Tentang Kesya

Tentang Kesya
Paket Pak Kurir


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Boy berjalan gontai saat keluar dari ruangan Kepala Rumah Sakit dengan kata-kata Raka yang masih terngiang jelas di pikirannya


"Mas lebih percaya jika suatu saat Tuhan memberikan pasangan kepada Kesya seperti dirimu, Boy"


Gue nggak bisa terus-terusan gini, gue takut kalo gue minta lebih. Tolong siapapun tampar gue sekarang.-Boy


Boy takut, takut dirinya tidak bisa mengontrol perasaan dan dengan kurang ajarnya meminta Kesya untuk selalu bersamanya terlebih lagi Raka dan Rey sudah mempercayakan Boy untuk menemani Kesya namun lagi-lagi Boy harus ingat bahwa yang ia jaga itu milik sahabatnya, sahabat dekatnya


Devan Fernando.


"Gue takut, Key"


lirih Boy pelan sebelum ia beranjak dari lantai khusus dimana ditempatkannya ruangan Kesya.


*****


Baru saja Boy masuk kedalam mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk,


Kesya.


****.-Boy


Jantung Boy berdetak lebih cepat saat ini hanya karena melihat nama Kesya di layar ponselnya membuat Boy semakin takut jika masuk dengan sukarela kedalam fase denial


Setelah berpikir begitu lama, akhirnya Boy untuk pertama kalinya membiarkan panggilan dari Kesya


Sorry, Key. Kasih izin ke gue biar bisa beradaptasi dengan fase ini.-Boy


Boy lalu melajukan mobilnya semakin menjauhi lingkungan rumah sakit.


*****


Ruang VVIP nomor 2


Kesya menatap heran ponselnya karena sebelum-sebelumnya Boy tidak pernah mengabaikan panggilannya membuat perasaan Kesya campur aduk


Sebelum menelpon Boy, Kesya diberitahukan oleh Rey bahwa Boy sudah kembali ke kota mereka dan akan menjenguk Kesya namun saat menunggu cukup lama, Kesya tidak mendapat tamu yang ia tunggu-tunggu, yaitu


Boy Grandly Fransisco.


*****


Jam menunjukkan pukul 23:37 WIB namun Kesya masih tidak bisa tidur karena ia masih ingin menunggu dan berharap Boy membuka pintu ruangan dan menjenguk nya


Kak, ayo sini gue butuh lo.-Kesya


Entah kenapa rasanya sangat sakit disaat Boy mengabaikan panggilan dan pesannya membuat Kesya seolah-olah merasa begitu tersakiti padahal ia sadar dirinya dan Boy tidak ada hubungan apa-apa. Namun Kesya tau bahkan menyadari bahwa saat keadaan apapun yang ia butuhkan hadirnya Boy, bahkan kepada Devan pun ia belum bisa menceritakan semua yang ia rasakan


"Kak.."


ucap Kesya seraya menatap layar ponselnya


Tiba-tiba, ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk, panggilan masuk dari seseorang yang ia tunggu-tunggu


Kak Boy.


Dengan cepat Kesya mengangkat panggilan tersebut namun baik dirinya maupun Boy masih tidak mau saling berbicara hingga akhirnya


"Kak Boy.. takut.."

__ADS_1


"Hallo Key? Lo kenapa? Takut apa? Lo sama siapa sekarang? Gue kesana ya? Key? Lo denger gue, kan?"


Diam-diam Kesya tersenyum tipis mendengar suara Boy yang terlihat sangat khawatir


"Kak Boy marah ya sama gue?"


tanya Kesya pelan


"Ha? Maksud lo?"


"Dari tadi pesan gue dikacangin, panggilan gue nggak diangkat padahal kata kak Rey lo udah ada disini"


"Sorry, Key. Gue sibuk banget tadi jadi nggak denger lo telpon"


"Sibuk apa?"


