
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Big Family of Yohanes Ayin
Ello terkena penyakit pneumonia..-Kesya.
Hah?-Rey.
Wait.. radang paru-paru?!-Steven.
Key? Ini serius?-Rey.
Kesya mengirimkan foto.
Kesya barusan banget ke rumah sakit karena dua hari terakhir Ello tiba-tiba rewel banget tapi nggak demam, dia selalu ngeluh sakit dada jadi akhirnya Kesya ke rumah sakit dan Mas Raka sendiri yang nanganin Ello.-Kesya.
Ello bakal baik-baik aja, kan?-Steven.
Pasti. Ello akan sembuh jika rutin berobat.-Raka.
Ya Tuhan.. Nak, maaf karena disaat seperti ini Mami malah keluar kota..-Citra.
Mami gapapa, disini juga banyak yang bantu Kesya buat ngurus Ello.-Kesya.
Yera kesana ya?-Asyera.
Oke.-Kesya.
Memang, kebiasaan keluarga besar Kesya sekarang adalah selalu menceritakan apa yang terjadi termasuk hal yang baru saja ia alami. Walaupun tidak seluruh keluarga besarnya berada di kota yang sama, namun tetap saja komunikasi itu sangat penting.
Tok tok tok
Pintu kamar Kesya terbuka dan masuklah Boy membawa segelas susu cokelat kepada gadis itu.
"Mikirin apa?"
Kesya menggeleng pelan. "Tadi abis kasih kabar ke yang lain, katanya Yera mau tidur disini."
"Kak Gab udah balik dari luar kota?" tanya Boy yang mengetahui bahwa beberapa hari yang lalu Gabriel masih berada di luar kota meninggalkan istri dan anaknya.
"Katanya lagi dalam perjalanan sih, makanya gue larang Yera kesini duluan sebelum Kak Gab sampai rumah, kan kasian Kak Isa sama Wila doang."
"Coba kabarin dulu ke Yera, kalau nanti malah tengah malam Kak Gab nya sampai bilang nggak usah aja kesini, kasian juga dia naik motor malem-malem, kan masih ada gue."
Setelah mendengar usul dari Boy, Kesya pun segera menelepon Asyera.
"Apa?"
"Kalau Kak Gab nanti sampainya tengah malem, nggak usah aja kesini soalnya udah ada Kak Boy juga."
__ADS_1
"Kumpul kebo mulu, halal-in kek."
"Heh bocah, ngomong apaan sih? Siapa yang kumpul kepo? Kak Boy juga tidur di kamar Ello" gerutu Kesya dengan kesalnya sedangkan Boy hanya tertawa karena ia sendiri juga mendengar ucapan Asyera.
"Minta di halal-in cepet-cepet, Yera kangen ke kondangan."
"Agak stress nih anak."
"Emang ngebet banget mau ke kondangannya?" Boy pun ikut menanggapi.
Terdengar tawa Asyera di seberang sana. "Kalau Yera jawab nggak juga, Kak Kesya nya nggak bakal dinikahin?"
"Udah ih, jauh banget ngomongnya. Pokoknya kalau Kak Gab pulangnya telat, nggak usah kesini aja."
Setelah mengatakan itu, Kesya segera memutuskan panggilan membuat Boy mengacak rambutnya karena gemas.
Bagaimana tidak? Kesya memang sejak dulu selalu salah tingkah ketika ada yang membahas pernikahan sehingga membuat Boy benar-benar tidak sabar untuk menikahi gadis itu.
"Ngomong-ngomong, ucapan Yera tadi ada benernya sih, dari pada kumpul kebo terus gimana kalau nikah aja?"
"Lo ngajak nikah udah kaya ngajak beli cimol aja, Kak."
*****
"Gue hamil."
Deg.
Devan benar-benar hampir kehilangan keseimbangan ketika mendengar ucapan Dhea saat ia baru saja pulang ke apartemen mereka.
"Lo bercanda?" tanya Devan tertawa canggung.
Dhea menatap lelaki itu dengan tatapan tajam. "Emangnya hal kaya gini bisa dianggap bercanda menurut lo?"
"Dhea, sorry tapi itu bener-bener anak gue? Anak kandung gue?"
