Tentang Kesya

Tentang Kesya
Devan Aneh


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanya🥰.


Selamat membaca🥰😘.


*****


Keesokan harinya setelah jam pelajaran pertama selesai tiba-tiba Kesya mendapat notifikasi chat dari grup OSIS yang mengatakan bahwa akan diadakan pertemuan lima menit lagi di ruang aula


Tak lama kemudian ponsel Kesya berbunyi menandakan bahwa ada chat masuk, ternyata itu dari Devan


Manusia Bunglon


Ke aula sekarang.-Devan


Udah tau kak.-Kesya


Taunya?-Devan


DARI GRUP LAH MASA DARI SATPAM!!-Kesya


Keyboard lo kapital semua?-Devan


Tanpa membalas chat Devan, Kesya pun pergi ke ruang aula.


*****


Ruang Aula


Rey tak henti-hentinya menatap Kesya yang sedang marah terhadapnya dan Kesya yang merasa risih dengan tatapan Rey pun tetap berusaha untuk mengabaikannya, sedangkan Devan menatap sinis kearah mereka


Setelah selesai rapat yang dipimpin oleh Pak Bimo selaku pembina OSIS, Kesya pun buru-buru pergi ke kelas karena ia menghindar dari Rey yang ingin bertemu dengannya karena berjalan menunduk akhirnya ia pun menabrak punggung Devan


“Jalan tuh pake mata”


ucap Devan sinis yang membuat Kesya terkejut


“Sorry kak”


ucap Kesya menunduk


Devan pun pergi tanpa mengucapkan apa-apa membuat Kesya menatapnya heran


"Key"


tiba-tiba Steven memanggilnya


"Kenapa bang?"


"Lo marahan sama Rey?"


"Nggak"


"Kenapa Rey liatin lo terus?"


"Bang bisa nggak jangan ngomong disini? Banyak yang liat tuh"


"Ya udah kita ke atap"


Steven dan Kesya pun pergi ke atap tanpa menyadari Devan yang menatap mereka dari kejauhan.


*****


Atap


"Lo berdua marahan lagi? Gara-gara apa sekarang?"


"Kesya kesel aja sama kak Rey"


"Kesel? Kenapa lagi Rey?"


"Kemaren Kesya mau nebeng sama abang dan kak Rey soalnya Kesya nggak mau ngerepotin Mang Udin kan anaknya baru aja sembuh, tapi kak Rey nggak mau ngajak ya udah terpaksa Kesya telfon Mang Udin buat jemput padahal Kesya nggak enak banget sama Mang Udin"


"Ha? Kapan sih? Kok abang nggak tau?"


"Itu loh kemaren waktu abang sibuk, kan Kesya mau nebeng atau nyuruh kak Rey ngantar Kesya eh kak Rey nggak mau"


"Lo nggak minta tolong Devan?"


"Ngapain? Tadi aja dibentak. Kenapa sih bikin kesel semuanya?"


"Lo tau kan Rey gimana orangnya"


"Padahal kemaren ada aja Kenzo nawar pulang bareng eh tiba-tiba kak Rey ngajak balik ya udah Kesya tolak tawaran Kenzo tapi malah kak Rey juga nggak mau ngantar Kesya"


"Udahlah kek nggak kenal Rey aja"


"Tapi kak Rey kelewat batas udah. Bikin kesel banget"


"Ya udah pulang nanti bareng abang mau nggak?"


"Nggak, makasih"


ketus Kesya lalu pergi meninggalkan Steven yang menatapnya heran


Lah? Dia kesel ke Rey kok gue yang dimarahin? Nasib deh jadi penengah kedua adik yang keras kepala.-Steven


Beberapa jam kemudian sampailah saatnya pulang dimana Steven dan Rey sedang menunggu Kesya di parkiran namun lagi-lagi Kenzo mengajak Kesya pulang bersama


"Key pulang bareng yuk, supir gue udah nunggu didepan"


"Gue nggak ngerepotin nih?"


"Nggak kok tenang aja"


"Ya udah gue nebeng ya"


ucap Kesya lalu menggandeng Kenzo menuju depan gerbang meninggalkan Steven dan Rey yang menatapnya tajam sedangkan Kenzo dibuat kaget dengan sikap Kesya.


