Tentang Kesya

Tentang Kesya
Perasaan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Kesya terdiam bahkan dirinya tidak jadi menyuap ice cream di tangannya. Pertanyaan tiba-tiba dari Boy membuatnya seolah membeku seketika.


"Gue mau jadi posisi Devan dengan diri gue sendiri. Gue mau jadi orang yang ganteng tangan lo buat capai tujuan bersama walaupun prosesnya nggak kek saat lo dan Devan dulu."


Boy sendiri tidak mengerti mengapa dirinya dengan berani mengeluarkan isi hatinya malam ini. Ia tidak tau bagaimana bisa mulutnya sangat bodoh bahkan terus berbicara tanpa menunggu jawaban Kesya atas pernyataan nya.


"Kak.."


Perlahan, Kesya menghela nafas berat. Ia sangat takut jika jawabannya membuat dirinya dan Boy malah menjadi sangat canggung.


"Tolong jangan suka gue.."


Deg.


Gue ditolak haha.-Boy.


"Sebenarnya, gue nggak bodoh dan gue tau semua yang lo lakuin buat gue itu adalah bentuk ungkapan perasaan dari lo ke gue dan gue tau itu semua. Tapi, tolong.. jangan suka gue, Kak.. lo terlalu sempurna buat gue yang berantakan dan kacau. Gue terlalu takut kalau gue nyakitin orang, gue takut kalau gue berkomitmen tapi gue sendiri nggak bisa pegang komitmen itu. Lo adalah sosok yang sangat sangat baik dan bahkan gue pernah berpikir kalau lo itu setengah malaikat saking baiknya. Gue takut nyakitin lo.."


Boy mengerti dengan semua jawaban Kesya. Ia sendiri tau bahwa dirinya benar-benar bodoh mengungkapkan perasaan pada hari dimana gadis itu sakit hati karena mantan kekasihnya menikah.


"Gue banyak kurangnya, Kak. Buktinya Devan nggak pernah puas sama gue."


Ada tawa getir yang ia perlihatkan seolah mengatakan bahwa dirinya sendiri sakit dengan apa yang keluar dari mulut kecilnya.


"Gue nggak bisa bikin orang nyaman sama gue yang akhirnya semua orang pergi dari gue. Semesta nggak mau temenan sama gue jadi gue nggak mau nyakitin orang lain lagi. Lo juga jangan masuk dengan sendirinya ke hidup gue karena hidup gue sangat kelam. Cukup lo jalan di tempat atau mundur aja, jangan sampai maju. Gue nggak berani.."


*****


Setelah Kesya mengatakan hal itu, ia tidak tau bagaimana tanggapan Boy karena bahkan dari ekspresi saja benar-benar datar seolah tidak terjadi apa-apa. Boy ini memang misterius.


"Apa omongan gue salah..?" gumam Kesya pelan.

__ADS_1


Ia menatap layar ponselnya. Pesan yang beberapa menit yang lalu ia kirimkan tak kunjung mendapat jawaban dari lelaki itu membuatnya berpikir keras, takut jika Boy tersakiti olehnya.


"Gue harus gimana? Gue belum bisa buka hati dan terima orang lain lagi karena hati gue udah sangat rapuh.."


Ting.


Kesya dengan perlahan membuka aplikasi hijau tersebut namun bukan seperti harapan, ternyata yang mengirimkannya pesan adalah Jojo.


Jojo mengirimkan foto.


Tolong lo urus laki lo. Ini berdua mabuk berat dan gue capek ngurusnya bandel semua. Ponsel gue abis charger. Rey.-Jojo.


Kesya benar-benar terkejut setelah membuka pesan dari Rey. Pertama, selama ini ia tidak pernah mengetahui bahwa Boy juga bisa meminum minuman keras dan mabuk. Dan kedua, ia tidak habis pikir bagaimana bisa Rey malah sempat-sempatnya ber-selfie ria disaat kedua sahabatnya sudah mabuk berat.


Dimana? Gue susul sekarang.-Rey.


Emang dimana lagi tempat yang ada ribuan foto lo di pajang di dinding?-Rey.


"Kok ngeselin sih?" gerutu Kesya namun senyum tipis tak bisa ia pungkiri.


Kesya segera berpamitan kepada Citra untuk menyusul Boy yang sudah mabuk berat disana.


