Tentang Kesya

Tentang Kesya
Perasaan Devan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanya🥰.


Selamat membaca🥰😘.


*****


Masih di KFC (Ayam Kakek)


"Jadi bagaimana? Anak Papa benar-benar tidak jadian dengan Boy? Atau masih masa pendekatan?"


goda Papa Aldino yang membuat Kesya langsung cemberut


"Waduh Om, Boy kalah cepat dari Devan"


ucap Boy terkekeh pelan


"Oh jadi anak Papa rebutan sahabat abang-abang nya nih?"


Lagi-lagi Papa Aldino menggoda Kesya yang sudah cemberut


"Ihh kak Boy.. Bukan Pa, bukan gitu. Kesya mana ada dekat sama siapa pun"


"Loh sama Boy juga nggak dekat? Wah padahal Papa setuju-setuju aja sih"


"Papa, kan udah Kesya bilang kalo Kesya nggak mau pacaran sebelum gapai mimpi Kesya"


"Terus Boy siap nggak nih nunggu Kesya?"


"Si Papa ini ya, suka banget godain anak gadisnya"


ucap Mama Melly yang membuat Papa Aldino tertawa


"Oh iya gimana kabar Papa kamu Boy?"


"Ya gitu deh Om, bolak-balik luar negeri padahal udah tua kan Om?"


ucap Boy terkekeh pelan


"Mungkin cari Mama baru buat kamu"


Perlu diketahui bahwa Boy adalah seorang anak yatim, dia cuma tinggal dengan Papa nya karena saat Boy masih berusia sekitar 5 bulan Mama nya meninggalkan mereka dengan seorang pria bule sehingga sampai saat ini Boy tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu


Sang Papa membesarkan Boy dengan baik dan dengan penuh kasih sayang bahkan Papa Boy tidak pernah mengajarkan nya menumbuhkan rasa dendam dan benci dengan Mama yang telah mengkhianati mereka


Papa mengajari Boy untuk tetap menyayangi Mama nya bahkan jika suatu saat mereka di pertemukan oleh takdir. Boy memang menyayangi sosok sang Mama hanya karena Boy bersyukur dan berterima kasih sudah dilahirkan ke dunia ini dan diberikan seorang Ayah yang tulus menjaga dan merawatnya hingga sekarang


"Gimana bisa cari Mama baru Om, Papa aja kalo lama dekat sama wanita langsung risih"


Boy pun kembali terkekeh pelan mendengar ucapannya sendiri


Yup betul, setelah Mama Boy berkhianat, Papa nya tidak pernah ingin mencari wanita lain untuk dijadikan Ibu sambung Boy karena dirinya bahkan masih trauma untuk menjalin hubungan dengan wanita


Trauma itulah yang mempengaruhi Boy tumbuh remaja karena Boy juga enggan untuk menjalin hubungan dengan gadis mana pun bahkan jika ada yang menyatakan cinta padanya secara terang-terangan, Boy akan menolak gadis itu mentah-mentah


Cinta? Entahlah, Boy ragu akan hal itu karena terkadang cinta tidak selalu berjalan sesuai keinginan dan harapan kita. Ada banyak batu yang menghiasi cinta itu namun kembali lagi ke diri masing-masing, apakah kita sanggup menghadapinya? Atau kita akan menyerah untuk berjuang bersama seperti pengkhianatan yang dilakukan Mama nya?


Itu yang selalu ada di pikiran Boy tentang cinta, bahkan sampai sekarang


"Ya sudah kalau gitu Kesya aja yang jadi Mama nya Kak Boy"


ucap Kesya tulus yang membuat Boy terkejut seketika mendengarnya


"Key sadar, Papa gue nggak seganteng Om Aldino, Papa gue juga udah tua"


"Ya nggak masalah sih, yang penting Kesya jalan-jalan ke luar negeri terus"


Semuanya tertawa mendengar ucapan Kesya


"Boy, hati-hati nanti rumah lo bakalan jadi kapal pecah gara-gara Kesya yang hyperactive sampai-sampai Om Heru geleng kepala terus mikir "kok bisa saya menikahinya?" nggak lupa dengan ngelus dada"


ucap Rey mempraktekkannya membuat semua orang lagi-lagi tertawa mendengarnya


Tak lama kemudian


"Kak Boy, kok bisa itu jadi gantungan kunci mobil?"


tanya Asyera saat menatap kunci mobil Boy yang ada di atas meja dengan gantungan karakter kartun kesukaannya


"Lo suka?"


tanya Boy yang membuat Asyera mengangguk cepat


Boy pun terkekeh melihatnya lalu melepaskan gantungan itu dari kunci mobil dan memberikannya kepada Asyera


"Wah makasih banyak kak"


Lalu Asyera mengambil gantungan tersebut dan mulai menceritakan karakternya kepada Papa Aldino dan Mama Melly


"Oh iya sayang, kalian menginap di rumah kan?"


