Tentang Kesya

Tentang Kesya
Happy Brithday Devan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanyađŸ„°.


Selamat membacađŸ„°đŸ˜˜.


*****


Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, tak terasa sekarang sudah memasuki semester genap yang sepuluh hari lagi adalah hari ulang tahun Devan


Sehari sebelum hari ulang tahunnya Devan, Kesya kembali lagi merasakan hal aneh terhadap sikap Devan tersebut karena tak biasanya Devan susah dihubungi ataupun sekedar membalas pesan Kesya


Sudah seminggu Devan begitu dan alasannya tak lain karena sibuk belajar kelompok, nongkrong ataupun hanya main game. Sebenarnya Kesya sudah bosan mendengar alasannya yang hanya itu-itu saja, tapi ia tak ingin egois karena dua bulan mendatang Devan akan menghadapi ujian kelulusan terlebih hubungannya dengan Devan hanya sebatas teman curhat.


*****


Siang hari tepat tanggal 7 Januari hari ulang tahunnya Devan, Kesya meminta Mang Udin untuk mengantarkannya ke rumah Steven karena memang ia dan Asyera tidur di sana dan ada sesuatu yang ia ambil


“Totalnya berapa mas?”


tanya Kesya saat Steven memberikan paper bag


"Dua ratus ribu”


jawab Steven acuh


“Nih, ya udah gue ke rumah dulu, nanti malam kesini lagi”


ucap Kesya seraya menyerahkan uang dan mencium pipi kiri Kakak sepupu yang sering dikira kembarannya itu


Diperjalanan pulang, Kesya meminta Mang Udin berhenti di supermarket karena ia ingin membelikan bahan untuk membuat cupcake


Jangan tanya kenapa Kesya anak berumur lima belas tahun tahun bisa dengan mudah mengeluarkan banyak uang, karena Franklin memberikan tiga kartu atm untuk Kesya agar ia bisa membelikan keperluannya dan keperluan Asyera


Setelah pulang dari supermarket, Kesya mencoba memberikan pesan ke Devan


Manusia Bunglon


Kak, sibuk nggak nanti sore? Gue mau ketemu.-Kesya


*Ngga**k sibuk, gue juga mau ketemu, tungguin gue di taman depan kompleks jam 5.-Devan*


Setelah mendapat balasan pesan dari Devan, Kesya pun pergi ke dapur untuk membuat cupcake dibantu dengan Bi Ica dan Bi Siti dan Asyera yang tak henti memandang dari arah meja makan


Beberapa jam kemudian, jadilah cupcake yang bertuliskan HBD Kutub Utara Devan Day, lalu Kesya buru-buru pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap karena waktu menunjukkan pukul 16:00 WIB


Kurang lebih tiga puluh menit sudah waktu berlalu, Kesya pun keluar dari kamar membawa paper bag yang diambilnya dari Steven lalu pergi ke dapur mengambil kotak cupcake, ia pun meminta ijin kepada Bi Siti dan diantar oleh Mang Udin ke taman.


*****


Taman


Sesampainya di taman, Kesya membawa paper bag, kotak cupcake dan juga payung karena Mang Udin memperkirakan hari hendak hujan, dikelilingi banyak anak kecil yang bermain Kesya pun merasa sangat senang tanpa ia sadari sudah satu jam ia menunggu Devan namun tak kunjung datang


Tiba-tiba hujan mulai mengguyur kota Surabaya dan Kesya pun memayungi paper bag dan kotak cupcake tanpa memayungi dirinya sendiri. Kurang lebih setengah jam langit masih menyisakan air hujan, samar-samar ia melihat mobil mercedas-bend milik Devan melewati taman dengan Amelia yang duduk disampingnya dan memeluknya mesra, seketika air mata Kesya jatuh, rasa kecewa cemburu kesal sedih bercampur jadi satu, Devan melupakan janjinya dan ia malah bermesraan bersama Amelia bahkan Kesya tak peduli bahwa angin malam yang menusuk kulitnya, walaupun ia tidak mengerti perasaan apa yang ada didalam dirinya


Gue udah ngerti sekarang bahwa kehadiran gue disini nggak penting buat lo. Thanks kak, untung gue belum jatuh terlalu dalam.-Kesya


Masih menangis sesenggukan, Kesya menulis memo didalam kotak cupcake ‘God Bless U, Kesya’ lalu ia pun melirik jam tangan pukul 21:00 WIB


“Semoga masih ada taksi online”


gumamnya seraya mencari taksi online menggunakan ponsel dan ternyata dewi fortuna memihak kepadanya


Setelah ia memesan taksi online tak lama taksi pun sampai didepan taman


“Nona Kesya?”


tanya supir taksi tersebut


“Iya Pak ke jalan xxx, maaf sebelumnya jika saya membuat jok belakang basah”


ucap Kesya sopan


“Iya tidak masalah Nona”


balas pak sopir dengan ramah.


Mobil pun melaju kearah jalan rumah Steven, tetapi setelah hendak melewati rumah Devan Kesya meminta Pak sopir untuk berhenti sebentar, Pak sopir mengiyakan dan Kesya pun keluar dari mobil dan berjalan kearah halaman rumah Devan


“Mobilnya belum ada berarti dia masih bersenang-senang sama Amel”


ucap Kesya pelan


Setelah memencet bel untuk yang ketiga kalinya, keluarlah Nia dengan wajah khawatir setelah melihat keadaan Kesya yang basah kuyup

__ADS_1


“Loh Kesya kok basah kuyup?”


tanya Nia khawatir


"Main hujan Tante”


ucap Kesya tersenyum


“Kenapa malam-malam main hujan sih sayang?”


tanya Nia mengerutkan kening


“Eh Nico nya ada Tan?”


tanya Kesya mengalihkan pembicaraan


“Waduh Nico belum pulang dari sore tadi nggak tau kemana tadi buru-buru Tante lihat”


jelas Nia yang membuat raut wajah Kesya berubah


“Kamu kenapa sayang?”


tanya Nia saat mengetahui perubahan wajah Kesya


“Eh gapapa Tan, Kesya mau titip ini aja”


ucap Kesya seraya memberikan paper bag dan kotak cupcake kepada Nia


“Kamu nggak masuk sekalian nginap disini kasihan bajunya basah?”


