Tentang Kesya

Tentang Kesya
Berdua


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Kesya membantu Boy untuk berdiri dan berjalan menuju kamar lelaki tersebut. Cukup susah namun akhirnya Kesya berhasil membaringkan tubuh Boy ke tempat tidur.


Saat hendak menyelimuti lelaki itu, Kesya tiba-tiba merasakan bahwa dirinya ditarik paksa sehingga ia terjatuh tepat di atas tubuh Boy. Dengan cepat lelaki itu memeluk tubuh mungil Kesya yang terjatuh diatasnya.


"Kak.. lo mabuk berat.." ucap Kesya memberanikan diri.


Hanya helaan nafas panas yang Kesya rasakan. Lelaki itu seolah enggan membuka suara.


"Kak.. lo gini karena gue ya..? Maaf.."


Boy tidak mau membuka suara. Ia hanya ingin terlihat sangat mabuk dihadapan Kesya agar gadis itu bisa meluapkan semua perasaannya malam ini dengan tidak malu hanya karena mengatakannya dihadapan Boy.


"Gue minta maaf.. gue sangat amat menyesal karena dengan kata-kata gue tadi malah bikin lo jadi sakit hati. Gue takut, Kak.. gue takut kalau nantinya gue nggak bisa jaga komitmen itu dan berakhir dengan nyakitin orang sebaik lo. Gue terlalu takut melangkah karena gue baru aja ditinggal malam ini.."


Boy terdiam. Sebenarnya, ia mendengar jelas apa yang diucapkan oleh Kesya dan telinga berfungsi dengan baik walaupun ia sedang berpura-pura untuk tidur.


"Sebenarnya gue sendiri bingung dengan perasaan gue ke lo. Gue nggak tau apakah itu cuman perasaan karena gue udah nyaman dengan sosok lo atau karena gue beneran punya perasaan lebih. Gue takut kalau gue cuman memanfaatkan kehadiran lo aja.. gue nggak mau, Kak.. gue nggak mau.."


Pelukan Boy semakin mengerat membuat gadis itu terdiam seketika. Kesya mengira bahwa dirinya sudah mengganggu tidur Boy sehingga ia segera menutup mulut agar berhenti berbicara. Padahal Boy memeluknya agar menenangkan gadis itu.


*****


Kamar Hotel


Bagaimana rasanya menikahi dan tinggal di satu kamar yang sama dengan seseorang yang tak pernah kau pikirkan sebelumnya? Benar-benar canggung dan menakutkan. Itu yang dirasakan kedua mempelai saat ini dimana keduanya benar-benar merasa sangat canggung.


Tidak ada pemikiran untuk melakukan kewajiban suami istri di malam pertama. Keduanya sama-sama diam dengan Dhea yang sibuk membersihkan make up-nya dan Devan yang sibuk sendiri di balkon kamar hotel.


Mau dipungkiri bagaimana pun juga, mereka tetaplah pasangan suami istri yang baru saja mengucapkan janji kudus.


"Kak, Lo nggak mau mandi dulu?" tanya Dhea yang membuat Devan mematikan puntung rokoknya.


"Lo tidur aja di kamar. Gue keluar malam ini."


Setelah mengatakan itu, Devan pergi dari kamar membuat Dhea menghela nafas berat. Dhea tau bahwa Devan diam-diam membencinya namun ia merasa ini sangat tidak adil. Siapa juga yang menginginkan perjodohan ini? Siapa yang menginginkan untuk melepaskan kekasih yang bertahun-tahun bersama?


Dhea hanya bisa menghela nafas berat melihat perlakuan Devan. Ia tidak berharap Devan akan menganggapnya sebagai istri namun Dhea juga hanya ingin dihargai. Bagaimana bisa mereka bekerja sama dengan baik jika Devan saja sudah menaruh benteng yang sangat tinggi padanya?


"Jojo.. aku kangen.."


*****


Pagi harinya matahari menampakkan diri membuat sepasang anak muda yang sedang tidur dengan posisi berpelukan membuka mata perlahan.

__ADS_1


"****?! Kak Boy?!" teriak Kesya dengan raut wajah terkejutnya.


Tentu saja teriakan Kesya membangunkan lelaki yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak tersebut.


"Hm?"


Gila kali lo. Gue panik malah lo hm hm doang.-Kesya.