Kesya tidak bodoh, ia pun tau bahwa alasan Boy minum adalah karena kalimat yang keluar dari mulutnya. Ini yang sangat Kesya takutkan, ia sangat takut jika dirinya menyakiti lelaki sempurna seperti Boy.


"Lo nolak Boy?"


Pertanyaan Rey membuat Kesya menatapnya dengan tatapan terkejut.


Ini Kak Rey di US nggak belajar jadi dukun, kan?-Kesya.


"Nggak ada alasan lain yang lebih tepat kecuali lo yang bikin Boy jadi gini."


Kesya menatap Boy. Lelaki itu sudah tertidur pulas di sofa dengan keadaan yang benar-benar kacau.


"Kok jadi gue?! Ya mungkin Kak Boy banyak pikiran."


Kesya tidak mau siapapun tau tentang malam itu, malam dimana penolakannya terhadap Boy.


"Lo nggak tau kan kalau Boy itu peminum yang kuat? Dia udah kenal alkohol dari SMA dan udah sering minum-minum apalagi dia kan suka ikut ke pesta rekan kerja Om Heru."

__ADS_1


"Hah?! Dari dulu?! Kok gue nggak pernah tau?!"


Bagaimana Kesya tidak terkejut, ia kira dirinya sudah mengenal lelaki itu dengan baik, namun ternyata Boy tetaplah lelaki misterius.


"Semenjak lo satu apart sama dia, dia nggak mau minum lagi karena dia tau lo nggak suka bau alkohol."


Deg.


"Dia berhenti minum semenjak kalian tinggal bareng, apalagi ditambah ada Ello yang bikin dia sadar kalau dia nggak boleh jadi contoh yang buruk buat anaknya sendiri."


Kesya benar-benar terdiam mendengar ucapan Rey.


"Boy itu bukan cuman cowok kek yang lo kenal. Ada begitu banyak cerita hidup dia yang keknya lo harus tau dari mulut dia sendiri. Kalau lo terima dia, lo harus terima dengan semua kekurangan yang ada, dengan semua cerita hidupnya, dan dengan semua masa lalunya dia walaupun masa lalu Boy lumayan suram."


"Kak.."


"Dia serius sama lo bahkan dari SMA dulu" ucap Rey tersenyum tipis.


Kesya bungkam. Mau dipungkiri bagaimana pun, ia sudah menyakiti lelaki ini sangat dalam. Lelaki yang akan selalu memberikannya tangan untuk digenggam, bahu untuk bersandar, dan pelukan hangat juga elusan lembut di pucuk kepala. Kesya sudah menyakitinya sejak lama, dan sialnya ia sendiri tidak menyadari itu.


"Alasan kenapa Boy nggak pernah bilang kalau dia suka lo adalah karena perasaan dia tulus. Dia nggak mungkin saingan sama Devan yang jelas-jelas sahabat dia sendiri. Semua yang dilakuin Boy selama ini bukan karena gue, Kak Gab, dan Mas Raka yang minta, tapi karena dia sendiri yang mau jagain lo. Harusnya lo sadar semenjak Boy masuk terlalu dalam di hidup lo."


"Kak Rey.. maaf.. maaf karena Kesya harus nyakitin sahabat Kak Rey.. Kesya tau perasaan Kak Boy tapi Kesya nggak mau.. takut.. takut Kesya bakal nyakitin orang sebaik itu.. Kesya nggak mau nyakitin Kak Boy.. Kak Boy terlalu sempurna.."


Rey perlahan merengkuh tubuh mungil gadis dihadapannya. Gadis yang sudah menangis pelan seraya menatap lelaki yang sedang tertidur pulas.


"Kak Rey.. kasian Kak Boy.. harusnya Kak Boy sembuhin luka hati dia.. tapi selama ini dia berusaha bantu Kesya buat sembuhin luka hati Kesya sendiri.."


Rey hanya diam. Ia tidak tau lagi harus mengatakan apa. Sudah cukup malam ini mulutnya bocor dengan menceritakan semua tentang perasaan Boy pada adik kesayangannya tersebut.


"Kak.. Kesya takut.. Kesya nggak mau nyakitin Kak Boy.. tolong.. tolong Kesya.."


"Harusnya lo jaga batasan."


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2