“Nggak usah Tan, Kesya pamit dulu”


kata Kesya seraya berlalu


Ada yang aneh.-Nia


*****


Kediaman Steven


Setelah sampai dihalaman rumah Steven, Kesya pun keluar setelah membayar ongkos taksi dan melihat Steven dan Rey sudah menunggunya didepan rumah dengan raut wajah khawatir


Untung Mas Raka dan Brother nggak ada di rumah.-Kesya


“Kenapa basah?”


tanya Rey dengan suara agak meninggi


“Main hujan”


jawab Kesya ngasal


“Masuk cepat ganti baju”


ucap Steven agar Rey berhenti menginterogasi Kesya


Lalu Kesya pun masuk kedalam kamar Rey karena ia biasanya tidur di sana


“Diapain Devan dia?”


tanya Rey dingin


“Nanti aja ditanya”


ucap Steven lalu mereka pun masuk kedalam rumah


*****


Kamar Rey


Setelah bersih-bersih Kesya pun beranjak duduk di tempat favoritnya yaitu di balkon kamar Rey yang menurutnya sangat indah dan nyaman, tiba-tiba kejadian di taman berputar seperti kaset rusak di memori ingatan Kesya, ia pun kembali menangis tanpa suara hanya ada air mata yang mengalir deras diwajahnya


Itulah Kesya yang jarang menangis didepan orang lain, ia selalu menutupi kesedihannya dan lebih memilih memendamnya


Tanpa ia sadari ternyata Rey sudah berdiri didepan pintu kamar dan hanya menatap tanpa suara


Hati kakak mana yang tidak sakit saat melihat adik kesayangannya bersedih dan menangis apalagi Kesya yang berusaha menutupi kesedihannya itu malah membuat Rey semakin terluka melihatnya


Rey pun berjalan kearah Kesya dan mengelus kepalanya dengan lembut yang membuat Vania sontak mengangkat wajahnya


“Pasti kecewa sama Devan kan?”


tanya Rey lembut

__ADS_1


“Ha? Nggak kok ini kelilipan kak”


kilah Kesya gugup


“Lo nggak pandai berbohong sayang”


ucap Rey lembut dan memeluk tubuh mungil adiknya


Detik berikutnya pertahanan Kesya runtuh dan ia menangis sejadi-jadinya di pelukan Rey, pelukan ternyaman nya


Walaupun Rey dan Kesya selalu berdebat dan jarang akur, Kesya selalu nyaman berada didekat sepupunya tersebut karena perlakuan Rey yang membuatnya nyaman, begitupun dengan Rey ia tidak pernah ingin ada air mata keluar dari wajah cantik adiknya karena itu membuat hatinya terluka, ia bisa berubah menjadi musuh yang berbahaya jika ada yang berani mengganggu dan menyakiti Kesya


“Kita kebawah ya temenin kak Rey main”


ajak Rey dan Kesya hanya mengangguk.


*****


Ruang Keluarga


Kesya yang selalu manja didepan Steven pun langsung berbaring di pangkuannya menghadap perut kotak-kotak kakaknya tersebut dan Rey pun berbaring dipangkuan Kesya dengan tangan yang memegang stik PlayStation


“Jujur ke abang, Devan apain lo?”


tanya Steven seraya menatap ke layar televisi dan Kesya hanya menggeleng pelan


“Lo nggak pandai berbohong Key"


ucap Rey tegas


“Dua lawan satu mah ya jelas kalah satu”


cibir Kesya


“Jawab pertanyaan abang, Devan datang?”


tanya Steven dan Kesya hanya menggeleng


“Berapa jam lo nunggu di taman?”


Rey pun mulai ikut menanyakan


“Empat"


jawab Kesya singkat


“Kenapa bisa basah?”


“Payung yang dikasih Mang Udin buat Kesya payungin paper bag dan kotak cupcake”


lirih Kesya yang terdengar jelas ditelinga kedua kakak overprotektif nya


“Lo kecewa Devan nggak datang atau ada hal lain?”


tanya Rey mengerutkan kening


“Kesya liat Devan meluk Amel didalam mobilnya”


jawab Kesya pelan


“Brengsek”


Untuk pertama kalinya Kesya mendengar umpatan dari mulut Steven


“Dia nggak kasih tau apapun sama lo?”


“Nothing dan ponsel sengaja gue matikan, sebelum kesini gue berhenti di rumah Devan titip paper bag ke Tante Nia dan mobil Devan nggak ada yang artinya dia masih sama Amel”


Rey pun berusaha menelfon Devan tapi ternyata ponsel Devan mati


“Bentar gue cek grup, eh ini Devan bilang kok kalo mau ketemu lo, nih liat”


ucap Rey seraya memberikan ponselnya kepada Kesya


Setelah sadar tidak direspon apapun Rey mengangkat kepala dan Steven pun memanggil nama Kesya


“Ketiduran”


ucap Steven pelan.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2