
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Selamat membaca🥰😘.
*****
Rumah Sakit Keluarga Aldino
"Kesya, kenapa lagi? Kenapa bisa pingsan?"
tanya Raka dengan suara meninggi saat melihat Adik-Adiknya baru saja sampai
"Mas, periksa dulu kek nya dia nggak makan dari kemaren"
ucap Steven pelan
"Kenapa kalian nggak bisa pantau kesehatannya?"
gerutu Raka dengan raut wajah khawatir seraya membawa Kesya masuk ke dalam ruang UGD
Sedangkan Rey, Steven, dan Boy duduk di kursi tunggu hingga tak lama kemudian Devan, Jojo, dan Asyera sampai lalu berjalan mendekati mereka
"Ngapain lagi lo? Mau bikin Kesya sakit lagi?"
tanya Rey sinis membuat Devan hanya menghela nafas berat
"Gue minta maaf"
lirih Devan pelan
"Kak Boy, gimana kak Key?"
tanya Asyera yang duduk disebelah Boy
"Kakak lo kan kuat, jadi dia bakal baik-baik aja"
ucap Boy yang berusaha menenangkan bocah disebelahnya yang tak bisa berhenti menangis
Semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing hingga Rey tiba-tiba berdiri dan melangkah pergi menjauh membuat semua orang menatapnya heran
"Jangan pikirin Rey, dia emang gitu"
ucap Steven saat melihat raut bersalah Devan.
*****
Atap
Ternyata Rey pergi ke atap untuk melampiaskan segala kekesalan dan kemarahannya kepada Devan karena membuat Kesya lagi dan lagi harus berada di rumah sakit, tempat yang sangat dia benci
"Kenapa Dev? Kenapa harus lo nyakitin kesayangan gue lagi? Lo nggak tau gimana perjuangan gue dan yang lain buat bikin dia bahagia"
__ADS_1
teriak Rey tanpa sadar dengan air mata yang mengalir diwajahnya
"Lo nggak tau gimana hancurnya hidup Kesya dengan umurnya yang masih muda, lo nggak tau gimana perjuangan dia buat bisa tetap ceria dan senyum, dan lo nggak tau gimana pedihnya orang tua dia menolak keberadaannya"
lirih Rey pelan disela-sela isak tangisnya
Saat sedang tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba Rey merasakan ada yang menepuk bahunya hingga sebelum berbalik Rey pun menghapus jejak air mata dari wajahnya
"Boy?"
"Gue tau lo butuh tempat cerita"
ucap Boy pelan seraya berdiri disebelah sahabatnya dan menatap lurus ke depan
"Gue tau lo kecewa sama Devan"
"Nggak nyangka aja dia bisa gitu ke adik gue"
"Kesya beruntung banget bisa punya abang-abang kayak kalian"
"Nope, yang beruntung itu gue, Kesya segalanya bagi gue dan bahkan gue lebih mementingkan kebahagiaannya daripada kebahagiaan gue. Ya walaupun kek yang lo lihat gimana nggak akurnya gue sama dia, tapi dia wanita kedua setelah Mama yang menempati hati gue"
lirih Rey pelan dengan air mata yang kembali membasahi wajahnya
"Boy, gue boleh nggak tanya satu hal sama lo?"
tanya Rey lalu menatap Boy yang juga menatapnya dalam seolah mengijinkan Rey untuk bertanya
"Segitu kelihatannya ya perasaan gue?"
tanya Boy terkekeh pelan
"Jadi, benar?"
tanya Rey hati-hati yang membuat Boy tersenyum tipis
"Kalo lo nanya sejak kapan, gue juga nggak tau pasti tapi ya gitu, perasaan gue ngalir gitu aja ke dia, gue malah jadi pengen terus ngeliat dia, memastikan dia baik-baik aja, selalu perhatiin dia, mau ngejaga dia. Semacam lo, gue juga nggak pernah akur kan sama dia, tapi ya walaupun debat mulu dan nggak pernah akur, gue tetap senang karena gue punya banyak cara buat tetap bisa ngobrol sama dia"
"Perasaan lo tulus banget ya"
"Pertama kali gue ngerasain perasaan gini dan adik lo yang galak dan cerewet itu berhasil bikin gue belajar mengenal cinta. Oh iya gimana hubungan mereka? Masih friendzone?"
