
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Selamat membaca🥰😘.
*****
Rumah Keluarga Aldino
"Keyyyy"
teriak Rey saat tidak melihat adik perempuannya dimana-mana
"Kesyaaa"
Lagi-lagi Rey berteriak dengan sangat keras hingga membuat Steven yang tertidur pulas pun terbangun olehnya
"Kenapa sih?"
ketus Steven dengan suara khas bangun tidur
"Kesya ilang"
"WHAT??!!"
ucap Steven terkejut dan tak lupa dengan mata yang melotot ke arah Rey
"Gue nyari di rumah sampai teriak-teriak nggak dijawab"
"Mungkin di kamar lo"
"Oh iya gue belum cek di kamar"
ucap Rey menepuk jidat lalu berlari menuju lantai atas sedangkan Steven mendengus kesal melihat Adiknya lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil sebotol soda
"Bangg, Kesya ketemu"
teriak Rey dari lantai atas
"Ada apa Den?"
tanya Bi Leni saat mendengar teriakan Rey karena sejak tadi dirinya berada di taman belakang
"Biasa Bi, kambuh gilanya"
ucap Steven santai
Ya, Bi Leni sudah mengenal karakter Rey karena memang sejak anak-anak Mama Melly masih kecil, ia sudah bekerja bersama keluarga Aldino
Jadi tidak heran jika Bi Leni sering mendengar Rey teriak-teriak tidak jelas bahkan jika Steven mengatakan bahwa Rey sudah kambuh gilanya bisa dipastikan alasan Rey berteriak dirumah adalah karena Kesya.
Kembali ke Rey yang berada di dalam kamar bersama dengan Kesya yang sedang sibuk mencetak foto
"Lo nggak dengar? Gue dari tadi nyariin lo"
"Hah? Kenapa kak Rey nyari gue?"
"Lo nggak dengar gue teriak-teriak?"
"Dih udah gila ya? Emang bisa dengar? Orang di kamar kan kedap suara jadi mau ada bom di lantai bawah juga nggak kedengaran"
"Eh iya kok gue lupa"
ucap Rey menepuk keningnya
"Ish ish ish"
"Lo ngapain sih cetak foto di kamar? Kenapa nggak di studio aja?"
"Lah? Suka-suka gue dong, kan disini juga alatnya lengkap"
"Cih, bilang aja kalo lo mager bawa laptop sama camilan ke studio"
ketus Rey dengan kesal membuat Kesya terkekeh melihatnya
"Oh iya kenapa kak Rey nyari gue?"
"Mau minta tolong"
"Ha? Gimana-gimana? Seorang Rey Hosea Yohanes minta tolong ke gue?"
tanya Kesya dengan hebohnya
"Astaga, emang gue biasanya nggak pernah minta tolong sama lo ya?"
"Sekali pun enggak. Lo biasanya suka nyuruh-nyuruh"
__ADS_1
ketus Kesya dengan kesalnya
"Hehehe..Maafin kak Rey ya little princess, sekarang kak Rey serius mau minta tolong sama lo"
"Minta tolong apa kak?"
"Nyari ide buat kasih suprise ke Boy"
"Kak Boy ulang tahun? Kapan?"
"Ya, dua hari lagi sih. Rencananya kita mau bikin pesta kecil-kecilan nyewa privat room di cafe, tapi cara biar Boy nggak tau itu gimana? Lo kan paling bisa dapat ide yang nyeleneh"
"Gimana kalo kita kerjain aja?"
"Kerjain kek gimana dulu?"
"Ini yang ikut pestanya siapa-siapa aja?"
"Kita berlima sama lo bertiga sahabat lo aja"
"Hem gimana ya? Bentar gue mikir dulu soalnya susah nge-prank cowok dingin kek kak Boy"
"Kita cuekin Boy?"
"Kan dia nanti malam nginap disini"
"Ya, besoknya kita mulai pura-pura cuek ke dia"
"Eh bentar, gini aja gimana kalo mulai malam ini kalian nyari-nyari masalah sama kak Boy, kek misalkan kesalahan kak Boy cuma sepele tapi dibesar-besarin terus minta kak Jojo jadi kompor biar kak Boy makin panas. Gitu aja terus sampai hari H"
"Oke deh gue setuju, lo juga jangan lupa ajak Boy debat terus ya biar dia makin panas"
"Ya tanpa disuruh juga gue sama kak Boy nggak bisa akur"
"Kenapa sih? Aneh banget"
"Tau tuh kak Boy bikin gue sensi mulu"
"Kalo tiba-tiba jodoh gimana Key?"
"Ya bersyukur"
"Lo naksir Boy ya?"
"Ihhh apaan sih. Maksud gue ya bersyukur diberikan jodoh, kalo nggak? Masa iya mau jadi perawan tua"
Pletak
"Sakit tau"
pekik Kesya dengan kesal
"Hahaha sukurin"
"Tau gini, gue nggak mau berbagi ide"
"Eits, jangan ngambek dong adek kesayangan kak Rey, cup cup cup sini peyuk duyu"
Rey pun berjalan mendekati Kesya dan memeluknya erat seperti seorang yang sedang melepas rindu
"Gue nggak bisa nafas"
teriak Kesya lalu memukul keras bahu Rey
"Hahaha..Udah ah mandi sana, nanti kalo Boy datang jangan debat mulu ya"
"Oh iya, mereka jadi kesini kak?"