"Kok kita bisa satu kamar..?"


"Nggak tau" jawab Boy singkat yang membuat Kesya benar-benar kesal.


Plak.


"Ih serius dulu. Lo culik gue ya? Ngaku nggak lo."


"Lo lupa kalau lo sendiri yang nyamperin gue? Ini kamar gue."


Kesya terdiam. Ia pasti terlihat sangat bodoh dihadapan Boy sekarang. Bagaimana bisa ia menuduh lelaki itu padahal ia sendiri yang mengemudikan mobilnya ke rumah Boy.


"Yaudah."


"Apanya?"


"Yaudah pelukannya dilepas, gue mau pulang."


"Oh iya" ucap Boy terkekeh pelan.


Saking nyamannya, ia sendiri tidak sadar masih memeluk gadis itu.


"Harusnya lo ngurus gue dulu."


"Dih? Lo udah gede masa nggak bisa ngurus diri sendiri."


"Gue masih pusing loh, Key" gumam Boy pelan seraya memijat pelipisnya.


Plak.


"Alesan banget sih. Yaudah iya bentar gue masak dulu."


Walaupun Kesya menggerutu terus, ia tetap memasak sarapan pagi untuk lelaki itu. Ralat, termasuk untuk kedua lelaki yang masih tertidur nyenyak. Siapa lagi kalau bukan Rey dan Jojo.


*****


Dhea terbangun dari tidurnya dan menatap sekeliling. Baru saja ia menjadi istri orang malam kemarin dan sekarang dirinya bahkan sudah ditinggal semalaman oleh sang suami.


Dhea hanya bisa menghela nafas berat. "Gue juga nggak mau gini, Kak.."


Klek


Pintu kamar hotel terbuka dan masuklah Ziko membopong tubuh Devan yang bisa dipastikan bahwa lelaki itu sudah mabuk berat.

__ADS_1


"Boleh titip Devan? Gue nggak bisa jagain dia hari ini karena ada pertemuan sama klien. Devan kalau mabuk pasti gini dan bakal tidur sampai berjam-jam. Minta tolong siapin sup aja biar kalau dia bangun nanti bisa langsung makan. Dia nggak bisa dikasih kopi atau soda abis mabuk. Makasih."


Setelah berbicara dengan tak henti-hentinya, Ziko pamit pergi meninggalkan Devan yang sudah dibaringkan di tempat tidur.


"Dih rese banget mabuk nggak ngajak" gerutu Dhea seraya menyelimuti tubuh Devan.


"Key.. Kesya.. mau Kesya.."


Ziko lupa mengatakan kebiasaan Devan..


Kak, ayo cepat bangun dan kita perlu ngobrol tentang kerja sama.-Dhea.


*****


"Key, lo nggak mau tiap hari masakin buat kita?"


"Gue dibayar berapa? Kalau bayarannya lebih gede dari gue buka butik sih ayo-ayo aja."


"Ambil aja satu black card Tuan Grandly."


Hei, enak sekali bicara mu, Tuan Jojo.-Kesya.


"Mau?" tanya Boy menatap Kesya.


Bukannya senang karena akan diberikan black card yang bisa digunakan untuk membeli apapun, Kesya malah menatap Boy dengan tatapan mematikan.


"Lo nggak mau kan pagi-pagi disiram sup sama gue?"


"Buset ngeri banget. Dimana-mana cewek-cewek tuh seneng dikasih black card, lah lo ngapain malah marah-marah?"


Apa Jojo lupa bahwa Kesya ini adalah gadis jadi-jadian?


"Dia bukan cewek."


"Hah?"


"Ya, sejak kapan lo liat cewek nggak suka make up? Sejak kapan lo liat cewek dikasih skincare dan make up malah marah-marah nggak jelas? Dan paling parahnya, sejak kapan lo liat cewek bar-bar gitu?"


Rey ini, apa mulutnya tidak bisa dikontrol dengan baik? Bagaimana bisa ia dengan santai membicarakan itu semua disaat gadis yang menjadi topik obrolannya sudah menatapnya dengan raut wajah kesal?


"Lo kalau mau ribut jangan sekarang deh."


Memang benar, hanya Boy yang waras diantara mereka.


"Dih? Mau ngapain lo?"


"Ya mau berduaan, emangnya lo jomblo nggak bisa ngapa-ngapain."


"Gila."


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2