Plak
"Lo kira gue cewek murahan hah?! Gue nggak pernah ngelakuin itu dengan siapapun kecuali lo! Lo lupa kita beberapa kali ngelakuin itu disaat lo mabuk berat?! Kalau sekiranya lo nggak mau tanggung jawab, nggak perlu sampai lo meragukan darah daging lo sendiri, Kak!"
Dengan emosi yang meluap-luap, Dhea keluar dari apartemen meninggalkan Devan yang menatap hasil USG dihadapannya dengan tatapan kosong.
Emang udah nggak ada harapan buat gue bisa balik ke Kesya lagi..-Devan.
*****
Dhea mencengkeram setir dengan kuat sehingga kuku jarinya memutih. Ia menatap jalanan dengan tajam seolah tidak terima dengan ucapan Devan tadi.
"Apa gue semurah itu?"
Ada jeda sebentar sebelum gadis itu kembali berbicara dengan dirinya sendiri.
"Iya, gue emang murah.. gue udah ambil cowok sahabat gue sendiri dan gue selalu terbuai setiap kali gue ngelakuin hal itu dan tanpa sadar kalau Kak Devan keluarnya di dalem.." ucap Dhea menertawakan dirinya sendiri.
*****
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Kesya baru saja pulang dari butik dan melihat rumahnya yang benar-benar berantakan membuat dirinya hanya bisa menghela nafas berat.
"Halo" ucap salah satu tersangka berantakannya rumah Kesya.
"Nggak usah basa-basi. Kak Rey bisa bertanggung jawab, kan?" gerutu Kesya seraya menatap Rey dengan tatapan tajam, sedangkan yang ditatap hanya tertawa canggung.
Rey baru saja kembali dari New York setelah menyelesaikan salah satu proyek besarnya dan berencana akan berlibur di Indonesia untuk waktu yang cukup lama.
"Nggak kangen apa sama gue?"
"Nggak" jawab Kesya enteng seraya mendudukkan dirinya di sofa.
"Key!"
Lagi, salah satu tersangka berlari menghampiri Kesya.
"Ini kayanya emang udah direncanakan, kan?" tanya Kesya menatap beberapa lelaki dihadapannya dengan tatapan penuh curiga.
"Apa?"
"Rencanain apa?"
"Berantakin rumah gue" jawab Kesya mendengus kesal.
Para tersangka yang terdiri dari Rey, Steven, Dexter, Jojo, Asyera, dan Boy pun hanya bisa tertawa canggung. Sebenarnya, Boy tidak ikut dalam rencana ini namun ketika ia sedang memeriksa beberapa laporan dan Ello juga Rey melemparkan bantal kepadanya, jadilah ia menjadi salah satu tersangka berantakannya rumah Kesya.
"Semuanya bisa bertanggung jawab, kan? Malu sih harusnya kalau udah gede tapi nggak bisa tanggung jawab."
"Ini Ibu negara masih serem aja kalau marah" bisik Dexter yang membuat Boy terkekeh pelan.
"Bukan masih, tapi makin serem."
"Oh, kebiasaan di Seoul emang gitu ya, Bang? Kalau mau ngomongin orang tuh harus didepan orangnya aja gitu biar ketahuan?" sindir Kesya ketika ia mendengar Steven mengatakan dirinya semakin menyeramkan.
"Key, ini kita baru aja ngumpul bareng loh masa lo udah marah-marah aja?"
"Ya lo semua ngapain coba mainnya melebihi Ello aja? Ello yang harusnya masih suka main-main di usia dia aja anteng banget nonton BTS."
Ucapan Kesya memang benar, Ello saja sangat anteng menatap layar kaca yang memperlihatkan video Run BTS yang dimana memang bocah itu sangat mengagumi BTS terutama Jungkook.
"Dia nggak minta merchandise lagi, kan?" bisik Rey kepada Steven.
Steven pun hanya terkekeh pelan. Rey itu terlambat sekali bertanya, bahkan sudah penuh satu koper kecil khusus merchandise BTS yang diminta Ello ketika mendengar Steven akan pulang ke Indonesia.
"Bapaknya kaga jadi army juga?" tanya Jojo tertawa.
"Dia mah kalau Kesya suka bakal suka juga."
"Ya iya, faktor bucin. Dari pada lo, jomblo."
"Sialan."
*
*
__ADS_1
*