Sibuk ngatur perasaan gue.-Boy


"Biasa, periksa berkas"


"Eh-yaudah lanjut aja, kak"


"Lo sendirian?"


"Iya"


"Gue otw ya, mau dibeliin apa? Martabak? Permen gula kapas? Kecuali ice cream dan boba!"


"Bawa kak Boy aja"


ucap Kesya tersenyum tipis yang tentu tidak bisa terlihat oleh Boy


"Paket sedang dalam perjalanan ke lokasi anda"


"Pak kurir hati-hati ya"


tanpa sadar senyum yang sempat hilang kembali lagi hanya dengan mendengar suara Boy.


*****


Tok tok tok


"Permisi, ada paket"


ucap Boy dari luar ruangan yang terdengar jelas oleh Kesya hingga gadis itu turun dari ranjang rumah sakit untuk membukakan kunci pintu ruangan


"Loh? Kok banyak? Kan saya mintanya cuma kak Boy, Pak"


"Ini bonus karena sudah membeli Boy"


kedua nya pun tertawa.


"Kak Boy, duduk dulu sini"


"Lo udah sehat, Key?"


tanya Boy saat dirinya baru saja mendudukkan tubuhnya di atas sofa dan disusul oleh Kesya


"Udah, besok baru boleh pulang nungguin Mama Papa dari luar kota"


"Wah ini apa?"


tanya Kesya yang begitu excited membuka kantongan yang Boy bawa


Terlihat disana ada martabak manis, ada permen gula kapas, dan ice cream


Mata Kesya berbinar saat tatapannya tertuju pada ice cream dengan rasa kesukaannya

__ADS_1


"Akhirnya bisa makan ice cream"


ucap Kesya tersenyum bahagia membuat Boy terkekeh pelan


"Lo bahagia banget keknya"


"Iya dong kan ada kak Boy eh-"


seketika Kesya menutup mulutnya dan menggerutu dalam hati karena keceplosan membuat Boy tak bisa menahan tawa


"Aduh bentar perut gue kram gara-gara ketawa"


"Ihh diem nggak?"


ketus Kesya dengan kesal


"Bentar-bentar, jadi ada yang bahagia ketemu gue nih?"


ucap Boy yang senang menggoda Kesya


"Apasih? Maksud gue itu seneng karena kak Boy bawain makanan"


"Halah berasa kek nggak pernah makan 5 tahun aja. Kalo seneng ketemu gue tuh bilang aja nggak usah gengsi ntar gue udah ke luar, nangis kejer lo"


"Kan bisa disusul 2 tahunnya lagi"


gerutu Kesya namun tak lupa menyuapi ice cream kedalam mulutnya membuat Boy terkekeh pelan melihat sikapnya


"Lo tuh ya makan kek anak kecil aja"


ucap Boy tersenyum lalu mendekatkan tangannya ke bibir Kesya sehingga gadis itu refleks menutup matanya


Tak lama kemudian ia tidak merasakan tangan Boy mengelus bibirnya hingga ia membuka mata dan melihat Boy yang menahan tawa


"Tau ah kak Boy ngeselin"


ucap Kesya dengan kesalnya


"Hahaha..Oh si bocil mau gue romantis gitu kek yang di film-film? Yaudah sini cil"


"Nggak perlu dan gue bukan bocil"


ketus Kesya


"Hahaha.. Jangan marah dong"


"Makanya jangan ngeselin jadi orang"


"Yaudah iya maaf, ini oleh-oleh nya belum lo buka, Key"


Kesya pun membuka paper bag yang memang belum sempat dibuka karena sibuk memakan ice cream


Mulut Kesya menganga saat melihat isi didalamnya, ada begitu banyak aksesoris khas kota dimana beberapa terakhir Boy pergi kesana untuk urusan bisnis


"Ini banyak banget, kak"


"Gapapa buat lo, kalo mau jual lagi biar dapat duit"


"Heh"


"Hahaha"


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2