
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh keluarga Franklin karena hari ini adalah momen dimana anak tertua akan melangsungkan pernikahan dengan sang kekasih yang ia cintai.
Kemarin, Kesya dan Boy beserta baby Ello baru saja tiba di Indonesia tanpa mengabari seluruh keluarga sehingga mereka tidak tau bahwa Kesya akan hadir di acara pernikahan kakak kandungnya itu.
Sebenarnya, Kesya sudah berkonsultasi dengan dokter yang ada di rumah sakit Cambridge, dan akhirnya setelah mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan, akhirnya baby Ello diberikan izin untuk menikmati penerbangan pertamanya pada umurnya yang ke satu bulan lebih sedikit.
Kesya juga membawa Nyonya Merlin dan Arsya yang sudah menjalani perawatan dengan baik dibantu oleh Kesya dan juga Boy yang membayar semua biayanya sehingga mereka bisa membawa ibu dan anak tersebut untuk ikut berlibur ke Indonesia.
"Ibu kira kalian sudah menikah" ucap Nyonya Merlin kepada mereka ketika Kesya menjelaskan tentang hubungannya dengan Boy.
Ya, Kesya juga meminta Nyonya Merlin untuk menganggapnya sebagai anak agar tidak terlalu canggung saat mengobrol bersama.
"Memangnya Kesya seperti ibu-ibu ya, Bu?" tanya Kesya yang membuat Nyonya Merlin tertawa.
"Aura keibuan sudah terlihat terlebih saat Nak Kesya menggendong Ello" ucap Nyonya Merlin tersenyum tipis.
Kesya hanya terkekeh pelan mendengarnya. Memang, saat mereka masih berada di Cambridge, Kesya belum mempunyai kesempatan untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Boy kepada Nyonya Merlin terlebih ketika mereka tidur di kamar yang sama.
"Padahal kalian terlihat sangat cocok" ucap Nyonya Merlin tertawa.
"Ibu, nggak tau aja Kesya dan Kak Boy itu ribut terus abisnya Kak Boy ngeselin" ucap Kesya dengan wajah seriusnya.
"Bagus, ngomongin orang dibelakang."
Tiba-tiba terdengar suara berat Boy dan suara langkah kaki yang berjalan mendekat membuat Kesya berbalik dan terkekeh pelan karena dipergoki membicarakan tentang Boy.
"Hehehe, kan emang beneran" ucap Kesya cengengesan.
Boy menghela nafas berat lalu berjongkok di hadapan baby Ello yang sedang tertidur pulas.
"Morning, anak Uncle yang tampan" ucap Boy seraya mengelus pelan pucuk kepala baby Ello.
Selama ini memang Boy tidak pernah absen untuk memberikan ucapan selamat pagi dan mengobrol singkat bersama baby Ello.
"Kenapa tidak ingin dipanggil Daddy?" goda Nyonya Merlin yang membuat Boy dan Kesya salah tingkah.
"Um, Kak Boy nggak cocok jadi Daddy, yang cocok itu Om Heru karena Om Heru sugar Daddy" ucap Kesya mengalihkan pembicaraan membuat Boy mendengus kesal.
"Papa nggak mau sama bocil kek lo" ucap Boy kesal.
"Yaudah tar Kesya bikin Om Heru biar mau sama Kesya" ucap Kesya menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Boy hanya bisa menggeleng pelan karena ia tak akan pernah bisa menang jika berdebat melawan Kesya.
*****
Seluruh keluarga besar Franklin dan Aldino sudah bersama-sama menuju gedung tempat dilaksanakannya pernikahan kudus antara Gabriel dan Isabelle.
Isabelle memang satu kota dengan Gabriel, namun ketika ia juga menempuh pendidikan di negara yang sama dengan sang kekasih, ternyata ia mendapatkan tawaran untuk menjadi model sehingga ia sekarang adalah model asal Indonesia yang terkenal di luar negeri terutama negara tempatnya menempuh pendidikan.
"Yah, Kesya nggak bisa kesini?" keluh Rey karena mereka semua sudah berkumpul demi menghadiri pernikahan Gabriel.
"Ya mau gimana? Kasian juga Ello masih kecil" ucap Steven menghela nafas.
"Padahal gue pengen ketemu Ello, tar masa gue yang kesana? Nggak ada waktu lagi" ucap Rey yang lagi-lagi hanya bisa pasrah ketika mendengar Kesya tidak bisa hadir dengan alasan baby Ello tidak diizinkan untuk menempuh perjalanan jauh.
Tak lama kemudian, tiba-tiba ponsel mereka berdering di waktu yang tepat.
