
Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanya🥰.
Selamat membaca🥰😘.
*****
Klek
Pintu ruangan terbuka lalu masuk lah seorang perawat yang membawa makan malam Kesya
"Biarkan saya saja sus"
ucap Devan lalu mengambil alih nampan tersebut
"Obatnya jangan lupa diminum ya Nona, semoga cepat sembuh apalagi ditemani kekasih, kalau begitu saya permisi dahulu"
ucap perawat tersebut yang hanya dibalas oleh senyuman Devan
"Woi ngapain sih senyam senyum?"
"Eh-nggak kok"
jawab Devan menggaruk kening
Sial, kenapa gue malah salah tingkah dikirain pacarnya Kesya?-Devan
"Aneh" gumam Kesya pelan
"Makan dulu Key biar gue suapin"
"Gue juga bisa sendiri kak"
"Nggak, harus gue yang suapin"
"Kenapa harus?"
"Lo udah jagain gue waktu gue sakit dan sekarang gantian, gue yang harus jagain lo"
"Serah deh" jawab Kesya malas.
*****
"Obatnya jangan lupa"
"Aaaa gue benci minum obat"
rengek Kesya dengan manja nya membuat Devan terkekeh melihat nya
"Biar lo cepat sembuh makanya minum obat"
"Pahit kak"
Lagi-lagi Kesya merengek
"Kalo manis itu permen gula kapas"
ejek Devan seraya terkekeh pelan
"Astaga minum obat aja susah banget sih. Gini deh kalo lo sembuh nanti gue ajak jalan-jalan sepuasnya"
"Emang nggak di marahin Kak Amel?"
sindir Kesya lalu menatap Devan
"Stop ya Key, gue nggak ada hubungan apa pun sama Amel"
"Oh gitu? Terus peluk-pelukan mesra di dalam mobil tanda nya nggak ada hubungan ya?"
"Lo cemburu?"
"Cih najonggggg"
"Gue malah seneng kalo liat lo cemburu"
"Gue cemburu juga buat apa"
jawab Kesya santai yang membuat raut wajah Devan berubah seketika
Lo nggak ada perasaan apa pun sama gue Key?-Devan
"Udah deh jangan mengalihkan pembicaraan, sekarang obatnya di minum"
"Pahit kak Devan"
"Ntar gue borong ice cream, cokelat dan permen gula kapas"
"Kak Devan serius?"
__ADS_1
"Makanya di minum dulu obatnya"
ucap Devan seraya memberikan obat yang langsung disambut dengan cepat oleh Kesya
"Pas denger mau dibeliin yang manis-manis aja cepat banget minum obatnya"
"Rezeki nggak boleh di tolak"
"Duh pinter banget ngomong nya"
ucap Devan seraya mengacak rambut Kesya
"Kak Devan nggak pulang? Udah tengah malam loh"
"Gue mau nemenin lo di sini"
"Lah? Emang gue anak bayi ditemenin segala"
"Astaga, Kesya please deh"
"Hahaha...Udah lah nggak perlu nemenin gue, ada kak Steven dan kak Rey kok"
"Tapi gue bener-bener serius mau nemenin lo di sini. Anggap aja itu sebagai permintaan maaf gue udah bikin lo nunggu lama di taman"
ucap Devan keceplosan
"Loh emang kak Devan tau dari mana gue nunggu lama di taman?"
tanya Kesya menyelidik
"Eh nggak dari mana-mana kok Key"
"Kak Devan jujur deh, gue makin curiga pas ngeliat lo sama kak Rey kayak diam-diaman gitu"
"Ha? Apa hubungan nya dengan Rey?"
"Jangan bilang kak Rey ada cari lo?"
"Nggak ada Kesya"
"Terus kenapa kak Rey segitunya ngeliat lo?"
"Ya mana gue tau"
"Please deh kak Devan, gue tau banget sifat kak Rey gimana"
tanya Devan balik
"Dia paling nggak suka kalo ngeliat gue disakitin siapa pun dan jangan harap dia bisa respect lagi ke orang itu"
Segitu cinta nya ya Rey ke elo Key, kenapa lo nggak tau itu? Atau lo pura-pura nggak tau?-Devan
"Rey ngejaga lo banget ya"
ucap Devan pelan
"Dia cowok yang paling over protektif ke gue. Kak Steven aja nggak segitunya"
"Lo serius cuma anggap mereka kakak laki-laki lo Key?"
"Ya terus gue mesti anggap mereka apa? Bokap gue gitu? Atau Kakek gue? Cowok gue?"
"Ya siapa tau aja lo ada nyimpan rasa ke salah satu di antara mereka. Kan kalian dekat nya udah lama banget"
"Gue sayang mereka karena mereka udah jagain gue. Cuma itu sih"
"Lo yakin?"
tanya Devan ragu
"Ya yakin lah, orang perasaan gue cuma buat Bangtan doang"
"Ha? Bangtan siapa lagi?"
"Bangtan Sonyeondan, boy group asal Korea Selatan"
"Gue kirain apaan ternyata K-pop"
"Ya dong. Lo nggak tau aja di kamar gue udah kayak bener-bener di kantor BigHit, isi nya barang-barang member Bangtan semua"
"Segila itu?"
"Dan gue akan terbang ke sana"
"Lo pengen kuliah di Seoul?"
"Yup"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Karena itu negara impian gue"
"Sama kayak Steven dan Boy dong"
"Boy? Cowok kulkas itu?"
"Cowok kulkas?"
"Iya lah lo nggak liat dia cuek banget mana dingin lagi"
"Boy nggak cuek kok kalo lo udah kenal dekat sama dia. Apa perlu gue jodohin?"
"Lo serius? Gue? Sama cowok kulkas?"
Enggak lah, siapa juga yang mau jodohin lo dengan Boy di saat gue udah buka hati buat lo.-Devan
"Ya siapa tau lo mau"
"Idih ogah"
*****
"Kak, lo bener mau nginap di sini jagain gue?"
"Iya emangnya kenapa?"
"Ya nggak kenapa-kenapa sih cuma kasihan lo aja tidur di sofa"
"Nggak kok gue tidur di sini aja biar dekat sama lo"
"Punggung nya nggak sakit kalo tidur gitu?"
"Enggak kok kan demi lo"
ucap Devan santai yang membuat wajah Kesya memerah karena malu
"Oh jadi cewek galak bisa malu juga?"
goda Devan seraya mendekatkan wajahnya
"Kak Devan"
ketus Kesya kesal lalu memukul lengan Devan yang membuat Devan tertawa seketika
"Astaga untung gue gak kehabisan nafas"
"Lo kenapa sih susah nafas kalo gue ngeliat lo gitu?"
"Gue nggak bisa di tatap lama-lama"
"Alasannya?"
"Takutnya nanti gue salah tingkah"
jawab Kesya terkekeh pelan
"Ya udah berarti gue harus natap lo lama-lama"
"Ihh kak Devan jangan dong"
ucap Kesya kesal karena Devan benar-benar sedang menatap nya intens
"Kak Devan"
ketus Kesya lalu menutup wajah nya yang memerah dengan kedua tangan nya
"Kak, nanti gue pingsan"
"Hahahaha...Lucu juga ya lo"
"Apa sih? Itu nggak lucu"
ketus Kesya dengan kesal nya
"Ya udah tidur deh Key"
"Kak tidur di sofa aja"
"Enggak, gue kan udah bilang mau dekat sama lo"
"Astaga kepala batu" gumam Kesya pelan.
*
*
__ADS_1
*