
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
"Anjing lo, Dev!"
Setelah mengucapkan itu, Gabriel segera pergi meninggalkan Devan dan Vino yang terdiam.
Vino yang ingin menyusul sahabatnya pun terhenti ketika mendengar Devan berbicara kepadanya.
"Sorry.." ucap Devan yang membuat langkah Vino terhenti.
"Lo emang brengsek, Dev."
"Gue nggak tau, Bang. Gue nggak tau kenapa gue bisa jadi gini sekarang.. Gue nyesel sekarang."
"Siapa cewek itu?"
"Levanna."
"Temen ngebar lo?"
Damn.
Vino berhasil menebak dengan benar.
Levanna adalah teman sekelas Devan yang memang sejak dulu menyukainya. Berbagai cara Levanna lakukan untuk mendapatkan hati Devan hingga mereka menjadi sangat dekat sekarang.
Devan akan selalu mencarinya dan mengajaknya minum bersama atau sekedar meminta Levanna untuk menontonnya balap liar.
Sudah beberapa kali Ziko memperingati Devan untuk tidak terpancing dengan drama busuk Levanna karena Ziko sadar ada yang tidak beres dari perempuan itu. Namun, Devan malah membelanya hingga membuat pertengkaran dalam persahabatan mereka.
Devan dan Levanna memang sudah sangat dekat. Hal-hal seperti pelukan dan ciuman sudah sering mereka lakukan. Namun, untuk berhubungan intim, itu pertama kali untuk Devan. Ia bahkan tidak ingat bagaimana bisa dirinya dan Levanna berakhir di sebuah kamar hotel tanpa busana yang bisa dipastikan bahwa ia melepaskan keperjakaannya malam itu.
Devan benar-benar menyesal sekarang. Ia sadar bahwa apa yang dilakukannya setahun terakhir sudah membuatnya pantas disebut cowok brengsek. Dipikirannya saat ini hanya ada nama Kesya dan Kesya. Ia takut jika gadisnya akan menjauhinya sekarang.
"Lo urus sendiri masalah lo. Gue nggak akan pernah mau ikut campur lagi."
Setelah mengatakan itu, Vino pun pergi meninggalkan Devan dengan semua penyesalannya.
Sayang..-Devan.
*****
Malam harinya, disaat Kesya sedang bermain bersama baby Ello, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Gabriel.
"Tumben banget" gumam Kesya lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Ada apa Bapak Bule?" tanya Kesya terkekeh pelan.
Gabriel diseberang sana tersenyum tipis mendengar suara sang adik. "Gimana kabarnya? Seru nggak disana?"
"Seru banget, Kak. Kesya keknya nggak salah pilih kampus sih. Banyak cogan tau" ucap Kesya bersemangat.
"Nggak usah pecicilan didepan anak gue."
Suara berat Steven terdengar membuat Gabriel merasa sedikit tenang.
__ADS_1
"Loh, kan Kak Gab nanya seru atau nggak yaudah Kesya jawab sesuai fakta" ucap Kesya membela diri.
"Lo nggak perlu membela diri, Key. Yang disalahin pasti Stev mulu."
Gabriel tertawa mendengar ucapan Boy. "Iyalah orang princess satu-satunya makanya dijaga banget."
"Inget peraturan Kesya no.2 aja, Kak" celetuk Steven menanggapi.
"Peraturan Kesya.
Kesya nggak pernah salah.
Kalau Kesya salah, balik lagi ke nomor satu.
Sekian terima Kim Tetet."
Ucap ketiganya bersamaan membuat Kesya tertawa seketika.
Kesya memang pernah meminta semuanya untuk menghafal peraturan yang ia buat. Bahkan, pernah satu ketika dimana tengah malam tiba-tiba ia menelepon salah satu diantara mereka hanya untuk mendengar mereka menghafal peraturan tersebut.
Sedikit nyeleneh, tapi mereka tidak akan pernah tega memarahi gadis kecil itu.
"Disana udah dapet temen?" tanya Gabriel mengalihkan pembicaraan.
"Nggak ada. Orang yang deketin cowok semua" celetuk Steven menanggapi.
"Masa yang ceweknya nggak ada?" tanya Gabriel heran.
Kesya mendengus kesal. "Gimana mau akrab sama temen cewek, baru juga beres ngurus berkas langsung diajak pulang."
Ah, Gabriel lupa bahwa bodyguard Kesya bertambah satu, yaitu Boy si anak sultan.
