Tentang Kesya

Tentang Kesya
Bertekad


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Semua orang sudah berkumpul di restoran ternama karena Aldino sudah memesan privasi room untuk merayakan kelulusan Kesya. Gadis benar-benar hebat sekali, lulus hanya dalam waktu tiga tahun setengah dengan predikat nilai tertinggi yang membuat semua orang bangga dengannya.


"Mau langsung kembali ke Indonesia?" tanya Raka kepada adik kesayangannya tersebut.


"Rencananya sih gitu, Mas. Tapi kok Kesya kepengen lanjut lagi ya gara-gara ngeliat Bang Stev?"


Semuanya tertawa mendengar ucapan Kesya.


"Jadi nggak mau ngalah nih sama Abang? Kapan nikahnya kalau lanjut pendidikan terus?" Pertanyaan Aldino membuat semua orang terdiam kecuali Kesya.


"Papa nih, Kesya kan baru dua kali ketemu Taehyung, masa udah mau nikah aja?"


"Buset, masih aja ngehalu padahal udah gede."


"Harus itu. Halu adalah jalan ninja ku."


*****


Malam ini walaupun merasa lelah karena seharian beraktivitas, namun Kesya tetap menerima ajakan Devan untuk berjalan-jalan keluar merayakan kelulusannya hari ini.


Devan menjemput Kesya di apartemen miliknya dimana semua orang masih berkumpul di apartemen Kesya.


"Mau keluar kemana?" tanya Rey kepada Kesya.


Kesya menggeleng pelan. "Nggak tau, kemana aja yang penting jajan."


"Hati-hati."


Mereka pun berpamitan keluar berdua tanpa mengajak Ello yang memang tidak akan mau keluar apartemen tanpa bersama Boy.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam dengan mobil yang disewa Devan menyusuri jalanan dengan pemandangan malam yang indah di kota Seoul. Helaan nafas Devan terdengar sebelum ia membuka suara hingga membuat Kesya segera menoleh kearahnya.


"Key?" panggil Devan pelan.


Setelah sekian lama, ini pertama kalinya Devan memanggil Kesya dengan panggilan nama hingga membuat gadis itu menatapnya dengan heran.


"Kenapa nggak pernah cerita tentang Ello?"


Kesya terdiam. Ia tidak tau apakah lelaki yang ada disebelahnya sekarang sedang marah karena keberadaan Ello dirahasiakan darinya atau karena kedekatan Ello dan Boy.


Flashback on


Devan baru saja tiba di depan pintu apartemen Kesya dan tatapannya tertuju pada Ello dan Boy yang sedang bermain bersama. Jujur saja, Devan merasa sedikit iri melihat kedekatan itu, kedekatan yang benar-benar terlihat seperti keluarga kandung.


"Ello, mau ikut Om Devan jalan-jalan?" tanya Devan saat berjalan mendekati bocah lelaki itu.


Ello menggeleng pelan lalu memeluk kaki Boy dan memberikan ekspresi wajah yang seolah takut dengan Devan hingga membuat lelaki itu terdiam seketika.


Semenjak itulah Devan merasa bahwa dirinya kalah dari Boy yang dengan mudah mengambil hati bocah lelaki yang sudah dianggap sebagai anak kandung Kesya.


Flashback off.


Devan, apa kamu tidak berkaca bahwa kamu juga sedang menutupi hal besar kepada Kesya. Masalah Levanna yang tidak pernah ada habisnya yang tidak pernah kamu bicarakan lagi dengan gadismu.


"Aku cuman nggak mau orang lain banyak yang tau, Kak" jawab Kesya seadanya.


Devan menghela nafas berat. "Orang lain?! Jadi, aku cuman orang lain?! Terus Boy? Dexter? Kenzo? Apa mereka nggak orang lain di hidup kamu?"


Tentu saja pertanyaan Devan membuat Kesya heran karena menurutnya menyembunyikan tentang Ello bukan hal yang perlu diperdebatkan seperti sekarang.


"Kak, kenapa Kak Devan marah-marah sih?"


