Tentang Kesya

Tentang Kesya
Pingsan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Selamat membaca🥰😘.


*****


"Hai"


ucap Kesya tersenyum canggung


"Maaf Key"


"Kak, gue nggak mau bahas itu dulu"


"Tapi sayang-"


"Have fun ya"


ucap Kesya pelan lalu memberikan kembali ponsel Dhea


"Kak, kek nya Kesya bener-bener terpuruk bahkan ini pertama kalinya dia cerita masalahnya ke gue karena seperti yang kita tau Kesya pandai banget kan nutupin kesedihannya. Tapi coba liat hari ini, dia bahkan pagi-pagi kerumah gue dan nangis bahkan tangisannya pilu banget kak, ya walaupun Kesya nggak ngomong apa-apa dan gue periksa ponselnya Amel kirim video kalian"


ucap Dhea menjelaskan sedangkan Kesya kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Dhea


"Gue tau gue salah walaupun gue ngelakuin itu tanpa sadar"


lirih Devan pelan


"Dhe, please jagain Kesya buat gue, besok gue balik dan jelasin semua ke dia walau pun gue tau gue harus terima konsekuensi dari perbuatan gue"


"Iya, kak"


Panggilan pun terputus


Dhea tau bahwa Kesya hanya berpura-pura tidur padahal Kesya sedang menangis dalam diam, akhirnya Dhea mendekati Kesya dan mengelus pucuk kepala sahabatnya


"Key, gue tau ini berat banget buat lo, tapi please denger penjelasan kak Devan, gue nggak maksa lo buat dengar sekarang karena lo memang lagi kacau. Jangan lari dari masalah, lo nggak mau kan nantinya hubungan lo malah renggang. Gue ada buat lo key, kapanpun lo butuh gue"


ucap Dhea yang membuat Kesya hanya mengangguk pelan.


*****


Kediaman Kesya


Asyera yang melihat kepergian Kakaknya dengan buru-buru itu menaruh curiga lalu menghubungi Steven untuk menjelaskannya


"Kenapa, dek?"


"Bang, kok kak Kesya aneh ya?"


"Ya kan emang udah aneh dari dulu"


"Ihh serius bang, tadi pagi-pagi banget izin ke rumah kak Dhea dengan mata bengkaknya kek abis nangis gitu"


"Lo serius, dek?"


"Lah masa Yera bohong, bang?"


"Ya udah nanti abang tanyain kak Dhea ya, besok abang balik kesana. Jaga kakak lo"


ucap Steven lalu memutuskan panggilan dan beralih menelpon Boy


"Napa?"


"Boy, lo dimana?"


"Gue lagi di Kalimantan nih, emangnya kenapa?"


"Duh, nggak jadi deh. Gue tadi mau minta tolong lo kerumah Kesya soalnya Yera baru aja nelpon gue katanya Kesya aneh kek lagi sedih gitu"


"Gue pulangnya besok pagi, Stev. Sorry banget ya nggak bisa bantuin"


"Santai aja. Eum, tapi bisa nggak lo besok kalo udah balik ke rumah Kesya mastiin kalo dia baik-baik aja? Soalnya gue juga balik besok tapi lo yang lebih dulu sampai kan?"


"Oke besok pagi gue kerumahnya"


"Makasih ya Boy"


"Santai"


Panggilan pun terputus.


*****


Keesokan harinya, baru saja pesawat yang membawa Boy dan Om Heru mendarat mulus di Bandar Udara Surabaya, Boy langsung pamit menggunakan taksi untuk pergi memastikan Kesya seperti janji pada Steven

__ADS_1


"Ke rumah Kesya? Boy bahkan sangat khawatir sejak tadi. Semoga saja hubungan mereka lebih dari teman"


gumam Om Heru saat mendengar Boy pamit pergi ke rumah Kesya.


Kediaman Kesya


Boy mengetuk pintu dan bahkan memencet bel berkali-kali hingga akhirnya Bi Siti membuka pintu


"Kesya ada, Bi?"


tanya Boy sopan


"Silahkan masuk, Den. Non Kesya ada di kamarnya, Bibi panggilkan dulu ya"


Lalu Bi Siti pun pamit pergi memanggil Kesya meninggalkan Boy sendirian di ruang tamu


Tak lama kemudian, Kesya turun dengan sangat berantakan dengan mata bengkaknya


Benar kata Steven, dia lagi nggak baik-baik aja.-Boy


"Hai kak"


ucap Kesya yang berusaha cerita seperti Kesya biasanya


"Kenapa lo?"


"Nggak kenapa-kenapa"


jawab Kesya malas lalu mendudukkan dirinya tepat disebelah Boy


"Lo lagi ada masalah, Key?"


"Sedikit"


"Sedikit apanya? Liat mata lo bengkak udah kek panda aja, mana ada panda kurus kek gini"


"Tapi panda kan imut"


"Ceh serah deh. Cerita ke gue, lo ada masalah apa?"


"Gue baik-baik aja, kak"


"Tapi hati lo yang lagi nggak baik-baik aja"


jawab Boy yang membuat Kesya menghela nafas berat


"Terus?"


"Kak Boy bisa nggak nolongin gue?"