*****


Ini sudah hari kedua Devan tidak pernah memberi kabar kepada Kesya yang membuat Kesya uring-uringan


Dih kok gue berharap banget ya dikasih kabar? Kemaren-kemaren aja dia bentak gue. Bodo amat, cowok memang gitu. Manis pas ada maunya aja.-Kesya


"Key"


"Kesya"


"Woiii"


teriak Kenzo saat melihat Kesya melamun


"Nggak usah teriak gue nggak tuli"


ketus Kesya kesal


"Gue panggil dari tadi lo nggak jawab"


balas Kenzo tak mau kalah


"Apaan?"


"Nggak apa-apa cuma nyadarin lo aja siapa tau kesambet. Ngapain juga bengong siang-siang"


ejek Kenzo terkekeh


"Woi berduaan aja nih"


tiba-tiba Dhea dan Rere berjalan mendekati mereka


"Lo buta? Di ruangan banyak orang gini bilangnya berduaan"


ketus Kesya kesal

__ADS_1


"Oh iya Key tadi kak Devan nyari lo"


"Bodo"


"Lo marahan?"


"Nggak"


"Oh ya? Tumben?"


"Gue memang gini kan"


"Serah"


"Key, temenin gue dong"


"Kemana?"


"Kantin"


"Lo cowok bukan sih? Ke kantin aja minta ditemenin"


"Ntar gue beli ice cream"


"Ayo"


jawab Kesya bersemangat lalu menarik Kenzo keluar kelas


Namun langkahnya terhenti saat melihat Devan berapa di depan kelasnya


"Kak Devan?"


"Eh lo mau kemana?"


"Kantin"


"Gue boleh ngomong sebentar?"


"Ada apa? Bukannya kak Devan udah nggak nyari gue lagi?"


sindir Kesya menatap Devan tajam


"Key, dompet gue ketinggalan"


ucap Kenzo lalu kembali ke kelas karena dia tidak ingin mendengar perdebatan Kesya dan Devan


"Lo marah?"


"Cewek mana yang nggak marah tiba-tiba dibentak?"


tanya Kesya balik


"Sorry, gue terbawa emosi"


"Tenang aja gue bukan cewek kok jadi gue nggak marah"


"Kesya, gue serius"


"Apaan?"


"Maafin gue ya"


"Yap"


"Serius?"


"Nggak"


"Ceh"


ucap Devan lalu mengacak rambut Kesya


"Mau ngomong apa?"


"Ha? Dia? Dia siapa?"


"Itu yang tadi"


"Oh Kenzo, nggak kok kita cuma teman"


"Kirain jadian tiap hari dekat mulu sejak pentas seni"


"Lah kak Devan tau darimana?"


Sial gue keceplosan.-Devan


"Eh lo tadi mau ke kantin kan? Ya udah ke kantin deh mumpung masih jam istirahat.


Gue ke kelas dulu ya"


ucap Devan lagi-lagi mengacak rambut Kesya dan pamit pergi


Tak lama Kenzo pun kembali mendatangi Kesya


"Cowok lo?"


"Kenapa sih semua orang tuh kalo ngeliat cewek cowok dekat langsung dikira jadian?"


"Entahlah. Mesra gitu pasti cowok lo kan?"


"Kenzo, itu bukan cowok gue"


"Lah terus?"


"Cuma teman"


"Sakit ya Key cuma dianggap teman"


"Lo curhat? Udah ah yuk"


ucap Kesya menarik tangan Kenzo yang sedang tertawa dan membawanya menuju kantin.


*****


Malam pun tiba saat Kesya sedang belajar, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan masuklah Steven dan Rey


"Ceh sok pintar"


ejek Steven yang membuat Kesya menoleh sebentar lalu kembali fokus ke pelajarannya


"Key maafin kak Rey dong"


ucap Rey lalu duduk di sebelah Kesya


"Hem"


"Nggak ikhlas banget"


"Kak Rey sih bikin Kesya kesal tau nggak?"


"Iya-iya maafin kak Rey ya"


"Ada syaratnya"


"Apa?"


"Selama seminggu Kak Rey beliin Kesya ice cream"


"Lah uang jajan lo kan ada"


"Itu buat Kesya tabung"


"Hadeh ya udah deh"

__ADS_1


"Dimulai dari sekarang. Ayo keluar beli ice cream"


ucap Kesya bersemangat lalu berlari mengambil jaketnya dan menarik kedua Kakak sepupunya untuk keluar kamar


"Ini namanya pemaksaan"


"Bang Stev ngapain kesini?"