"Siapa yang nggak marah liat ceweknya akrab banget sama cowok lain?! Bahkan cowok lain lebih tau tentang kamu dari pada aku sendiri!"


"Kalau Kak Devan nanya kenapa aku tutupin tentang Ello itu karena aku nggak mau banyak orang yang tau kalau Ello itu cuman orang asing di keluarga aku dan aku juga nggak mau kalau nantinya Ello dikira anak haram. Kalau Kak Devan nanya kenapa yang lain bisa tau tentang Ello, itu semua berawal dari nggak sengaja. Dexter yang tiba-tiba udah ada di depan pintu apartemen subuh-subuh dan Kenzo yang nggak sengaja dengerin tangisan Ello waktu nikahan Kak Gab. Kak Boy? Dia lebih banyak berperan dalam tumbuh kembang Ello, Kak.. Kalau aku balik nanya, kemana Kak Devan saat aku pertama kali liburan sendiri yang niatnya mau kasih kejutan tapi Kak Devan selalu ilang..?"


Pertanyaan Kesya membuat Devan kalah telak. Bahkan lidahnya terlihat sangat kaku dan tidak bisa berkata apa-apa dihadapan gadis itu.

__ADS_1


"Aku mau turun."


"Nggak!"


"Aku mau turun, Kak!"


Untuk pertama kalinya Kesya membentak Devan hingga membuat lelaki itu refleks menepikan mobilnya. Kesya pun segera keluar dari mobil Devan berlari menjauh agar lelaki itu tidak mengejarnya. Dan Devan pun seolah terhipnotis hingga ia hanya bisa melamun dan menatap punggung Kesya yang semakin mengecil dan menjauh dari pandangannya.


*****


Kesya berlari cukup jauh hingga akhirnya ia berhenti di bawah pohon yang cukup rindang. Untung saja jalanan masih begitu ramai hingga membuatnya tidak terlalu takut sendirian di luar walaupun ini untuk pertama kalinya Kesya berada di luar apartemen pada malam hari.


Kesya menangis dengan air mata yang mengalir perlahan membasahi wajah cantiknya. "Apa salah tindakan ku yang mau ngelindungin masa depan Ello..?" lirih Kesya pelan.


Pikirannya benar-benar kacau sekarang dan jujur saja ia sangat sakit hati dengan ucapan Devan barusan. Seolah tidak mengaca dengan tindakannya sendiri, ia malah berusaha untuk playing vitcim, menyalahkan orang lain dan seolah merasa dirinya lah pihak yang paling tersakiti padahal tanpa ia tau orang lain pun tersakiti dengan kelakuannya.


"Nggak bisa gini terus, gue capek.."


Tangan Kesya bergerak untuk mengambil ponsel dari dalam tasnya dan hendak menelepon seseorang.


"Ada masalah, Key?"


Orang pertama yang selalu ia cari, Boy.


Kesya terdiam namun entah kenapa air mata semakin mengalir deras membasahi wajahnya hingga membuat dirinya menutup mulut dengan keras agar isak tangisnya tidak terdengar dari seberang sana.


"Halo? Kenapa? Ada masalah? Lo dimana sekarang?"


Pertanyaan beruntun dari Boy membuat Kesya semakin menangis hingga ia segera memutuskan panggilan secepatnya.


Kesya merasa bahwa dirinya tidak bisa seperti ini terus menerus. Ia selalu merepotkan Boy dan berusaha berlindung di balik punggung lelaki itu. Ia selalu berlari ke lelaki itu jika ia merasa sakit dan ia seolah tidak bisa hidup tanpa lelaki itu.


Kesya merasa bahwa dirinya seolah memberikan sebuah harapan untuk Boy padahal ia sendiri tidak mengerti perasaan apa yang ia alami sekarang. Maka, malam ini Kesya bertekad untuk menjauh dari keduanya, dari Devan, dari Boy, juga dari semua orang. Ia bertekad untuk tinggal di negara yang jauh, negara yang tidak ada seorang pun bisa mengenal dirinya.


Kesya berjanji pada dirinya sendiri akan melupakan kedua lelaki itu dan fokus pada Ello saja.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2