Big Family of Yohanes Ayin
Kesya mengirimkan foto.
"****?! DIA DISINI ANJIR!" teriak Rey tanpa sadar karena Kesya mengirimkan pap dirinya yang sedang menggendong baby Ello bersama Boy yang sedang menyetir dan Nyonya Merlin juga Arsya.
Jahat banget, orang balik nggak dijemput.-Kesya.
LO MAU GUE GEBUK APA GIMANE?!-Rey.
Yaudah nih Kesya putar balik aja.-Kesya.
Heh jangan.-Steven.
Ketahuan banget, pasti Bang Stev sama Kak Rey gabut karena on padahal lagi sibuk.-Kesya.
Cepet bawa anak gue kesini.-Rey.
Nomor rekening biasa ya, Kak.-Kesya.
Rey mengirimkan foto.
KAK REY, BECANDAAAA DOANGGGG.-Kesya.
"Astaga" gumam Kesya pelan karena Rey benar-benar mengirimkan uang padanya.
Kesya hanya bisa menggeleng pelan seraya menghela nafas berat karena sungguh tidak mengerti jalan pikiran Rey.
"Kenapa?" tanya Boy yang tertarik.
Kesya memperlihatkan foto yang dikirimkan Rey, foto tersebut adalah bukti transfer.
Boy mengerutkan keningnya heran. "Terus?"
__ADS_1
"Tadi dia nyuruh cepet-cepet bawa baby Ello, terus gue bilang gini "nomor rekening biasa ya" kan cuman becanda eh taunya beneran dikirim" ucap Kesya menghela nafas.
Boy tertawa seketika. "Yaudah buat Ello aja kalau lo nggak mau."
"Nggak, Ello udah punya sendiri dan bahkan duit dia lebih banyak dari punya gue" ucap Kesya terkekeh pelan.
Memang ada banyak yang tiba-tiba mengirimkannya uang termasuk Boy ketika mereka mendengar bahwa Kesya akan mengambil baby Ello dan mengurusnya sendiri.
Kesya pun tidak pernah mengambil uang tersebut kecuali untuk keperluan Ello pribadi. Jadi, uang tersebut masih tersisa sangat banyak di salah satu ATM miliknya.
"Tar gue transfer balik aja ke Kak Rey, takutnya dia balik ke Italia malah jadi gembel" gumam Kesya pelan yang mengundang gelak tawa Boy.
*****
Mobil Boy baru saja sampai di halaman gedung namun ternyata ada beberapa lelaki yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Elloooooo!" teriak Rey lalu berlari menuju mobil Boy bahkan disaat Kesya belum sempat keluar dari mobil.
Melihat Rey yang berlari, Dio, Steven, dan Asyera pun ikut berlari menghampiri Kesya.
"Astaga, Tuhan. Tar dulu ihh belum juga nafas" gerutu Kesya ketika melihat Rey yang langsung ingin menggendong baby Ello.
Boy yang melihatnya hanya terkekeh pelan lalu keluar membawa tas perlengkapan bayi diikuti oleh Nyonya Merlin dan Arsya.
"Salim dulu sama Ibu" ucap Kesya yang membuat semua lelaki tersebut langsung mendekati Nyonya Merlin dan memperkenalkan diri.
Kesya pun masuk ke gedung bersama dengan Boy yang setia mengikuti dibelakangnya juga Nyonya Merlin, Arsya, dan kumpulan lelaki yang sejak tadi menunggu giliran untuk menatap baby Ello dari dekat.
Ketika melihat meja keluarganya, Kesya segera mendekat. "Halo semuanya" ucap Kesya yang membuat semuanya terkejut.
Memang, mereka tidak ada yang tau bahwa Kesya akan hadir terlebih mereka tidak melihat ponsel, bahkan Raka dan Gabriel saja tidak tau. Yang mengetahuinya hanya Dio, Steven, Rey, dan Asyera saja.
"Astaga, cucu Mami" ucap Citra yang segera mengambil baby Ello dari pelukan Kesya.
"Wah, ternyata lebih tampan aslinya." Mama Melly pun menanggapi.
"Gembul sekali dia" celetuk Raka terkekeh pelan.
Dan begitu lah, semua orang mendekati baby Ello karena sejak satu bulan yang lalu semuanya sangat penasaran.
"Duduk sini, Kak" ucap Kesya menepuk pelan kursi kosong yang ada disebelahnya.
Boy pun segera duduk disebelah Kesya setelah meletakkan tas perlengkapan bayi di bawah.
"Ini mah emang beneran kek pasangan suami istri" celetuk Rey tiba-tiba.
"Doain."
*
__ADS_1
*
*