"Nggak ngapa-ngapain"


"Nah itu mending kita jalan sekalian nyenangin adik sendiri kan pahalanya banyak"


"Duh ngomongnya pintar banget kalo ada maunya"


cibir Rey yang membuat Kesya tertawa.


*****


"Key, itu cowok yang lo gandeng pacar lo ya?"


"Yang mana?"


"Yang nganterin lo balik kemaren"


"Oh Kenzo, nggak kok Kesya kan nggak mau pacaran dulu"


"Kalo Devan nembak lo?"


"Mati dong"


"Serius Kesya"


"Hahaha...Mau Kak Devan atau siapapun Kesya nggak mau terima karena Kesya memang udah janji ke diri Kesya sendiri nggak mau pacaran.


Untung kalo akhirnya kek Mas Raka dan Mba Clau yang tunangan dan mau nikah, kalo akhirnya kek kak Rey yang jadian dua tahun eh ternyata putus kan nyesek"


ucap Kesya yang membuat Steven tertawa


"Key bisa nggak nggak usah bawa-bawa nama kak Rey?"


ketus Rey kesal


"Ya kan sebagai contoh aja kak Rey. Lagian semenjak putus nggak bisa move on bertahun-tahun itu lebih menyakitkan loh"


ucap Kesya santai


"Siapa yang nggak bisa move on?"


"Itu udah dua tahun jomblo"


"Belum nemu yang cocok"


"Pantas nggk punya pacar orangnya suka ngeles"


"Lo ngomong suka bener deh, ini baru adik abang"


jawab Steven mengacak rambut Kesya


"Minta ditraktir sama Stev aja sana"


"Ya udah tapi Kesya nggak mau maafin kak Rey"


"Eh buset diancam"


Seketika Steven dan Kesya pun tertawa dengan kencangnya


"Oh iya sejauh ini hubungan lo dan Devan gimana?"


"Dih mengalihkan pembicaraan"


"Serius Kesya"


"Hahaha...Ya nggak jauh sih orang dekat aja"


"Pdkt gitu ya maksudnya"


"Nggk kok cuma teman"


"Lo nggak punya perasaan ke Devan?"


"Emang bisa secepat itu? Kenal aja baru. Gue sama Kak Devan tuh udah jadi teman curhat cuma itu aja kok"


"Jadi just a friendzone nih?"


"Lo yakin friendzone Key? Akhirnya lo duduk di pelaminan atau jadi tamu undangan loh"


"Jodoh nggak akan ketukar"


jawab Kesya santai seraya memakan ice cream nya


"Sakit sih kalau cinta ditolak tapi lebih sakit lagi cuma dianggap teman"


ucap Rey dengan segala kelebay-an nya


"Bang, itu udah minum obat belum?"


bisik Kesya pelan


"Obatnya mahal Key"


jawab Steven yang juga berbisik


"Percuma bisik-bisik tetangga, gue masih bisa dengar"


ketus Rey kesal


"Kesya nggak yakin deh ada yang naksir kak Rey"


"Ceh kalo gue bukan kakak lo juga pasti lo naksir gue"


ucap Rey dengan PD nya


"What? Gue? Kesya Cloresya Ayin naksir seorang Rey Hosea Yohanes? Kak Rey tolong jangan PD ya"


"Emang kenapa? Secara gue tampan, pintar, multitalent jelas cewek pada ngantri jadi pacar gue"


"Lo multitalent? Bela diri aja masih kalah lawan gue"


cibir Kesya yang membuat Steven tertawa kencang


"Eh pikir dong gimana gue bisa lawan pemilik sabuk hitam? Top one internasional lagi. Lawan Stev yang top one nasional aja gue bonyok apalagi sama lo"


ketus Rey kesal


"Gue bingung deh kok lo dan Stev banyak kesamaan sih? Dari golongan darah, kebiasaan, multitalent, wajah hampir mirip, sampai sama-sama indigo"


"Kan golongan darah dan kebiasaan Kakek nurun ke gue dan bang Stev kak. Apalagi wajah blasteran Belanda-Korea, duh gemes banget"


ucap Kesya terkekeh


"Gimana sih rasanya indigo?"


"Vanila"


"Cokelat"


"Ya ampun punya abang dan adik kok gini"


ucap Rey menepuk keningnya pelan.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2