Tentang Kesya

Tentang Kesya
Ada Boy


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Kesya tersenyum tipis ketika ia berjalan keluar dari rumah dan sudah ditunggu oleh sang Adik. Dengan segera, Kesya memeluk Asyera yang menatapnya dengan tatapan sendu.


"Hei, jangan nangis ah" ucap Kesya terkekeh pelan.


Asyera hanya diam namun pelukannya semakin erat. Ia sungguh menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi kepada Kakak nya karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Masa kebo ganteng nangis? Jelek loh nanti"


"Kak.."


"Kakak masih disini kok" ucap Kesya tersenyum tipis.


"Kak Kesya mau tinggal dimana? Gue ikut ya?"


Kesya menggeleng seraya mengelus pucuk kepala sang Adik dengan penuh kasih sayang. "Janji sama Kakak kalau Yera harus jadi orang sukses. Jangan lupa bantu Bi Siti juga, hormati dia seperti Yera menghormati Mami dan Papi karena Bi Siti udah rawat kita dari kecil. Kita masih bisa ketemu kok, kan Kakak bisa nyamperin Yera di sekolah."


"Kak.. maaf karena gue nggak bisa apa-apa disaat Kak Kesya diusir gini.."


"Udah gapapa, Yera buktiin ke Kakak kalau Yera bisa jadi anak yang sukses, okay?"


Asyera hanya mengangguk pelan membuat Kesya semakin memeluknya erat. Pelukan yang pasti akan ia rindukan nantinya.


Setelah cukup lama, akhirnya Kesya berpamitan pergi menyusuri jalanan kota yang sedang padat dengan mobil yang diberikan Papa Aldino kepadanya.


Di perjalanan, Kesya hanya bisa menangis dalam diam seolah tidak sadar air matanya sudah keluar membasahi wajah cantiknya. Ia tak tau harus melakukan apa sekarang, hatinya benar-benar sakit ketika kedua orang tuanya seolah lepas tangan lagi terhadap dirinya.


Di satu sisi, Kesya masih bisa bersyukur karena Adiknya Asyera tidak merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan. Cukup, Kesya saja yang menjadi korban.


"Apa di kehidupan sebelumnya gue jadi orang jahat?" ucap Kesya yang berbicara kepada dirinya sendiri.


"Sakitnya lumayan sih, nggak ngotak."


Kesya hanya terkekeh pelan meratapi nasibnya sekarang. Ia benar-benar sudah dibuang dan dirinya benar-benar hanya sendirian lagi.


Untung aja gue tiba-tiba kepikiran pengen beli rumah.-Kesya

__ADS_1


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 20:37 WIB dan Boy yang masih berada di rumah pribadinya sedang khawatir dengan apa yang terjadi pada Kesya sekarang.


Berkali-kali ia menelepon namun tak kunjung diangkat hingga membuatnya memutuskan untuk menyusul Kesya ke rumah mereka.


Baru saja ia keluar dari halaman rumahnya, tiba-tiba tatapannya terpaku pada pagar rumah Kesya yang tidak tertutup rapat membuat Boy langsung segera keluar dari mobil untuk melihat-lihat.


Ternyata memang benar, Kesya kembali ke rumah pribadinya dilihat dari mobil yang sudah terparkir rapi di garasi.


Boy berusaha untuk mengetuk namun tak kunjung dibuka hingga ia mencoba untuk membuka pintu dan benar saja, Kesya lupa mengunci pintu rumahnya.


"Ini bocah pengen ada yang maling apa gimana sih?" gerutu Boy kesal.


Kagum, itulah kesan pertama Boy ketika memasuki rumah Kesya. Anak itu benar-benar berbakat dalam segala hal. Lihat saja ada begitu banyak piala dan piagam yang ia pajang di lemari khusus dengan ada banyak lukisan idol K-pop yang ia lukis sendiri terpajang dengan jelas di ruangannya.


Boy berjalan mendekati meja televisi yang dimana Kesya sudah memajang dua foto keluarga besar Franklin dan keluarga Papa Aldino yang ada Kesya di dalamnya. Foto itu ia pajang diatas televisi sehingga saat menonton, akan terlihat foto besar tersebut.


