
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Setelah berperang dengan diri sendiri selama ini, akhirnya hari ini pun tiba dimana Kesya akan melangsungkan acara pembukaan butik pertama nya di Indonesia dengan dihadiri oleh begitu banyak wartawan yang memang sudah mengenal Kesya sebagai desainer dan model ternama.
Suasana di rumah keluarga Franklin sangat heboh karena seluruh keluarga sudah berkumpul sejak malam kemarin meluangkan waktunya agar bisa menghadiri acara penting Kesya.
"Ello, dasi nya mana?" tanya Kesya seraya mengerutkan keningnya heran ketika melihat Ello yang berlari ke arahnya tanpa memakai dasi.
Belum sempat Ello menjawab, terlihat Boy yang berlari dengan dasi ditangannya sehingga bisa dipastikan bahwa Daddy dan anak tersebut sedang bermain-main.
"Hayo, mau lari kemana?" tanya Kesya setelah ia berhasil menangkap Ello yang hendak berlari demi menghindari Boy yang semakin mendekat.
"Mommy, please let me go." (Mommy, tolong biarkan aku pergi.) ucap Ello dengan wajah memelas.
Kesya yang sudah terbiasa melihat wajah memelas Ello ketika hendak menginginkan sesuatu pun enggan untuk melepaskan sang anak hingga membuat Boy dengan mudah kembali memasangkan dasi padanya.
Boy segera menggendong tubuh Ello saat ia selesai memasangkan dasi kepada sang anak. "Ayo."
"Where to?" (Kemana?)
"Butik Mommy" ucap Boy seraya mengerutkan keningnya karena Ello masih bertanya kemana mereka akan pergi.
Ello menggeleng cepat. "Why didn't Daddy bring Mommy?" (Kenapa Daddy tidak membawa Mommy?)
Boy terdiam. Bagaimana bisa dirinya dan Kesya berada dalam satu mobil yang sama padahal selama ini hubungan keduanya benar-benar renggang?
Walaupun keduanya masih berakting hebat didepan Ello, namun tetap saja masih ada kecanggungan yang terjadi diantara keduanya.
"Ello, bi—"
"I think there's something to talk about together." (Aku pikir ada sesuatu yang harus dibicarakan bersama.)
Ello segera memotong pembicaraan Kesya dengan kalimat yang membuat Daddy dan Mommy nya benar-benar membeku seketika. Siapa yang bisa menyangka bahwa bocah kecil itu mengatakan hal seperti itu?
__ADS_1
"Apa yang Ello katakan?" tanya Kesya tertawa canggung. Ia benar-benar tidak siap dengan situasi seperti ini.
Ello mendekati keduanya lalu menyatukan tangan Daddy dan Mommy nya seketika. "This is not what I expected, if there is a problem please talk about it together." (Ini bukan seperti yang aku bayangkan, jika ada masalah tolong bicarakan bersama.)
Setelah mengatakan hal tersebut, Ello pergi meninggalkan Boy dan Kesya yang sama-sama merasakan kecanggungan diantara keduanya.
"Sorry" ucap Boy saat ia menyadari bahwa tangannya masih menggenggam erat tangan mungil Kesya.
Boy berjalan pelan menjauhi Kesya. "Gue sama Ello duluan ya?"
"Kak.."
Langkah Boy terhenti ketika mendengar Kesya memanggilnya dengan sangat pelan.
"Do u still love me..?" (Apakah kamu masih mencintai ku?)
Kesya tidak peduli jika setelah ini Boy akan menganggapnya perempuan aneh dan gila. Kesya tidak peduli jika setelah ini Boy semakin jauh dari jangkauannya. Bahkan Kesya tidak peduli jika setelah ini hubungan mereka semakin tidak baik saja.
Ia hanya tidak tahan untuk tidak mengatakan hal tersebut. Beberapa bulan ia mencoba bertahan namun tetap saja nama Boy masih terukir jelas dalam ingatannya.
Persetan sama semuanya. Gue cuma mau lo, Kak.-Kesya.