"Iya dong Ma, besok kan hari minggu"


jawab Asyera cepat


"Ma, nanti malam Boy bertiga nginap di rumah"


ucap Rey yang mengingat janji mereka


"Iya sekalian Mama belanja camilan kalian yang udah mau habis. Kalian sekarang mau kemana?"


"Kesya ikut Ma, camilan Kesya menipis hihihi"


ucap Kesya terkekeh

__ADS_1


"Kita ngikut aja. Lo gimana Boy?"


"Boleh ikut Tan?"


"Boleh banget, biar kak Boy yang dorong troli Kesya"


"Siap-siap tenaga Boy"


bisik Steven yang membuat Boy terkekeh.


*****


Setelah menghabiskan waktu hampir 2 jam, akhirnya mereka semua sudah selesai belanja, bukan-bukan lebih tepatnya mengantar Kesya dan Mama Melly belanja karena para lelaki hanya mengikuti dari belakang dengan Steven, Rey dan Boy yang mendorong troli mereka


Steven mendorong troli khusus bahan-bahan dapur, Rey mendorong troli khusus camilan, dan seperti yang dikatakan Kesya bahwa Boy yang mendorong troli nya yang berisi camilan dan makanan cepat saji


"Mama, Papa, dan Yera pulang duluan ya. Kalian lanjut saja jalan-jalannya, kasihan Yera sudah mengantuk"


ucap Papa Aldino saat mereka sudah berada di parkiran untuk mengantarkan belanjaan


"Key, lo ikut nggak ngantar gue mutusin cewek"


"Eh Kak Rey udah gila ya? Punya cewek? Emang ada yang mau sama kak Rey?"


"Ya ada makanya mau gue putusin"


"Kenapa diputusin?"


"Dia cuma manfaatin gue, lagian gue nggak serius sama dia"


"Sejak kapan?"


"Satu minggu ini"


"Gila ya. Kesya ogah ikut kak Rey"


"Ya udah lo diantar Boy ya soalnya gue paksa bang Stev ngantar gue. Titip adek gue Boy"


"Oke"


Boy pun berinisiatif memasukkan semua belanjaan Kesya di dalam mobilnya lalu mengajak Kesya untuk masuk mobil sedangkan Rey dan Steven sudah berlalu setelah berpamitan dengan Kesya


Baru saja rasanya Kesya duduk, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk


"Kak Boy, gue angkat telfon dari kak Devan dulu ya"


"Angkat aja"


jawab Boy singkat


"Halo?"


"..........."


"Enggak nih, lagi dijalan baru balik dari mall"


"Ngomong aja kak"


"......................."


"Ehm, bentar dulu kak"


ucap Kesya lalu menjauhkan ponsel dari telinganya


"Kak Boy, boleh antar gue nggak?"


"Ke?"


"Taman kota. Kak Devan ngajak ngomong bentar"


"Oke"


"Makasih ya kak"


Kesya pun kembali mendekatkan ponsel ke telinga nya


"Boleh. Tapi lama nggak kak?"


".........."


"Oh oke. Ya udah gue otw"


Panggilan pun terputus.


*****


Taman Kota


Disinilah Kesya berada, di taman kota bersama Devan karena ada sesuatu yang ingin Devan katakan kepadanya. Sedangkan Boy? Lelaki itu tidak ingin keluar dan hanya menunggu di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat Kesya duduk


"Ehm Key, lo kesini sama siapa?"


"Di antar"


"Sama?"


"Oh ya kak Devan mau ngomong apa?"


"Enghh itu, ehm tentang perasaan gue"


"Perasaan?"


"Gue suka sama lo Key"

__ADS_1


ucap Devan setelah menarik nafas dalam sedangkan Kesya hanya diam karena tidak ingin menyela ucapan Devan


"Gue benar-benar sayang sama lo, gue nggak suka lo dekat sama cowok lain termasuk Rey"


"Loh? Kenapa dengan kak Rey?"


"Gue cemburu. Gue cemburu liat kedekatan lo sama dia, liat lo lebih care ke dia dari pada ke gue. Bisa nggak gue minta satu hal?"


"Apa?"


"Jadi pacar gue"


Deg


Gue mana bisa nerima Kak Devan. Gue udah janji sama diri gue sendiri nggak bakal mikir pacaran sebelum mimpi gue tercapai. Ini terlalu cepat bahkan gue masih nggak ada perasaan.-Kesya


"Kak Devan?"