"Oh iya, Kak Isa mana?"
"Ada pemotretan diluar. Ini bentar lagi Kak Gab mau jemput."
"Wah, Kesya jadi kangen job bareng Kak Rey lagi deh" ucap Kesya terkekeh pelan.
Ia merindukan Kakak posesif nya tersebut. Cukup lama sudah ketika terakhir kali ia bertemu dengan Rey saat pernikahan Gabriel. Dan ternyata, Kesya merindukan sosok Rey.
Boy yang mendengar Kesya tiba-tiba membahas Rey pun langsung menatapnya dengan tatapan penuh arti seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan suatu saat ia bisa berkumpul lagi bersama Rey.
"Key, Kak Gab tutup dulu ya. Kak Isa udah ngechat" ucap Gabriel membuyarkan lamunan Kesya.
Kesya mengangguk pelan. "Hati-hati, titip salam ya buat Kak Isa."
*****
Bodyguard Kesya.
Gue mau ngomong sesuatu yang cukup penting.-Gabriel
Ngomong atau ngetik?-Rey.
Steven mengerutkan keningnya heran ketika melihat notifikasi pesan dari Gabriel yang sepertinya mempunyai berita yang cukup penting. Dalam hati, ia berpikir kenapa Gabriel tidak mengabarinya saja saat menelepon Kesya tadi?
Lah? Barusan nelpon juga kenapa nggak langsung diomongin aja?-Steven.
__ADS_1
Penting banget keknya.-Dexter.
Tentang hubungan Kesya dan Devan.-Gabriel.
Boy yang saat itu baru saja menemani Kesya menidurkan baby Ello pun hanya diam menatap layar ponselnya yang sedang menyala. Ia tidak ingin ikut campur dahulu jadi dirinya hanya membaca pesan dari group chat.
Kenapa lagi?-Rey.
Devan nyakitin Kesya lagi?-Dio.
Tiba-tiba notifikasi pesan muncul di ponsel Boy.
Dexter.
Anjing. Kak Gab udah tau?-Dexter.
Mungkin. Gue udah curiga karena dia nggak ada ngebahas ini pas nelpon Kesya tadi.-Boy.
Lo kenapa nggak nimbrung?-Dexter.
Gapapa sih mau baca-baca aja dulu.-Boy.
Ting.
Bodyguard Kesya.
Gabriel mengirimkan foto.
ANJING?! DEVAN BRENGSEK.-Rey.
****?!-Steven.
Seriusan? Goblok banget!-Dio.
GUE TANDAIN LO DEVANJING. GILA LO EMANG GILA.-Rey.
Boy hanya bisa menghela nafas berat ketika akhirnya seluruh keluarga Kesya mengetahui hal ini. Foto yang dikirimkan Gabriel adalah capture dari isi percakapan antara Gabriel dan Vino ketika Vino menjelaskan apa yang terjadi.
Vino tidak membela sang Adik, bahkan ia mengakui bahwa kelakuan Devan memang susah untuk dimaafkan. Ia hanya menjelaskan semuanya dan meminta maaf kepada Gabriel karena adiknya menyakiti adik dari sahabat dekatnya sendiri.
Bahkan Vino mengatakan bahwa dirinya sangat malu hanya sekedar mengirimkan Gabriel pesan seperti ini. Ia sadar jika Devan sudah dibenci oleh seluruh keluarga Kesya.
Jauhin Kesya dari Devan gimana pun caranya.-Dio.
Gue nggak sudi adek gue disakitin mulu sama dia.-Rey.
Devan emang brengsek.-Steven.
@Steven @Boy Tolong, gimana pun caranya jauhin Kesya dari Devan. Gue nggak bisa menoleransi kelakuan dia yang sekarang-Gabriel.
Misi semuanya, sebelumnya gue minta maaf karena nggak kasih kabar ke kalian. Gue udah tau tentang ini dan secepatnya gue langsung hubungin Kesya buat kasih tau ke dia. Tapi gue nggak tau keputusan apa yang Kesya ambil karena sampai sekarang pun dia belum kasih tau apa-apa ke gue. Gue mau langsung samperin Devan ketika tau berita itu, tapi gue kehilangan jejak. Ternyata, Devan ngambil penerbangan siang ke Seoul sekarang.-Dexter.
Anjing. Nggak akan gue biarin dia ketemu Kesya.-Steven.
Jangan sampai dia tau alamat apartemen lo.-Dio.
Aman.-Steven.
*
*
__ADS_1
*