Tentang Kesya

Tentang Kesya
Mrs.Emeli


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Semua orang benar-benar terkejut ketika melihat Kesya yang tiba-tiba pingsan hingga mereka segera berlari untuk masuk ke dalam mobil membawa Kesya ke rumah sakit.


Boy yang dengan sigap menjalankan mobil Steven dengan Rey dan Kesya juga Steven didalamnya segera melajukan mobil menuju rumah sakit.


Saat ini Raka sedang baru saja sampai di ruang UGD karena saat ia mengikuti pesta di rumahnya, tiba-tiba pihak rumah sakit menelepon karena ada banyak pasien korban kebakaran yang akan tiba.


Saat sedang memeriksa salah satu pasien, ponsel Raka yang ada di saku jas dokter nya berdering menandakan sebuah panggilan masuk.


"Mas, Kesya pingsan."


Ketika mendengar nama sang Adik, Raka segera mengambil tindakan. "Bawa ke rumah sakit segera."


Raka segera memutuskan panggilan dan kembali memeriksa pasiennya karena walaupun sang Adik sedang dalam bahaya, Raka tidak bisa melalaikan tugasnya sebagai dokter dan ia harus memperlakukan pasien sama rata.


Mobil Steven pun berhenti di halaman rumah sakit membuat beberapa tenaga kesehatan segera membawa Kesya ke ruang ICU yang cukup kacau dengan banyaknya pasien hari ini.


Setelah mendengar sang Adik sudah sampai, Raka segera memeriksa Kesya bersama tim medis yang lain sedangkan Steven dan Rey hanya bisa duduk menunggu kabar.


Tak lupa juga mereka mengabari orang rumah yang membuat semua orang yang ada di rumah keluarga Aldino benar-benar terkejut dan akan menyusul ke rumah sakit.


Tak lama kemudian, semua orang pun sudah berkumpul di depan ruang ICU termasuk kedua orang tua kandung Kesya.


"Kesya kenapa lagi?!" tanya Gabriel penuh emosi.


Steven yang melihat Rey sangat amat terpuruk pun menggantikan sang Adik untuk menjelaskan semuanya.


Semua orang benar-benar terkejut mendengar penjelasan dari Steven karena tak ada satu pun dari mereka yang tau bahwa Kesya diusir dari rumah sedangkan Asyera, satu-satunya orang yang mengetahui hal itu hanya diam dan menangis di sudut.


"Jangan nangis, Kesya kan kuat." Boy yang melihat Asyera menangis pun mendekat seraya menepuk pelan pundaknya.


"Kak.. Kenapa Kak Kesya nggak pernah bahagia..?"


Boy terdiam ketika pertanyaan itu keluar dari mulut Asyera.


"Padahal Kak Kesya orang baik, nggak pernah jahat juga sama orang lain. Kenapa ya dia selalu disakitin..? Apa semua kebaikan Kak Kesya sekarang masih kurang..?"


"Karena orang baik harus punya bahu yang kuat" jawab Boy tersenyum tipis.


Tak lama kemudian, Raka keluar dari ruang ICU membuat seluruh keluarga segera mendatanginya.


"Apa yang terjadi?"


Raka menghela nafas berat sebelum membuka suara. "Kesya harus segera melakukan transplantasi ginjal. Dia tidak bisa terus-terusan cuci darah setiap saat mengingat umurnya masih sangat muda ketika di operasi."


Deg.

__ADS_1


Ketika mendengar hal itu, Steven benar-benar tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena ginjalnya bermasalah jadi tidak bisa mendonorkan nya pada sang Adik.


"Papa akan cari pendonor dengan ginjal yang cocok secepatnya." Papa Aldino segera menelepon seseorang untuk mencari pendonor bagi anaknya.


Melihat hal itu, Franklin hanya diam menatap Aldino yang semakin menjauh. Dalam lubuk hatinya, ia sangat bersyukur ketika melihat keluarga Aldino yang menyayangi Kesya lebih dari orang tua kandungnya sendiri.


Rey segera pergi meninggalkan semuanya dan dengan segera Boy mengikutinya karena ia tau Rey pasti akan menuju ke atap.


Atap


"Andai aja gue bisa donor ginjal gue buat Kesya.." ucap Rey pelan.