"Nolong apaan?"


"Kalo ada kak Devan kesini please usir ya, gue lagi nggak mau dengar penjelasannya soalnya hati gue masih kacau"


"Sebesar itu masalahnya sampai lo ngehindar?"


"Bahkan lebih sakit"


jawab Kesya tersenyum kecut


"Oh iya-"


Ucapan Kesya terhenti saat melihat Devan dan Jojo sudah berada didepan pintu rumahnya


Saat hendak pergi ke kamar, langkah Kesya terhenti saat merasakan tangan seseorang menahan lengannya


"Kak Boy"


lirih Kesya pelan seakan meminta pertolongan


"Key, gue minta maaf, gue bisa jelasin semuanya, gue-"


"Oke gue dengerin penjelasan lo, tapi please lepasin tangan gue"


Akhirnya dengan berat hati Devan melepaskan tangannya yang menahan lengan Kesya membuat Kesya kembali duduk disebelah Boy sedangkan Devan dan Jojo duduk dihadapan mereka


"Gue bisa jelasin semuanya Key, gue tau posisi gue salah disini tapi please dengar penjelasan gue dulu"


"Penjelasan apa?"


Tiba-tiba Steven dan Rey sudah masuk dan duduk tak jauh dari tempat Kesya berada membuat Kesya menghela nafas berat karena melihat kedatangan Kakaknya yang overprotektif


"Jangan bilang kalo lo yang bikin mata Kesya bengkak?"


tanya Rey dengan sinis nya lalu berpindah duduk disebelah Kesya

__ADS_1


"Gue bisa jelasin semuanya"


"Jelasin cepat, Dev"


"Gue mabuk dan ciuman dengan Amel di bar"


lirih Devan pelan


"APA??!! BERANINYA LO NYAKITIN KESYA LAGI"


Buuughhhh


Rey bangkit dan memukul keras wajah Devan hingga membuat Devan mengeluarkan darah dari mulutnya


"Rey, stop. Kita dengan penjelasan Devan dulu"


ucap Boy lalu menahan Rey yang hendak memberontak


"Gu-gue nggak tau kenapa bisa mabuk bahkan gue nggak tau kalo Amel dan sepupunya datang ke meja kami lalu tiba-tiba dia nyosor gue dan dengan keadaan gue yang mabuk berat pun gue tergoda dengan ngebales ciumannya. Itu terekam oleh sepupunya dan dikirim ke Kesya"


"BRENGSEK"


teriak Rey menatap Devan penuh amarah


"Rey, lo bisa nggak jangan ikut campur? Ini masalah gue dan Kesya"


"Apa? Jangan ikut campur lo bilang? Gue lebih tau tentang Kesya daripada lo"


"Seharusnya gue yang lebih tau banyak tentang dia"


"Apa yang lo tau? Lo tau Kesya itu adik gue? Lo tau bahwa Kesya itu adik kesayangan gue? Apa lo tau bahwa hidup Kesya udah hancur di keluarganya? Dan apa lo tau semua itu, Dev?"


teriak Rey menjadi-jadi membuat Devan dan Jojo benar-benar terkejut


Steven berjalan mendekati Rey dan berusaha untuk menenangkannya sedangkan Kesya lalu memeluk Boy yang ada disampingnya


"Kak Boy, please suruh kak Rey berhenti"


lirih Kesya pelan


"Apa lo tau kejadian dua tahun yang lalu yang menimpa Kesya?"


tanya Rey dengan nada sedikit meninggi sedangkan Devan hanya menggeleng pelan


"Dan itu yang pantas lo bilang bahwa lo tau semua tentang Kesya? Bahkan lo nggak tau Kesya selama ini hidup dengan bantuan alat medis"


Deg


Devan hampir kehilangan keseimbangan saat mendengar penurutan dari mulut Rey


"Kak Rey"


teriak Kesya dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya


"Maafin kakak, Key. Kak Rey nggak tahan liat dia nyakitin lo mulu"


lirih Rey pelan saat melihat tatapan kebencian dari Adiknya


"Kak Rey tau kan alasan Kesya menutup semuanya? Kesya takut, kak. Kesya takut nggak ada yang mau deketin Kesya pas taunya Kesya cuma hidup dengan alat medis, Kesya nggak mau hidup dengan dikasihani orang"


"Key, maafin kak Rey ya"


lirih Rey pelan lalu berjalan mendekati Kesya dan memeluknya erat


"Kesya nggak mau dipandang sebelah mata, kak. Kesya nggak mau dipandang sebagai anak penyakitan, Kesya-"


Ucapan Kesya terhenti bersamaan lemas nya tubuh Kesya di pelukan Rey


"KEY? KESYAA"


teriak Rey saat menyadari bahwa adik kesayangannya pingsan


"Boy, bantu gue bawa Kesya ke mobil dan bang telpon mas Raka sekarang"


ucap Rey lalu berlari menggendong Kesya bersama Boy


"Stev, gue boleh ikut?"


lirih Devan dengan raut wajah khawatir


"Tolong bawa Yera, lo bisa nyusul. Gue duluan"


pamit Steven lalu berlari keluar rumah.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2