
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Setelah merasa cukup lega dengan menumpahkan semua emosi yang selama ini ia tahan, Boy perlahan melepaskan pelukannya.
"Maaf.." lirihnya pelan.
Kesya tersenyum tipis seraya mengelus pucuk kepala Boy, seperti yang sering dilakukan oleh lelaki itu padanya. "Anak baik.."
"Gue cuman takut.. gue takut nggak ada satupun orang yang bisa memahami gue dan kehidupan gue yang sangat rumit.."
Boy kembali membuka suara hingga membuat Kesya menatapnya dengan penuh arti. "Gue takut kalau gue bener-bener ditinggal sendiri.."
Kesya menggeleng tegas. "Ada gue! Ada gue yang nggak akan pernah pergi ninggalin Kak Boy."
"Key, hidup gue tuh misterius banget. Gue takut kalau lo nggak bisa tahan."
"Kak, gue bakal coba masuk atas izin dari lo, perlahan genggam tangan lo dan menikmati petualangan bareng di kehidupan lo."
Malam itu, Boy memantapkan hatinya untuk mencintai gadis itu dengan sepenuh hati.
*****
Tak bisa dipungkiri bahwa Boy sering kali melihat raut terkejut Kesya ketika ia menceritakan kejadian masa lalu.
Yup, setelah Kesya berusaha meyakinkannya untuk berbagi cerita. Setelah sekian lama, Boy memberanikan diri untuk menceritakan tentang kehidupannya. Ada begitu banyak cerita memilukan yang membuat genggaman tangan Kesya semakin mengerat seolah memberi kekuatan padanya untuk bercerita.
Boy menceritakan semuanya, dari awal pernikahan Mama dan Papa nya yang memang sedikit kurang disetujui oleh keluarga besar, tentang beberapa kali Papa nya memergoki Mama nya pergi ke hotel bersama lelaki yang berbeda setiap harinya, tentang pengkhianatan yang dilakukan sang Mama sehingga berakhir dengan trauma berat yang dialami oleh Om Heru, bahkan tentang sejak dilahirkan hingga sekarang, Boy yang tidak pernah merasakan kasih sayang sang Ibu. Jangankan kasih sayang, ASI Mama nya saja yang pernah Boy rasakan.
Air mata Kesya sontak jatuh ketika mendengar cerita memilukan dari lelaki ini. Siapa yang menyangka bahwa ia menutupi rahasia yang sangat menyakitkan? Bahkan, karena semua itulah yang mempengaruhi tumbuh kembang Boy sehingga ia tidak tau bagaimana cara memperlakukan seorang wanita, bahkan ia tidak tau bagaimana rasanya mencintai seseorang dengan tulus.
Bertahun-tahun, Boy denial dengan diri dan perasaannya sendiri terhadap Kesya. Hingga pada malam itu, akhirnya ia menemukan sebuah jawaban bahwa memang sejak awal ia benar-benar mencintai gadis itu.
"Gue nggak sebaik yang lo kira, Key.. Semua yang terjadi mempengaruhi tumbuh kembang gue.."
"Malem ini, gue pengen banget berterima kasih ke Om Heru, karena selama ini Om Heru pasti kesulitan ngurus anak semata wayangnya sendirian tanpa bantuan siapapun. Gue pengen banget bilang kalau Om Heru bener-bener berhasil mendidik anaknya dengan baik. Walaupun mungkin masa kecil Kak Boy nggak disertai dengan kasih sayang seorang Ibu, tapi Om Heru bener-bener hebat karena memberikan semua sayangnya ke Kak Boy sampai-sampai Kak Boy nggak kekurangan kasih sayang."
"Di setiap ulang tahun gue, gue nggak pernah ngucapin selamat ulang tahun buat diri gue sendiri. Selama ini, gue selalu bilang terima kasih banyak ke bokap karena ngerawat gue."
Satu hal lagi yang baru Kesya ketahui dari lelaki dihadapannya ini. Boy benar-benar mempunyai hati yang tulus kepada siapapun.
__ADS_1
"Kak, ajak gue. Ajak gue berpetualang kemana pun lo pergi dan kemana pun kaki lo melangkah. Cari gue dan berbagi ke gue disaat lo lagi seneng atau lagi sedih. Cerita ke gue tentang apa aja, tentang hari lo good or bad, tentang pertemanan, keluarga, atau bahkan tentang tukang parkir Indomaret yang lo ajak ngobrol. Semuanya.. gue siap denger apapun cerita yang lo bagi ke gue."