Boy benar-benar berdecak kagum seolah sedang mengunjungi pameran seni ketika mulai memasuki rumah Kesya.


"Dia benar-benar berbakat" ucap Boy bangga.


Lalu, langkah kaki Boy terhenti pada ruangan yang bertuliskan "Private Room" membuatnya sadar bahwa ini pasti kamar Kesya.


Dengan segera, Boy menggendong Kesya dan membawanya menuju tempat tidur. Terdengar helaan nafas Boy ketika ia melihat dua koper besar yang sama sekali belum dibuka.


"Lo di usir ya?" gumam Boy pelan seraya mengelus pucuk kepala Kesya dengan lembut.


Saat hendak pergi ke dapur untuk membuatkan makan malam untuk Kesya, tatapan Boy terhenti pada sebuah foto yang ada di atas meja dekat tempat tidur.


****?! Foto gue?!.-Boy


*****


Kesya terbangun dari tidurnya ketika ia tiba-tiba mencium bau makanan yang lumayan menggugah selera sehingga ia berjalan pelan untuk turun ke lantai bawah menuju dapur. Ia tau bahwa Boy ada dirumahnya karena tidak mungkin kan jika perampok memasak sesuatu untuknya?


Ketika baru saja tiba di dapur, Kesya menatap punggung lelaki yang setiap saat membuatnya ragu. Tanpa pikir panjang, Kesya berlari dan memeluknya dari belakang membuat Boy yang sedang memasak benar-benar terkejut.


"****!" teriak Boy kaget yang membuat Kesya terkekeh pelan.


Lagi, air mata Kesya keluar secara tiba-tiba ketika ia memeluk erat lelaki yang ada di hadapannya.


"Mau peluk Kak Boy" ucap Kesya dengan suara bergetar.

__ADS_1


Boy terdiam. Bukan karena tidak tau harus melakukan apa, ia diam karena takut Kesya mendengar detak jantungnya yang berdebar sangat cepat sekarang.


Sial.-Boy.


Setelah memeluk dari belakang dengan cukup lama, akhirnya Kesya melepaskan pelukannya dan menunduk membuat Boy berbalik lalu mengangkat kepalanya agar mereka saling menatap.


Please, not now.-Boy


Boy tau, mata itu sudah mengeluarkan air berkali-kali hari ini terlebih ketika melihat mata Kesya semakin membengkak membuat Boy tidak tega. Dengan segera Boy merengkuh erat tubuh gadis yang berkali-kali membuatnya jatuh cinta.


"Gue udah bilang, mau situasi lo gimana pun lo selalu bisa pulang ke gue" ucap Boy yang membuat Kesya semakin memeluknya erat.


"Kak.. Kesya beban, ya?"


Boy hanya diam dengan sesekali mengelus pucuk kepala Kesya karena ia tau gadis itu belum selesai berbicara.


"Mami dan Papi udah lepas tangan.." ucap Kesya terkekeh.


"Katanya Kesya anak pemberontak makanya mereka nggak mau ngurus Kesya lagi.. udah pemberontak, beban lagi.. miris banget ya hidup Kesya.."


Ada bahu yang bergetar sangat hebat ketika ucapan itu keluar dari mulutnya membuat Boy benar-benar tidak tega.


"Kak.. Kesya sendiri.."


"Lo selalu punya gue"


Anjing. Gue sayang lo, Kak.-Kesya


"Maaf.."


"Gue nggak nyuruh lo minta maaf."


Kesya tersenyum tipis. "Maaf karena Kesya selalu jadi beban buat Kak Boy. Dari dulu Kak.. dari dulu Kesya selalu ngerepotin Kak Boy.. Kesya harusnya malu, bukannya malah makin menjadi-jadi.."


"Emang lo masih punya urat malu?" tanya Boy terkekeh yang membuat Kesya kembali tersenyum.


"Jangankan urat malu, rumah aja Kesya nggak punya.."


"Lo selalu punya gue, Kesya."


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2