Boy berbalik menatap Kesya yang juga sedang menatapnya dengan air mata yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
Kesya menggeleng pelan. "Gue rasa.. gue rasa kehilangan lo jadi hal yang paling menyeramkan.."
Mendengar hal itu, ada gejolak dalam hati Boy. Bohong jika Boy tidak senang mendengarnya namun ia harus tetap bisa mengontrol diri mengingat yang dihadapannya sekarang adalah gadis yang sedang masuk dalam fase denial.
"Gue kira selama ini kehilangan Kak Devan akan jadi mimpi buruk buat hidup gue, ternyata gue salah. Kehilangan lo adalah hal yang paling menyakitkan. Gue nggak pernah ngebayangin hidup gue tanpa lo gimana.."
Boy hanya diam karena ia sendiri tidak tau harus merespon bagaimana. Ucapan Kesya sungguh membuatnya terkejut.
"Selama ini gue kira kalau gue masih ada dalam bayang-bayang masa lalu Kak Devan, selama ini gue kira kalau gue menjadikan lo sekedar pelampiasan, selama ini gue kira kalau gue lebih cinta Kak Devan daripada lo. Tapi, gue salah besar. Ternyata dari awal yang jadi pemilik hati gue itu lo bukan Kak Devan.."
Isak tangis Kesya mulai terdengar membuat Boy pun ikut merasakan sakitnya. Namun, Boy masih belum beranjak dari posisi semula karena ia sendiri bingung harus melakukan apa. Tidak sopan rasanya jika ia langsung memeluk Kesya sekarang.
"Hadirnya lo di hidup gue bukan sekedar jadi tamu, tanpa sadar gue jadiin lo sebagai pemilik hati dan tanpa sadar gue jatuh terlalu dalam sama lo. Rasanya bener-bener sakit ketika gue tau kalau kita jadi renggang. Saat lo nggak ada, gue baru sadar sepenting itu lo dalam hidup gue, Kak.."
Ada jeda sebentar sebelum Kesya kembali membuka suara dan menatap Boy dalam.
__ADS_1
"Gue.. gue nggak peduli kalau setelah itu lo akan semakin jauh dari jangkauan gue.. Gue cuman mau bilang apa yang gue rasain selama ini.. I still and will always love Mr. Boy Grandly Fransisco.."
*****
Gerasya's Boutique
Acara pembukaan butik Kesya berjalan dengan sangat baik. Dihadiri dengan banyaknya tamu undangan terhormat yang meluangkan waktunya untuk hadir dalam pembukaan butik pertama Kesya.
Nama Kesya Cloresya Ayin terpampang jelas di media sosial bahkan televisi-televisi nasional dimana semua berita sedang menyiarkan acara pembukaan butiknya.
Semua teman-teman Kesya pun hadir dalam acara pembukaan tersebut sehingga membuat acara tersebut bisa dianggap sebagai acara reuni yang tidak direncanakan.
"Wow, sahabat gue makin keren aja" ucap Rere saat ia bersalaman dengan Kesya.
Kesya terkekeh pelan. "Lo juga makin keren, Re" ucap Kesya tulus.
"Congrats ya, Key.. Gue yakin kalau lo bakal sesukses ini."
"Selamat, Kesya."
"Congrats ya bidadari nya Rajawali."
Dan masih banyak lagi ucapan selamat yang Kesya dapatkan dari teman-temannya.
"Anyway, itu anak Kak Boy?"
Pertanyaan Joy membuat tatapan semua orang beralih kepada Boy yang sedang membantu Ello memasangkan sepatunya.
"Lah? Sejak kapan Kak Boy nikah?"
Lalu sesi gosip pun terjadi. Banyak diantara mereka yang menduga-duga sejak kapan Boy menikah dan siapa perempuan yang akhirnya bisa meluluhkan kutub utara tersebut. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang langsung mencari akun sosial media Boy hanya untuk mencari siapa ibu dari anak itu.
"Mommy!"
Deg.
"What?! Mommy?!"
*
__ADS_1
*
*