkan disaat gini pun lo cuman bisa menyalahkan diri lo sendiri.-Boy.
*****
"Kak, itu anak siapa..?" tanya Dhea hati-hati.
"Anak angkat Kesya
dan Boy.."
*
*
*
__ADS_1