"Tenang, Rey. Kesya pasti bisa melewati semuanya" ucap Boy yang berusaha menenangkan.


"Udah dua tahun gue berusaha kesana kemari nyari pendonor tapi tetap aja hasilnya nihil."


Setelah mendengar itu, diam-diam Boy bersumpah dalam hatinya.


*****


Beberapa bulan kemudian, hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu dimana Kesya sudah membeli tiket pesawat untuk berlibur ke Amerika. Sebenarnya, bukan tanpa tujuan ia memilih negara tersebut karena ia ingin memberikan kejutan untuk Devan yang sudah lama tidak pulang ke Indonesia.


Perjalanan yang memakan waktu seharian membuat Kesya hanya tidur selama di pesawat namun tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang menepuk bahunya pelan sehingga ia terbangun.


Ternyata orang itu adalah anak kecil yang duduk tidak jauh dari kursinya.


"For you" ucapnya seraya memberikan lolipop pada Kesya.


Kesya tertawa. "Thank you so much."


*****


Ini adalah untuk pertama kalinya Kesya menginjakkan kaki di Amerika tepatnya di Cambridge, tempat dimana Devan menempuh pendidikannya.


"Ah, pemandangannya indah" ucap Kesya tersenyum.


"Besok aja deh telepon Kak Devan, malam ini mau me time dulu" ucap Kesya seraya menuju ke hotel yang sudah ia pesan.


Sore itu, ketika hendak bersiap-siap untuk jalan, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah pesan masuk dari Boy.


Kak Boy


Widih ada yang sibuk me time nih, shareloc dong.-Boy


Kesya mengirimkan lokasi


Ngapain minta shareloc? Emangnya Kak Boy bisa langsung kesini? Orang lagi di Seoul.-Kesya.


Gapapa sih gabut aja.-Boy.


Stress.-Kesya.


Saat sedang sibuk sendiri dengan ponselnya, tiba-tiba dihadapan Kesya ada kecelakaan yang membuatnya benar-benar terkejut.

__ADS_1


"Excuse me" ucap Kesya yang ingin melihat korban tabrakan tersebut.


Tatapannya terpaku ketika korban tersebut adalah seorang wanita yang sedang hamil besar membuatnya segera menelepon ambulance.


Tak butuh waktu lama, ambulance pun datang lalu membawa wanita tersebut dan Kesya segera mengajukan diri untuk menjadi walinya.


Dalam perjalanan, Kesya berdoa agar wanita dan bayinya baik-baik saja terlebih ketika melihat pendarahan yang sangat banyak membuatnya semakin khawatir.


Rumah Sakit


Sudah berjam-jam namun dokter dan perawat belum juga keluar dari ruang operasi ketika ponsel Kesya tiba-tiba berdering.


"H-halo?"


"Loh, lo kenapa? Lo dimana sekarang?"


"Rumah sakit, Kak. Ada ibu-ibu jadi korban kecelakaan."


Panggilan pun terputus.


Boy yang saat itu sedang berada di restoran yang tak jauh dari lokasi Kesya segera berlari menuju rumah sakit terdekat.


Bukan tanpa alasan Boy berada di negara orang tersebut karena ia akan menghadiri pesta keluarganya sehingga ia juga sedang berada di Cambridge.


"Key!" teriak Boy ketika melihat Kesya berada di depan ruang operasi.


"K-kak Boy.. Kesya takut.."


Dengan segera Boy memeluknya erat karena tau bahwa Kesya mungkin akan trauma setelah menyaksikan kecelakaan tepat di hadapannya.


"Gapapa, jangan takut. Ada gue disini."


Kesya hanya diam seraya tangannya membalas pelukan Boy.


"Are u the guardian of the patient on behalf of Mrs. Emeli?" Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi pun bertanya pada Kesya.


Kesya segera mengangguk. "How are the mother and baby doing?


"Thank goodness everyone is safe. Baby born male."


Kesya sungguh mengucap syukur mendengar kabar yang baik tersebut.


"Kak, gue mau urus administrasi dulu" ucap Kesya yang hendak pamit namun Boy menahan tangannya.


"Pake kartu gue aja."


Kesya menggeleng. "Nggak, gue punya kok."


Kesya segera berjalan menuju bagian administrasi untuk mengurus semua biaya untuk operasi dan kelahiran anak Nyonya Emeli.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2