"Hem"
Gimana nih? Gue nggak mungkin ketemu kak Devan dulu.-Kesya
Rey sempat melihat raut wajah khawatir Adiknya sehingga dia kembali bertanya pada Kesya
"Lo ada masalah sama Devan?"
"Eh-nggak kok"
kilah Kesya cepat membuat Rey menggeleng pelan seraya mengelus pucuk kepala Kesya
Ini salah satu senjata terkuat Rey saat Kesya berusaha menutupi sesuatu darinya. Hanya dengan mengelus pucuk kepala dan menatap Kesya dengan wajah memelas pun membuat sang Adik kalah telak hingga akhirnya menceritakan apa yang ingin dia sembunyikan dari Rey
"Aaaaa kak Rey gak seru"
rengek Kesya yang membuat Rey terkekeh pelan
__ADS_1
"Kenapa?"
tanya Rey tanpa dosa
"Gue paling benci kalo udah kalah telak dari kak Rey. Bisa-bisanya kak Rey bikin wajah seimut itu walau pun gue benci mengakuinya"
Seketika tawa Rey pecah karena mendengar penuturan Kesya untuk pertama kali yang mengatakan bahwa wajah memelas Rey adalah wajah yang paling imut menurutnya
"Kenapa bisa kak Rey punya senjata ampuh sih? Kan kalo gini Kesya jadi pengen meluk kak Rey terus teriak kalo Kesya sayang banget sama kak Rey"
"Ya udah sini peluk"
pinta Rey seraya merentangkan tangannya membuat Kesya berlari pelan kearahnya dan memeluknya erat
"Ya Tuhan Rey bersyukur punya adik secerewet, sebawel, seheboh, serusuh, dan segalak Kesya"
teriak Rey seraya membalas pelukan Kesya dengan sangat erat sebelum sang adik mengutarakan isi hatinya
"Ihhh kak Rey curang". Mode ngambek on
"Hahaha.. Kakek, lihat Kesya, kek, katanya Rey curang padahal kan dia kalah cepat dari Rey. Kesya kayaknya nggak sayang deh sama Rey, kek"
Lagi-lagi Rey berteriak seakan sedang mengadu kepada sang kakek
"Enggak kek, kak Rey bohong. Kesya sayang banget sama kak Rey, andai aja kak Rey bukan kakak Kesya pasti Kesya rela nikah di umur segini asalkan dengan kak Rey"
Pletak
Lagi dan lagi Rey menyentil kening Kesya cukup keras
"Sakit kak"
pekik Kesya kesal yang membuat Rey tak bisa menahan tawa
"Kok bisa ya kak Rey punya senjata ampuh yang bikin Kesya luluh seketika?"
"Wajah lo dan bang Stev memang mirip karena turunan dari kakek, tapi senjata ampuh buat bikin lo luluh cuma kakek turunin ke gue"
"Kenapa ke Kak Rey yang nyebelin sih? Kenapa nggak ke mas Raka yang baik dan lembut aja?"
gerutu Kesya
"Seperti kata lo, karena mas Raka yang baik dan lembut makanya kakek nggak turunin ke dia. Kakek turunin ke gue karena gue suka jail dan menyebalkan tapi gue lebih sayang lo dan perasaan gue lebih besar dari yang lainnya bahkan gue ngaku kalo gue lebih over dengan segala yang berhubungan dengan lo"
"Aaaaa sayang kak Rey banyak-banyak"
rengek Kesya dengan mata berkaca-kaca.
Setelah selesai dengan drama sayang-sayangan dan teriak-teriak, akhirnya Rey kembali mengingat sesuatu yang hendak disembunyikan Kesya padanya
"Jadi gimana? Apa yang mau lo sembunyiin dari gue?"
"Kesya kesal sama kak Devan"
"Kesal? Kenapa?"
Gue nggak mungkin bilang sejujurnya. Duh gimana nih? Ehm, apa gue bilang kak Devan cemburu aja liat kedekatan gue dan kak Rey tanpa bilang kalo kak Devan ngejelekin kak Rey? Ah ide yang bagus.-Kesya
"Kak Devan cemburu sama kak Rey"
ucap Kesya takut-takut
Sedangkan Rey tertawa seketika bahkan tertawanya kali ini begitu berlebihan menurut Kesya
"Yakin cuma itu?"
"Ihh iya, kak Devan ngomong langsung ke Kesya gitu jadinya Kesya kesal sama kak Devan, jadi malas ketemu dia"
"Ya bagus dong kalo Devan cemburu, berarti dia serius naksir lo"
"Tapi Kesya kan nggak naksir kak Devan"
"Jalanin aja dulu Key, kedepannya kita nggak tau siapa yang kelak bersanding di samping lo gantiin gue buat jagain lo"
"Kesya nggak mau dengar kak Rey ngomong gitu"
"Kan faktanya gitu Key"
"Nggak ada orang lain yang bisa gantiin kak Rey di hati Kesya. Kalo suatu saat Kesya bersanding sama seseorang, dia bakal tetap nggak bisa gantiin kak Rey. Kesya mungkin akan kasih ruang di hati Kesya tapi nggak dengan menggeser ruang lainnya. Ruang untuk kak Rey, untuk bang Stev, kak Gab, Yera, brother, mas Raka"
ucap Kesya seraya menatap manik mata milik sang kakak.
*
*
__ADS_1
*