
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanyađ„°.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membacađ„°đ.
*****
Keesokan harinya, saat sedang sarapan pagi, tiba-tiba Franklin membuka suara. âKey, Papi mau mengenalkan mu pada anak teman Papiâ ucapnya seraya menyantap sarapan pagi.
Kesya pun menatapnya heran seolah bertanya kenapa tiba-tiba sekali terlebih ketika perubahan kedua orang tuanya yang membuatnya semakin bingung. Bagaimana tidak? Baru beberapa hari yang lalu ia masih mendengar ucapan kasar yang keluar dari mulut kedua orang tuanya, sekarang mereka benar-benar berubah seolah memperlakukan Kesya dengan sangat baik.
âUntuk apa?â tanya Asyera memecahkan keheningan.
âKenalan saja, jika cocok akan kita jodohkanâ
Tentu saja kalimat yang keluar dari mulut Franklin membuat Kesya maupun Asyera sungguh terkejut. âDijodohin? Kenapa, Pi?â
âKak Kesya juga belum lulus sekolahâ
âMalam ini akan diadakan makan malam bersama sekalian perkenalan dengan mereka. Tidak ada yang tidak bisa.â
Setelah mengatakan itu, Franklin beranjak dari meja makan lalu diikuti oleh Citra.
âPapi gila? Pikirannya masih zaman dulu jodoh-jodohanâ gerutu Asyera dengan kesalnya.
âHei, nggak boleh gitu. Berdoa aja semoga semuanya baik-baik ajaâ ucap Kesya tersenyum tipis.
Kesya hanya bisa menutupi semua rasa sakitnya sendiri karena ia tak mau adiknya juga mencemaskan nya sehingga ia akan bersikap biasa saja didepan Asyera.
Saat sedang bersantai di balkon kamarnya, tiba-tiba ponsel Kesya berdering menandakan sebuah notifikasi pesan di instagramnya.
@dxtrr_
Misi neng.
Karena penasaran dengan siapa yang mengiriminya pesan siang bolong seperti ini, akhirnya Kesya mengunjungi profil lelaki tersebut.
âHah? Nggak ada apa-apa.â
Iya, siapa ya?-cloresya
@dxtrr_ mengirimkan foto.
Eh? Dexter? Lo yang gue tabrak kemaren di toilet mall ya? Apa yang sakit? Lo minta pertanggungjawaban gue? Duh sorry banget ya, shareloc biar gue kesana.-cloresya
Santai Kesya wkwk gue cuman gabut terus nyari akun lo. Gila followers lo banyak banget.-dxtrr
Tapi lo gapapa, kan?-cloresya
Gapapa, aman. Eh gue mau ngajak temenan nih, lo mau nggak?-dxtrr
Syukurlah kalau aman. Boleh dong-cloresya
Kenalan lagi nih, gue Dexter umur 20 netap di Amerika. Lo boleh tanya apapun tentang gue.-dxtrr
Berarti udah jadi mahasiswa? Kok bisa ada di Indo?-cloresya
Gue dipaksa bokap mau dijodohin, besok ketemu.-dxtrr
âLoh kok sama?â gumam Kesya seraya menatap layar ponselnya.
Anw gue Kesya, 17 tahun dan lo juga boleh tanya apapun tentang gue.-cloresya
Kesya segera mengalihkan pembicaraan membuat Dexter yang ada diseberang sana terkekeh.
__ADS_1
Kuliah nanti dimana?-dxtrr
Rencana sih Seoul, doain ya biar bisa masuk sana.-cloresya
Ngambil seni nih pasti wkwk.-dxtrr
Iya wkwk tau aja.-cloresya
Anw gue ngerasa miris banget masa dijodohin sama bokap.-dxtrr
Lo mau nolak perjodohannya?-cloresya
Yup, gue nggak bisa dijodohin gini, berasa kaga laku umur 20 disuruh nikah.-dxtrr
Lah? Lo masih mending daripada gue lulus SMA disuruh nikah sama bokap.-cloresya
Tanpa sadar Kesya menceritakan tentangnya.
Dijodohin juga?-dxtrr
Mirisnya gue ketemu calon besok, sumpah gue nggak mau ginian, takut banget gila.-cloresya
Gue juga nggak mau, nikah kan cuman sekali masa iya lo nikah sama orang yang nggak lo kenal? Gimana bisa hidup lo aman dan nyaman?-dxtrr
Dex, gimana kalau tiba-tiba jadi kita yang dijodohin?-cloresya
Entah kenapa, Kesya memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang membuatnya gelisah.