"Ya?"


"Gue nggak mau pacaran sebelum mimpi gue terwujud. Kak Devan terlalu cepat buat ngajak gue menjalin hubungan. Kita bahkan nggak ada masa pendekatan, kan? Jadi gue nggak bisa semudah itu nerima kakak"


Yap, Devan tau, Devan tau betul bahwa ini yang akan keluar dari mulut Kesya. Walau pun Devan sudah tau bahwa cintanya akan ditolak karena Kesya benar-benar tidak ingin menggeser mimpinya dari prinsip hidup, namun Devan hanya ingin Kesya tau bahwa dia menyukai Kesya dan ingin memiliki Kesya sepenuhnya


"Gue tau"


"Loh?"


"Iya Key, gue tau lo bakal nolak gue karena mimpi lo. Gue cuma pengen lo tau kalo gue suka sama lo Key"


"Hahaha..Santai aja Key, nggak usah canggung gitu"


"Ehm kak Devan, jak Devan tau kan gue orangnya friendly jadi gue berteman sama siapa aja termasuk kak Rey"


"Tapi gue cemburu Key"


"Kan gue sama kak Rey cuma teman kenapa harus cemburu?"


"Lo lebih akrab sama Rey dari pada sama gue. Apa kelebihan Rey yang bikin lo welcome ke dia?"


tanya Devan pelan


"Kak, cemburu kak Devan tuh harus tau tempat dong. Kan gue sama kak Rey nggak ada hubungan apa-apa kenapa kak Devan harus cemburu bahkan emosi kalo lagi bahas kak Rey?"


"Key, bisa nggak nggak usah bahas Rey?"


"Tapi kan kak Devan yang duluan. Gue nggak mau ya kak, lo sama kak Rey jadi musuhan cuma gara-gara ini"


"Lo tau Rey cinta sama lo?"


"Iya tau"


Gue kalah cepat.-Devan


"Terus? Gimana tanggapan lo?"


"Ya biasa aja, nggak gimana-gimana"


"Key, hebatnya Rey apa? Apa yang bikin lo lebih dekat sama Rey dibanding gue?"


"Kak Devan bisa nggak jangan bandingin diri kak Devan sama kak Rey?"


"Tapi gue nggak suka lo dekat sama Rey. Rey nggak ada apa-apanya dibanding gue. Gue suka sama lo Key, kapan lo peduli?"


Gue juga nggak suka kak Devan bandingin kehebatan kak Devan sama kak Rey.-Kesya


"Nggak ada yang dibahas lagi selain kak Rey? Gue mau pulang"


Tanpa mendengar teriakan Devan yang memanggilnya, Kesya pun pergi menuju mobil Boy dengan raut wajah yang menahan amarah


"Kenapa Key?"


tanya Boy khawatir saat melihat Kesya yang terlihat kecewa, sedih, dan marah


"Kok bisa ya kak Devan sejahat itu?"


lirih Kesya pelan


"Devan apain lo? Kasih tau gue"


"Kak Devan ngejelekin kak Rey didepan Kesya"


ucap Kesya yang tanpa sadar air matanya sudah jatuh


"Hei jangan nangis"


ucap Boy menenangkan Kesya


"Bisa-bisanya kak Devan bilang kak Rey nggak ada apa-apanya dibandingkan dia"


"Key, jangan dengerin kata Devan"


"Tapi omongan kak Devan bikin hati Kesya sakit hati Kak, dia nggak tau gimana sayangnya kak Rey ke Kesya walaupun cuma adik angkat, gimana pedulinya kak Rey kalo Kesya sakit, gimana marahnya kak Rey ngeliat orang nyakitin Kesya. Sesayang itu kak"


Tanpa sadar Boy sudah memeluk gadis kecil yang menangis tersedu-sedu di hadapannya. Boy sudah menganggap Kesya juga sebagai adik perempuannya saat pertemuan mereka siang tadi, jadi Boy juga merasa sakit saat melihat Kesya menangis bahkan tepat dihadapannya


"Key, mungkin Devan ditutupi oleh perasaan cemburunya, dia nggak tau kan kalo lo sama Rey sepupu"


"Sepupu atau nggak nya Kesya sama Kak Rey seharusnya Kak Devan nggak bisa ngejelekin orang lain gitu. Jangan mentang-mentang dia penerus perusahaan terbesar, dia malah jadi seenaknya sama orang lain"


Dev-Dev, kenapa lo malah bikin Kesya salah pengertian sama lo?-Boy


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2