Boy tidak tau harus mengatakan apalagi. Ia hanya bisa memeluk gadis itu dengan sangat erat seolah tidak ingin kehilangan Kesya.
*****
"Lo udah liat, kan? Nikmati pernikahan lo dan jangan pernah mikir kalau lo bisa ajukan perceraian, karena nggak ada kata cerai dalam pernikahan lo."
Ziko kembali memberikan nasehat yang cukup keras kepada Devan ketika mereka sama-sama baru saja melihat story Instagram Boy.
Devan tersenyum tipis. "Kesya selalu cantik."
"Iya, calon istri sahabat lo ini bener-bener cantik."
Ziko sengaja menekankan kata calon istri sahabat agar Devan bisa membuka matanya dan menatap kedepan sekarang.
Ting.
Papi
Ajak Dhea makan malam bersama disini.-Papi.
Devan menghela nafas panjang ketika membaca notifikasi pesan dari Fahri. Sebenarnya, selama ini hubungannya dengan Dhea sedikit membaik. Dhea mulai mengajaknya mengobrol seperti biasa walaupun memang mereka masih berpisah kamar.
Devan menggeleng pelan. "Dhea belum mau."
"Sampai kapan mau ditutupin? Sekarang atau nanti, mereka berhak tau."
"Nanti gue coba obrolin."
Baru saja Devan hendak menghubungi Dhea, nama sang istri sudah terpampang jelas di layar ponselnya.
"Halo?"
"Kak, Papi udah ngechat lo?" tanya Dhea diseberang sana.
Devan mengangguk pelan walaupun Dhea tidak bisa melihatnya. "Papi ada chat lo?"
"Minta makan malem keluarga. Gimana?"
"Menurut lo gimana?"
Devan memang selalu seperti ini, seolah tidak ada niatan sendiri dan selalu melempar keputusan pada orang lain, padahal nyatanya ia hanya ingin mendengar pendapat orang lain saja.
"Gue ngikut lo aja, Kak."
__ADS_1
"Yaudah, gimana kalau malam ini kita kasih tau? Papi juga di undang sih harusnya."
"Duh, males banget deh gue ketemu nenek lampir" gumam Dhea kesal ketika ia sudah membayangkan akan bertemu dengan Ibu tirinya.
"Heh, kuping anak gue tuh ditutup dulu."
"Iya-iya. Maafin Bunda ya, Nak" ucap Dhea diseberang sana seraya mengelus perutnya yang sudah terlihat sedikit buncit.
Ziko tersenyum tipis melihat interaksi antara sahabatnya dengan istrinya. Butuh waktu cukup lama untuk Devan bisa menerima anak itu sebagai anak kandungnya dan butuh perjuangan untuk Devan bisa meyakinkan Dhea bahwa ia akan mencoba untuk menikmati pernikahan mereka.
*****
Boy
Gue culik Kesya malem ini. Anak gue jangan lupa dikasih susu sebelum tidur, cuci kaki, tangan, dan gosok gigi. Lo semua nggak usah ngerusuh, awas aja kalau besok gue liat rumah kacau.-Boy.
Steven menatap layar ponselnya dengan kesal. Tidak secara langsung, tidak melalui chat, Boy ini memang sangat cerewet jika menyangkut Kesya dan Ello.
Udah.-Steven.
Apanya?-Steven.
Gue udah cuci tangan, kaki, dan gosok gigi.-Steven.
Gue minta tolong kasih tau ke anak gue. Kalau lo, nggak peduli mau ngapain.-Boy.
Sialan.-Steven.
Ingat, restu saudara itu penting.-Steven.
Iya, makanya gue menjalin hubungan yang sangat baik dengan Kak Gab dan Yera.-Boy.
Maksudnya gue anjing.-Steven.
Lo anjing?-Boy.
Maksudnya gue, anjing! Aelah, emosi mulu gue sama lo. Awas kalau lo cetak gol duluan, gue sembelih lo nggak peduli sahabat gue.-Steven.
Ya.-Boy.
*
*
*
__ADS_1