Sorry, tapi gue ngerasa aneh aja secara kebetulan banget kita sama dijodohin dan ketemunya besok.-cloresya
Sekali pun itu lo juga gue tetap nolak, bukan karena gue nggak suka lo tapi karena apa yang gue bilang tadi, pernikahan yang dilakukan dengan terpaksa nggak akan ada nyamannya, dikira novel kali kalau dijodohin endingnya happy mulu.-dxtrr
Gue juga, dan gue berharap kalau calon gue itu lo karena kita bisa kerjasama. Bentar, gue berasa curhat sama abang gue wkwk.-cloresya
Lo kira gue buka penampungan abang?-cloresya
Ya anggap aja gitu kan gue muda dikit dari Gabriel.-dxtrr
Lo kenal kakak gue?-cloresya
Dia kan emang terkenal karena skandal dating sama Isa, gue barusan liat foto lo berdua di ig lo.-dxtrr
Oh iya, gue lupa pernah posting foto bareng Kak Gab.-cloresya
Dasar pikun.-dxtrr
*****
Malam harinya pun tiba dimana Kesya akan bertemu dengan calon tunangannya, semuanya sudah berkumpul di restoran termasuk kedua orang tua calonnya namun ia tidak melihat lelaki yang ingin dikenalkan kepadanya.
Gue nggak disuruh jadi istri kedua Om-Om itu kan?-Kesya.
âIni James, rekan bisnis Papi. Dan James, kenalkan ini anak saya Kesya dan Asyeraâ ucap Franklin yang memperkenalkan kedua anaknya.
Kesya pun diikuti oleh Asyera segera mencium tangan James dan istrinya dengan sopan.
âWah, Kesya cantik sekali. Anak Om sedang dalam perjalanan dan sepertinya sedikit terlambatâ ucap James ramah membuat Kesya hanya tersenyum tipis.
Franklin pun kembali membuka suara. âApa kita menunggunya sambil makan?â
âIde bagus. Kita makan saja dulu karena anakku sepertinya masih lamaâ
Mereka pun mulai menyantap hidangan malam dengan Kesya yang masih dipenuhi rasa khawatir namun ia tetap berdoa dalam hatinya semoga calon tunangannya adalah Dexter.
Ketika sedang menikmati makan malam bersama, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang lelaki yang dilihat dari wajahnya terlihat seumuran dengan Kesya.
__ADS_1
âIni Derrint, anak ku yang kedua sepertinya seumuran dengan Kesyaâ ucap James yang sedang memperkenalkan anaknya.
Kesya hanya menghela nafas karena yang ia harapkan ternyata jauh berbeda. Calon tunangannya ternyata juga seumuran dengannya.
Pintu kembali terbuka
âMaaf, saya terlambatâ
Kesya ingat suara itu sehingga ia dengan cepat mengangkat kepalanya
âDexter?!â
âKesya?!â
Semua orang terkejut karena melihat Kesya dan Dexter saling mengenal. Hingga Franklin kembali membuka suara. âTernyata mereka sudah saling mengenalâ ucap Franklin tersenyum senang.
âAwalan yang bagus, aku berharap mereka bisa mengenal lebih jauh lagi dengan menjodohkannyaâ ucap James tak kalah senang.
âApa?!â
âIya, Kesya dan Dexter akan secepatnya bertunanganâ
âMaaf, saya tidak bisa menerima perjodohan iniâ
âDexter!â ucap James dengan suara meninggi.
Dexter berdiri seraya menggenggam tangan Kesya yang sudah gemetaran. âDaddy tau kan dari awal Dexter nggak pernah setuju.â
âMaaf, saya juga tidak bisa menerima perjodohan ini.â
âKita pergi, Keyâ
Setelah mengucapkan kalimat itu, Dexter segera membawa Kesya pergi dengan menggenggam tangannya tanpa menghiraukan semua panggilan dan teriakan Franklin juga James yang memanggil-manggil nama mereka.
Sepanjang perjalanan, Kesya hanya diam namun tidak ingin menarik tangannya yang masih digenggam Dexter hingga parkiran mobil. Karena merasakan tangan Kesya yang kembali gemetaran, akhirnya Dexter menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Kesya yang ternyata sudah menangis dalam diam.
âHei, jangan nangisâ ucap Dexter khawatir seraya menghapus air mata Kesya dengan jari tangannya.
Kesya hanya diam namun matanya menatap Dexter dengan tatapan penuh arti. âGue nggak suka liat air mata lo keluar. Apapun itu, gue janji bakal jagain lo.â
âDex, gimana sama lo? Apa bokap lo nggak marah karena penolakan kita?â tanya Kesya ragu
Dexter tersenyum tipis. âKalau dengan gue dipukul bisa bikin perjodohan batal, gue relaâ
âNo, jangan. Gue nggak mau lo sampai dipukulâ
âGue juga nggak mau nikah tanpa cinta.â
Kesya hanya diam namun tatapannya menatap Dexter dengan lekat.
âGue antar lo pulang ya?â
âGue bawa mobil sendiriâ
âPulang ke rumah ya, Key?â ucap Dexter dengan raut wajah khawatirnya membuat Kesya mengangguk pelan.
Setelah Dexter pamit, Kesya menatap mobil yang semakin lama semakin menjauh.
âSorry, Dex. Gue bohongâ
*
*
*
__ADS_1