"Yup, Kesya nggak mau pacaran, ya kita sih fine-fine aja selama mereka bisa jaga komit tapi sekarang kayaknya gue nggak bakal bisa respect ke Devan lagi"
"Jangan gitu Rey, lo tau kan itu juga nggak sengaja"
"Udah cukup, Boy. Cukup gue liat air mata Kesya jatuh gara-gara Devan dan yang paling bikin gue sakit saat Kesya berusaha sembunyiin itu semua dari gue cuma karena dia nggak mau gue khawatir"
"Kesya sayang lo dan dia nggak mau nyusahin lo"
ucap Boy yang membuat Rey menatapnya heran
__ADS_1
"Kesya pernah bilang ke gue, lo orang yang paling sayang dia dengan tulus melebihi siapapun dan nggak akan bisa ada orang lain yang bisa sayang sama dia melebihi lo. Lo orang yang selalu ada saat dia butuh dan cuma ke lo kan dia terbuka walaupun awalnya dia juga niat buat nutupin kesedihannya dari lo"
"Gue juga nggak tau kenapa gue bisa over tentang segala hal tentang Kesya. Tiap hari gue doa agar suatu saat dia nemu cowok yang bener-bener tulus sama dia biar gue bisa dengan aman nyerahin Kesya ke cowok itu. Bahkan gue selalu mementingkan dia daripada kehidupan gue"
"Gue tau, Rey. Kelihatan kok kalo lo sayang banget sama dia"
"Sejak kecil Kesya emang udah nggak dianggap sama orang tuanya dan dia cuma punya kakek-nenek, dan keluarga gue hingga saat dimana Kesya diumur 13 tahun menahan sakit demi ngeliat kembarannya bahagia. Orang tuanya lebih memperhatikan Kiara daripada Kesya bahkan sampai sekarang, bayangin Boy gimana sakitnya Kesya dan gimana perjuangan Kesya buat ceria dan tertawa lepas kek biasa.
Ini pertama kalinya gue bener-bener dibikin kecewa sama orang dan gue rasa gue nggak akan pernah respect lagi ke Devan apapun penjelasannya"
"Rey-"
"Boy, gue minta suatu saat dimana lo, Kesya, dan bang Stev ngejar cita-cita, tolong jagain Kesya buat gue, tolong pantau kesehatannya, dan yang paling penting tolong bahagiain dia gimana pun caranya. Karena seperti yang lo tau, gue di Italia dan nggak bisa mantau dia lagi kek sekarang"
"Seperti yang lo tau tentang perasaan gue ke Kesya, gue juga bakal mengutamakan kebahagiaannya daripada kebahagiaan gue"
"Andai Kesya dapat cowok kayak lo"
lirih Rey pelan
"Kita nggak tau takdir, Rey. Siapa tau aja setelah kejadian ini Devan benar-benar berubah"
"Dan gue nggak percaya itu"
"Rey-"
"Udah, Boy. Gue nggak mau bahas Devan. Tolong jaga Kesya ya disana nanti"
"Pasti"
"Gue udah berkali-kali bujuk dia biar gue ikut dia tapi dia nggak mau karena memang dia tau impian gue di Italia. Gue bahkan rela ninggalin impian gue demi jagain dia, dan Kesya tau itu makanya dia ngelarang gue bahkan ngancam nggak jadi kuliah di Seoul. Akhirnya ya gue tetap milih ke Italia dengan ninggalin dia sama bang Stev yang gue percaya buat jagain dia, tapi saat lo cerita ke gue tentang perasaan lo, gue jadi tambah yakin buat ninggalin Kesya ke orang-orang hebat kek lo dan bang Stev"
"Gue nggak mau janji sekarang, tapi gue mau buktiin itu dengan tindakan dan bukan dengan kata-kata"
"Gue percaya lo, Boy dan *thank*s udah mau dengar cerita gue"
"Gue juga, makasih lo udah mau dengar tentang perasaan gue"
"Gue janji bakal jaga itu. Mencintai dalam diam memang agak perih"
"Dan gue siap dengan segala resiko yang akan terjadi"
"Gue salut sama lo"
ucap Rey yang membuat Boy tersenyum tipis.
*
*
*
__ADS_1